Perbedaan Darah Beku dan Memar dari Ciri-Ciri, Penyebab, dan Penanganannya


By Cindy Wijaya

Memar biasanya muncul akibat dari cedera fisik. Sedangkan darah beku adalah gumpalan darah di dalam pembuluh darah. Keduanya mungkin dikira sama, padahal memiliki ciri-ciri, penyebab, dan dampak yang berbeda. Mari kenali perbedaan darah beku dan memar dengan membaca artikel ini.

Memang memar dan darah beku sama-sama melibatkan masalah pada darah yang bisa memicu perubahan warna di kulit. Namun biasanya memar tidak berbahaya dan akan hilang sendiri. Berbeda halnya dengan darah beku, yang dalam kasus tertentu bisa membahayakan.

Apa itu memar dan apa itu darah beku? Apa saja perbedaan darah beku dan memar dari segi ciri-ciri, penyebab, dan cara penanganannya? Simak selengkapnya berikut ini.

Apa Itu Memar dan Darah Beku?

Memar muncul dalam bentuk perubahan warna pada kulit. Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil (kapiler) pecah, sehingga menjebak darah di bawah permukaan kulit. Sering terjadi karena cedera akibat sayatan, benda tumpul, atau patah tulang.

Memar bisa terjadi di banyak bagian tubuh, biasanya hanya sedikit terasa sakit, tapi kadang bisa sama sekali tidak terasa sakit, atau sebaliknya bisa sangat sakit.

Saat mengalami memar, kulit kadang tampak kehitaman atau kebiruan akibat kekurangan oksigen di area itu. Saat memar sembuh, warnanya akan berubah menjadi merah, hijau, atau kuning sebelum menghilang.

Memar yang terjadi tepat di bawah kulit disebut “subkutan”. Juga dapat terjadi di dalam otot. Jika terjadi pada tulang, memar itu disebut “periosteal”. Namun memar lebih sering terjadi di bawah kulit, atau subkutan.

Bagaimana dengan darah beku? Darah beku adalah gumpalan darah setengah padat. Seperti memar, mereka terbentuk ketika pembuluh darah terluka oleh cedera akibat benda tumpul, sayatan, atau kelebihan lemak dalam darah.

Saat Anda terluka, fragmen sel yang disebut trombosit dan protein dalam plasma darah akan mengehentikan pendarahan dari cedera. Proses ini disebut koagulasi, dan membentuk gumpalan. Gumpalan biasanya larut secara alami.

Namun kadang gumpalan tidak larut secara alami, sehingga bisa menyebabkan masalah jangka panjang.

Perbedaan Darah Beku dan Memar dari Ciri-cirinya

Memar memang bisa muncul di berbagai tempat di tubuh kita, tetapi gejalanya biasanya hanya ada di area memar itu muncul.

Banyak memar akan berubah warna seiring berjalannya waktu. Awalnya mereka tampak kemerahan, kemudian berubah menjadi ungu tua atua biru setelah beberapa jam. Sewaktu memar pulih, biasanya akan menjadi hijau atau kuning. Memar biasanya terasa nyeri pada awalnya, tetapi rasa nyerinya biasanya hilang saat warnanya memudar.

Bagaimana dengan ciri-ciri darah beku? Pembekuan atau penggumpalan darah adalah bagian alami dari proses penyembuhan dari luka. Pembekuan darah bisa menimbulkan ciri-ciri: perubahan warna kulit, pembengkakan, dan rasa nyeri.

Pembekuan darah yang terbentuk jauh di dalam jaringan, yang disebut hematoma, tidak selalu mengikuti pola gejala yang sama. Gejala yang ditimbulkan sangat tergantung pada ukurannya dan lokasi tempat mereka muncul. Bekuan darah yang besar, serta yang tejradi pada otot atau organ, sering kali membutuhkan perawatan medis.

Ada jenis darah beku yang muncul pada pembuluh darah, yaitu trombus. Bila ada bagian trombus yang terlepas dan mengalir menjauh dari lokasi asalnya, itu disebut tromboemboli. Teromboemboli di pembuluh darah arteri atau vena dapat berdampak serius, karena dapat menyebabkan kerusakan parah atau kematian sel-sel.

Berikut adalah beberapa kondisi serius yang dapat disebabkan oleh darah beku trombus:

  • Darah beku di paru-paru, atau emboli paru, dapat menyebabkan nyeri dada, sesak napas, dan kadang peningkatan laju pernapasan.
  • Darah beku di pembuluh vena kaki, atau trombosis vena dalam, menyebabkan rasa nyeri, mungkin kemerahan, dan peradangan di kaki.
  • Darah beku di pembuluh arteri kaki dapat menyebabkan kaki terasa dingin dan tampak pucat.
  • Darah beku di pembuluh arteri otak, atau stroke, dapat menyebabkan kehilangan penglihatan, kehilangan kemampuan bicara, dan kelemahan pada satu sisi tubuh.
  • Darah beku di pembuluh arteri koroner, yang memicu serangan jantung, dapat menyebabkan mual, kesulitan bernapas, berkeringat, dan nyeri dada.
  • Darah beku di pembuluh arteri ke usus, atau iskemia mesenterika, dapat memicu mual, buang air besar berdarah, dan sakit perut.

Masalah darah beku di pembuluh arteri dan vena dapat mengakibatkan dampak fatal. Jadi jika Anda merasakan gejala-gejala darah beku seperti di atas, segera lah cari pertolongan medis.

Ilustrasi Perbedaan Darah Beku dan Memar
Sesak Napas, Ciri-Ciri Darah Beku di Paru-Paru (Credit Photo: Maridav/Adobe Stock)

Perbedaan Darah Beku dan Memar dari Penyebabnya

Semua orang bisa mengalami memar. Menabrak permukaan yang keras saja sudah bisa menimbulkan memar di kulit. Kadang seseorang bahkan tidak ingat dimana mereka menabrak permukaan keras itu.

Ada juga beberapa orang yang lebih berisiko untuk mengalami memar karena faktor-faktor tertentu. Misalnya mengonsumi obat pengencer darah (seperti warfarin), mengonssumsi obat aspirin atau ibuprofen, memiliki gangguan darah, memiliki kulit tipis dan pembuluh darah yang lebih rapuh karena usia tua, atau kekurangan asupan vitamin C.

Bagaimana dengan darah beku? Memang penyembuhan luka secara alami melibatkan proses pembekuan darah. Akan tetapi lain halnya dengan pembentukan bekuan darah di dalam pembuluh darah.

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah itu, antara lain: kegemukan atau obesitas, merokok, duduk untuk waktu lama, beristirahat di tempat tidur untuk waktu lama, menggunakan terapi yang memodifikasi hormon, atau mengalami cedera berat atau operasi baru-baru ini.

Selain itu ada beberapa penyakit yang dapat membuat seseorang lebih riskan mengalami pembekuan darah, termasuk: gagal jantung, diabetes tipe 1 dan 2, vaskulitis, fibrilasi atrium, aterosklerosis, dan sindrom metabolik.

Perbedaan Darah Beku dan Memar dari Penanganannya

Dokter biasanya tidak mengharuskan perawatan khusus untuk mengobati memar. Kemungkinan yang disarankan adalah perawatan sendiri di rumah, misalnya memakai kompres dingin dan kompres panas ke area memar. Obat pereda rasa sakit seperti aspirin juga dapat membantu mengurangi rasa nyeri,

Namun jika dokter melihat bahwa ada ada kemungkinan penyebab serius yang mendasari di balik memar tersebut, mungkin beliau akan meminta Anda menjalankan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengidentifikasi penyebab tersebut.

Bagaimana dengan darah beku? Jika Anda memiliki masalah bekuan darah, dokter mungkin akan meresepkan obat untuk mengobatinya. Dokter dapat meresepkan obat pengencer darah dalam rencana perawatan secara berurutan.

Untuk minggu pertama, mungkin menggunakan heparin untuk mengobati bekuan darah dengan cepat. Biasanya diberikan sebagia injeksi ke bawah kulit. Kemudian, dokter akan meresepkan obat warfarin. Biasanya diminum melalui mulut selama 3 – 6 bulan.

Kesimpulan tentang Perbedaan Darah Beku dan Memar

Walaupun memar dan darah beku kadang dikira sama, namun sebenarnya ada perbedaan darah beku dan memar pada ciri-ciri, penyebab, dan penanganannya.

Memar umumnya bisa sembuh sendiri, karena proses pembekuan darah akibat cedera atau luka adalah bagian normal dari proses penyembuhan tubuh.

Akan tetapi darah beku yang ada di jaringan dalam tubuh mungkin lebih serius dan membutuhkan penanganan khusus. Bahkan darah beku di pembuluh-pembuluh darah yang vital membutuhkan perawatan darurat medis dan bisa berdampak fatal.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang perbedaan darah beku dan memar. Semoga informasi ini dapat berguna. Baca juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Medical News Today. How to tell if it is a bruise or a blood clot. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322829

Healthline. Is It a Blood Clot or a Bruise?. https://www.healthline.com/health/blood-clot-or-bruise

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>