Pengobatan Kanker Rongga Mulut


By Fery Irawan

Saat divonis terkena kanker rongga mulut, berupayalah untuk tetap tenang dan pertimbangkan pilihan pengobatan yang tersedia. Artikel ini akan membantu Anda dalam mempertimbangkan beberapa pengobatan dan obat kanker rongga mulut yang tersedia.

Jumlah orang yang menderita penyakit kanker selalu mengalami kenaikan cukup signifikan, termasuk yang menderita kanker rongga mulut, yakni sekitar 5,6% dari keseluruhan penderita kanker.

Hanya sekitar 60% orang yang berhasil melanjutkan hidup pasca melakukan pengobatan kanker rongga mulut ini. Makanya itu, pengobatan kanker rongga mulut harus dilakukan secara cepat dan tepat.

Kanker rongga mulut ini masih menjadi pemicu kematian yang tinggi bagi penderitanya karena memang sukar dideteksi dan kurangnya informasi tentang pencegahan kanker ini. Hampir semua orang yang menderita kanker ini baru diketahui ketika kanker sudah berada di stadium lanjut karena sudah terjadi selama berbulan-bulan bahkan lebih sehingga diperlukan tata-cara pengobatan yang ekstra.

Mayoritas pasien yang menderita kanker rongga mulut tidak menunjukkan gejala pada tahap awalnya. Keluhan biasanya dapat muncul seperti adanya luka di bagian dalam mulut. Anda patut berhati-hati karena luka tersebut lama-kelamaan akan menjadi “monster” yang menggerogoti semua jaringan rongga mulut sampai lidah. Akibat dari semuanya itu ialah kekebalan alias mati rasa.

Ciri khas dari kanker ini ialah adanya ulkus pada rongga mulut yang tidak kunjung sembuh dalam jangka waktu lama (bisa sampai 2 minggu lebih). Bila kanker semakin parah, pasien akan mengeluhkan rasa nyeri di mulut sehingga tidak bisa mengunyah dan menelan, tidak bisa bicara, dan adanya batuk yang mengandung darah.

Anda juga mesti berhati-hati jika kerap melakukan seks oral karena meskipun kecil, namun kemungkinan terjadinya kanker mulut tetap ada. Dan secara umum, berikut merupakan tanda-tanda kanker rongga mulut yang harus diwaspadai.

  • Timbulnya bercak putih bersisik.
  • Terjadinya pembengkakan pada gusi bahkan sampai berdarah.
  • Timbulnya bintik pigmen secara tiba-tiba dan terus membesar.
  • Gigi tanggal secara tiba-tiba tanpa adanya riwayat sakit atau bahkan perdarahan.
  • Terasa sakit ketika menggerakkan rahang.
  • Luka pencabutan gigi yang sukar sembuh.

Sedangkan pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari terjadinya kanker rongga mulut ialah sebagai berikut.

  • Menghindari kontak yang berlebihan dengan matahari di bagian bibir.
  • Mengurangi merokok.
  • Membersihkan bagian rongga mulut secara rutin.
  • Segera melakukan pemeriksaan diri ke dokter jika diketahui ada lesi yang tidak mudah disembuhkan dalam jangka waktu lebih dari 2 minggu.

Sudah sepatutnya Anda melakukan upaya pencegahan supaya tidak terjadi kanker rongga mulut. Empat hal pencegahan tersebut terbilang sederhana dan mudah dilakukan jika Anda memiliki keinginan yang kuat untuk terhindar dari ancaman kanker rongga mulut ini.

Bila Anda divonis terkena kanker rongga mulut, jangan takut, berikut beberapa pilihan terbaik pengobatan kanker rongga mulut yang tersedia, secara medis maupun alternatif. Faktanya, dengan pengobatan dan perawatan yang benar harapan kesembuhan kanker rongga mulut akan semakin besar.

Pengobatan Kanker Rongga Mulut Konvensional

Metode pengobatan medis bergantung pada lokasi kanker dan tingkat stadium kanker tersebut, juga bergantung kepada kondisi kesehatan dan keputusan dari pasien. Anda mungkin hanya akan diberikan satu jenis pengobatan, atau mungkin juga kombinasi dari beberapa jenis pengobatan kanker rongga mulut. Pilihan pengobatan medis yang tersedia termasuk operasi, terapi radiasi, dan kemoterapi. Diskusikanlah pilihan pengobatan tersebut dengan dokter dan keluarga Anda.

  • Operasi

    Pengobatan dengan operasi mencakup operasi mengangkat tumor yang masih kecil, operasi mengangkat kanker yang sudah menjalar ke leher, dan operasi merekonstruksi mulut setelah melakukan operasi mengangkat kanker untuk mengembalikan fungsi bagian-bagian mulut. Operasi memiliki risiko pendarahan dan infeksi. Operasi kanker rongga mulut seringkali memengaruhi penampilan serta kemampuan sang pasien untuk berbicara, makan, dan menelan.

  • Terapi Radiasi

    Terapi radiasi menggunakan sinar energi tingkat tinggi, seperti sinar-X dan proton, untuk membunuh sel-sel kanker. Jenis pengobatan kanker rongga mulut ini paling sering dilakukan dengan mesin dari luar tubuh (sinar radiasi eksternal), meskipun bisa juga dilakukan dengan menggunakan biji-biji radioaktif dan kabel yang diletakkan di dekat wilayah kanker (brachytherapy).

    Pengobatan ini mungkin hanya direkomendasikan apabila kanker masih dalam tahap awal. Radiasi juga bisa dilakukan setelah operasi. Dalam beberapa kasus juga dikombinasikan dengan kemoterapi, namun sayangnya hal ini akan memperbesar efek samping yang dirasakan. Pada kasus kanker stadium lanjut, terapi radiasi dapat dilakukan untuk meringankan gejala-gejala kanker.

    Efek samping terapi radiasi bagi mulut mencakup gejala mulut kering, kerusakan gigi, kerusakan tulang rahang, sariawan, gusi berdarah, rahang menjadi kaku, terasa lelah dan merah, dan kulitnya menjadi seperti terbakar.

  • Kemoterapi

    Kemoterapi menggunakan bahan kimia untuk membunuh sel-sel kanker. Obat kemoterapi dapat diberikan sendirian, atau dikombinasikan dengan obat kemoterapi lain atau jenis pengobatan kanker rongga mulut lainnya. Kemoterapi dapat meningkatkan efektivitas terapi radiasi, sehingga keduanya seringkali dikombinasikan.

    Efek samping dari kemoterapi tergantung pada obat yang Anda terima. Umumnya efek samping tersebut mencakup mual, muntah, dan kerontokan rambut. Tanyakan kepada dokter Anda mengenai efek samping apa saja yang mungkin Anda alami selama melakukan kemoterapi.

  • Terapi Obat yang Ditargetkan

    Obat kanker rongga mulut yang ditargetkan bekerja dengan mengubah aspek-aspek tertentu dari sel-sel kanker yang mendorong pertumbuhan mereka. Cetuximab adalah salah satu terapi obat yang ditargetkan untuk mengobati kanker di bagian kepala dan leher. Cetuximab menghentikan aksi dari protein yang ditemukan di banyak jenis sel sehat, namun lebih menonjol dalam beberapa jenis sel kanker.

    Obat yang ditargetkan dapat digunakan dalam kombinasi dengan pengobatan kemoterapi atau terapi radiasi. Namun jenis pengobatan ini masih diteliti dalam pengujian klinis.

Pengobatan Kanker Rongga Mulut Alternatif

Pengobatan kanker rongga mulut secara medis menimbulkan efek samping yang signifikan dengan masa pengobatan yang relatif panjang. Tentu saja, kualitas hidup pasien mungkin dipertaruhkan dalam hal ini.

Beruntung ada alternatif untuk menghindari risiko yang tidak perlu dari pengobatan yang berisiko, dimana obat kanker rongga mulut alami dapat dimanfaatkan sebelum dan setelah operasi dilakukan. Obat kanker rongga mulut alami tersebut adalah herbal Sarang Semut Papua.

Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan kembali keseluruhan fungsi tubuh Anda agar siap menjalani operasi serta membersihkan sisa sel-sel kanker yang mungkin masih tertinggal dalam tubuh, mirip dengan peran yang dijalankan oleh terapi radiasi, pasca operasi dilakukan. Bedanya, cara alternatif ini tidak menimbulkan efek samping seperti yang ditimbulkan radiasi.

Bahkan dalam beberapa kasus, tahap-tahap kesembuhan dari kanker rongga mulut dapat diperoleh lebih cepat dengan tambahan konsumsi obat kanker rongga mulut alami ini. Berdasarkan pengalaman para penggunanya, umumnya perbaikan sudah dapat dirasakan setelah 1-3 bulan penggunaan rutin. Perbaikan yang bisa diharapkan untuk dirasakan misalnya dapat terlihat dari kondisi kesehatan sang penderita kanker atau tumor yang berangsur-angsur semakin membaik setelah menggunakan Sarang Semut.

Misalnya dari yang sudah merasakan kesakitan menahun karena kanker dapat hilang rasa sakitnya, yang tidak bisa bangun dari tempat tidur dapat berjalan kembali, yang susah makan dapat kembali makan seperti semula, ukuran kanker atau tumor juga berangsur-angsur mengecil, dan banyak masih banyak lagi tanda-tanda kesembuhan lainnya.

Pada stadium lanjut, pengobatan kanker rongga mulut memang sebaiknya dipadukan antara pengobatan medis dengan obat kanker rongga alami. Meski begitu, pilihan sebaiknya dibuat berdasarkan pertimbangan yang baik bersama dengan keluarga dan dokter yang kompeten.

Pada stadium awal, Sarang Semut diyakini dapat menumpas kanker sampai ke akar-akarnya. Tentu saja harus dibarengi dengan langkah mengubah pola hidup secara drastis menjadi lebih baik.

Kemampuan Sarang Semut sebagai obat kanker rongga mulut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoid di dalamnya. Ada mekanisme kerja dari flavonoid dalam membunuh sel-sel kanker, antara lain:

  • Inaktivasi karsinogen
    Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  • Anti-proliferasi
    Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  • Penghambatan siklus sel
    Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi
    Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis
    Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  • Pembalikan resistensi multi-obat
    Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat kanker rongga alami yang dikonsumsi.

Sarang Semut juga mengandung alfa-tokoferol yang bertindak sebagai anti-kanker alami serta penangkal radikal bebas. Hasil pengujian menunjukkan bahwa Sarang Semut mengandung alfa-tokoferol yang mampu meredam radikal bebas hingga hampir mendekati 100%.

Berkat kandungan berlimpah tokoferol inilah kemungkinan Sarang Semut mendapatkan kemampuannya yang lebih cepat dibandingkan herbal-herbal obat kanker rongga mulut lain.

Bila Anda ingin mendapatkan penjelasan lebih jauh tentang khasiat Sarang Semut sebagai obat kanker dan mengapa herbal ini sangat membantu penyembuhan kanker, silakan baca informasi di artikel Sarang Semut Papua Hancurkan Kanker, Tumor, Benjolan Abnormal dalam Waktu Mulai 3 Bulan atau Kurang!

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}