Penyakit Ayan: Bagaimana Cara Menangani Epilepsi?


By Cindy Wijaya

Orang yang berdiri di depan Anda tiba-tiba jatuh terkapar seperti pingsan, sesaat kemudian ia mulai kejang-kejang. Apa yang akan Anda lakukan jika berada dalam situasi tersebut? Gejala tadi merupakan tanda dari serangan epilepsi, atau dikenal juga sebagai penyakit ayan. Sebelum mencoba menolong penderita epilepsi, Anda perlu tahu cara tepat menolongnya. Di artikel ini akan dibahas mengenai penyebab sekaligus cara menangani epilepsi.

Epilepsi adalah gangguan sistem saraf pusat di mana aktivitas sel saraf di otak Anda terganggu, menyebabkan tubuh kejang serta gejala lain, termasuk kehilangan kesadaran. Serangan epilepsi bervariasi, ada yang hanya kaku sambil menatap kosong selama beberapa detik, yang lainnya sampai berulang kali kejang di lengan atau kakinya.

Apa penyebab epilepsi? Para peneliti berkesimpulan bahwa serangan terjadi akibat adanya lonjakan aktivitas di sel-sel otak. Belum diketahui pasti apa yang memicu lonjakan tersebut, namun beberapa faktor mungkin terkait. Misalnya pengaruh genetik, cedera kepala, cedera semasa kehamilan, infeksi penyakit, atau kelainan di otak.

Apa yang bisa Anda lakukan jika tiba-tiba seseorang terkena serangan epilepsi? The Encyclopedia of the Brain and Brain Disorders menyebutkan, “orang yang berada di sekitarnya sebaiknya menunggu dan membiarkan hingga seranannya mereda. Pastikan saja keadaan sekeliling aman dan ia dapat bernapas.” Buku ini menambahkan, “Jika serangan berlanjut lebih dari lima menit, atau jika tidak lama kemudian serangan terjadi lagi, atau ia tidak segera sadar setelah serangan mereda, segeralah panggil ambulans.”

Apakah Anda hanya bisa diam menunggu selama serangan epilepsi berlangsung? Tidak, ada beberapa hal berkenaan cara menangani serangan epilepsi yang bisa dilakukan. Carilah sesuatu yang empuk untuk bantalan di kepalanya, serta singkirkan benda-benda tajam dari sekitarnya. Apabila kejang telah berhenti, baringkan dia pada posisi pemulihan seperti yang dijelaskan di bawah.

Posisi Pemulihan Setelah Kejang Berhenti

  • Berlututlah di sampingnya kemudian tekuk salah satu lengannya ke atas di samping kepala.
  • Letakkan telapak tangannya yang satu lagi ke samping pipinya secara perlahan lalu tahan dengan satu tangan Anda.
  • Gunakan tangan Anda yang lain untuk menarik salah satu lututnya ke arah Anda sehingga posisi lutut ini berada di atas kaki yang lain. Perlahan gulingkan badannya ke samping kemudian majukan lututnya hingga menyentuh lantai.
  • Tengadahkan kepalanya ke atas supaya ia dapat lebih leluasa bernapas.

Setelah ia tersadar, bantuan apa yang bisa diberikan? Awalnya ia mungkin merasa bingung dan mengantuk, jadi tenangkan dia. Kemudian bantu ia berdiri dan bawa ke tempat yang aman untuk beristirahat sampai keadaannya pulih hingga bisa beraktivitas kembali.

Apakah serangan epilepsi dapat dikendalikan frekuensinya atau dicegah? Ya bisa, adakalanya seseorang hanya perlu mengurangi atau menghindari faktor pemicu serangan epilepsi, termasuk stres dan kurang tidur. Seorang penderita epilepsi butuh istirahat yang cukup serta rutin berolahraga supaya stresnya berkurang. Ada kemungkinan juga serangan epilepsi bisa dicegah dengan obat tertentu, namun hal ini harus lebih dulu dibicarakan dengan dokter.

Artikel ini dimaksudkan agar Anda dapat mengetahui tindakan pertolongan pertama pada serangan epilepsi. Ini khususnya berguna apabila ada anggota keluarga atau orang dekat yang menderita, sehingga Anda tidak perlu panik ketika terjadi serangan karena sudah mengetahui cara menangani serangan epilepsi.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}