Ciri-Ciri Penyakit Chikungunya: Apa Saja yang Harus Diperhatikan?


By Cindy Wijaya

Chikungunya adalah penyakit akibat virus yang ditularkan oleh nyamuk yang memiliki ciri-ciri timbulnya demam secara tiba-tiba dan nyeri sendi yang parah. Selain dua gejala utama itu ada juga ciri-ciri lain terserang penyakit chikungunya. Baca di sini mengenai apa saja ciri-ciri terkena penyakit chikungunya dan bagaimana cara pengobatannya.

Di dalam artikel ini Anda akan menemukan informasi tentang tanda-tanda yang biasanya timbul setelah seseorang terserang infeksi virus penyebab chikungunya. Juga akan dijelaskan apa yang harus dilakukan apabila Anda melihat tanda-tanda tersebut. Agar tidak menyampaikan informasi yang keliru, kami mengambil sumber dari situs-situs web kesehatan yang bisa dipercaya (silakan lihat “sumber referensi” di paling bawah).

Ciri-Ciri Terkena Penyakit Chikungunya

Virus penyebab chikungunya sebagian besar ditularkan melalui gigitan nyamuk betina yang telah terinfeksi. Pada umumnya penyakit chikungunya tidak menular, namun dalam kasus yang jarang terjadi, virus dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan darah dari seseorang yang telah terinfeksi virus ini.

Begitu seseorang terserang virus penyebab penyakit chikungunya, dia akan mengalami sejumlah ciri-ciri atau gejala tertentu. Gejala-gejala tersebut biasanya mulai muncul 3 – 7 hari setelah tergigit oleh nyamuk pembawa virus. Apa saja ciri-ciri atau gejala terkena penyakit chikungunya itu?

  • Demam (kadang sampai setinggi 40 derajat C / 104 derajat F)
  • Nyeri di persendian
  • Sakit kepala
  • Nyeri di otot-otot
  • Ruam (bintil-bintil merah) di kulit
  • Bengkak di sekitar persendian

Pada sejumlah kasus yang jarang terjadi, gejala penyakit chikungunya disertai dengan ruam makulopapular (mirip dengan ruam pada campak atau ketika kepanasan), konjungtivitis (mata merah), mual, dan muntah.

Chikungunya sering kali bukanlah penyakit yang mematikan, meski gejala-gejalanya bisa terasa menyakitkan dan melumpuhkan. Sebagian besar penderitanya sudah merasa lebih baik dalam waktu 3 – 10 hari. Namun pada beberapa orang, gejala nyeri sendi mereka tetap ada hingga berbulan-bulan.

Yang berisiko untuk mengalami gejala penyakit yang lebih parah adalah bayi baru lahir yang terinfeksi sekitar waktu kelahiran; orang tua di atas usia 65 tahun; dan orang-orang yang punya masalah kesehatan seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung.

Cara Penularan Virus Chikungunya


Chikungunya tidak secara langsung menular dari orang ke orang, melainkan melalui gigitan nyamuk betina yang telah terinfeksi virus chikungunya. Jenis nyamuk yang paling sering membawa virus chikungunya ialah Aedes aegypti dan Aedes albopictus, dua spesies yang juga dapat menularkan virus penyakit lainnya, seperti demam berdarah.

Nyamuk Aedes Aegypti Penyebar Chikungunya
Nyamuk Aedes Aegypti (Credit Photo: BSIP SA / Alamy Stock Photo)
Nyamuk Aedes Albopictus Penyebar Chikungunya
Nyamuk Aedes Albopictus (Credit Photo: CSNPhotography / Shutterstock)

Jenis nyamuk itu dapat menggigit kapan pun sepanjang hari masih terang, meskipun mungkin puncak aktivitas mereka ada di pagi dan sore hari. Kedua spesies nyamuk ini seringnya menggigit di luar ruangan, tetapi Aedes aegypti juga dapat menggigit di dalam ruangan.

Setelah tergigit nyamuk yang terinfeksi, gejala-gejala penyakit chikungunya biasanya muncul setelah 3 – 7 hari, tetapi juga dapat berkisar 2 – 12 hari.

Cara Memastikan Gejala-Gejala Chikungunya

Ciri-ciri terkena penyakit chikungunya mirip dengan gejala terserang demam berdarah dan Zika. Virus penyebab kedua penyakit itu sama-sama disebarkan oleh nyamuk yang menyebarkan virus chikungunya. Oleh sebab itu kadang tidak mudah untuk membedakan chikungunya dengan kedua penyakit tersebut.

Satu-satunya cara pasti untuk memastikan bahwa yang dirasakan benar adalah gejala chikungunya ialah melalui tes darah. Jadi jika Anda merasa curiga sudah mengalami tanda-tanda terserang chikungunya, ada baiknya segera periksa ke dokter. Ini terutama penting kalau Anda sedang berada di atau baru saja kembali dari daerah yang terdapat kasus chikungunya.

Selain itu sangat penting juga untuk memastikan apakah gejala yang Anda alami adalah tanda-tanda demam berdarah. Sebab demam berdarah merupakan penyakit yang berbahaya dengan tingkat kematian yang cukup tinggi—hingga 50 persen—apabila tidak segera diobati. Sedangkan pada chikungunya tingkat kematiannya hanya 0,1 persen.

Ciri-Ciri Penyakit Chikungunya dan Pengobatannya

Virus chikungunya jarang menyebabkan akibat fatal, meski gejala-gejalanya dapat terasa begitu parah sampai melumpuhkan. Sebagian besar penderitanya sudah membaik dalam waktu seminggu. Namun ada juga orang yang tetap merasakan nyeri sendi hingga berbulan-bulan, bahkan sampai setelah 1 tahun berlalu.

Sampai sekarang masih belum ditemukan vaksin untuk mencegah infeksi virus chikungunya dan belum ada obat khusus untuk membunuh virus ini. Dokter biasanya hanya menyarankan pasien untuk istirahat dan minum banyak air agar meringankan ciri-ciri atau gejala penyakit chikungunya yang dialaminya, dan pengobatannya hanya obat untuk menurunkan demam atau meredakan nyeri sendi.

Obat-obatan yang dapat digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri sendi misanlya obat parasetamol, naproxen, ibuprofen, dan asetaminofen.

Tetapi apabila Anda memiliki masalah kesehatan lain dan sedang menjalani pengobatannya, lebih baik tanyakan dulu pada dokter sebelum mulai mengonsumsi obat-obatan untuk meredakan ciri-ciri atau gejala penyakit chikungunya.

Selagi Anda masih menderita gejala-gejala chikungunya, berupayalah menghindari gigitan nyamuk setidankya selama 1 minggu pertama penyakit ini. Selama 1 minggu pertama infeksi, virus chikungunya dapat berada di dalam darah Anda dan bisa ditularkan ke nyamuk yang menggigit Anda. Kemudian nyamuk tersebut dapat menularkan infeksi virus ke orang lain melalui gigitannya.

Baca juga tentang pilihan-pilihan obat rumahan yang alami untuk meredakan nyeri sendi dan gejala chikungunya lainnya di artikel ini: “10 Obat Chikungunya Rumahan untuk Redakan Nyeri Sendi & Gejala Lain

Kesimpulan tentang Ciri-Ciri Terserang Penyakit Chikungunya

Chikungunya adalah penyakit akibat virus yang disebarkan oleh nyamuk betina yang telah terinfeksi virus tersebut. Nyamuk pembawa virus chikungunya sering kali adalah dari spesies Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Mereka menularkan infeksi virus ke manusia melalui gigitannya.

Begitu seseorang digigit oleh nyamuk tersebut dan terinfeksi oleh virus chikungunya, maka dia akan mengalami gejala atau ciri-ciri penyakit yang biasanya muncul 3 – 7 hari setelah gigitan itu. Dua tanda utama penyakit ini yaitu demam dan nyeri sendi. Selain itu tanda-tanda lain yang juga dapat muncul adalah sakit kepala, nyeri di otot-otot, ruam (bintil-bintil merah) di kulit, dan bengkak di sekitar persendian.

Ilustrasi Ciri-Ciri Gejala Penyakit Chikungunya
Credit Photo: digitalista / BigStock

Karena tanda-tanda chikungunya mirip dengan tanda-tanda dari demam berdarah dan Zika, maka satu-satunya cara untuk memastikan ialah melalui tes darah. Untuk melakukan tes darah, Anda harus segera periksa ke dokter jika mengalami tanda dan gejala chikungunya seperti di atas.

Karena belum ada obat khusus untuk membunuh virus chikungunya, maka pengobatannya penyakit ini biasanya hanya terdiri dari istirahat, minum banyak air, serta obat-obatan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri sendi. Sebagian besar penderita penyakit ini sudah akan membaik dalam waktu 3 – 10 hari.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang ciri-ciri terserang penyakit chikungunya. Semoga informasi ini dapat menambah kewaspadaan terhadap penyakit yang dibawa oleh nyamuk ini. Nantikan juga ulasan menarik lain seputar gejala, penyebab, dan penanganan masalah kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

Medical News Today. Chikungunya: What you need to know. Reviewed: 2017-05-23. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/306828. Accessed: 2020-02-24

World Health Organization. Chikungunya. Published: 2017-04-12. URL: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/chikungunya. Accessed: 2020-02-24

Centers for Disease Control and Prevention. Chikungunya Virus – Symptoms, Diagnosis, & Treatment. Reviewed: 2018-12-17. URL: https://www.cdc.gov/chikungunya/symptoms/index.html. Accessed: 2020-02-24

Mayo Clinic. What is chikungunya fever, and should I be worried?. Published: 2017-07-26. URL: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infectious-diseases/expert-answers/what-is-chikungunya-fever/faq-20109686. Accessed: 2020-02-24

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}