Share:

Daun beluntas dikenal punya khasiat untuk mengatasi keputihan, bau badan, diare, dan penghalus kulit. Sebenarnya beluntas adalah salah satu tanaman herbal dari Asia Tenggara yang paling terkenal. Herbal ini paling sering diolah menjadi semacam teh yang diminum selagi hangat. Bukan hanya dimanfaatkan secara tradisional, dunia sains kini telah meneliti khasiat pengobatan yang dimiliki beluntas.

Apa sebenarnya daun beluntas itu? Apa saja manfaat daun beluntas untuk kesehatan? Adakah efek daun beluntas yang perlu diwaspadai? Bagamana cara mengolah daun beluntas? Mari kita cari tahu jawaban-jawabannya di artikel ini.

Apa Itu Tanaman Beluntas?

Beluntas (Pluchea indica) dalam ilmu taksonomi dimasukkan dalam famili Compositae (Asteraceae). Di beberapa daerah, nama lain daun beluntas adalah baluntas, baruntas (Sunda), baluntas (Madura), luntas (Jawa), lenabou (Timor), dan lamutasa (Makasar). Sedang dalam bahasa luar, tanaman ini disebut Khlu (Thailand), Phatpai (Vietnam), Luan Yi (Cina), dan Indian marsh fleabane (Inggris).

Beluntas adalah tanaman semak yang punya cabang-cabang kecil dengan tinggi 0,5 – 2 meter. Tanama ini banyak tumbuh di daerah bersuhu hangat seperti di wilayah Indonesia, Malaysia, Thailand, Australia, Taiwan, India, dan Meksiko.

Daun beluntas bentuknya seperti bulat telur terbalik, ujungnya bundar meruncing, pinggirnya bergerigir, dan warnanya hijau terang. Tangkai daunnya pendek dan letaknya selang-seling. Bunga beluntas berwarna ungu, berbentuk bunga bonggol, dan tumbuhnya di bagian ujung cabang dan ketiak daun. Buahnya berbentuk seperti gasing, warnanya cokelat dengan sudut berwarna putih.

Kandungan Nutrisi Daun Beluntas

Di dalamnya terkandung rasa manis dan astringen alami yang mirip dengan tanaman sayur liar lain di Asia Tenggara. Jurnal Nutrition, Health Benefits and Applications of Pluchea indica (L.) Less Leaves mengungkapkan bahwa dalam 100 g daun beluntas terdapat kandungan:

  • Air 87,53 g
  • Protein 1,79 g
  • Lemak 0,49 g
  • Abu 0,20 g
  • Serat tak larut 0,89 g
  • Serat larut 0,45 g
  • Serat total 1,34 g
  • Karbohidrat 8,65 g
  • Kalsium 251 mg
  • Beta-karoten 1.225 μg
  • Vitamin C 30,17 μg

Karena beluntas secara alami tumbuh di lingkungan yang bergaram dan basah, kemungkinan di dalamnya juga terkandung natrium (Na) dan klorida (Cl) dalam kadar tinggi. Karena itu, konsumsi yang berlebihan dan dalam waktu lama mungkin akan menimbulkan efek daun beluntas yang berbahaya bagi tubuh, khususnya pada penderita darah tinggi dan penyakit kardiovaskular (jantung & pembuluh darah).

Kandungan Senyawa Bioktif

Senyawa bioaktif adalah kandungan kimia yang ada di dalam tanaman yang biasanya hanya sedikit jumlahnya, tetapi apabila dikonsumsi akan sangat bermanfaat bagi kesehatan dan fisiologis tubuh. Senyawa bioaktif juga disebut ‘fitokimia’ (‘fito’ artinya tanaman).

Masih berdasarkan jurnal ilmiah yang sama, didapatkan informasi bahwa setiap 100 g daun beluntas segar mengandung senyawa-senyawa aktif berikut: asam fenolik (asam klorogenik dan asam kafeik), flavonoid (quercetin, kaempferol, dan myricetin), antosianin, beta-karoten, dan karotenoid.

Asam fenolik telah dibuktikan bermanfaat sebagai agen pelindung terhadap banyak penyakit fatal dan kronis, terutama kanker. Asam kafeik memiliki efek anti-proliferatif pada pertumbuhan sel-sel kanker serviks. Quercetin dan kaempferol mampu menghambat kanker prostat dan kanker ovarium dengan bekerja sebagai agen kemo-prefentif.

Karotenoid, beta-karoten, dan antosianin juga dapat mencegah kanker, memperkuat sistem imun, dan membantu menjaga kesehatan dari organ-organ vital seperti jantung, pembuluh darah, dan hati.

Manfaat Daun Beluntas untuk Kesehatan

Di negeri-negeri Asia, tanaman beluntas sudah sejak dulu terkenal khasiatnya sebagai herbal. Cara mengolah daun beluntas untuk obat alami biasanya dengan direbus, diseduh, atau dijadikan salep. Untuk lebih jelasnya, berikut dijelaskan mengenai beberapa khasiat herbal beluntas bagi kesehatan.

Baca juga  Efektifkah Beluntas untuk Pengobatan Bau Badan

Mengobati Keputihan

Salah satu penyebab keputihan yang tidak normal adalah infeksi bakteri. Disinilah manfaat daun beluntas untuk keputihan karena dapat berfungsi sebagai anti-bakteri yang membantu membunuh bakteri penyebab keputihan tersebut.

Menghilangkan Bau Badan

Di balik aromanya yang khas, beluntas memiliki khasiat untuk menghilangkan bau badan, bahkan juga bau mulut. Kandungan senyawa bioaktifnya dapat bertindak sebagai anti-bakteri untuk melenyapkan bakteri-bakteri penyebab bau tak sedap di bagian-bagian tubuh kita.

Mengobati Diare

Salah satu penyebab diare adalah infeksi bakteri yang berasal dari makanan atau minuman. Seperti telah dijelaskan, kemampuan daun herbal ini sebagai anti-bakteri cocok dimanfaatkan untuk menghilangkan bakteri penyebab penyakit, termasuk pada kasus diare.

Penghalus Kulit

Salep dari daun beluntas yang sudah dihaluskan dapat dioleskan ke permukaan kulit untuk membantu menghaluskannya. Herbal ini juga dapat mempercepat penyembuhan luka di kulit, termasuk bekas luka jerawat dan bisul. Disinilah manfaat daun beluntas untuk wajah agar lebih halus dan bebas dari noda-noda bekas jerawat.

Menyembuhkan Luka

Jurnal “Wound healing activity of Pluchea indica leaf extract….” menjelaskan khasiat beluntas untuk mengobati luka. Pada jurnal itu disimpulkan bahwa ekstrak daun beluntas dapat meningkatkan migrasi sel-sel pada konsentrasi rendah dan meningkatkan stabilitas koloid, yang pada akhirnya mempercepat penyembuhan luka.

Mengobati Sakit Punggung

Sejak dulu herbal beluntas secara tradisional digunakan untuk mengobati sakit punggung. Kemampuannya ini dimungkinkan berkat aktivitas anti-inflamasi yang dihasilkan oleh kandungan-kandungan aktif herbal ini. Diketahui bahwa inflamasi pada bagian punggung dan tulang belakang dapat menimbulkan rasa sakit, jadi bila inflamasi bisa diatasi maka rasa sakit pun berkurang. Selain itu, beluntas juga punya kemampuan anti-nosiseptif yang artinya sanggup mengurangi rasa sakit.

Baca juga  Efektifkah Beluntas untuk Pengobatan Bau Badan

Sebagai Anti-Kanker

Artikel ilmiah “Crude aqueous extracts of Pluchea indica (L.) Less. inhibit proliferation and migration of cancer cells….” Menyebutkan bahwa ekstrak daun beluntas memiliki potensi yang cukup bagus untuk diteliti lebih lanjut sebagai agen anti-kanker baru.

Mengobati Diabetes

Artikel ilmiah “Identification of α-glucosidase inhibitors from the leaves of Pluchea indica (L.) Less….” mengungkapkan potensi khasiat daun beluntas untuk pengobatan dan pencegahan diabetes. Dianggap berpotensi karena kandungan aktif yang dimiliki herbal ini dapat menghasilkan aktivitas α-glucosidase inhibitors di dalam tubuh yang akan menurunkan kadar glukosa tinggi.

Ini hanyalah beberapa manfaat dari tanaman herbal ini. Beberapa orang juga menggunakan daun beluntas untuk kesuburan, mungkin karena mereka percaya dengan manfaat daun beluntas untuk rahim. Namun artikel ini tidak membahas dua manfaat tersebut karena belum ditemukan cukup bukti untuk itu.

Cara Mengolah Daun Beluntas

Di negeri-negeri Asia, cara mengonsumsi daun beluntas yang paling umum adalah dengan menjadikannya semacam teh herbal. Jika Anda berminat untuk mencoba mengonsumsi herbal ini, cobalah salah satu dari 2 cara mengolah daun beluntas berikut.

  • Direbus

    Untuk merebus, siapkan segenggam daun beluntas yang masih segar, cuci sampai bersih, lalu rebuslah bersama 1 – 1,5 gelas air selama minimal 30 menit. Kemudian saring dan minumlah ½ gelas air rebusan itu sebanyak 3 kali, disarankan setengah jam sebelum makan. Bila gejala-gejala dari masalah kesehatan yang ingin diatasi sudah hilang atau jika tidak ada perubahan setelah 3 hari, hentikan konsumsi herbal ini.

  • Diseduh

    Secara tradisional, ada dua jenis cara mengolah daun beluntas dengan teknik penyeduhan: panas dan dingin. Untuk penyeduhan panas, tuangkanlah air panas ke dalam segelas daun beluntas yang sudah dikeringkan. Lalu diamkan selama 15 – 30 menit dan minum selagi masih hangat. Untuk penyeduhan dingin, tuangkan air dingin ke segelas daun beluntas kering dan diamkan selama beberapa jam sebelum diminum.

Efek Daun Beluntas pada Tekanan Darah Tinggi

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, ada kemungkinan beluntas mengandung sodium dan klorida dalam kadar tinggi karena tumbuh di habitat asin dan basah. Oleh sebab itu, bagi para penderita darah tinggi dan penyakit jantung, ada baiknya hanya mengonsumsi herbal beluntas dalam jumlah terbatas. Karena dikhawatirkan kandungan natrium dan klorida dapat menimbulkan efek daun beluntas yang berbahaya pada tekanan darah.

Beluntas mengandung sejumlah senyawa bioaktif yang bermanfaat dan kandungan-kandungan bernutrisi lainnya. Jadi tak heran bila tanaman ini punya khasiat cukup baik untuk kesehatan kita. Namun bagi para penderita darah tinggi dan penyakit jantung disarankan agar tidak mengonsumsi herbal ini dalam jumlah berlebihan dan dalam waktu lama, karena ditakutkan akan ada efek negatifnya.

Demikianlah ulasan artikel tentang daun beluntas. Semoga kita semua jadi punya wawasan luas mengenai herbal-herbal bermanfaat yang ada di alam nusantara. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar herbal, pemanfaatan herbal, dan info serta tips kesehatan lain hanya di Deherba.com.

Cindy Wijaya

Penulis beragam artikel kesehatan berpengalaman. Senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Saat ini bekerja sebagai penulis dan editor untuk Deherba.com. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.


Artikel di-posting oleh Cindy Wijaya dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.