• Home
  • Blog
  • Beluntas
  • Manfaat Daun Beluntas untuk Kesehatan & 3 Cara Konsumsinya untuk Obat Tradisional

Manfaat Daun Beluntas untuk Kesehatan & 3 Cara Konsumsinya untuk Obat Tradisional


By Cindy Wijaya

Beluntas adalah salah satu tanaman obat yang paling terkenal di negeri-negeri Asia Tenggara, seperti di Indonesia, India, dan Thailand. Apalagi tanaman ini mudah diperoleh, karena tumbuh liar di pinggir jalan. Tapi tumbuhan liar ini menyimpan cukup banyak manfaat kesehatan.

Bagian tanaman ini yang sering digunakan untuk obat tradisional ialah daunnya yang sering diminum sebagai teh. Masyarakat meyakini bahwa mengonsumsi daun beluntas dapat membantu mengobati penyakit-penyakit seperti TBC, ambeien, diabetes, sakit jantung, rematik, dan lain sebagainya.

Poin Penting

  • Apa saja manfaat daun beluntas untuk kesehatan?
  • Bagaimana cara konsumsi daun beluntas untuk obat tradisional?

Manfaat Daun Beluntas untuk Kesehatan

Daun beluntas merupakan salah satu bahan yang sudah lama dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Penelitian menunjukkan daun ini memiliki beberapa aktivitas farmakologis yang memberikan manfaat kesehatan bagi manusia. Berikut adalah sejumlah manfaat daun beluntas untuk kesehatan menurut Pharmaceutical Sciences Asia Vol. 49 No. 1 Tahun 2022.

Manfaat Antioksidan

Antioksidan adalah aktivitas yang mampu melindungi sel-sel tubuh dari dampak buruk radikal bebas. Aktivitas antioksidan dari teh daun beluntas telah dibandingkan dengan teh hijau. Teh daun beluntas menunjukkan kemampuan menangkap radikal DPPH dan NO yang lebih kuat, namun kemampuan menangkap radikal ABTS yang lebih lemah daripada teh hijau.

Selain bagian daunnya, bagian lain dari tenaman beluntas yang memiliki aktivitas antioksidan adalah akar, batang, ranting, dan bunganya. Dan bagian akar beluntas lah yang ditunjukkan memiliki aktivitas antioksidan penangkapan radikal DPPH yang paling tinggi.

Manfaat Anti-Bakteri

Anti-bakteri adalah zat yang dapat menghambat pertumbuhan dari bakteri-bakteri tertentu. Teh daun beluntas telah diteliti dan ditunjukkan mampu menghambat pertumbuhan dari bakteri Bacillus cereus, Pseudomonas fluorescens, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, dan Salmonella typhimurium. Studi in vitro lainnya menunjukkan potensi anti-bakteri dari bagian aerial tanaman beluntas (termasuk daunnya, batang, dan bunganya) terhadap bakteri Klebsiella pneumoniae.

Kemampuan anti-bakteri yang dimiliki tanaman beluntas telah menarik perhatian para ilmuwan untuk mengembangkan produk antibiotik untuk penggunaan luar seperti deodoran roll-on dan foot-spray (semprotan untuk perawatan kaki).

Manfaat Anti-Kanker

Ekstrak dari daun beluntas memiliki aktivitas sitotoksik terhadap sejumlah sel kanker, seperti sel kanker otak glioblastoma dan sel kanker servis. Sitotoksik adalah zat yang dapat merusak sel-sel kanker, sehingga digunakan untuk menghambat pertumbuhan kanker tersebut. Selain daunnya, bagian akar beluntas juga memiliki manfaat anti-kanker dengan cara menghambat pertumbuhan dan perbanyakan sel-sel kanker (proliferasi).

Manfaat Anti-Inflamasi

Anti-inflamasi (anti-radang) adalah aktivitas yang dapat mengurangi peradangan (inflamasi) dalam tubuh. Ekstrak air panas teh daun beluntas memiliki efek penghambatan yang kuat terhadap produksi NO dan prostaglandin. Ekstrak etanol teh daun beluntas juga dilaporkan menunjukkan efek anti-inflamasi pada sel endotel dengan mengurangi ROS dan menurunkan ekspresi ICAM-1 dan protein VCAM-1.

Studi lanjutan tentang mekanisme molekular yagn mendasari aktivitas anti-inflamasi daun beluntas di makrofag menunjukkan keterlibatan penghambatan produksi NO dan penekanan iNOS, yang dimediasin melalui penekanan aktivitas NF-kB.

Manfaat-Manfaat Kesehatan Lainnya

Penelitian juga mendapati adanya sejumlah manfaat daun beluntas untuk kesehatan lainnya. Antara lain sebagai analgesik (pereda nyeri), anti-diabetes, anti-obesitas, anti-maag, hepatoprotektif (bersifat melindungi hati), penurun lipid (lemak darah), hipoglikemik (penurun gula darah), pereda kecemasan, penetral racun, penyembuh luka, dan sebagai diuretik (mengurangi penumpukan cairan tubuh).

Negeri Bagian Tanaman Beluntas Penggunaan Obat atau Tradisional yang Dilaporkan
Indonesia Daun (rebusan/seduhan) Peningkat nafsu makan, mengatasi keringat berlebihan, penurun demam, obat pencernaan, deodoran, atasi infeksi bakteri, obat diare, obat batuk, dan pelembap/pelembut kulit.
India Akar (rebusan) astringent (untuk perawatan kulit) dan penurun demam.
Thailand Batang (rebusan) Pengobatan batu ginjal (sebagai diuretik).
Kulit pohon (rebusan) Pengobatan wasir (ambeien).
Daun segar (tapal) Pengobatan luka gangren.
Daun (rebusan/seduhan) Tonik saraf, pengobatan radang, sakit pinggang, dan sakit keputihan.

Sumber: Mahidol University Journal of Pharmaceutical Sciences Vol. 41 No. 4 Tahun 2014

Bagaimana Cara Konsumsi Daun Beluntas?

Di negeri-negeri Asia, termasuk di Indonesia, masyarakat sering menggunakan daun beluntas sebagai obat tradisional. Daun beluntas biasanya diolah menjadi tiga bentuk: rebusan, seduhan, dan tapal (untuk obat luar). Berikut adalah cara konsumsi daun beluntas dalam 3 bentuk obat tradisional tersebut.

Cara Konsumsi Daun Beluntas dalam Bentuk Rebusan

Merebus adalah cara untuk mengambil kandungan-kandungan yang larut dalam air dari tanaman obat. Berikut adalah cara merebus daun beluntas untuk keperluan pengobatan tradisional.

  • Daun beluntas segar diiris-iris dulu sebelum direbus. Jumlah air yang disarankan untuk merebus adalah sekitar 3-5 kali lipat dari total berat daun. Untuk mempermudah, sebaiknya gunakan segenggam kecil daun beluntas segar dan direbus dengan 1 sampai 1,5 gelas air.
  • Biasanya dibutuhkan waktu merebus selama 30-45 menit untuk membuat rebusan daun beluntas sebagai obat. Endapan yang ada dalam rebusan setelah dingin bisa dicampur lagi ke dalam airnya dengan cara diaduk perlahan beberapa kali sebelum diminum.
  • Cara konsumsi daun beluntas dalam bentuk rebusan biasanya adalah 75 ml (kira-kira setengah gelas) diminum 3 kali sehari, sebaiknya 1,5 jam sebelum makan. Jika gejala penyakit tidak membaik atau tidak ada perubahan yang terlihat setelah 3 hari, maka hentikan minum air rebusan ini.

Sumber: Mahidol University Journal of Pharmaceutical Sciences Vol. 41 No. 4

Cara Konsumsi Daun Beluntas dalam Bentuk Seduhan

Secara tradisional, cara menyeduh daun beluntas mirip dengan cara menyeduh teh dengan air hangat/panas. Siapkan daun beluntas yang sudah dikeringkan sebanyak 10 gram (kira-kira 2 sendok teh), lalu seduh dengan segelas air panas selama sedikitnya 15 menit.

Untuk mendapatkan daun beluntas kering, Anda bisa mengolahnya sendiri. Daun beluntas yang segar bisa dikeringkan dengan tiga cara: dengan sinar matahari langsung, dengan oven, atau dengan cara diangin-anginkan. Sebelum melakukan salah satu dari tiga cara itu, pastikan sudah mencuci bersih daun terlebih dulu. Jika sudah benar-benar kering, daun bisa ditumbuk sampai menjadi serbuk dan disimpan dalam wadah tertutup.

Untuk cara konsumsi daun beluntas dalam bentuk seduhan ini mirip dengan minum teh biasa. Anda bisa meminum seduhan daun beluntas ini sebanyak 1-2 kali dalam sehari untuk meredakan gejala-gejala masalah kesehatan. Jika untuk memelihara kesehatan saja, cukup diminum 1-2 kali dalam seminggu.

Cara Konsumsi Daun Beluntas untuk Obat Luar

Bukan hanya untuk dikonsumsi demi manfaat dalam tubuh, manfaat daun beluntas untuk kesehatan juga bagus untuk penggunaan luar. Cara konsumsi daun beluntas untuk obat luar adalah dengan mengolahnya menjadi tapal atau baluran untuk dioleskan pada permukaan luar kulit.

  • Siapkan beberapa lembar daun beluntas yang masih segar.
  • Cuci bersih dengan air mengalir, lalu tumbuk sampai halus.
  • Tambahkan sedikit kapur sirih dan aduk sampai tercampur rata.
  • Balurkan campuran ini pada bagian kulit yang mengalami masalah, misalnya pada luka.

Sumber resep: Buku “1001 Resep Herbal” oleh Dr. Setiawan Dalimartha.

Kesimpulan tentang Manfaat Daun Beluntas untuk Kesehatan

Apa saja manfaat daun beluntas untuk kesehatan? Penelitian telah membuktikan manfaat daun beluntas sebagai antioksidan, anti-bakteri, anti-kanker, dan anti-inflamasi. Selain itu juga bermanfaat sebagai analgesik, anti-diabetes, anti-obesitas, anti-maag, hepatoprotektif, penurun lipid, hipoglikemik, pereda kecemasan, penetral racun, penyembuh luka, dan sebagai diuretik.

Bagaimana cara konsumsi daun beluntas untuk obat tradisional? Untuk tujuan pengobatan, daun beluntas biasanya diolah dalam tiga bentuk: rebusan, seduhan, dan tapal (sebagai obat luar).

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang manfaat daun beluntas untuk kesehatan dan cara konsumsinya. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar pemanfaatan tanaman obat khas Indonesia hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}