Penyakit Eksim: Eksim Kering dan Eksim Basah

611
penyakit eksim - penyakit kulit eksim - eksim kering - eksim basah - eksim kulit
Credit: Shutterstock

Diedit:

Kemungkinan Anda datang ke sini untuk mencari tahu mengenai masalah Anda, penyakit kulit eksim. Anda mungkin mengalami gatal-gatal sampai kulit di leher, bagian dalam siku, atau belakang lutut jadi merah, kering, bahkan pecah-pecah. Dokter juga sudah mengatakan bahwa Anda terkena penyakit eksim kulit.

Sebenarnya apa itu penyakit eksim? Kenapa Anda bisa mengalaminya? Apa yang perlu Anda lakukan untuk mengatasinya? Mengapa ada yang membaginya menjadi eksim kering dan eksim basah? Anda akan menemukan penjelasannya dalam artikel ini. Jangan lewatkan juga ulasan penting mengenai obat eksim tradisional di bagian akhir artikel.

Apa Itu Penyakit Kulit Eksim?

Penyakit eksim sebenarnya lebih tepat disebut sebagai pola reaksi yang dihasilkan kulit dalam bentuk penyakit. Sebutan lain dari eksim adalah dermatitis. Eksim awalnya berbentuk gelembung-gelembung lepuh kecil yang menonjol, berwarna merah, dan berisi cairan bening.

Jika gelembung itu pecah, kulit di area itu akan mengeluarkan cairan. Dalam kasus eksim kronis, gelembung-gelembungnya tidak terlalu menonjol, tapi kulit menebal, timbul, dan bersisik. Eksim kulit hampir selalu terasa sangat gatal.

Para ahli berpendapat bahwa penyakit eksim disebabkan oleh dua hal—gabungan antara faktor genetik dan pemicu dari luar. Penderita eksim biasanya memiliki sistem imun yang terlalu sensitif ketika terpicu oleh zat di luar atau dalam tubuh, sehingga mengakibatkan peradangan. Peradangan itulah yang menyebabkan gejala eksim berupa kemerahan, gatal-gatal, dan terasa sakit.

Apa Saja Jenis-Jenis Penyakit Eksim Kulit?

Beberapa jenis penyakit eksim kulit yaitu dermatitis atopik, dermatitis kontak, dermatitis dishidrotik, dermatitis numular, neurodermatitis, dermatitis seboroik, dan dermatitis stasis. Berikut adalah sejumlah penjelasan singkat dari masing-masing jenis penyakit eksim kulit.

Dermatitis Atopik:

Eksim atopik merupakan jenis yang umum dialami orang-orang. Penyebab dasar eksim ini adalah faktor genetik. Dermatitis atopik biasanya dialami oleh anak-anak di usia-usia awal kehidupannya. Gejala eksim atopik yaitu kering dan sisik di kulit yang terkena. Bagian terkena seringnya di kulit kepala, dahi, dan wajah (paling sering di pipi). Dermatitis atopik sangatlah gatal.

Dermatitis Kontak:

Hampir semua orang mengalami eksim ini setidaknya sekali. Dermatitis kontak terjadi jika ada sesuatu menyentuh kulit dan menyebabkan ruam. Ruam kemerahan bisa timbul tiba-tiba, tapi biasanya muncul perlahan. Beberapa penyebab ruam tersebut yakni tanaman jelatang (poison ivy), kosmetik, sabun, perhiasan, sarung karet (lateks), dan nikel.

Dermatitis Dishidrotik:

Penyakit eksim ini terjadi jika kulit tidak mampu melindungi dirinya sendiri, sehingga timbul gejala gatal-gatal dan kulit kering. Biasanya muncul gelembung-gelembung lepuh kecil dan dalam di tangan. Tapi kadang itu muncul di kaki. Selain terasa gatal, gelembung itu juga terasa sakit. Setelah gelembungnya hilang (biasanya dalam 2 – 3 minggu), kulit terlihat merah, kering, dan pecah-pecah. Beberapa pemicu dermatitis dishidrotik ialah stres, cuaca panas, atau tangan yang terlalu lama basah.

Dermatitis Numular:

Gejala khas dari eksim numular adalah luka berbentuk koin (numular) atau oval pada kulit. Penyakit kulit eksim numular seringnya muncul setelah luka di kulit, misalnya luka bakar, lecet, atau gigitan serangga. Luka eksim ini mungkin hanya ada 1, atau ada beberapa. Dan lukanya akan sembuh dalam beberapa minggu hingga bulan.

Neurodermatitis:

Gejala awal neurodermatitis adalah gatal-gatal. Gatal dapat muncul di bagian manapun dari kulit. Tapi yang paling sering di lengan, kaki, atau leher belakang. Neurodermatitis juga sering terjadi di area anus dan kemaluan. Jika timbul di area kemaluan, gejala biasanya dialami di skrotum atau vulva. Rasa gatal neurodermatitis mungkin akan semakin jadi sewaktu sedang tidur atau istirahat. Dan gatalnya biasanya bermula di saat Anda sedang stres berat.

Baca juga:  Gatal Karena Eksem: Apa Pemicunya?

Dermatitis Seboroik:

Gejala penyakit kulit eksim seborik yaitu ruam kemerahan di kulit kepala, wajah, telinga, dan kadang di dada bagian tengah. Pada anak bayi, raum berair dapat muncul di belakang telinga dan bisa menyebar, bahkan ke seluruh badan. Sejumlah pemicu dermatitis seboroik ialah stres, perubahan hormon, penyakit, detergen, sabun, bahan kimia, cuaca kering atau dingin, dan konsumsi obat.

Dermatitis Stasis:

Penyakit kulit eksim stasis berkembang jika aliran darah Anda tidak lancar. Karena masalah aliran darah biasa terjadi di kaki bagian bawah, maka di situlah seringnya gejala-gejala eksim stasis muncul. Tanda-tanda pertama yang timbul biasanya adalah bengkak di sekitar pergelangan kaki. Bengkak itu mungkin hilang ketika Anda tidur, tapi kembali lagi besok paginya. Tanda-tanda lain yaitu perubahan warna kulit dan varises.

Apa Itu Eksim Kering dan Eksim Basah?

Eksim kering dan eksim basah adalah istilah awam (non-medis) yang hanya digunakan di Indonesia. Sebutan eksim kering dimaksudkan untuk penyakit eksim jenis dermatitis atopik. Sedangkan eksim basah mengacu pada jenis dermatitis numular.

Eksim Kering:

Eksim kering (dermatitis atopik) adalah penyakit kulit yang umum dialami anak-anak. Begitu umumnya sampai orang-orang menyebutnya dengan banyak nama, misalnya eksim (paling sering), dermatitis, eksim atopik, dan dermatitis atopik. Namun sebutan yang paling tepat ialah eksim atopik atau dermatitis atopik.

penyakit eksim - penyakit kulit eksim - eksim kering - eksim basah - eksim kulit

Anak-anak sering mengalami eksim kering di tahun-tahun pertama kehidupannya. Namun bukan hanya anak-anak, orang dewasa pun bisa mengalaminya di usia berapapun. Gejala eksim kering yang terlihat yaitu ada bagian kulit yang kering dan bersisik, terutama di kulit kepala, dahi, dan wajah (sering kali di pipi).

Dimanapun eksim kering terjadi, kulit akan terasa sangat gatal. Anak mungkin sampai menggosokkan kulitnya ke selimut atau karpet untuk meredakan gatal. Kadang rasa gatal begitu menjadi-jadi sehingga anak tidak bisa tidur. Menggaruknya terus-menerus bisa mengakibatkan infeksi kulit.

Karena penyakit kulit eksim kering bisa terus terjadi dalam waktu lama, Anda perlu tahu caranya merawat kondisi kulit ini. Perawatan kulit yang baik dapat sangat meredakan gejala-gejala yang mengganggu.

Gejala Eksim Kering:

  • Kulit kering dan bersisik;
  • Kemerahan;
  • Gatal-gatal;
  • Kulit pecah-pecah di belakang telinga;
  • Ruam di pipi, tangan, dan/atau kaki;
  • Luka terbuka, berkerak, atau gampang berair (biasanya saat parah-parahnya).

Pemicu Gatal Eksim Kering:

  • Kulit kering;
  • Iritasi bahan kimia, seperti sabun, sampo, atau detergen;
  • Stres berat
  • Cuaca panas dan berkeringat;
  • Cuaca dingin dan kulit menjadi sangat kering;
  • Infeksi dari bakteri dan virus (misalnya staph, herpes, atau jamur tertentu);
  • Alergi dari debu, serbuk sari, bulu hewan, dan jamur kapang (mold);
  • Perubahan hormon, terutama pada wanita.

Eksim Basah:

Eksim basah (dermatitis numular) adalah jenis eksim yang dapat terjadi di usia berapapun. Penampilan eksim basah berbeda dari jenis-jenis eksim kulit lain dan gejalanya bisa berbeda pada masing-masing orang. Dokter kulit (dermatolog) menyebut jenis eksim ini sebagai dermatitis numular, eksim numular, atau eksim diskoid.

penyakit eksim - penyakit kulit eksim - eksim kering - eksim basah - eksim kulit

Istilah “numular” berasal dari kata Latin untuk “koin”. Itu mengacu pada luka-luka eksim berbentuk koin di kulit. Luka tersebut dapat terasa begitu gatal, atau bisa juga sama sekali tidak gatal. Disebut eksim basah karena area kulit yang terkena dapat menjadi basah dan terbuka. Tapi sebenarnya dermatitis numular juga dapat menjadi sangat kering dan bersisik.

Baca juga:  Gatal Karena Eksem: Apa Pemicunya?

Sama seperti eksim kering, luka eksim basah juga dapat terinfeksi bakteri, biasanya bakteri staph. Eksim numular lebih rentan dialami oleh pria, biasanya di usia tua antara 55 – 65 tahun. Sedangkan pada wanita, gejala eksim basah sering kali muncul pertama kali di usia 13 – 25 tahun. Anak-anak juga bisa terkena eksim basah.

Gejala Eksim Basah:

  • Luka-luka berbentuk koin atau oval di tangan, kaki, dan badan;
  • Terasa gatal dan terbakar;
  • Luka berair atau menjadi berkerak;
  • Kemerahan, kecokelatan, bersisik, dan peradangan di sekitar luka.

Pemicu Gatal Eksim Basah:

  • Kerusakan di kulit akibat gigitan serangga, luka gores dan lecet, luka bakar dari bahan kimia;
  • Reaksi terhadap peradangan di tubuh;
  • Kulit kering (terutama di cuaca dingin);
  • Logam seperti nikel;
  • Aliran darah yang buruk atau bengkak di kaki bagian bawah;
  • Konsumsi obat seperti krim antibiotik, isotretinoin, dan interferon.

Bagaimana Cara Mengobati Eksim?

Kunci untuk mengobati penyakit kulit eksim adalah dengan mengendalikan dan meredakan gejala-gejalanya. Berikut adalah tips-tips dasarnya untuk sebagian besar jenis penyakit kulit eksim:

  • Ketahuilah pemicu gatal eksim Anda
  • Teratur mandi dan melembapkan kulit
  • Terus gunakan obat untuk eksim sesuai resep
  • Antisipasi tanda-tanda infeksi kulit: benjolan bernanah, rasa nyeri, kemerahan, dan panas

Akan tetapi, beberapa orang tetap saja mengalami kekambuhan gatal eksim meskipun sudah mengupayakan hal-hal yang benar. Memang, eksim adalah penyakit yang sulit ditebak, bahkan para ahli pun masih terus mempelajarinya. Eksim Anda mungkin saja tiba-tiba kambuh walaupun sudah berupaya mencegahnya.

Obat untuk Eksim Kering dan Eksim Basah:

Penyakit eksim kering maupun eksim basah dapat diobati dengan beberapa cara, tergantung pada seberapa parah gejalanya. Sejumlah pengobatan untuk jenis eksim kulit ini yaitu dengan salep, fototerapi, obat imunodepresan, dan terapi biologis. Anda sebaiknya konsultasi dengan dokter kulit untuk menemukan cara pengobatan yang cocok.

Salep Steroid untuk Eksim Kering dan Eksim Basah:

Jenis salep yang paling umum digunakan untuk pengobatan eksim basah maupun eksim kering adalah salep kortiskosteroid (atau hanya disebut “steroid”). Salep untuk eksim ini dapat mengurangi kemerahan, peradangan, dan gatal-gatal supaya kulit Anda dapat cepat sembuh.

Kortikosteroid atau steroid merupakan zat yang secara alami dibuat oleh tubuh Anda untuk mengatur pertumbuhan dan fungsi imun. Steroid telah digunakan selama lebih dari 50 tahun sebagai obat salep untuk mengatasi beragam jenis peradangan kulit, termasuk penyakit eksim kulit.

Ingat Ini Saat Menggunakan Salep Steroid:

  • Hanya oleskan steroid ke bagian kulit yang terkena eksim sesuai resep dokter;
  • Steroid paling ampuh jika dioleskan dalam 3 menit setelah mandi;
  • Hanya gunakan steroid sesuai resep dokter, menggunakannya lebih sering akan menimbulkan efek samping;
  • Jangan gunakan salep steroid sebagai pelembap kulit;
  • Beberapa saat setelah mengoleskan steroid, lapisi lagi dengan pelembap kulit;
  • Jangan gunakan steroid dalam jumlah banyak dan dalam waktu lama;

Efek Samping Penggunaan Salep Steroid:

  • Penipisan kulit (atropi);
  • Penebalan kulit (likenifikasi);
  • Stretch mark (striae);
  • Warna kulit menghitam.

Salep Non-Steroid untuk Eksim Kering dan Eksim Basah:

Salep non-steroid yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan eksim kulit adalah topical calcineurin inhibitor (TCI). TCI berfungsi untuk menghentikan aktivitas sebagian sistem imun agar gejala eksim berkurang, misalnya kemerahan dan gatal-gatal.

Salep TCI dapat dioleskan ke seluruh area kulit yang terkena eksim, termasuk di kelopak mata. Salep ini juga dapat digunakan dalam waktu lama untuk mengendalikan gejala eksim dan mencegah kekambuhan. TCI tidak menyebabkan efek samping seperti salep steroid, misalnya penipisan kulit, stretch mark, atau perubahan warna kulit.

Ingat Ini Saat Menggunakan Salep TCI:

  • Hanya oleskan salep TCI ke area kulit yang terkena eksim;
  • Jangan gunakan TCI pada anak-anak di bawah 2 tahun;
  • Jangan gunakan TCI bersamaan dengan pengobatan fototerapi;
  • Tutup dan lindungi kulit yang dioleskan TCI Anda ketika berada di bawah sinar matahari.

Efek Samping Penggunaan Salep TCI:

Efek samping umum dari penggunaan TCI yaitu sedikit rasa terbakar atau tersengat ketika pertama kali mengoleskannya ke eksim kulit.

Herbal Noni Juice: Obat Eksim Tradisional

Penelitian menunjukkan bahwa pemicu gatal eksim termasuk ketidaknormalan pada sistem imun. Tubuh dari penderita eksim cenderung melepaskan lebih banyak histamin dan zat alergik lain yang memicu gejala-gejala eksim. Sistem imun tubuh penderita eksim juga menurun sehingga kurang efektif dalam membunuh bakteri yang dapat menginfeksi luka eksim.

penyakit eksim - penyakit kulit eksim - eksim kering - eksim basah - eksim kulit

Noni juice mengandung antioksidan kuat yang bermanfaat untuk mengurangi jumlah histamin dan zat alergik lain yang dilepaskan oleh tubuh. Noni juice juga mengandung antrokuinon yang mampu membunuh bakteri yang menginfeksi luka eksim.

Dengan dua kemampuan tersebut, herbal ini dapat membantu Anda terbebas dari gatal-gatal, kemerahan, dan gejala penyakit kulit eksim lain. Dan karena Noni juice bisa menguatkan sistem imun, tubuh Anda pun dibantu untuk tidak terlalu sensitif terhadap benda-benda atau zat-zat yang tadinya memicu eksim.

Sebelum menggunakan obat apapun untuk penyakit eksim Anda, entah itu eksim basah ataupun eksim kering, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter kulit. Dokter akan memberi petunjuk tentang cara penggunaan, dosis, dan jangka waktu pemakaian yang tepat agar pengobatan eksim dapat efektif dan tidak menimbulkan efek samping.

Demikianlah ulasan penting mengenai penyakit kulit eksim. Semoga Anda menjadi lebih peduli terhadap kesehatan kulit Anda dan keluarga, serta mengupayakan perawatan kulit yang terbaik. Nantikan juga ulasan menarik lain seputar info kesehatan, tips kesehatan, dan pengobatan herbal hanya di Deherba.com.

Advertisement
Alinesia