Deherba.com | Situs Herbal No. 1 Indonesia
hubungi kami

Ilustrasi Kanker Usus Besar Ilustrasi Kanker Usus Besar

Penyebab, Gejala, dan Pengobatan Kanker Usus Besar

Kanker usus besar adalah jenis kanker yang tumbuh pada area usus besar atau juga dikenal dengan istilah kolon. Ruang dalam usus yang berfungsi sebagai pusat pembusukan sisa sari makanan ini berada pada bagian terakhir dalam rangkaian usus.

Dalam data yang disajikan oleh Mayo clinic kanker usus besar ini banyak ditemukan pada manula. Sedang pada data lain dari Rumah Sakit Dharmais pada tahun 2010, kanker usus besar ini menyerang setidaknya oleh 1,8 orang dari 100 ribu penduduk.

Dalam kutipan lain yang kami ambil dari jurnal UNDIP Muhammad Risqhan, penyakit kanker usus besar ini lebih kerap menyerang pria dari pada wanita. Beberapa kasus merupakan jenis kanker sekunder hasil dari metastatis kanker prostat, sedang sebagian lain bersifat primer. Dikatakan pula bahwa kanker ini termasuk dalam 5 besar kanker yang banyak menyerang usia produktif di atas 40 tahun dengan porsi mencapai 11%.

Kanker usus besar bisa digolongkan berdasarkan beberapa jenis sel yang diserang. Jenis-jenis kanker tersebut antara lain:

Adenokarsinoma


Kanker kolorektal jenis ini yang paling banyak menyerang denga prosentase mencapai 98%. Sel kanker tumbuh pada sel epitel kelenjar dari ruas rektum usus besar pada sisi dalam dinding usus besar. Keberadaan kanker pada sel epitel kelenjar ini akan menyebabkan munculnya lendir sebagai hasil sekresi dan lubrikasi dari reaksi rektum akan keberadaan sel kanker. Lendir ini menyebabkan sel kanker dengan mudah bermetastatis atau lepas dari sel induk dan menyebar ke bagian lain dari organ atau menyerang organ lain.

Kanker Karsinoid


Kanker kolorektal jenis ini muncul hanya sekitar 2 % dari seluruh kasus kanker kolorektal. Sel kanker pada kasus ini tumbuh pada sel Kulchitsky produsen dari hormon 5-hidroksitriptamin pada dinding usus besar. Keberadaannya merusak fungsi usus besar dan mematikan sistem syaraf dan otot, sehingga melemahkan gerak presitaltik usus besar. Kanker jenis ini tak seagresif kanker adenokarsinoma karena tidak terlalu mudah bermetastatis.

Gastro Intestinal Stromal Tumor (GISTs)


Kanker jenis ini tergolong jarang terjadi dan secara samar memang lebih menyerupai tumor karena tampak seperti massa tanpa keganasan. Namun sifat merusaknya cukup dominan terhadap fungsi cerna dan serap air dari usus besar, karena secara spesifik menyerang sel intestinal cells of Cajal, sebuah seri sel yang merupakan satu bagian dari sistem cerna. Sifatnya cenderung tidak menyebar tetapi sangat merusak fungsi.

Penyebab Kanker Usus Besar

Penyebab kanker usus besar biasanya adalah kondisi dimana usus besar terus mengalami paparan karsinogen yang menyebabkan sel-sel dalam dinding usus besar mengalami regenerasi sel yang menyimpang, bermutasi dan membentuk sel yag agresif dan ganas. Kanker bisa terjadi pada ruas tengah usus besar yang merupakan pusat pembusukan atau pada area rektum atau biasa dikenal dengan kanker kolorektal.

Usus besar sebagai pusat pembusukan sisa sari makanan menjadi bagian akhir dari rangkaian fungsi pencernaan. Di dalam usus besar, tubuh akan menyerap sisa air yang masih ada dalam sisa makanan, kemudian juga melakukan pembusukan dengan bakteri E.coli yang memang hidup dalam jumlah terbatas dalam usus besar. Proses ini terjadi dalam bagian asendens, desens dan sigmoid.

Setelah proses pembusukan berhasil, sisa makanan yang sudah berubah menjadi feses ditampung dalam rektum. Dimana ketika penampungan feses ini penuh, akan terjadi kontraksi alami defekasi yang mendorong feses keluar dari rektum.

Kondisi dimana terdapat feses dalam jumlah besar yang menjadi semacam intensitas toksin, sisa makanan dan bakteri dalam usus besar menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kanker usus besar. Kadang feses tersimpan terlalu lama dalam rektum, menyebarkan toksin dan bakteri ke seluruh bagian usus besar dan menimbulkan kondisi karsinogen.

Dari kondisi ini kemudian bisa menyebabkan terjadinya semacam infeksi dinding usus besar oleh beraga bakteri yang hidup dalam feses. Juga menimbulkan pertumbuhan polip yang bila diabaikan bisa menjadi kondisi pra kanker. Pada beberapa kasus spesifik, pembentukan polip dalam dinding usus besar ini sendiri juga bisa terkait dengan beberapa kondisi khusus dari pasien yang bersifat genetik seperti:

Familial Adenomatous Polyposis (FAP)


Kondisi langka yang menyebabkan seseorang cenderung menumbuhkan banya polip termasuk pula di dalam kolon. Mereka yang hidup mengidap FAP ini akan mengalami peningkatan risiko kanker usus besar hingga 40% di usia di atas 40 tahun.

Hereditary Nonpolyposis Colorectal Cancer (HNPCC)


Kondisi langka lain dengan pembentukan kista yang khusus terjadi pada dinding kolon ini juga bisa menyebabkan kontribusi peningkatan risiko kanker usus besar hingga beberapa kali ketika menginjak masa manula.

Polip dalam kolon pada skala ringan bisa menghilang dengan sendirinya. Kadang mengempis dan akhirnya bersih. Kadang tumbuh dan mati secara silih berganti. Namun dalam kondisi pasien dengan kolon yang padat toksin, polip tidak mudah mati malah terus tumbuh dan menumpuk. Kondisi ini menimbulkan kondisi kanker.

Kadang selain polip, usus besar juga bisa membentuk kantung yang bila dalam kondisi tertentu bisa mengendapkan kotoran yang seharusnya terbuang. Kotoran mengeras dan menyatu dengan dinding kantung hingga akhirnya menyebabkan kanker.

Selain beberapa kondisi di atas, beberapa faktor berikut juga mampu meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker usus besar.

Berasal dari Ras Afrika dan Kaukasoid


Mereka yang berasal dari ras afrikan dan ras kaukasoid, terbukti lebih mudah mengalami kanker usus besar. Belum ada kepastikan apa kaitan antara ras dengan tingkat risiko.

Menyukai Makanan Rendah Serat dan Tinggi Lemak


Makanan rendah serat dan kaya lemak membuat feses menjadi lebih liat dan sulit untuk dikeluarkan. Sebagaimana dijelaskan semakin sering seseorang mengalami konstipasi semakin mudah seseorang mengalami kondisi toksinitas yang meningkatkan risiko kanker usus besar.

Memiliki Masalah dengan Toksin


Mereka yang terbiasa mengkonsumsi makanan dan minuman dengan senyawa kimiawi tinggi, atau terbiasa meminum alkohol, merokok, soda, juga obat terlarang biasanya mengalami kondisi dimana tubuhnya mengandung banyak toksin termasuk dalam usus besar. Kondisi ini bisa menjadi faktor pemicu kanker usus besar.

Obesitas


Kadar lemak tinggi kerap memicu konstipasi dan ini mendorong tingginya risiko seseorang mengidap kanker usus besar.

Diabetes


Mereka dengan keluhan diabetes mengalami kendala serius dengan pengentalan darah dan suplai darah menuju organ. Tubuh juga mudah mengalami polip dan infeksi sehingga meningkatkan risiko kanker usus besar.

Gejala Kanker Usus Besar

Gejala kanker usus besar kerapkali tidak disadari pasien sampai kondisi mencapai stadium akhir. Pada stadium awal, hampir tidak ada tanda yang terasa dan muncul, kondisi pertumbuhan polip, pra kanker hingga kanker kerap tidak ditandai dengan rasa nyeri sampai kemudian mulai melakukan penyerangan terhadap sel sehat di sekitarnya dan membentuk lesi atau abses pada dinding usus besar.

Untuk itu perlu Anda mengenali gejala kanker usus besar pada tahap awal untuk mengenali kasus kanker usus besar lebih dini. Karena semakin awal kanker ini terdeteksi semakin baik prognosis yang bisa Anda dapatkan dari pengobatan. Adapun gejala kanker usus besar antara lain:

  • Lebih kerap mengalami diare sekaligus konstipasi
  • Kerap mengalami keluhan nyeri pada perut bawah, kadang disertai kram dan kolik atau rasa nyeri hebat pada perut.
  • Keluar darah pada anus baik ketika Buang Air Besar atau ketika tidak.
  • Kerap muncul rasa seolah perut tidak benar-benar kosong. Kadang disertai keluhan sebah pada perut bawah.
  • Nyeri pada anus terutama menjelang BAB dan setelah BAB.
  • Feses menunjukan gejala perubahan kepadatan, kadang berwarna terlalu gelap atau malah terlalu terang.
  • Hilang nafsu makan dan kerap kali mudah kenyang.
  • Kerap merasa mual
  • Penurunan berat bada drastis
  • Mudah merasa lelah dan lemas

Pengobatan Kanker Usus Besar

Pengobatan kanker usus besar biasanya dijalankan sesuai dengan kondisi pasien. Untuk itu diperlukan beberapa tahapan diagnose seperti pengecekan sampel cairan, foto dengan CT scan atau rontgen hingga prosedur biopsi atau pengambilan sampel sel untuk mengetahui perkembangan kanker dalam usus besar. Biasanya biopsi dilakukan dengan prosedur endoskopi atau kolonoskopi.

Setelah diketahui dengan baik kondisi kanker, baru ditentukan prosedur untuk pengobatan kanker usus besar. Dan tahapan pengobatan kanker usus secara medis tersebut antara lain:

Operasi Pengangkatan


Dalam pengobatan kanker usus besar, prosedur yang paling banyak dipilih adalah dengan operasi pembedahan dan pengangkatan jaringan. Prosedur ini dilakukan dengan memotong ruas usus besar yang sudah terserang kanker. Kadang dilakukan tindakan kolonostomi dimana seluruh bagian usus besar diangkat hingga diperlukan sebuah stoma atau saluran buatan di samping perut untuk membuang sisa makanan.

Bedah Laser


Bedah laser dilakukan untuk kasus kanker usus besar yang belum mencapai stadium lanjut dengan kanker yang masih berada dalam koloni kecil. Prosedur ini membutuhkan tindakan pembedahan tepat pada bagian usus besar yang terserang kanker.

Kemudian sel kanker yang sudah terbuka akan mendapat suntikan yang membuat sel kanker menjadi lebih peka terhadap cahaya. Setelahnya sel kanker akan ditembakan sinar laser yang berfungsi tak ubahnya sebagai mata pisau yang memotong sel kanker terpisah dari sel organ. Namun kelebihannya, sel sehat yang tersisa akan mengalami pembakaran sehingga tidak meninggalkan luka yang bisa menimbulkan kanker baru di kemudian hari.

Radioterapi


Terapi ini memanfaatkan khasiat dari radiasi dari gelombang radio dalam frekuensi tertentu yang sengaja menyasar sel rusak atau sel abnormal dalam tubuh. Sifat serangannya lebih spesifik sehingga efek radiasinya hanya berimbas pada bagian tubuh yang terpapar gelombang radio saja.

Itu pula sebabnya pada beberapa kondisi terapi radiasi ini dilakukan dengan membedah lokasi kanker berada dan menembakan radiasi langsung pada massa kanker. Cara terahir ini efektif menekan efek samping kerusakan karena radiasi namun perlu kondisi fisik pasien yang fit untuk bisa dilakukan pembedahan.yang memang memiliki kemampuan merusak sel.

Kemoterapi


Berbeda dengan radioterapi, kemoterapi dilakukan untuk kondisi kanker yang sudah menginjak stadium lanjut dengan persebaran yang lebih berat. Di sini terapi dilakukan dengan penyuntikan senyawa khusus antikanker yang menyerang setiap sel abnormal dalam tubuh. Sifatnya general sehingga dapat menyerang seluruh sel kanker yang ada. Namun beberapa efek samping seperti kerusakan kulit, kerontokan penurunan daya indera, penurunan fungsi imunitas dan beberapa kendalan kesehatan lain kerap menghantui pasien yang menjalani terapi ini.

Bagaimanapun pengobatan kanker usus besar secara medis akan memakan biaya besar dengan disertai beberapa efek samping yang kadang diatas toleran tubuhpasien. Kadang pada kasus yang sudah berat, prognosis kesembuhannya relatif kecil.

Itu sebabnya penting bagi pasien mengenali beberapa peluang penyembuhan lain. Misalkan dengan memanfaatkan pengobatan alternatif. Seperti dengan menggunakan manfaat dari obat herbal. Selain mampu meningkatkan peluang penyembuhan dari kanker, juga rendah efek samping dan juga mampu meredam efek samping dari pengobatan medis. Tentu saja bila Anda memilih herbal yang tepat untuk pengobatan kanker usus besar.

Tentu saja Anda tak bisa memilih jenis herbal sembarangan. Untuk itu kami akan informasikan pada Anda dua jenis obat herbal anti kanker yang direkomendasikan banyak pakar medis dan beberapa pasien yang sudah merasakan pengalaman penyembuhan dari herbal bersangkutan, termasuk untuk pengobatan kanker usus besar. Dua herbal tersebut adalah:

Sarang Semut


Sarang semut merupakan salah satu jenis herbal khas dari kawasan tropis. Berupa jenis tanaman epifit yang dikenal kaya khasiat. Salah satu jenis terbaiknya sebagai herbal adalah Myrmecodia pendans dan merupakan jenis endemik dari hutan Papua.

Tanaman ini memiliki umbi kaya khasiat dengan bentuk seperti balon bergerigi yang berlabirin pada sisi dalamnya. Labirin ini sering menjadi rumah semut hutan. Beberapa pakar meyakini pertemuan antara senyawa yang dilepas semut hutan dengan senyawa aalmi sarang semut erta senyawa dari tanaman inang yang menjadikan tanaman ini memiliki khasiat ampuh mengatasi kanker, termasuk kanker usus besar.

Sudah dilakukan sejumlah penelitian untuk sarang semut, salah satunya di University National of Ho Chi Minh City dan juga terdapat satu riset lokal yang banyak dipublikasikan, yakni oleh Dr. Ahkam Subroto dari LIPI.

Dalam penelitian tersebut ditemukan adanya kandungan flavonoid dalam komposisi terlengkap dengan kepadatan yang tinggi. Flavonoid inilah yang menjadi salah satu senjata andalan dari sarang semut sebagai antikanker.

Flavonoid dikenal dengan kemampuan anti karsinogen yakni kemampuan mengatasi kondisi toksin tinggi yang dikenal menyebabkan kondisi tubuh menjadi disukai bagi pertumbuhan kanker atau dalam bahasa ilmiahnya disebut karsinogen Flavonoid juga dikenal sebagai antibiotik alami yang baik menekan pertumbuhan bakteri tidak sehat dan melawan infeksi.

Selain itu terdapat khasiat anti pembelahan diri cepat atau antiproliferasi, penghambat supai darah menuju sel kanker atau inhibisi angiogenesis, kemampuan menyerang sel kanker supaya bunuh diri dengan kekuatan induksi apoptosis dan banyak manfaat lain. Bersama kandungan tokoferol yang tinggi, maka kemampuan detoksifikasi sarang semut bisa di atas 90%.

Dalam sarang semut juga terdapat kandungan senyawa polifenol dan tannin kemampuan mengatasi kecenderungan mengalami mutasi gen juga mengatasi kerusakan sel dengan cepat sebelum terjadinya pertumbuhan sel abnormal. Juga terdapat kandugan fitonutrien yang membantu sistem imunitas meningkatkan produksi antigen sehingga memacu tubuh melakukan perlawanan alami terhadap kanker.

Dikatakan bahwa dengan menjalankan terapi meminum larutan air rebusan sarang semut ini secara rutin dalam 3 bulan, maka ukuran kankerakan berkurang secara signifikan. Obat herbal ini aman dikonsumsi bersama obat medis dan mampu meredam efek samping dari kerusakan sel pasca terapi.

Untuk keterangan selengkapnya mengenai keampuhan Sarang Semut dalam membantu pengobatan kanker usus besar, dapat dilihat dalam halaman artikel "Obat Kanker Usus Besar".

Noni Juice


Juice yang berasal dari sari buah noni atau mengkudu ini   sudah banyak direkomendasikan dalam dunia medis dan oleh para pasie yang terbukti disembuhkan oleh terapi buah ini. Buah ini memang dikenal dengan aroma dan rasanya yang tajam, tetapi rupanya justru aroma khasnya inilah yang menjadi rahasia dibalik kekuatan buah noni, termasuk dalam menangkal kanker.

Hal ini terbukti dari fakta yang ditemukan melalui penelitian yang dikembangkan oleh Dr. Neil Solomon. Beliau melakukan riset dengan melibatkan belasan ribu pasien dari berbagai jenis penyakit kanker dan ras. Penelitian ini termasuk pula menemukan khasiat noni juice dalam mengatasi kanker usus besar serta kondisi pra kanker yang muncul dari kondisi polip dan serangan peradangan.

Rahasia utama dari noni juice terdapat pada kandungan anti bakteri yang aktif serta immune booster yang bisa didapatkan dari pada scolopetin dan flavonoid dengan khasiat anti kanker dan anti inflamasinya.

Juga terdapat kandungan damnachantal yang efektif menekan efek samping kerusakan sel baik karena peradangan yang bisa memicu pra kanker atau malah kerusakan sel efek samping dari terapi kanker.

Juga terdapat senyawa protein xeronine yang mengatasi kecenderungan tubuh mengalami mutasi gen karena efek kerusakan sel. Disempurnakan oleh kandungan terpenoid yang baik untuk menjaga keberlangsungan regenerasi sel sehat dan mencegah penyimpangan pertumbuhan sel.

Jadi, bila Anda mencari cara terbaik dalam pengobatan kanker usus besar, maka Anda bisa memadukan dua metode pengobatan yakni cara medis dan cara alternative dengan herbal. Pilihan yang tepat dalam pengobatan kanker akan meningkatkan prognosis prosentase kemungkinan kesembuhan dan menekan risiko kematian dengan lebih baik.

addfriends en 130
Penting: Form komentar di bawah ini hanya digunakan untuk berbagi informasi antar pengunjung situs web ini. Apabila Anda ingin menghubungi kami silakan kunjungi halaman hotline kami »

Log In or Register