Makanan Penderita Pembesaran Prostat: Apa Saja Yang Dianjurkan & Yang Perlu Dipantang?


By Cindy Wijaya

Risiko pembesaran prostat atau benign prostatic hyperplasia (BPH) meningkat seiring bertambahnya usia. Pada usia 50, separuh pria akan menunjukkan tanda-tanda BPH. Namun melakukan beberapa penyesuaian gaya hidup, termasuk pola makan, dapat membantu Anda mengatasi gejala-gejala pembesaran prostat. Simaklah artikel ini yang membahas anjuran makanan penderita pembesaran prostat.

Poin Penting

  • Apa saja makanan yang bagus untuk pembesaran prostat?
  • Apa saja pantangan makanan untuk pembesaran prostat?
  • Apa tips praktis lain untuk penderita pembesaran prostat?

Apa Saja Makanan yang Bagus untuk Pembesaran Prostat?

Diduga bahwa pembesaran prostat dipicu oleh perubahan pada keseimbangan hormon-hormon seks yang terjadi seraya usia bertambah. Ada makanan dan minuman tertentu yang diketahui memengaruhi kesehatan prostat karena pengaruhnya pada hormon-hormon tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa pola makan yang kaya buah-buahan utuh, sayur-sayuran, dan lemak sehat dapat meningkatkan kesehatan prostat dan memperlambat pembesaran prostat. Berikut adalah beberapa contoh makanan yang bagus untuk pembesaran prostat menurut Medical News Today.

  • Ikan salmon: Salmon kaya akan lemak sehat yang mengandung asam lemak omega-3, yang bantu mencegah dan mengurangi peradangan dalam tubuh. Jenis ikan lainnya yang kaya omega-3 misalnya sarden, tuna, dan makarel.
  • Tomat: Tomat kaya akan likopen—antioksidan yang bermanfaat bagi sel-sel kelenjar prostat. Memasak tomat, misalnya menjadikannya saus tomat atau sup, membantu melepaskan likopen dan membuatnya lebih mudah tersedia bagi tubuh.
  • Buah beri-berian: Stroberi, bluebrry, raspberry, dan blackberry merupakan sumber antioksidan yang sangat baik, yang bantu menghilangkan radikal bebas dari tubuh. Radikal bebas adalah produk sampingan dari reaksi yang terjadi di dalam tubuh dan seiring waktu dapat menyebabkan kerusakan dan penyakit.
  • Brokoli: Brokoli dan sayuran kubis-kubisan lainnya, seperti pakcoy, kembang kol, selada air, dan kubis, mengandung zat bernama sulforaphane. Zat ini diduga dapat melawan sel-sel kanker dan meningkatkan kesehatan prostat.
  • Kacang-kacangan: Kacang-kacangan kaya akan mineral zink. Di prostat ada zink dalam jumlah tinggi, dan dianggap membantu menyeimbangkan testosteron dan DHT (dihydrotestosterone). Selain kacang-kacangan, kerang-kerangan dan polong-polongan juga tinggi kandungan zink.
  • Buah-buahan jeruk: Jeruk, lemon, jeruk nipis, dan limau gedang, semuanya kaya akan vitamin C, yang dapat membantu melindungi kelenjar prostat.
Makanan yang Bagus untuk Pembesaran Prostat
Photo by Estúdio Bloom on Unsplash

Di samping makanan penderita pembesaran prostat di atas, Healthline juga menyarankan beberapa makanan lain yaitu: alpukat, biji labu, kacang kedelai (kaya akan beta-stosterol); biji wijen (kaya akan zink); paprika (kaya vitamin C); dan tahu, tempe, edamame, susu kedelai (mengandung isoflavon bermanfaat).

Apa Saja Pantangan Makanan untuk Pembesaran Prostat?

Mengendalikan gejala-gejala BPH bukan hanya perlu mengonsumsi makanan yang bagus untuk pembesaran prostat, tapi juga harus menghindari beberapa jenis makanan yang berdampak buruk bagi prostat Anda. Berikut adalah beberapa contoh pantangan makanan untuk pembesaran prostat menurut Healthline.

  • Daging merah & daging olahan: Daging merah tinggi lemak jenuh dan meningkatkan peradangan. Daging olahan yang diproses dengan suhu tinggi dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Contoh daging merah & daging olahan yaitu daging sapi, daging kambing, daging babi, hot dog, sosis, dan ham. Batasilah konsumsi daging merah dan hindari konsumsi daging olahan.
  • Alkohol: Konsumsi alkohol dalam jumlah tinggi dapat berdampak buruk pada berbagai sistem tubuh, termasuk pada prostat. Penelitian menunjukkan bahwa hal itu juga memperbesar risiko kanker prostat.
  • Susu sapi & produk olahannya: Konsumsi produk susu dalam jumlah besar dapat meningkatkan risiko kanker prostat. Batasilah konsumsi susu dan produk olahannya. Setidaknya, pilihlah produk yang bebas lemak atau rendah lemak, karena lebih sehat bagi prostat Anda.
  • Makanan tinggi lemak jenuh: Lemak jenuh diduga berkaitan dengan risiko kanker prostat stadium lanjut. Mengurangi asupan lemak jenuh bermanfaat bagi prostat dan kesehatan secara keseluruhan. Lemak jenuh biasanya ada dalam: daging, produk susu, saus salad, kue dan camilan lain yang dipanggang.
Pantangan Makanan untuk Pembesaran Prostat
Photo by Leigh Patrick on Pixabay

Medical News Today juga memperingatkan untuk membatasi asupan garam (natrium). Asupan garam dalam jumlah tinggi dapat memperburuk gejala-gejala yang berhubungan dengan kandung kemih. Karena itulah pantangan makanan untuk pembesaran prostat juga mencakup menghindari makanan yang tinggi natrium seperti makanan kaleng, makanan beku, dan makanan instan.

Selain itu, batasi juga makanan atau minuman yang mengandung kafein. Karena kafein bersifat diuretik, yang artinya dapat meningkatkan berapa banyak, berapa sering, dan berapa mendesak keinginan Anda untuk buang air kecil.

Tips Praktis Lain untuk Penderita Pembesaran Prostat

Di samping mengikuti anjuran makanan penderita pembesaran prostat, ada penyesuaian gaya hidup lain yang bisa membantu mengendalikan gejala-gejala BPH Anda. Upayakanlah tips-tips berikut ini oleh Harvard Health Publishing.

  • Beberapa orang yang gampang gugup dan tegang menjadi lebih sering buang air kecil. Kurangilah stres dengan rutin olahraga dan lakukan kegiatan atau hobi yang membuat rileks.
  • Saat pergi ke kamar mandi, luangkan waktu untuk benar-benar mengosongkan kandung kemih sepenuhnya. Ini untuk mencegah Anda terlalu sering ke kamar mandi.
  • Bicarakan dengan dokter tentang semua obat resep dan obat bebas yang Anda pakai; beberapa mungkin berdampak pada prostat. Dokter mungkin bisa menyesuaikan dosis atau mengubah jadwal konsumsi obat-obatan itu, atau mungkin meresepkan obat pengganti yang tidak menimbulkan masalah pada prostat.
  • Hindari minum air mendekati waktu tidur, terutama minuman yang berkafein dan beralkohol. Kedua jenis minuman itu memengaruhi otot kandung kemih dan merangsang ginjal memproduksi urin, sehingga Anda jadi lebih beser di malam hari.
Makanan yang Dianjurkan Makanan yang Dipantang/Dibatasi
Ikan salmon, sarden, tuna, dan makarel Daging merah, daging olahan
Tomat Alkohol
Stroberi, blueberry, raspberry, blackberry Susu sapi & produk olahannya
Brokoli, pakcoy, kembang kol, selada air, kubis Makanan tinggi lemak jenuh seperti daging, produk susu, saus salad, kue, biskuit
Kacang-kacangan, kerang-kerangan, polong-polongan Makanan tinggi natrium seperti makanan kaleng, makanan beku, makanan instan
Jeruk, lemon, jeruk nipis, limau gedang Kafein seperti dalam kopi

Kesimpulan tentang Makanan Penderita Pembesaran Prostat

Apa saja makanan yang bagus untuk pembesaran prostat? Beberapa contohnya yaitu ikan salmon, tomat, buah beri-berian, brokoli dan sayuran kubis-kubisan lain, kacang-kacangan dan polong-polongan, buah-buahan jeruk, alpukat, biji wijen, dan tahu.

Apa saja pantangan makanan untuk pembesaran prostat? Beberapa yang perlu dihindari atau dibatasi yaitu: daging merah, daging olahan, alkohol, susu sapi dan produk olahannya, makanan tinggi lemak jenuh, makanan tinggi natrium, dan makanan/minuman tinggi kafein.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang anjuran makanan penderita pembesaran prostat. Semoga informasi ini dapat berguna bagi Anda dan keluarga. Temukan juga artikel-artikel menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Tentang Penulis

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di Bogor “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan. Silakan klik di sini untuk kontak penulis via WhatsApp.

Anda mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}