Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Ilustrasi Kanker Usus Besar Ilustrasi Kanker Usus Besar

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Usus

Tahukah Anda? Kanker usus merupakan jenis kanker yang tumbuh di sepanjang usus. Organ usus sendiri merupakan serangkaian saluran yang menjadi pusat dari sistem pencernaan, dimana semua makanan yang sudah Anda makan akan di gerus, diserap sarinya sampai kemudian dibusukan secara alami melalui mekanisme pencernaan.

Usus sendiri terbagi dalam beberapa bagian dengan fungsinya masing-masing. Diawali dari duodenum atau lebih kita kenal dengan usus dua belas jari yang berfungsi menghaluskan makanan dan proses kimiawi sehingga makanan akan lebih mudah diserap sarinya begitu memasuki usus halus. Kemudian berlanjut ke bagian jejunum dan ileum. Bagian terpanjang dari usus halus yang bisa mencapai lebih dari 8 meter yang berfungsi sebagai ruang penyerapan sari makanan.

Selain itu di akhir dari ruang penyerapan terdapat ruang pembusukan di usus besar yang secara medis dikenal sebagai usus kolon. Ruang ini mengolah sisa makanan menjadi feses dengan bantuan bakteri alami dalam kolon dan mekanisme pembusukan.

Dan ketika kita bicara soal kanker usus, maka semua jenis kanker yang tumbuh di sepanjang jalur usus ini akan termasuk di dalamnya, yaitu; kanker di duodenum, kanker di usus halus atau kanker kolorektal dan kanker kolon atau kanker di usus besar.

Selain penggolongan kanker usus berdasarkan lokasi pertumbuhannya, kanker usus juga terbagi berdasarkan lokasi jenis sel yang ditumbuhi kanker. Menurut laman betterhealth disebutkan bahwa 95% kanker usus yang terdeteksi merupakan jenis kanker adenocarcinoma. Jenis kanker ini muncul dari sel-sel pembentuk kelenjar pada dinding usus. Sedangkan kasus kanker squamous sel, kanker karsinoid, kanker sarkoma dan kanker limfoma merupakan jenis kanker usus yang tergolong jarang terjadi.

Kanker usus bukan jenis kanker dengan jumlah kasus yang tinggi. Jumlah pasien dan tingkat kematian yang terjadi masih belum mampu membuatnya berada dalam kategori 5 jenis kanker paling banyak dialami dan paling mematikan di dunia.

Namun, sebenarnya jenis penyakit ini termasuk jenis kanker yang mematikan, efek dari kanker usus menyebabkan disfungsi dari penyerapan sari makanan.

Sehingga penurunan fungsi ini akan menyebabkan tubuh mengalami malnutrisi atau kekurangan nutrisi tubuh. Bisa Anda bayangkan bukan? Bagaimana jadinya tubuh ketika suplai makanan yang dibutuhkan tak terpenuhi secara optimal? Seluruh tubuh mengalami penurunan fungsi dan terkadang menyebabkan masalah yang lebih fatal seperti; jaringan yang mengerut, regenerasi sel yang lambat, imunitas dan metabolisme yang menurun dan sebagainya. Lalu, apa sebenarnya yang menjadi penyebab kanker usus?

Penyebab Kanker Usus

Penyebab kanker usus bisa berawal dari berbagai kondisi di dalam area usus. Menurut Lembaga Nirlaba Cancer Research dari Inggris dan pusat penelitian Betterhealth menyatakan bahwa terdapat beberapa kondisi dalam usus yang menjadi penyebab munculnya pertumbuhan sel kanker dan beberapa kondisi berikut:

  • Pertumbuhan Polip

    Polip pada usus terutama pada usus besar merupakan satu kondisi yang begitu kerap muncul dan sebenarnya tidak menjadi masalah yang serius. Sifatnya menyerupai tumor karena tidak agresif dan tidak ganas. Namun polip yang tumbuh terus menerus dan kadang saling bertumpuk bisa memicu munculnya sel-sel dalam polip untuk berkembang menjadi lebih agresif dan ganas, sehingga beralih menjadi sel kanker. Polip sendiri bisa muncul karena menderita suatu penyakit dengan kecenderungan polip atau sindrom polip seperti Familier Adenomatous Polyposis (FAP), masalah dengan sembelit dan sebagainya.

  • Masalah Divertikula

    Pada usia di atas 50 tahun, ketika elastisitas jaringan usus mulai melemah, efek peristaltik yang berlebihan pada usus seperti; efek dari sembelit bisa membuat jaringan dinding usus meregang sehingga menyisakan kantung-kantung kecil di permukaan dinding. Kadang kantung-kantung bernama divertikula ini akan terisi oleh kotoran dan makanan. Endapan ini mengundang bakteri untuk membentuk peradangan pada dinding. Dari peradangan dan endapan yang mengeras dalam divertikula ini Anda bisa mengalami kanker usus.

  • Peradangan pada Usus

    Usus adalah salah satu bagian dari tubuh yang terbilang rentan mengalami peradangan, mengingat adakalanya asupan yang kita makan juga membawa bakteri serta virus yang kemudian menginfeksi area pencernaan, mulai dari duodenum sampai ke usus besar. Ketika infeksi menjadi serius lalu terjadi peradangan yang berat maka kerusakan sel akibat peradangan tak lagi bisa ditanggulangi oleh mekanisme regenerasi sel. Dari sanalah kemudian muncul kanker pada usus. Terkadang kanker muncul setelah peradangan teratasi, karena bibit kanker justru muncul dari jaringan parut pada dinding usus yang muncul sebagai sisa peradangan.

  • Masalah Toksinitas

    Biasanya racun dan toksin dari makanan akan dinetralkan pada duodenum melalui mekanisme penyaringan yang melibatkan organ hati dan pankreas. Namun ketika tingkat toksin, radikal bebas dan residu makanan sudah berada di batas toleransi, maka toksin ini akan mengendap pada dinding usus dan dapat menciptakan kondisi nyaman untuk pertumbuhan sel kanker atau kondisi karsinogen.

Dengan memahami pertumbuhan polip, masalah divertikula, peradangan pada usus dan masalah toksinitas yang menjadi penyebab kanker usus tentu akan memudahkan Anda untuk menghindari terjadinya hal tersebut. Jika masih ragu akan kondisi kesehatan Anda saat ini, cobalah untuk memerhatikan beberapa gejala kanker usus berikut sehingga penanganan dapat dilakukan dengan segera.

Gejala Kanker Usus

Gejala kanker usus pada stadium awal seringkali tak mudah dikenali. Karena sebagian besar gejala kanker usus pada tahap awal muncul samar dan menyerupai penyakit perut biasa. Bahkan kasus kanker usus yang berawal dari peradangan biasanya muncul dari peradangan yang sudah sembuh. Sel kanker muncul dari jaringan parut sisa peradangan, bukan langsung dari sel rusak yang masih mengalami inflamasi.

Padahal bila serangan kanker usus ini bisa terdeteksi lebih awal, maka penyakit yang cukup beresiko dan mematikan ini masih mungkin untuk diatasi. Maka dari itu, penting bagi Anda mengenali beberapa gejala kanker usus terutama di tahap awal sebagai berikut:

  • Muncul darah pada saat buang air besar, pada tahap awal darah hanya berupa noda kecil pada feses atau sekedar feses yang berwarna kemerahan, namun pada tahap lanjut kadang frekuensi darah akan lebih besar.
  • Kerap mengeluhkan diare yang terus menerus atau malah konstipasi atau sembelit yang sulit diatasi. Pada kasus sembelit seolah dalam perut bawah terasa penuh dan tersumbat padahal sudah berusaha mengkonsumsi makanan kaya serat lebih banyak.
  • Perut terus merasa penuh, kembung, kadang juga disertai kram perut atau kolik. Kadang pusat rasa sakit menjadi penanda adanya serangan pada titik tersebut. Misalkan sakit di perut atas tengah, bisa jadi kanker muncul pada area duodenum, sedang nyeri pada perut tengah penanda serangan terjadi pada usus halus. Bila rasa nyeri muncul pada perut bawah bisa jadi serangan berasal dari area usus besar.
  • Sering merasa lelah, mudah lemas, kerap merasa pusing dan beberapa pasien juga mengeluhkan masalah anemia akut.

Terkadang gejala kanker usus dirasa serupa dengan penyakit lainnya yang menyerang usus, namun saat Anda merasakan adanya gejala-gejala tersebut cobalah untuk melakukan pemeriksaan medis, sehingga pengobatan kanker usus secara medis dapat dilakukan sebelum kondisi kesehatan kian memburuk.

Pengobatan Kanker Usus Secara Medis

Pengobatan kanker usus secara medis biasanya diterapkan sesuai dengan kondisi stadium dan kondisi-kondisi kesehatan lain yang menyertai pasien. Namun secara umum, langkah penanganan kanker usus ditangani dengan pemotongan jaringan atau bagian usus yang sudah terserang kanker. Kanker pada usus sangat mudah menyebar, bahkan perkembangan stadium bisa berjalan sangat cepat. Itu sebabnya pemotongan jaringan akan menjadi solusi terefektif mengatasi kanker.

Sebelum lebih jauh soal pengobatan kanker usus, sebaiknya kita kenali dulu bagaimana perkembangan stadium kanker usus ini dilihat dari stadium penyakit:

  • Stadium I

    Lapisan sel kanker muncul pada satu area jaringan usus, sel kanker baru muncul pada lapisan permukaan atau setidaknya pada satu jenis sel dari dinding usus.

  • Stadium II

    Sel kanker mulai penyebar hingga seluruh lapisan dinding sampai ke dinding luar usus.

  • Stadium III

    Kanker menyebar sampai ke jaringan limfa terdekat dari lokasi kanker pada usus.

  • Stadium IV

    Kanker mulai menjalar ke organ yang berada di sekitar usus seperti pada liver, uterus atau ginjal.

Sedang tahap pengobatan kanker usus secara medis terdiri dari beberapa prosedur berikut ini:

  • Operasi Pengangkatan

    Solusi terbaik dalam mengatasi kanker usus menurut prosedur medis adalah dengan pengangkatan jaringan. Prosedur ini biasanya dengan memotong satu sampai tiga ruas usus sesuai dengan perkembangan kanker yang sudah muncul. Pemotongan juga sekaligus menyertakan sel sehat di sekitar sel kanker untuk mencegah tertinggalnya bibit kanker pada sel sehat.

  • Pembuatan Stoma

    Solusi lain yang kerap juga diterapkan adalah dengan membuat stoma atau lubang buatan yang menghubungkan usus menuju permukaan perut. Dengan stoma atau lubang ini, proses keluarnya feses akan dilakukan melalui lubang ini. Kondisi ini memang kerap membuat tidak nyaman pasien karena ada perlakuan khusus yang perlu diterapkan pasien terhadap stoma tersebut. Langkah ini sendiri biasa dilakukan pada pasien kanker kolon dimana kondisi usus besar memaksa dilakukannya pemotongan beberapa ruas usus besar.

  • Radioterapi

    Terapi ini memanfaatkan radiasi dari gelombang radio yang memang memiliki kemampuan merusak sel. Untuk mendapat hasil optimal tanpa merusak sel sehat, maka gelombang radio ditembakan ke arah jaringan kanker. Cara ini tetap menyisakan efek samping kerusakan sel yang muncul dari permukaan kulit lokasi penembakan radiasi sampai ke jaringan lain yang dilalui oleh radiasi. Sedang prosedur ini sendiri hanya efektif bila kasus kanker belum menyebar pada beberapa titik pada usus atau belum meluas.

  • Kemoterapi

    Sebagaimana radioterapi, terapi dengan memanfaatkan infus senyawa kimiawi perusak sel ini juga diberikan untuk mematikan sel kanker. Hanya saja karena senyawa dimasukan melalui aliran darah, maka kerusakan sel yang terjadi akan bersifat general. Setidaknya kasus kerontokan, kerusakan sel kulit, disfungsi indera dan masalah kelelahan ekstrim menjadi keluhan terbesar pasien kemoterapi. Tetapi prosedur ini bisa menjadi solusi kanker usus yang sudah meluas atau sudah mencapai stadium lanjut.

  • Penyinaran Laser

    Prosedur ini tetap membutuhkan pembedahan dengan tujuan menyuntikan cairan yang membuat sel sensitif terhadap cahaya. Setelah itu secara langsung sel kanker akan ditembak dengan sinar laser sampai sel mati dan mengering. Prosedur ini memiliki efek samping lebih rendah karena kerusakan sel sehat sangat diminimalisir meski membutuhkan kondisi fisik yang baik karena perlu langkah pembedahan. Prosedur ini juga hanya cocok untuk kanker usus stadium awal.

Bagaimanapun pengobatan kanker usus secara medis memang memakan biaya besar dan memiliki resiko, meski pada stadium awal kemungkinan keberhasilannya cenderung tinggi sampai mendekati anga 85%. Untuk itu alangkah baiknya bila Anda juga mencoba solusi alternatif yang bertujuan menekan biaya pengobatan juga membantu meningkatkan persentase keberhasilan pengobatan. Sudahkah Anda mencoba pengobatan kanker usus secara herbal?

Pengobatan Kanker Usus Secara Herbal

Ada yang unik dari pengobatan dengan solusi alternatif seperti dengan obat herbal. Karena selain memiliki kemampuan penyembuhan yang tak kalah manjur dalam mengatasi kanker, juga rendah efek samping dan resiko. Selain itu, pengobatan herbal tak hanya membantu mematikan sel kanker, tetapi justru membantu menekan efek samping dari pengobatan medis dengan mengurangi kerusakan sel sehat akibat paparan terapi serta membantu mempercepat proses pemulihan pasca operasi.

Tentu saja untuk mendapatkan khasiat semacam ini, Anda tak bisa memilih jenis herbal sembarangan. Untuk itu kami akan sertakan di sini dua jenis herbal yang direkomendasikan banyak pakar medis dan beberapa pasien yang sudah merasakan pengalaman penyembuhan dari herbal bersangkutan. Dan adapun bahan herbal untuk pengobatan kanker usus tersebut antara lain:

  • Sarang Semut

    Sarang semut adalah sejenis herbal unik dari tanaman epifit. Tanaman ini adalah jenis endemik kawasan tropis, namun salah satu jenis terbaiknya sebagai herbal adalah Myrmecodia pendans yang banyak ditemukan di kawasan pedalaman Papua.

    Tanaman ini diambil bagian umbinya yang berbentuk seperti balon bergerigi dengan labirin pada sisi dalamnya. Labirin ini kerap menjadi rumah semut hutan dan beberapa pakar meyakini perpaduan antara senyawa yang dilepas semut hutan dengan senyawa alami sarang semut yang menjadikan tanaman ini memiliki khasiat ampuh mengatasi kanker, termasuk kanker usus.

    Dalam beberapa riset yang dikembangkan seperti di University National of Ho Chi Minh City dan juga dalam riset lokal yang dikembangkan oleh Dr. Ahkam Subroto dari LIPI ditemukan adanya kandungan flavonoid dalam komposisi terlengkap dengan kepadatan yang tinggi. Flavonoid ini merupakan salah satu unsur pendukung antigen terbaik di dunia.

    Dalam flavonoid terdapat kemampuan anti karsinogen yakni kemampuan mengatasi kondisi toksin tinggi sehingga mengatasi kondisi karsinogen dalam tubuh. Bersama kandungan tokoferol yang tinggi, maka kemampuan sarang semut sebagai anti oksidan akan efektif mencapai kemampuan detoksifikasi di atas 90%.

    Dalam flavonoid juga terdapat kemampuan anti proliferasi dimana sel kanker ditekan untuk tidak bisa melakukan pembelahan diri dan regenerasi sel. Selain itu flavonoid memiliki kemampuan angiogenesis sehingga menekan suplai darah menuju sel kanker yang menyebabkan sel kanker akan mengerut.

    Kabar baiknya bersama polifenol dan tannin, kemampuan sarang semut semakin baik karena mampu mengatasi kecenderungan mengalami mutasi gen juga mengatasi kerusakan sel dengan cepat sebelum terjadinya pertumbuhan sel abnormal. Juga membantu tubuh meningkatkan produksi antigen sehingga membantu tubuh melakukan perlawanan alami terhadap kanker.

    Ini jelas pilihan terbaik bagi Anda yang mencari obat herbal kanker usus, karena herbal ini efektif mengatasi kecenderungan membentuk polip yang menjadi awal sel kanker juga menekan kecenderungan pembentukan mutasi gen dengan mengatasi pengendapan toksin pada usus dan mengatasi peradangan dan efek sampingnya terhadap regenerasi sel.

  • Noni Juice

    Satu lagi herbal yang sudah banyak direkomendasikan dalam dunia medis dan aman dikonsumsi bersamaan dengan pengobatan medis yakni pengobatan dengan noni juice. Jus ini terbuat dari buah noni yakni sejenis buah tropis yang sudah dikenal di seluruh kawasan tropis sebagai tanaman herbal yang bisa menyembuhkan beragam penyakit termasuk kanker.

    Fakta ini juga dikuatkan melalui penelitian yang dikembangkan oleh Dr. Neil Solomon yang melakukan riset dengan melibaktkan sektar 25 ribu pasien dari berbagai penyakit dan ras. Penelitian ini juga menemukan noni juice juga berkhasiat mengatasi kanker usus serta kondisi pra kanker yang muncul dari kondisi polip dan serangan peradangan.

    Pada noni juice terdapat kandungan anti bakteri dan peningkat imunitas pada scolopetin dan flavonoid sehingga membantu mengatasi peradangan serta menekan efek samping kerusakan sel karena peradangan.

    Juga terdapat kandungan damnachantal dan xeronine akan membantu menekan efek samping kerusakan sel termasuk mengatasi kecenderungan tubuh mengalami mutasi gen karena efek kerusakan sel. Terdapat pula kandungan terpenoid yang baik untuk meningkatkan regenerasi sel sehat dan mencegah penyimpangan pertumbuhan sel. Tentu saja, kehadiran flavonoid pada buah noni akan sangat baik sebagai anti kanker.

Kanker usus, salah satu penyakit kanker yang bisa menyebabkan kondisi fatal dan bahkan bisa mematikan. Kebanyakan kasus tidak bisa teratasi dengan baik karena penyebaran sel kankernya yang cepat dan kerapnya kasus ini terdeteksi terlambat.

Namun dengan mengetahui penyebab kanker usus dan mengenali gejala kanker usus lebih dini Anda bisa melakukan pendeteksian awal terhadap penyakit ini. Dan tentu saja dengan pengobatan kanker usus sejak awal dengan langkah efektif termasuk dengan pengobatan medis dan dengan obat herbal kanker usus, maka penyakit ini masih mungkin untuk diatasi.

Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »
FOLLOW DEHERBA.COM:
instagram