• Home
  • Blog
  • Menoragia
  • Menoragia: Perdarahan Menstruasi Berat atau Berlebih, Apa Penyebabnya?

Menoragia: Perdarahan Menstruasi Berat atau Berlebih, Apa Penyebabnya?


By Cindy Wijaya

Jika Anda seorang wanita, tentu sudah akrab dengan istilah haid atau datang bulan. Meski selalu datang setiap bulannya, tamu yang satu ini kadang jadi musuh—misalnya ketika Anda mengalami perdarahan menstruasi berlebih, apalagi kalau hal ini sangat membatasi aktivitas Anda. Apa sih penyebab perdarahan berat ini?

Perdarahan menstruasi berat sudah jadi keluhan umum di antara wanita yang berusia menjelang menopause. Yang tidak umum terjadi adalah ketika perdarahan berat terjadi secara terus-menerus sampai membuat Anda kehilangan banyak darah—dikenal dengan istilah medis menoragia.

Penyebab Perdarahan Menstruasi Berat atau Berlebih

Dalam beberapa kasus, belum jelas apa penyebab perdarahan menstruasi berat. Namun ada beberapa kondisi tertentu yang dikaitkan dengan menoragia, yang paling sering adalah sebagai berikut:

  • Ketidakseimbangan hormon. Dalam siklus menstruasi yang normal, keseimbangan antara hormon estrogen dan progesteron berperan penting dalam peluruhan lapisan dinding rahim (endometrium) selama menstruasi. Jika terjadi ketidakseimbangan, ada kelebihan perkembangan lapisan dinding rahim yang kemudian meluruh—akibatnya terjadi perdarahan berlebih.
  • Gangguan fungsi ovarium (indung telur). Jika tidak terjadi proses pelepasan sel telur selama siklus menstruasi (anovulasi), hormon progesteron tidak diproduksi. Hal ini menyebabkan ketidakseimbangan hormon dan dapat memicu menoragia.
  • Uterine fibroid (fibroid rahim). Jenis tumor jinak yang tumbuh di rahim ini dapat muncul selama masa kesuburan Anda. Uterine fibroid bisa membuat periode menstruasi Anda lebih lama dan terjadi perdarahan berat.
  • Polipbenjolan abnormal kecil yang tumbuh di lapisan dinding rahim. Benjolan polip cenderung dialami oleh wanita usia reproduksi akibat kadar hormon yang tinggi.
  • Komplikasi kehamilan. Perdarahan menstruasi berat mungkin diakibatkan oleh keguguran yang sebelumnya dialami. Kehamilan ektopik—sel telur yang sudah dibuahi menempel dan bertumbuh di tabung falopi (normalnya di dalam rahim)—juga dapat menyebabkan menoragia.
  • Kanker. Kanker rahim, kanker ovarium dan kanker serviks bisa menyebabkan perdarahan berat, meski hal ini jarang terjadi.
  • Penyakit Keturunan. Ada penyakit keturunan yang membuat proses pembekuan darah terganggu.
  • Kondisi medis lain. Penyakit radang panggul (pelvic inflammatory disease/PID), gangguan tiroid, endometriosis, dan penyakit hati atau ginjal dapat memicu menoragia.
  • Konsumsi obat-obat. Obat-obatan seperti obat anti-radang dan anti-koagulan, serta penyalahgunaan obat hormon berkontribusi mengakibatkan perdarahan menstruasi berat yang berkepanjangan.

Di antara faktor-faktor di atas, ketidakseimbangan hormon adalah penyebab yang paling banyak dialami. Dalam siklus menstruasi yang normal, pelepasan sel telur dari ovarium akan mendorong tubuh untuk memproduksi progesteron—hormon yang paling berperan dalam menjaga keteraturan periode haid.

Jika tidak ada sel telur yang dilepaskan, kadar progesteron pun berkurang dan dapat jadi penyebab perdarahan menstruasi yang berat. Hal ini biasanya dialami oleh dua kelompok usia, yaitu remaja yang baru mulai haid dan wanita yang berusia menjelang menopause.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}