4 Jenis Demensia: Penurunan Fungsi Otak

589

Diedit:

Demensia bukanlah nama penyakit, ini adalah istilah yang mengacu pada sekelompok gejala. Gejala-gejala ini cukup banyak memengaruhi kemampuan berpikir dan sosial sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Gejala demensia bervariasi tergantung pada penyebabnya, namun yang paling umum dialami yaitu: hilang ingatan, kesulitan berkomunikasi, kesulitan menyelesaikan pekerjaan yang rumit, kesulitan membuat rencana, sulit mengatur gerak tubuh, mudah tersesat, kepribadian yang berubah-ubah, suka berkhayal dan sering gelisah.

Demensia berkaitan dengan kerusakan pada sel saraf otak yang terjadi di beberapa bagian otak. Bergantung pada bagian otak yang dipengaruhi, gejala yang ditimbulkan dapat berbeda pada setiap orang.

4 Jenis Umum Demensia

Penyakit Alzheimer

Penderita demensia yang mengalami Alzheimer umumnya berusia 65 tahun ke atas. Meski demikian, gejala penyakit Alzheimer mungkin juga muncul di usia yang lebih muda, seringkali dikarenakan cacat genetik.

Walaupun penyebab pasti penyakit Alzheimer tidak diketahui, namun diyakini bahwa plak dan kusut di jaringan otak merupakan biang keladinya. Plak terbentuk akibat protein beta-amyloid yang menggumpal. Selain itu, faktor genetik juga dipercaya berperan penting dalam menyebabkan penyakit ini.

Alzheimer biasanya mengalami peningkatan secara perlahan dalam waktu 7-10 tahun. Kemampuan mental Anda dalam mengolah informasi (logika) perlahan menurun. Sampai pada akhirnya seluruh bagian otak yang dipengaruhi tidak bekerja dengan semestinya, termasuk kemampuan berbahasa, penilaian, mengontrol memori, serta kemampuan spasial.

 Lewy Body Demensia

Kondisi ini memengaruhi sekitar 10-22 persen dari jumlah keseluruhan penderita demensia dan menjadikannya salah satu jenis demensia yang paling umum terjadi. Lewy body demensia lebih sering dialami oleh orang tua.

Jenis demensia ini terjadi jika terdapat gumpalan abnormal protein yang ditemukan pada otak penderitanya. Gejala yang ditimbulkan lewy body demensia mirip dengan yang dialami penderita penyakit alzheimer, di antaranya adalah sering berhalusinasi serta tangan yang sering kaku dan bergetar sendiri.

Orang yang mengalami lewy body demensia sering kali merasakan gangguan tidur yang diakibatkan oleh kelainan perilaku tidur/kelainan REM (Rapid Eye Movement). Mereka sering bergerak padahal sedang tidur pulas.

 Demensia Vaskular

Jenis demensia ini terjadi akibat kerusakan otak—karena penurunan atau penyumbatan aliran darah di pembuluh darah yang menuju ke otak. Masalah ini berpotensi menyebabkan struk, infeksi katup jantung (endokarditis), dan masalah pembuluh darah lain.

Gejala demensia vaskular biasanya muncul secara mendadak dan terjadi pada orang dengan tekanan darah tinggi, yang pernah terkena struk atau serangan jantung. Penyakit Alzheimer dan jenis demensia lain dapat dialami berbarengan dengan demensia vaskular.

 Demensia Frontotemporal

Salah satu jenis demensia yang jarang dialami, dan cenderung terjadi pada usia antara 40-65 tahun. Jenis demensia ini dikaitkan dengan penurunan fungsi sel saraf di lobus frontal dan temporal otak. Area ini secara umum mempengaruhi kepribadian, perilaku dan kemampuan berbahasa.

Beberapa tanda dan gejala demensia frontotemporal terdiri dari kesulitan berkomunikasi, sulit berpikir atau berkonsentrasi, perilaku yang tidak pantas, serta kesulitan mengatur gerakan.

Selain yang dijelaskan di atas, belum banyak diketahui penyebab jenis demensia lain. Namun, pada beberapa kasus penyebabnya masih berkaitan dengan mutasi genetik. Bahkan trauma otak akibat cedera kepala juga dihubungkan dengan demensia. Oleh karenanya, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda merasakan gejala-gejala demensia.

Advertisement
Alinesia