• Home
  • Blog
  • Infeksi
  • 5 Pilihan Obat Cacingan untuk Orang Dewasa yang Tersedia di Apotik

5 Pilihan Obat Cacingan untuk Orang Dewasa yang Tersedia di Apotik


By Cindy Wijaya

Bukan hanya anak-anak, orang dewasa juga dapat terinfeksi cacing parasit sehingga mengalami penyakit cacingan. Penyakit cacingan, atau infeksi cacing, adalah jenis penyakit infeksi parasit yang masih banyak dialami di Indonesia. Penyakit ini mudah terjadi jika seseorang tinggal di lingkungan yang tidak higienis atau memiliki kebiasaan hidup yang kurang bersih.

Misalnya jarang mencuci tangan, tidak mencuci sayur dan buah sampai bersih sebelum mengolah atau mengonsumsinya, atau mengonsumsi makanana yang kurang matang. Saat terjadi infeksi cacing parasit, bisa saja menimbulkan gejala-gejala seperti rasa gatal di anus, sakit perut, berat badan turun, selera makan berkurang, tubuh lemas, dan gangguan pencernaan.

Obat cacingan untuk orang dewasa dapat berbeda-beda tergantung jenis cacing yang menyebabkan penyakit ini. Terdapat beberapa jenis cacing parasit yang dapat menyebabkan penyakit cacingan pada orang dewasa, yaitu cacing kremi, cacing gelang, cacing tambang, cacing cambuk, dan cacing pita.

Dalam artikel ini akan dikupas sejumlah pilihan obat cacingan untuk orang dewasa, yaitu mebendazol, piperazin, pirantel pamoat, levamisol, dan albendazol. Jangan lewatkan juga cara membuat ramuan alami untuk obat cacingan dari tumbuhan putri malu.

Mebendazol

Mebendazol adalah obat cacingan untuk orang dewasa yang disebabkan oleh infeksi cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang, dan cacing cambuk.

Obat mebendazole biasanya diberikan dalam dosis tunggal, tetapi dapat juga diberikan untuk diminum selama sekitar 3 hari untuk beberapa kasus infeksi.

Efek samping umum dari obat mebendazol antara lain mual, muntah, kehilangan selera makan, diare, sakit perut, gas, atau ruam kulit.

Mebendazol mungkin tidak dapat dikonsumsi oleh beberapa orang tertentu, jadi beritahukanlah kepada dokter jika Anda pernah memiliki reaksi alergi terhadap obat ini atau obat lain, atau jika Anda sedang hamil atau menyusui.

Untuk mebendazol, nama obat cacing untuk dewasa di apotik antara lain: Ora Cacingan, Vermoran, dan Vermox. Obat ini harus diperoleh dengan resep dokter.

Piperazin

Piperazin adalah obat cacingan untuk orang dewasa yang disebabkn oleh infeksi cacing kremi dan cacing gelang.

Obat piperazine dapat dikonsumsi dengan maupun tanpa makanan atau pada kondisi perut penuh maupun kosong. Tetapi jika dokter memberitahu Anda untuk mengonsumsinya dengan cara tertentu, maka ikutilah sesuai petunjuk dokter.

Efek samping dari obat piperazin antara lain sakit perut, diare, pusing, mengantuk, sakit kepala, lemah otot, mual atau muntah, dan tremor.

Beberapa orang perlu berhati-hati terhadap obat ini, termasuk orang yang memiliki alergi obat ini atau obat lain, lansia, dan ibu hamil atau menyusui.

Untuk piperazin, nama obat cacing untuk dewasa di apotik antara lain: Afixin, Ascomin, Combicitrine, Imarcitrin, Karmizin, Piperacyl, Univxon, dan Upixon.

Pirantel Pamoat

Pirantel pamoat, atau yang disebut juga pirantel embonat, adalah obat cacingan untuk orang dewasa yang disebabkan oleh infeksi cacing kremi, cacing gelang, cacing tambang, dan cacing cambuk.

Obat pirantel pamoat harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuk pada kemasan obat. Dapat diminum dengan atau tanpa makanan. Biasanya dalam satu dosis tunggal atau seperti yang diarahkan oleh dokter Anda.

Efek samping yang dapat terjadi dari obat pirantel pamoat antara lain mual, muntah, diare, kram perut, sakit kepala, mengantuk, pusing, susah tidur, atau kehilangan selera makan.

Anda sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter jika pernah mengalami alergi terhadap obat ini atau obat lain, atau jika sedang hamil atau menyusui.

Untuk pirantel pamoat, nama obat cacing untuk dewasa di apotik antara lain: Combantrin, Combitrin, Compyrantel, Konvermex, Pantrin, Pyrantel Pamoate, Upixon, Wormetrin.

Levamisol

Levamisol adalah obat cacingan untuk orang dewasa yang disebabkan oleh infeksi cacing gelang. Selain untuk mengobati infeksi cacing, levamisol juga digunakan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker, terutama pada kanker usus besar.

Obat levamisol harus dikonsumsi sesuai dengan petunjuk yang diberikan oleh dokter Anda, dan juga mengikuti petunjuk yang tertera di resep dari dokter.

Efek samping yang dapat terjadi dari konsumsi obat levamisol antara lain: demam, diare, feses menjadi gelap, urine atau feses mengandung darah, batuk, suara serak, sakit punggung sebelah bawah, perdarahan atau memar yang tidak biasa, seriawan, penglihatan buram, kejang, dan mati rasa di wajah, telapak tangan, atau telapak kaki.

Untuk levamisol, nama obat cacing untuk dewasa di apotik antara lain: Askamex dan Obat Cacing No.17 Kam Cek San.

Albendazol

Albendazol adalah obat cacingan untuk orang dewasa yang disebabkan oleh infeksi cacing pita, cacing gelang, cacing cambuk, cacing kremi, dan cacing tambang.

Obat albendazol tidak boleh dikonsumsi sembarangan, harus mengikuti petunjuk yang diberikan oleh dokter dan petunjuk yang tertera di resep dokter.

Anda sebaiknya tidak mengonsumsi albendazole jika pernah alergi terhadap obat ini. Beritahukan dokter juga jika Anda sedang hamil atau menyusui atau sedang merencanakan kehamilan.

Efek samping umum dari obat albendazole antara lain: sakit kepala, leher kaku, menjadi lebih sensitif terhadap cahaya, kebingungan, demam, mual, muntah, sakit perut, pusing, sensasi berputar, atau rambut rontok sementara.

Untuk albendazol, nama obat cacing untuk dewasa di apotik antara lain: Albendazole, Vermic, dan Zolkaf. Obat ini harus diperoleh dengan resep dokter.

Alternatif Alami Obat Cacingan untuk Orang Dewasa

Di samping obat-obatan medis ada juga tumbuh-tumbuhan yang secara alami memiliki kemampuan anthelmintik, yaitu untuk mematikan atau melumpuhkan cacing dalam usus manusia. Salah satunya adalah tumbuhan putri malu (Mimosa pudica).

ramuan obat cacingan untuk orang dewasa
Credit photo: Shutterstock/kunanon

Sebuah penelitian telah dilakukan untuk menyelidiki kemampuan putri malu sebagai obat cacingan alami, yang ditulis dalam artikel ilmiah berjudul “Anthelmintic Activity of Leaves of Mimosa Pudica.”

Penelitian itu menunjukkan bahwa tumbuhan putri malu dapat secara signifikan melumpuhkan dan menyebabkan kematian pada cacing-cacing yang menginfeksi usus. Bahkan kemampuannya ini dapat dibandingkan dengan obat medis yang biasa digunakan untuk mengobati infeksi cacing, yaitu albendazole.

Berikut resep untuk membuat ramuan obat cacingan untuk orang dewasa dari tumbuhan putri malu.

Bahan:
Herbal putri malu (seluruh bagian tanamannya), sebanyak 15 – 30 gram.

Cara Meramu:
Cuci bersih putri malu dengan air mengalir.
Rebus bersama 3 gelas air, tunggu sampai tersisa 1 gelas.
Angkat, dinginkan, dan saring.

Aturan Minum:
Minum ramuan obat cacingan ini sekaligus habis di malam hari sebelum tidur.

Peringatan:
Ibu hamil tidak boleh minum ramuan ini karena ada risiko yang membahayakan janin.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang sejumlah obat cacingan untuk orang dewasa yang dapat diperoleh di apotik. Semoga informasi ini dapat bermanfaat. Temukan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Pusat Informasi Obat Nasional, Badan POM RI. Obat Kecacingan. https://pionas.pom.go.id/artikel/obat-kecacingan

NHS. Mebendazole. https://www.nhs.uk/medicines/mebendazole/

Drugs.com. Piperazine (Oral). https://www.drugs.com/cons/piperazine.html

RxList. Pyrantel Pamoate Oral. https://www.rxlist.com/fdb/drugs/9999/pyrantel-pamoate-oral-drug.htm

HelloSehat. Levamisole. https://hellosehat.com/obat-suplemen/levamisole/

RxList. Albenza. https://www.rxlist.com/albenza-drug/patient-images-side-effects.htm

Dalimartha, Setiawan. 2008. 1001 Resep Herbal. Jakarta: Penebar Swadaya

K, Manish & D, Bengude & M, Mithun & P, Sandeep & V, Hirave. 2012. Anthelmintic Activity of Leaves of Mimosa Pudica. International Journal of Institutional Pharmacy and Life Sciences. 2(1): 120-125

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>