Ranitidine: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan

626

Diedit:

Ranitidine adalah obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi gejala kelebihan asam lambung. Kelebihan asam lambung tersebut bisa menimbulkan iritasi dan peradangan pada sistem pencernaan sehingga memicu terjadinya berbagai penyakit seperti tukak lambung, sakit maag, tukak duodenum, dan berbagai gangguan pencernaan lainnya.

Obat ranitidine tergabung dalam kelompok obat yang dinamakan histamin-2 blocker. Obat ini bekerja dengan mengurangi jumlah asam yang diproduksi oleh lambung Anda. Hal ini akan membuat gejala-gejala yang Anda alami lambat laun akan semakin berkurang.

Ranitidine juga diresepkan dalam pengobatan GERD dan kondisi lain dimana asam naik dari lambung menuju esofagus, sehingga menyebabkan gejala heartburn.

Aturan Pakai Ranitidine

Sebelum menggunakan obat ini, pastikan dulu apakah Anda punya riwayat alergi ranitidine. Sebaiknya jangan konsumsi obat ini jika memiliki alergi. Dan Anda perlu pastikan dengan dokter apakah aman menggunakan obat ini jika Anda memiliki penyakit ginjal, penyakit liver, atau porphyria.

Bicarakanlah kepada dokter apabila Anda sedang hamil atau berencana untuk hamil. Dan karena obat ranitidine bisa menyebar melalui ASI, Anda sangat dianjurkan untuk berkonsultasi dengan dokter jika sedang menyusui bayi.

Obat ini hanya boleh digunakan sesuai petunjuk dosis aman ranitidine dari dokter. Jangan mencoba melebihi atau mengurangi dosis atau mengonsumsi obat ini lebih lama daripada yang sudah ditentukan.

Dosis aman ranitidine sangat bergantung pada gejala dan kondisi yang Anda alami. Secara umum dokter mungkin akan meresepkan dosis sebanyak 300 mg dalam sehari.

Jangan mengunyah, atau menghaluskan obat berbentuk tablet, dan jangan biarkan tablet larut di dalam mulut sebelum ditelan. Namun obat yang berbentuk tablet kunyah harus dikunyah terlebih dulu sebelum ditelan.

Sedangkan obat ranitidine yang berbentuk bubuk harus dicampurkan dulu ke dalam 6 sampai 8 ons air sebelum diminum. Obat yang berbentuk cairan harus diukur dengan sendok atau cup khusus untuk mengukur. Simpanlah obat ini di tempat yang bersuhu kamar, jauh dari kelembapan, panas, dan cahaya.

Efek Samping Ranitidine

Hentikan pemakaian obat dan segera cari pertolongan medis apabila Anda mengalami reaksi alergi terhadap obat: gatal-gatal, kesulitan bernapas, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Anda juga harus menghentikan pemakaian dan segera kunjungi dokter jika mengalami efek samping ranitidine serius seperti berikut:

  • Nyeri dada, demam, sesak napas, batuk berdahak warna hijau atau kuning
  • Gampang memar atau berdarah, merasa sangat lemah
  • Jantung berdetak cepat atau lambat
  • Masalah pada penglihatan
  • Demam, sakit tenggorokan, dan sakit kepala disertai melepuh, mengelupas, dan ruam merah pada kulit
  • Mual, sakit perut, demam, kehilangan nafsu makan, urin berwarna gelap, BAB berwarna gelap, mata dan kulit menguning

Namun tidak semua akan mengalami efek samping ranitidine yang serius, lebih seringnya orang-orang hanya mengalami efek samping ringan seperti:

  • Sakit kepala
  • Pusing, mengantuk
  • Susah tidur (insomnia)
  • Penurunan gairah seks
  • Pembengkakan dan nyeri di payudara
  • Mual, muntah, sakit perut
  • Diare atau sembelit

Menggunakan obat ranitidine bisa meningkatkan risiko Anda mengalami pneumonia. Berhati-hatilah jika Anda mengalami gejala-gejala pneumonia seperti nyeri dada, demam, sesak napas, dan batuk berdahak warna hijau atau kuning.

Alternatif Herbal untuk Ranitidine

Kelebihan asam lambung bisa ditekan dengan cara menjaga pola makan sehari-hari. Selain itu Anda juga dapat mengatasi masalah tersebut dengan mengonsumsi obat herbal atau obat alami yang dapat menetralisir kelebihan asam lambung.

Obat alami pertama adalah lidah buaya, caranya dengan meminum sekitar ½ jus lidah buaya asli sebelum makan. Lidah buaya dapat membantu mengurangi peradangan dan meredakan gejala kenaikan asam lambung.

Herbal selanjutnya ialah jahe yang diketahui mempunyai kemampuan sebagai obat asam lambung alami dan sudah digunakan untuk mengatasi berbagai gangguan pencernaan sejak dahulu kala. Anda bisa menambahkan 2 sampai 3 potong jahe segar ke dalam 2 gelas air panas lalu diamkan sampai kira-kira ½ jam. Minumlah air jahe ini 20 menit sebelum dan sesudah makan.

Ingatah bahwa untuk mengatasi masalah asam lambung, Anda perlu memperbaiki keseimbangan dan fungsi alami lambung. Ini sangat penting demi menjaga kesehatan jangka panjang Anda.

Karena itu Anda tidak bisa hanya mengandalkan obat asam lambung seperti obat ranitidine, Anda harus mengubah gaya hidup. Ini termasuk menghindari makanan pemicu asam lambung naik, jangan coba-coba telat makan, berhenti merokok, dan jaga berat badan tetap ideal—semua itu langkah penting demi menjaga kesehatan lambung Anda.

Advertisement
Alinesia