Kurap: Tinea Capitis dan Barbae, Bagaimana Cara Mengobati dan Mencegahnya?

1047

Apa itu Tinea Capitis? Ini adalah penyakit kurap yang menyerang bagian kepala pengidapnya, jika kondisinya cukup parah dapat menyebabkan kebotakan permanen. Walaupun anak-anak dan remaja usia sekolah yang sering mengalaminya, hal ini juga tidak menutup kemungkinan bagi orang dewasa untuk mengalaminya juga. Sedangkan Tinea Barbae lebih sering dialami oleh pria, karena ini merupakan kurap yang muncul pada area janggut dan kumis.

Penyebab Tinea Capitis dan Barbae

Penyebab kurap kulit kepala sama seperti kurap di badan, yaitu jamur Trichophyton dan Microsporum. Pada kulit kepala, jamur biasanya menyerang lokasi ‘user-useran’ atau ‘pusar kepala’, dan bersifat menular. Kurap pada kulit kepala juga mengakibatkan peradangan serius yang dapat meninggalkan bekas luka di kepala, jika tidak segera diatasi dengan baik. Penyakit ini juga disebut sebagai Herpes Tonsurans.

Pada kurap janggut juga disebabkan oleh jamur Trichophyton mentagrophytes dan Trichophyton verrucosum. Penyebaran paling umum adalah dari hewan ternak kepada manusia seperti kuda, maka penyakit ini seringkali menimpa mereka yang bekerja di bidang peternakan atau pertanian.

Gejala Tinea Capitis dan Barbae

Penyakit kulit ini ditandai dengan munculnya sebuah atau banyak bercak pada kulit kepala, juga area tumbuhnya janggut yang disertai dengan rambut rontok atau patah, munculnya pola berupa titik-titik berwarna hitam, timbul peradangan dan bintil semacam bisul kecil, juga timbul kerak, serta gatal-gatal. Kulit yang terluka juga dapat menimbulkan rasa nyeri yang menyakitkan, sekilas tampak seperti ketombe biasa, namun jika serpihan kulit kepala tampak tebal bisa jadi itu kurap.

Penyakit kulit ini lebih banyak dialami oleh laki-laki daripada wanita. Penularan kurap kulit kepala berkaitan dengan kontak langsung ataupun tak langsung, contohnya menyentuh benda yang terkena jamur atau sisir yang sama dengan pasien. Komplikasi kurap dapat terjadi, ini ditandai dengan munculnya nanah pada kulit yang meradang, sehingga membentuk penebalan lapisan kulit yang disebut Kerion.

Pengobatan Tinea Capitis dan Barbae

Pengobatan dilakukan selama 6 minggu atau lebih dengan obat anti-jamur seperti; terbinafine (Lamisil) dan griseofulvin (Grifulvin V, Gris-Peg). Namun, konsumsi obat griseofulvin dapat menimbulkan efek samping berupa mual, haus, lelah, pusing, sensitif terhadap cahaya, reaksi alergi penisilin, bahkan pingsan. Begitu pula terbinafine yang dapat menimbulkan sakit perut, gatal, hilang rasa, dan gangguan fungsi hati (jarang terjadi).

Karena lokasinya dikepala maka Anda perlu berkeramas dengan sampo khusus yang didapatkan berdasarkan resep dokter. Sampo tersebut memiliki kandungan yang lebih keras daripada sampo biasa sehingga efektif mengatasi jamur penyebab kurap kepala.

Pencegahan Tinea Capitis dan Barbae

Hal ini dilakukan dengan menjaga kebersihan pribadi, rajin berkeramas dengan sampo yang mengandung 2% selenium sulfida (bila gejala sudah timbul), dan memerhatikan kebersihan barang-barang pribadi. Karena penyakit ini sering menimpa anak-anak, ada baiknya untuk memberikan informasi yang lengkap kepada mereka mengenai akibat dan penyebab dari kurap.

Kurap memang mengganggu dan dapat menghilangkan rasa percaya diri, namun ini dapat diatasi. Hanya saja dibutuhkan kesabaran karena proses pengobatannya yang cukup lama. Anda bisa saja menutupi luka dengan topi ataupun syal, namun sebaiknya tidak sering digunakan karena dapat memperparah keadaan Anda.