Pahami Gejala Awal Demensia yang Tidak Anda Sadari!

577

Diedit:

Kebanyakan orang menyamakan pikun sebagai demensia. Padahal sebenarnya demensia berbeda dan lebih kompleks dari sekedar pikun. Kata pikun akan identik dengan kehilangan kemampuan mengingat pada detil namun tidak pada keseluruhan bagian dari memori. Dan pada dasarnya pikun adalah proses penuaan dari sistem kinerja otak yang bisa dimahfumi secara medis.

Hanya saja, ketika kita bicara soal demensia, sebenarnya kondisinya berbeda dari sekedar lupa pada detil. Mereka dengan keluhan demensia akan mengalami efek lupa yang cukup berat. Mereka bisa melupakan sebagian besar ingatan, termasuk dirinya sendiri, lingkungan, dan hal-hal berkaitan dengan dirinya.

Penderita demensia juga lupa dengan aktivitas yang baru saja dijalani, termasuk kehilangan kemampuan kendali atas dirinya. Termasuk kemampuan membersihkan diri, makan, bicara dan buang air. Juga ketidak mampuan untuk mengendalikan emosi, karenanya mereka dengan demensia akan kerap memiliki temperamen yang berubah-ubah.

Yang menarik, bila pikun kerap diidentifikasi sebagai bentuk gejala penuaan seseorang, sebenarnya demensia tidak selalu diidentikan sebagai penyakit orang tua. Kerusakan pada sel-sel otak yang terjadi pada kasus demensia juga bisa menyerang usia produktif bahkan usia muda, sekalipun prosentasi kasusnya memang lebih banyak muncul pada usia manula.

Demensia bisa saja terjadi karena efek benturan, kerusakan otak akibat efek paparan obat, radiasi dan minuman beralkohol berlebihan. Mereka yang mengalami cedera berat atau beraktivitas fisik berat seperti petinju atau pegulat memiliki kerentanan lebih mengalami demensia di usia muda.

Mereka yang memiliki faktor-faktor tertentu yang memudahkan terjadinya kerusakan otak juga membuat mereka bisa terserang demensia di usia belum genap 60 tahun. Diketahui sejumlah makanan dan kondisi termasuk stress berlebihan bisa memicu peningkatan risiko terserang demensia.

Sebenarnya demensia bisa terjadi dengan proses perkembangan yang perlahan. Anda akan menjumpai sejumlah gejala awal yang sayangnya sangat sering tidak disadari. Sejumlah gejala awal demensia ini bila saja dipahami sejak awal akan memungkinkan pencegahan yang lebih efektif, sehingga kondisi pasien tidak memburuk. Adapun sejumlah gejala awal demensia tersebut antara lain:

Kehilangan ingatan ringan

Bila Anda kadang lupa meletakan kunci mobil Anda atau lupa membawa berkas kantor bisa jadi ini hanya gejala pikun biasa. Tetapi kalau sampai pada titik yang sedikit berat seperti lupa alasan Anda keluar dari pintu rumah atau lupa masalah yang harus Anda bicarakan dengan seseorang, bisa jadi sudah mulai ada kerusakan kecil pada jaringan otak Anda.

Urusan pikun kecil juga perlu Anda waspadai bilamana itu terjadi di saat usia Anda relatif masih muda. Karena seharusnya di usia dibawah 35 tahun kondisi pikun semacam ini belum sepatutnya terjadi.

Anda harus semakin meningkatkan kewaspadaan ketika ingatan Anda mulai kacau untuk memori jangka panjang, seperti tertutar ingatan, atau sepenuhnya lupa akan sebuah hal dari sebuah peristiwa masa lalu. Sejumlah pasien demensia bisa mengawali gejala dengan melupakan dimana mereka sekolah di masa muda atau memori-memori penting lain.

Kesulitan untuk menjelaskan sesuatu

Penderita demensia akan memiliki masalah serius dengan kemampuan mereka berbicara, terutama dalam urusan mengatur kata dan kalimat. Pada kondisi yang berat mereka akan sangat kesulitan untuk menjelaskan isi pikiran dan perasaan mereka.

Jadi bila Anda mulai merasakan cara bicara yang tidak runtun, pikiran dan ide yang seperti berloncatan sehingga sulit bagi Anda untuk menterjemahkannya dalam kalimat yang jelas, Anda sudah sepatutnya waspada.

Kesulitan menangkap informasi

Anda juga perlu memperhatikan kemampuan seseorang dalam menangkap informasi. Demensia membuat seseorang sulit memahami informasi dan menarik kesimpulan. Jadi perlu segera ditindak lanjuti bila Anda mulai merasakan adanya gejala-gejala semacam ini.

Kadang mereka tidak bisa memahami penjelasan yang disampaikan pada mereka, juga sulit menerima informasi yang mereka dengarkan dan tonton dari Televisi ataupun dalam bentuk tulisan pada media cetak.

Suasana hati yang berubah-ubah

Sebagaimana sudah kami jelaskan kerusakan pada sel-sel otak kadang bukan hanya merusak fungsi ingatan, tetapi juga kendali emosi, hormonal, dan kemampuan menerima informasi. Perpaduan dari kerusakan titik-titik ini membuat penderita demensia menjadi mudah salah paham, mudah tersinggung dan memiliki emosi yang meledak-ledak.

Bahkan kadang kerusakan sel ini membuat seseorang bisa mengalami perubahan personalitas, dan menyebabkan dirinya menjadi seperti orang lain dengan nilai-nilai dan pandangan yang berbeda.

Bila Anda mulai merasakan perubahan mood yang datang dan pergi secara tidak beraturan, kadang tanda pemicu yang jelas ada baiknya Anda mulai waspada. Karena kadang masalah mood ini justru terlebih dulu muncul sebelum problem ingatan muncul dan sayangnya sangat banyak diabaikan.

Kesulitan memahami tugas dan perintah beruntun

Mungkin bisa dikatakan ketika Anda mulai merasa kesulitan menyelesaikan sebuah pekerjaan, kesulitan merampungkan tugas-tugas biasa Anda sudah berada dalam kondisi demensia yang lebih serius.

Pada tahap awal, kadang sekedar bermain sederhana dengan kartu, atau sekedar memasak saja sulit untuk dirampungkan karena di sana ada aturan dan beberapa urutan yang perlu Anda patuhi. Di sini kesulitan Anda adalah ketidak mampuan memahami urutan tugas dan tata cara yang sudah disampaikan. Mereka juga akan kesulitan memahami petunjuk jalan, pemetaan, dan informasi runtun lainnya.

Melakukan aktivitas berulang

Beberapa penderita demensia akan lupa akan aktivitas mereka yang baru saja mereka rampungkan. Sehingga memutuskan melakukannya ulang. Hal ini bisa berkaitan pada hal pokok dan rutin seperti makan dan ibadat.

Pada gejala awal demensia, mereka bisa jadi hanya lupa pada hal-hal yang tidak rutin dan tetap. Namun mereka cenderung melakukan satu hal beberapa kali karena tidak ingat sudah atau belum mereka lakukan.

Kehilangan kemampuan bersosialisasi

Pada penderita demensia tahap awal, Anda bisa lihat dari kemampuan mereka bersosialisasi. Kalau mereka mulai tampak enggan untuk berbicara dengan orang lain, datar dan tidak bisa berkomunikasi aktif bisa jadi mereka sedang mengalami gejala awal demensia.

Sebenarnya kondisi ini berkaitan dengan kelemahan ingatan, kontrol emosi, dan kemampuan mereka menerima informasi sehingga mereka sulit untuk tanggap dalam sebuah aktivitas berkaitan dengan sosialisasi.

Kesulitan dalam beradaptasi

Mereka sulit mengenali wajah orang baru, juga sulit memahami informasi baru, termasuk pula sulit memahami beberapa tata cara termasuk yang tergolong sederhana. Inilah yang membuat mereka cenderung sulit beradaptasi. Perubahan dirasa terlalu sulit untuk mereka pahami dengan keterbatasan mereka.

Itulah tadi sejumlah gejala awal demensia yang akan membantu Anda lebih waspada. Ada perbedaan mendasar antara pikun dan demensia, dan untuk mencegah Anda terjebak dalam sigma lama yang menyamakan keduanya, pahami sejak awal, apa saja gejala awal demensia ini.

Apabila gejala-gejala awal demensia diketahui sejak dini, besar kemungkinan Anda lebih siap untuk mengambil langkah-langkah pencegahan guna menekan perkembangan demensia sampai selambat mungkin. Demensia memang tidak mudah hilang secara total, akan tetapi Anda bisa tetap menikmati kehidupan yang normal apabila bertindak menanganinya secepat mungkin.