Leukoplakia: Penyebab Bercak Putih dalam Mulut


By Cindy Wijaya

Apa itu leukoplakia? Ini adalah nama penyakit yang menyerang bagian dalam mulut, termasuk lidah, bagian dalam pipi, dan gusi. Simak penjelasan selanjutnya mengenai penyakit leukoplakia di artikel ini.

Leukoplakia berwujud bercak berwarna putih atau abu-abu yang ada di gusi, bagian dalam pipi, bagian dasar mulut, dan kadang-kadang di lidah. Bercak ini tidak dapat dikelupas. Penyakit ini biasanya tidak berbahaya tetapi kadang-kadang juga bisa jadi serius.

Meskipun seringkali bercak leukoplakia tidak bersifat kanker, namun ada beberapa yang ternyata merupakan tanda awal kanker. Banyak kanker di bagian dasar mulut—di bawah lidah—muncul di sebelah area timbulnya leukoplakia. Karena alasan inilah, lebih baik Anda segera memeriksakan ke dokter gigi apabila terjadi perubahan aneh yang terus-menerus di dalam mulut.

Penyakit leukoplakia bisa dialami oleh siapapun dari segala usia, tetapi tampaknya ini lebih sering dialami oleh orang yang sudah tua.

Ada satu jenis leukoplakia yang disebut leukoplakia “berbulu”—hanya dialami oleh penderita infeksi HIV, AIDS, atau yang berkaitan dengan AIDS. Sesuai namanya, bercak putih yang muncul ditumbuhi bulu dan biasanya muncul di lidah.

Bercak tersebut mungkin menyerupai sariawan kandidiasis (infeksi yang disebabkan oleh jamur Candida) dan biasanya terjadi apabila sistem kekebalan tubuh sedang tidak bekerja dengan baik. Kandidiasis sendiri bisa jadi salah satu tanda-tanda awal dari infeksi virus HIV.

Apa Penyebab Leukoplakia?

Penyebab leukoplakia meliputi:

  • Iritasi akibat gigi yang kasar, tambalan gigi, atau gigi palsu yang tidak pas yang menggesek pipi atau gusi.
  • Merokok atau penggunaan tembakau dengan metode lainnya.
  • Paparan sinar matahari langsung ke bibir.
  • Kanker mulut (jarang terjadi).

Sedangkan untuk penyebab leukoplakia “berbulu” adalah akibat infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Sekali Anda terinfeksi EBV, virus akan tetap tinggal di tubuh sepanjang hidup Anda. Normalnya virus ini tidak aktif, namun ketika sistem kekebalan tubuh sedang lemah, virus EBV akan kembali aktif dan bisa menyebabkan leukoplakia “berbulu”.

Penderita HIV/AIDS adalah yang paling rentan menderita leukoplakia “berbulu” karena sistem kekebalan tubuhnya sangat lemah. Meskipun penggunaan obat antiretroviral telah mengurangi angka penderita leukoplakia “berbulu”, namun penyakit tersebut masih diderita oleh sejumlah pasien yang postif HIV dan bisa jadi gejala pertama dari infeksi HIV. Kemunculan bercak leukoplakia berbulu juga dapat menjadi petunjuk kegagalan pengobatan antiretroviral.

Yang Rentan Terkena Leukoplakia

Perokok aktif sangat rentan memiliki bercak leukoplakia di mulutnya sekaligus rentan terkena kanker mulut. Risiko ini semakin besar apabila dikombinasikan dengan kebiasaan minum minuman beralkohol.

Leukoplakia biasanya tidak menimbulkan masalah kesehatan yang serius. Meski begitu, Anda harus mewaspadai komplikasi penyakit ini, salah satunya ialah kanker mulut. Kanker mulut sering berkembang di area dekat bercak-bercak leukoplakia, dan bercak-bercak itu sendiri dapat berubah menjadi kanker. Risiko kanker mulut akan tetap ada bahkan setelah bercak leukoplakia dihilangkan.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}