• Home
  • Blog
  • Miom
  • Mioma Uteri, Penyakit Miom Rahim yang Sebenarnya Tak Terlalu Berbahaya

Mioma Uteri, Penyakit Miom Rahim yang Sebenarnya Tak Terlalu Berbahaya


By Cindy Wijaya

Salah satu ketakutan yang dirasakan para wanita adalah jika terjadi gangguan kesehatan di area rahim mereka. Ketakutan ini semakin menjadi-jadi kalau ternyata diri mereka benar-benar memiliki gangguan di rahim. Itulah yang mungkin dialami banyak wanita penderita mioma uteri.

Penyakit miom ini bukan sesuatu yang aneh lagi bagi wanita, bahkan diperkirakan sekitar 75 persen wanita pernah memiliki miom. Tapi tetap saja, siapa pun yang diberitahu dokter bahwa mereka memiliki ini di rahim pasti akan merasa tidak tenang.

Mioma uteri adalah pertumbuhan di dalam rahim yang sering muncul selama masa subur seorang wanita. Miom bukanlah kanker dan tidak berkaitan dengan peningkatan risiko kanker rahim, bahkan hampir tidak pernah ada kasus miom uteri yang berkembang menjadi kanker.

Miom tumbuh dalam beragam bentuk dan ukuran, mulai dari seukuran bibit yang tidak terdeteksi oleh mata manusia, hingga berukuran massa besar yang bisa mengubah dan memperbesar bentuk rahim.

Anda bisa mengembangkan satu miom saja atau beberapa di dalam rahim. Dalam kasus-kasus yang ekstrim, pertumbuhan beberapa miom bisa memperbesar rahim hingga mencapai tulang rusuk.

Gejala-Gejala Mioma Uteri

Meskipun banyak sekali wanita yang memiliki miom uteri, tapi sebagian besar dari mereka sama sekali tidak tahu karena sering kali miom tidak menimbulkan gejala apa-apa. Sebab itu cukup banyak dokter yang mengetahui keberadaan miom secara tidak sengaja ketika melakukan pemeriksaan pelvis atau USG rahim sebelum kehamilan.

Tapi kadang-kadang muncul gejala mioma uteri, yang bergantung pada lokasi pertumbuhannya, ukuran, serta jumlah miom yang tumbuh. Jika timbul gejala, maka yang paling sering dirasakan antara lain adalah:

  • Perdarahan menstruasi berat
  • Periode menstruasi berlangsung lebih dari seminggu
  • Tekanan atau nyeri di panggul
  • Sering buang air kecil
  • Kandung kemih tidak terasa kosong meski sudah buang air kecil
  • Sembelit
  • Nyeri di punggung atau kaki

Adakalanya, walaupun jarang terjadi, penyakit miom dapat menyebabkan rasa sakit mendadak ketika dia kekurangan suplai darah, dan mulai mati.

Penyakit miom secara umum dikategorikan berdasarkan lokasi pertumbuhannya. Miom (fibroid) intramural tumbuh di dalam dinding otot rahim. Miom (fibroid) submukosal tumbuh menonjol ke dalam rongga rahim. Miom (fibroid) subserosal tumbuh ke arah bagian luar rahim.

Kapan Harus Periksa ke Dokter:

Segera periksa ke dokter jika Anda mengalami:

  • Nyeri panggul yang tidak hilang-hilang
  • Periode menstruasi yang terlalu berat, panjang, atau menyakitkan
  • Keluar bercak darah atau perdarahan padahal tidak sedang menstruasi
  • Kandung kemih tidak terasa kosong meski sudah buang air kecil
Carilah pertolongan medis segera jika Anda mengalami perdarahan dari vagina yang parah atau tiba-tiba merasakan nyeri panggul yang sangat menusuk.

Penyebab Mioma Uteri

Sampai saat ini para dokter belum bisa memastikan penyebab penyakit miom, tapi sejumlah penelitian dan pengalaman klinis menunjukkan ada beberapa faktor penyebab miom, antara lain:

  • Perubahan genetik. Banyak miom mengandung perubahan pada gen yang membedakannya dengan sel-sel otot rahim normal.
  • Hormon. Estrogen dan progesteron, dua hormon yang menstimulasi perkembangan dinding rahim di setiap siklus menstruasi sebagai persiapan untuk kehamilan, tampaknya dapat memicu pertumbuhan miom. Miom mengandung lebih banyak penerima estrogen dan progesteron daripada sel-sel otot rahim normal. Miom juga cenderung menyusut setelah menopause karena penurunan produksi hormon.
  • Faktor pertumbuhan lain. Zat-zat yang membantu tubuh mempertahankan jaringannya, misalnya faktor pertumbuhan mirip insulin, dapat memengaruhi pertumbuhan miom.

Para dokter yakin bahwa mioma uteri berkembang dari sebuah sel induk di dalam jaringan otot halus rahim (miometrium). Satu sel tersebut kemudian membagi diri berulang kali, dan akhirnya menciptakan sebuah massa elastis yang keras dan berbeda dari jaringan sekitarnya.

Pola pertumbuhan dari mioma uteri bisa bervariasi—mereka mungkin tumbuh secara perlahan atau cepat, atau mereka mungkin tidak bertambah besar dari waktu ke waktu. Beberapa miom mengalami lonjakan pertumbuhan, dan beberapa mungkin menyusut sendiri.

Banyak miom yang tumbuh selama masa kehamilan akhirnya menyusut atau menghilang setelah melahirkan, karena ukuran rahim kembali ke ukuran normal.

Faktor Risiko Berkembangnya Miom

Ada sejumlah faktor risiko yang diketahui dapat memicu pertumbuhan mioma uteri. Yang terutama adalah jika Anda seorang wanita yang sedang dalam usia reproduktif (masa subur). Beberapa faktor lain yang bisa memengaruhi perkembangan penyakit miom yaitu:

  • Keturunan. Kalau ibu atau saudara perempuan Anda memiliki miom, Anda juga berisiko mengembangkannya.
  • Lingkungan. Menstruasi yang mulai di usia dini; penggunaan alat KB; kegemukan; kekurangan vitamin D; pola makan banyak daging tapi kurang makan sayur, buah, dan susu; minum alkohol; tampaknya meningkatkan risiko berkembangnya miom.

Pemeriksaan Mioma Uteri

Mioma uteri sering kali diketahui secara tidak sengaja selama pemeriksaan pelvis rutin. Dokter mungkin merasakan ada yang janggal dengan bentuk dari rahim, sehingga menduga adanya pertumbuhan miom di sana. Dan jika Anda mengalami gejala-gejala penyakit miom seperti yang dijelaskan di atas, dokter mungkin akan melaksanakan pemeriksaan berikut:

  • USG. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan gambaran di dalam rahim.
  • Pemeriksaan lab. Jika Anda mengalami perdarahan menstruasi yang tidak wajar, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan untuk menginvestigasi penyebabnya. Pemeriksaan ini mungkin mencakup penghitungan jumlah darah lengkap, untuk mengetahui apakah Anda menderita anemia karena kehilangan banyak darah. Juga tes darah lainnya untuk mencari tahu apakah ada gangguan perdarahan atau masalah tiroid yang jadi penyebabnya.
  • MRI. Pemeriksaan ini menggunakan gelombang magnetik untuk melihat ukuran serta lokasi miom.
  • Histerosonografi. Menggunakan garam steril untuk memperluas rongga rahim, sehingga memudahkan proses pengambilan gambar miom submukosal dan endometrium.
  • Histerosalpingografi. Menggunakan pewarna untuk menyoroti rongga rahim dan saluran tuba pada gambar sinar-X.
  • Histeroskopi. Dokter memasukkan teleskop kecil yang diberi lampu (histeroskop) melalui serviks ke dalam rahim. Dokter lalu menyuntikkan garam ke dalam rahim, memperluar rongga rahim, sehingga dokter bisa memeriksa dinding rahim dan bukaan saluran tuba.

Jika ditemukan adanya pertumbuhan miom di dalam rahim, ingatlah bahwa penyakit miom bukanlah kanker yang berbahaya. Mioma uteri jarang sekali mengganggu proses kehamilan. Dan mereka biasanya bertumbuh secara perlahan—bahkan ada yang sama sekali tidak bertumbuh—dan cenderung menyusut setelah melewati menopause, ketika kadar hormon reproduksi menurun drastis.

Bicarakan dengan dokter dan keluarga Anda mengenai cara terbaik untuk menangani penyakit miom ini. Jika tidak ada gejala atau hanya ada sedikit keluhan yang bisa diabaikan, kadang-kadang pilihan terbaik adalah untuk menunggu serta memantau perkembangannya. Jika miom terus bertumbuh atau semakin banyak, kemungkinan Anda perlu menjalani pengobatan intensif untuk menghilangkan atau menghambatnya.

Beberapa orang memutuskan untuk menjalani kombinasi antara penggunaan obat medis serta obat herbal untuk menghilangkan dan memperlambat pertumbuhan miom. Jika Anda ingin mencoba cara alami untuk membantu pengobatan, silakan baca artikel berikut yang menejelaskannya: 9 Obat Miom Alami untuk Tumpaskan Pertumbuhan Abnormal di Rahim!

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}