Penyebab Benjolan di Payudara yang Berbahaya dan yang Tidak

283
penyebab benjolan di payudara

Diedit:

Kebanyakan benjolan di payudara disebabkan oleh masalah yang tidak bersifat kanker. Meski begitu benjolan di payudara adakalanya benar-benar merupakan gejala kanker payudara. Jadi, bagaimana cara membedakan mana benjolan yang berbahaya dan mana yang tidak? Untuk mengetahuinya, Anda perlu memahami apa penyebab benjolan di payudara.

Sebagai pengingat, apabila Anda menyadari adanya benjolan di payudara yang tidak jelas penyebabnya, segeralah lakukan pemeriksaan medis agar bisa dipastikan penyebabnya. Beberapa penyebab utama dari munculnya benjolan di payudara dan gejala-gejalanya akan dijelaskan di bawah ini.

Penyebab Benjolan di Payudara yang Tidak Berbahaya (Jinak)

Ada sejumlah penyebab benjolan di payudara yang berbeda. Kebanyakan benjolan payudara yang jinak tidaklah berbahaya dan biasanya tidak membutuhkan perawatan intensif.

  • Fibroadenosis

    Penyakit payudara fibrosistik, dikenal juga sebagai fibroadenosis, merupakan istilah untuk sekumpulan kondisi yang memengaruhi payudara. Gejala dari fibroadenosis diantaranya adalah: Nyeri payudara (mastalgia atau mastodinia, pembesaran ukuran payduara, serta pengerasan payudara (terutama persis sebelum atau selama menstruasi).

    Fibroadenosis dapat berkembang pada salah satu atau kedua payudara, atau bisa juga memengaruhi sebagian dari salah satu payudara. Gejala-gejalanya juga bisa berbeda pada setiap wanita. Beberapa merasa tidak terlalu terganggu dengan gejalanya, sedangkan yang lain merasa sangat terganggu. Gejala nyeri dan pengerasan payudara biasanya akan menghilang setelah beres menstruasi.

    Penyebab fibroadenosis tidak sepenuhnya diketahui. Namun, ada kemungkinan itu diakibatkan oleh gangguan respon jaringan payudara terhadap perubahan yang terjadi selama siklus menstruasi.

  • Fibroadenoma

    Fibroadenoma adalah benjolan lembut berbentuk bulat padat pada jaringan yang kadang-kadang terbentuk di luar salurang ASI. Ini seringkali dialami oleh wanita berusia muda.

    Kadang-kadang benjolan ini digambarkan sebagai “tikus” di payudara karena dapat dengan mudah bergerak di dalam payudara.

    Fibroadenoma bisa menghilang sendiri, tetapi ada juga yang tetap dan bahkan tumbuh membesar, terutama selama masa kehamilan. Biasanya benjolan ini tidak menghilang meskipun sudah selesai menstruasi.

    Tidak jelas apa penyebab fibroadenoma, tetapi diperkirakan mereka mungkin terjadi karena respon abnormal terhadap hormon estrogen. Hal ini karena fibroadenoma umumnya dialami oleh wanita yang belum menopause dan wanita paska-menopause yang menjalani terapi penggantian hormon.

  • Kista Payudara

    Kista payudara merupakan kantong berisi cairan yang bisa tumbuh dalam jaringan payudara dan menimbulkan benjolan halus dan tidak bisa digerakkan. Benjolan kista lebih sering dialami oleh wanita berusia 30 sampai 60 tahun.

    Kista punya ukuran yang bervariasi. Beberapa berukuran kecil, sementara yang lain bisa tumbuh sampai cukup besar. Kista bisa tumbuh satu saja atau sekumpulan di salah satu maupun kedua payudara.

    Kista seringkali tidak menimbulkan gejala lain, meskipun beberapa wanita ada yang merasakan nyeri di payudaranya.

    Sama seperti fibroadenoma, dicurigai hormon lah yang menyebabkan pembentukan kista payudara karena kondisi ini umumnya dialami oleh wanita yang belum menopause dan paska-menopause yang menjalani terapi penggantian hormon.

  • Abses Payudara

    Ini adalah sekumpulan nanah yang membentuk di dalam payudara dan biasanya menyakitkan. Selain benjolan yang menyakitkan, gejala abses payudara dapat mencakup suhu tinggi (demam) dan peradangan (kemerahan dan bengkak) pada kulit diatas nanah.

    Kebanyakan abses payudara disebabkan oleh infeksi bakteri. Biasanya bakteri masuk ke payudara melalui celah kecil di kulit atau masuk melalui kulit di puting, dan seringnya terjadi selama menyusui.

  • Penyebab-Penyebab Lain

    Beberapa penyebab lain diantaranya ialah: Mastitis—menyebabkan jaringan payudara jadi nyeri dan meradang; Nekrosis lemak—benjolan keras tidak beraturan yang sering disebabkan oleh cedera pada payudara, misalnya setelah operasi di bagian payudara; Lipoma—penggumpalan lemak yang menimbulkan benjolan; dan Papiloma intraduktal—benjolan seperti kutil di saluran ASI, yang bisa menyebabkan keluarnya cairan dari puting.

Penyebab Benjolan di Payudara yang Bersifat Kanker

Meskipun sebagian besar benjolan di payudara bukanlah tanda kanker dan tidak berbahaya, namun tetap ada kemungkinan benjolan yang Anda alami ternyata benar-benar tanda kanker payudara. Untuk itu, perhatikanlah karakteristik benjolan tersebut. Benjolan di payudara yang bersifat kanker biasanya:

  • Bisa terlihat dengan jelas
  • Terasa keras bila diraba
  • Tidak bergerak dan tidak bisa digerakkan
  • Tetap ada meskipun periode menstruasi sudah selesai
  • Muncul setelah menopause

Kanker payudara juga biasanya menyebabkan gejala lainnya, misalnya keluarnya cairan dari puting, perubahan tekstur pada kulit payudara, dan perubahan pada puting (misalnya menjadi cekung ke dalam).

Risiko kanker payudara meningkat seraya usia bertambah, dan yang paling berisiko terkena ialah wanita maupun pria di atas usia 50 tahun. Apabila Anda punya riwayat anggota keluarga yang juga mengalami kanker, maka Anda lebih berisiko mengalami kanker juga.

Yang pasti, sangatlah penting untuk selalu memerhatikan bagaimana kondisi payudara Anda. Dengan begitu, perubahan apapun yang mencurigakan bisa dengan cepat disadari. Apabila Anda melihat atau merasa adanya benjolan di payudara, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter agar bisa memastikan apa penyebab benjolan di payudara tersebut.

Bagi yang ingin mengetahui lebih lanjut seputar ciri-ciri kanker payudara dan hal-hal yang terkait, silakan baca informasi selengkapnya di artikel berikut: Kanker Payudara.

Herbal Terbaik untuk Mengatasi Benjolan di Payudara

Jika Anda khawatir dengan benjolan di payudara dan ingin mengatasinya menggunakan herbal, maka pilihan yang tepat ialah Sarang Semut. Hasil penelitian meodern mendapati bahwa tanaman ini mengandung senyawa aktif penting seperti flavonoid, tokoferol, fenolik, dan kaya akan berbagai mineral yang berguna sebagai anti-oksidan dan anti-kanker.

Semua kandungannya tersebut bukan hanya menjadikan Sarang Semut sebagai obat untuk benjolan kanker atau tumor, tetapi juga ampuh dalam mengatasi berbagai benjolan abnormal lainnya.

Mengapa bisa begitu? Diduga kuat mekanisme penyembuhan benjolan abnormal non-kanker sebenarnya serupa dengan kasus tumor dan kanker, yaitu dengan mengandalkan kemampuan kandungan flavonoid dalam Sarang Semut.

Bahkan, rata-rata pengguna Sarang Semut sudah bisa merasakan perubahan positif, seperti benjolan yang semakin mengecil, sejak konsumsi rutin selama 1-2 bulan pertama.

Bila ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang herbal ini, silakan kunjungi artikel: Sarang Semut Terbukti Tumpas Kanker, Tumor, Benjolan Abnormal dengan Cepat. Kami berharap herbal ini dapat secara efektif dimanfaatkan dalam upaya Anda untuk mengatasi apa pun penyebab benjolan di payudara.

AdvertisementSimplisia.com