Penyakit Chikungunya, yang Pernah Mewabah di Indonesia


By Cindy Wijaya

Chikungunya adalah penyakit infeksi virus yang cara penularannya melalui gigitan nyamuk pembawa virus ini. Jika sudah terinfeksi maka gejala yang biasanya muncul adalah demam dan nyeri sendi. Chikungunya bahkan sudah menyebabkan wabah di negeri-negeri di benua Afrika, Asia, Eropa, juga Samudra Hindia dan Pasifik. Di Indonesia sendiri penyakit chikungunya pernah ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) pada 2003 silam.

Sayangnya sampai saat ini masih belum ada vaksin untuk mencegah atau obat antivirus untuk mengobati infeksi virus chikungunya. Beruntung penyakit ini biasanya hanya berlangsung untuk waktu relatif singkat dan jarang menyebabkan komplikasi kesehatan yang serius.

Untuk membantu Anda lebih memahami tentang chikungunya, artikel ini akan membahas secara garis besar tentang apa itu penyakit chikungunya, penyebab penyakit chikungunya, cara penularan penyakit chikungunya, dan cara pencegahan chikungunya.

Apa Itu Penyakit Chikungunya?

Penyakit chikungunya adalah penyakit akibat virus yang ditularkan oleh nyamuk serta menyebabkan demam dan nyeri sendi yang tiba-tiba dan bisa cukup parah. Di samping itu, gejala lain yang mungkin timbul akibat infeksi virus chikungunya adalah kelelahan, nyeri otot, sakit kepala, dan ruam di kulit (bintil-bintil merah).

Untuk tahu lebih jelas mengenai gejala infeksi virus chikungunya , baca juga artikel terkait di sini: Ciri-Ciri Penyakit Chikungunya: Apa Saja yang Harus Diperhatikan?

Apakah chikungunya adalah penyakit berbahaya? Untungnya tidak. Sebagian besar penderitanya akan pulih sepenuhnya, dimana gejala-gejala yang mereka alami hilang dalam 3 – 10 hari setelah pertama kali muncul.

Jarang sekali terjadi kasus kematian akibat infeksi virus chikungunya. Namun kadang virus dapat menyebabkan masalah cukup serius, umumnya pada lansia (lanjut usia) yang punya penyakit atau masalah kesehatan serius lain.

Apabila Anda baru-baru ini pergi ke daerah dimana terjadi banyak kasus chikungunya, maka waspadalah saat merasakan gejala-gejala demam dan nyeri sendi. Periksakan diri ke dokter, ia mungkin akan meminta Anda menjalani tes darah untuk memastikan apakah penyebabnya adalah infeksi virus chikungunya. Dan jagalah diri agar tidak digigit oleh nyamuk, karena itu bisa menjadi cara penularan chikungunya ke orang sekitar Anda.

Apa Penyebab Penyakit Chikungunya?

Penyebab penyakit chikungunya adalah infeksi virus yang menular antar manusia melalui nyamuk. Maksudnya, penyakit ini tidak langsung menular dari orang ke orang melainkan melalui perantara nyamuk.

Begini cara penularan penyakit chikungunya

Nyamuk yang belum terinfeksi menggigit orang yang sudah terinfeksi (dalam darahnya sudah ada virus), lalu nyamuk itu memakan darah yang sudah berisi virus.

Virus kemudian mengalami periode replikasi (memperbanyak diri) di dalam nyamuk, sebelum dapatmenularkannya ke inang baru (orang lain yang belum terinfeksi) di kali berikutnya nyamuk itu menggigit.

Virus kembali mulai bereplikasi pada orang yang baru terinfeksi ini dan berkembang biak hingga jumlah tinggi. Jika nyamuk lain menggigit orang ini saat masih memiliki virus di dalam darahnya, maka nyamuk itu akan mendapatkan virus, dan siklus penularan dimulai lagi.

Begitulah cara penularan penyakit chikungunya antar manusia melalui perantara nyamuk.

Di dalam nyamuk, virus bereplikasi di usus tengah nyamuk. Kemudian menyebar ke jaringan sekunder, termasuk kelenjar air iur.  Virus chikungunya dapat ditularkan ke inang baru lebih cepat daripada jenis virus yang dibawa nyamuk lainnya.

Percobaan laboratorium menunjukkan bahwa virus dapat terdeteksi dalam air liur dalam waktu 2 – 3 hari setelah nyamuk makan darah.

Hal ini menunjukkan bahwa siklus penularan lengkap dari manusia ke nyamuk, dan kembali ke manusia dapat terjadi dalam waktu kurang dari 1 minggu. Dan setelah terinfeksi virus, nyamuk itu diyakini mampu menularkan virus selama sisa hidupnya.

Jenis virus yang membawa virus penyebab penyakit chikungunya

Jenis nyamuk yang paling sering menjadi pembawa virus penyebab penyakit chikungunya adalah Aedes aegypti (disingkat Ae. aegypti) dan Aedes albopictus (disingkat Ae. albopictus). Kedua spesies nyamuk tersebut juda dapat membawa dan menularkan virus lain, seperti virus dengue (demam berdarah) dan virus Zika.

Bagaimana Cara Pencegahan Chikungunya?

Ingatlah penyebab penyakit chikungunya adalah gigitan nyamuk pembawa virus ini. Jadi cara pencegahan chikungunya yang terbaik adalah dengan melindungi diri dari gigitan nyamuk, khususnya jika Anda berada di wilayah dengan kasus chikungunya.

Singkatnya, cara pencegahan chikungunya terdiri dari:

  • Menggunakan obat nyamuk.
  • Memakai baju lengan panjang dan celana panjang.
  • Melakukan langkah-langkah pengendalian nyamuk di dalam dan luar ruangan.
Nyamuk Pembawa Virus Penyebab Penyakit Chikungunya
Aedes aegypti dan Aedes albopictus (Credit photo: Shutterstock)

Anda juga dapat lebih waspada jika mengetahui seperti apa habitat yang disukai oleh nyamuk Ae. aegypti dan Ae. albopictus, dua spesies nyamuk pembawa virus penyebab penyakit chikungunya.

Habitat Ae. aegypti terbatas hanya di daerah tropis dan sub-tropis, sedangkan habitat Ae. albopictus di daerah beriklim sedang hingga dingin. Nyamuk-nyamuk ini dapat menggigit sepanjang siang hari, meski kemungkinan puncak aktivitasnya di pagi dan sore hari. Mereka menggigit di luar ruangan, tapi Ae. aegypti juga mencari makan di dalam ruangan.

Ae. albopictus berkembang biak dengan pesat di banyak tempat berisi air lebih daripada Ae. aegypti, termasuk sabut kelapa, buah kakao, tunggul bambu, lubang pohon, dan kolam batu, serta wadah buatan seperti ban mobil dan piring di bawah pot tanaman.

Keanekaragaman habitat ini memungkinkan Ae. albopictus berkembang biak di daerah pedesaan maupun pinggiran kota dan taman kota yang rindang. Dalam beberapa dekade terakhir, Ae. albopictus telah menyebar dari Asia hingga ke daerah Afrika, Eropa, dan Amerika. Penyebaran ini menunjukkan bahwa infeksi virus chikungunya dapat terjadi bahkan di daerah yang sebelumnya tidak pernah ada kasus.

Ae. aegypti lebih dekat dengan tempat tinggal manusia dan menggunakan tempat berkembang biak dalam ruangan, termasuk vas bunga, wadah penyimpanan air dan bak air beton di kamar mandi, serta habitat buatan di luar ruangan buatan yang serupa dengan Ae. albopictus.

Cara pencegahan chikungunya pada orang yang terinfeksi

Jika Anda sudah terinfeksi penyakit chikungunya, maka sebisa mungkin hindari gigitan nyamuk selama 1 minggu pertama. Virus mungkin bersikulasi dalam darah Anda selama waktu ini, sehingga Anda bisa menularkannya ke nyamuk, kemudian ke orang lain.

Cara pencegahan chikungunya yang harus Anda lakukan pada prinsipnya sama saja. Yaitu terdiri dari: menggunakan obat nyamuk, memakai baju lengan panjang dan celana panjang, serta melakukan langkah-langkah pengendalian nyamuk di dalam dan luar ruangan.

Bagaimana Cara Mengobati Penyakit Chikungunya?

Sampai saat ini belum ada obat antivirus khusus untuk mengatasi infeksi virus chikungunya dalam tubuh penderitanya. Tujuan utama pengobatan chikungunya saat ini adalah menghilangkan gejala-gejala, termasuk menghilangkan nyeri sendi dengan obat antipiretik, analgesik, minum banyak cairan, dan perbanyak istirahat.

Untuk meredakan nyeri dan menurunkan demam, dokter mungkin akan memberikan obat-obatan seperti parasetamol atau asetaminofen.

Dan mengingat adanya kesamaan gejala antara penyakit chikungunya dan demam berdarah, maka pasien yang diduga chikungunya harus menghindari obat yang dilarang dikonsumsi pasien demam berdarah.de

Obat-obatan yang dilarang untuk pasien demam berdarah misalnya aspirin dan OAINS (obat anti-inflamasi non-steroid), karena dapat meningkatkan risiko perdarahan. Penghindaran obat tersebut harus dilakukan sampai dokter memastikan Anda terinfeksi chikungunya, bukan demam berdarah dengue.

Baca juga tentang pilihan obat chikungunya tradisional dan rumahan di sini: 10 Obat Chikungunya Rumahan untuk Redakan Nyeri Sendi & Gejala Lain.

Kesimpulan tentang Penyakit Chikungunya

Apa itu penyakit chikungunya? Chikungunya adalah penyakit akibat virus chikungunya yang cara penularannya melalui gigitan nyamuk.

Virus penyebab penyakit chikungunya itu paling sering dibawa dan ditularkan oleh spesies nyamuk Ae. aegypti dan Ae. albopictus.

Cara penularan penyakit chikungunya melalui siklus dari manusia ke nyamuk, lalu dari nyamuk ke manusia.

Cara pencegahan chikungunya terutama dengan sebisa mungkin menghindari gigitan nyamuk, terutama jika berada di daerah yang terdapat kasus penyakit ini.

Cara pengobatan penyakit chikungunya adalah dengan menggunakan obat untuk menghilangkan gejala-gejala, minum banyak cairan, dan perbanyak istirahat.

Demikianlah artikel ini yang membahas mengenai penyakit chikungunya. Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan keluarga. Temukan juga ulasan-ulasan bermanfaat lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

WHO. Chikungunya. URL: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chikungunya

CDC. Chikungunya Virus. URL: https://www.cdc.gov/chikungunya/index.html

Mayo Clinic. What is chikungunya fever, and should I be worried?. URL: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/expert-answers/what-is-chikungunya-fever/faq-20109686

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>