Konstipasi: Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

473

Diedit:

Konstipasi, jika dilihat dari bahasa awam biasa disebut juga dengan sembelit. Konstipasi ini adalah keadaan di mana frekuensi pergerakan usus besar berkurang dalam mengangkut kotoran (stool). Konstipasi sendiri adalah sebuah gejala dan bukanlah nama dari penyakit, Anda harus membedakannya.

Umumnya seseorang yang mengalami konstipasi akan merasakan tanda-tanda susah untuk buang air besar dan buang besar menjadi tak teratur. Perut penderita akan terasa melilit juga sakit. Apabila Anda mengalami konstipasi, frekuensi buang air besar juga akan meningkat sampai dengan 3 kali per minggu, bisa kurang. Sembelit atau konstipasi ini biasanya hanya sementara saja.

Apabila gaya hidup sudah benar, termasuk pola makan yang benar, makan makanan yang memiliki kandungan nutrisi dan serat yang mencukupi, maka masalah konstipasi hanya masa lalu saja. Mari baca selengkapnya.

Penyebab Terjadinya Konstipasi

Selain kekurangan serat, sebenarnya konstipasi juga diakibatkan karena berbagai faktor lain. Untuk detailnya, dapat Anda baca di bawah ini:

Kurang olahraga

Lifestyle yang menjadikan Anda kurang bergerak, bisa karena pekerjaan atau kebiasaan, itu akan memicu terjadinya konstipasi. Anda harus lakukan olahraga minimal untuk jangka waktu 30 menit per harinya. Tidak perlu olahraga yang berat, yang terpenting ada aktivitas fisik dan tidak hanya duduk atau tidur saja.

Diabetes

Diabetes yang tak terkontrol juga dapat mengakibatkan kerusakan saraf yang pada akhirnya akan berpengaruh ke kemampuan tubuh Anda untuk mencerna makanan. Yang berarti juga memicu terjadinya konstipasi.

Hipotiroid

Tak aktifnya kelenjar tiroid bisa memperlambat proses dari metabolik usus dan tubuh. Tak semua seseorang yang menderita hipotiroid akan terkena konstipasi tetapi umumnya dokter meminta pasien yang terkena konstipasi kronik untuk segera melakukan pengecekan kadar tiroid mereka.

Vitamin

Apabila pola makan kurang bagus. Pola makan dengan makanan rendah serat, tinggi lemak, contohnya telur, keju, ataupun daging, akan menjadikan proses pencernaan tubuh melambat. Oleh karena itu, ingatlah selalu untuk menjaga pola makan yang baik, konsumsilah makanan dan minuman yang memiliki kandungan serat cukup tinggi, contohnya buah dan sayuran. Jangan malas konsumsi buah dan sayur-sayuran.

Garam

Kadar garam yang kurang di tubuh juga bisa menjadi faktor penyebab terjadinya konstipasi. Biasanya kadar garam yang menjadi kurang ini disebabkan karena diare dan muntah.

Gejala-Gejala Konstipasi Menyerang

Apabila Anda hendak mengetahui jika Anda terkena konstipasi atau tidak adalah dengan melihat gejala yang timbul. Beberapa gejala terkena konstipasi adalah sebagai berikut:

  • Sulit buang air besar
  • Buang air besar menjadi lebih sedikit, di bawah 3x per minggu
  • Perasaan adanya penyumbatan di dubur
  • Perasaan tak selesai ketika sudah buang air besar
  • Tekanan di perut yang terasa menyiksa ketika terjadi pergerakan di usus

Herbal untuk Mengatasi Konstipasi

Resep pertama

Bahan-bahan yang dibutuhkan:

Daun wungu segar 7 lembar

Cara pembuatan:

  • Rebus daun memakai 2 gelas air, rebus hingga berkurang menjadi 1 gelas
  • Angkat rebusan dan saring

Pemakaian:

Anda bisa meminum air rebusan daun wungu tersebut.

*Sebelum direbus jangan lupa bersihkan terlebih dahulu daun wungunya

Resep kedua

Bahan-bahan yang dibutuhkan: air 2 gelas; daun ketepeng Cina segar dan muda 7 lembar

Cara pembuatan:

  • Bersihkan dan didihkan daun ketepeng Cina tersebut memakai 2 gelas air, didihkan hingga berkurang menjadi 1 gelas
  • Angkat kemudian saring

Pemakaian:

Anda bisa meminum air rebusan daun wungu tersebut.

Sekian artikel tentang penyebab, gejala, dan pengobatan konstipasi. Dengan mengetahui biang kerok yang bertanggung jawab atas terjadinya gangguan ini, Anda bisa tahu apa saja langkah yang perlu dibuat untuk mencegahnya.

Advertisement
Alinesia