Kisah Penderita Obesitas: Apakah Ada Gunanya Melawan Obesitas?

484
Google Image

Diedit:

Jika Anda sedang berjuang menghadapi obesitas, yakinlah bahwa Anda juga dapat melakukannya. Mengapa Anda dapat tetap percaya diri, karena pengalaman-pengalaman berikut ini menujukkan bahwa obesitas adalah suatu hal yang dapat diatasi. Memang pengalaman berikut diambil dari kebanyakan penduduk Eropa, namun Anda dapat mencobanya!

Ekim seorang pria Eropa berusia 46 tahun dengan tinggi 183 cm dan berat 130 kg, berbagi pengalamannya saat ia mengalami obesitas hingga 157 kg. Seluruh keluarganya mengalami kegemukan dan sejak kecil ia terbiasa untuk tidak menyisakan makanan yang ada di piringnya.

Pekerjaannya sebagai supir truk membuatnya jarang berolahraga, hingga satu waktu dokter memperingatkannya akan resiko timbulnya penyakit diabetes. Saat itu ia juga mengidap kolesterol tinggi dan membutuhkan obat-obatan untuk dapat stabil. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk mengatasinya dengan melakukan treadmill selama 30 menit yang dilakukan 3 kali dalam 1 minggu.

Ia selalu mencatat asupan makanan yang dikonsumsinya dan memberikan laporan tersebut kepada ahli gizi yang membantu jadwal dietnya. Makanan yang memicu penumpukan kalori seperi camilan, keripik kentang, ataupun makaroni keju panggang tidak lagi di makan. Sebagai gantinya ia memilih salad dari buah dan sayuran.

Hasilnya dalam waktu 15 bulan ia berhasil menurunkan berat badan sebesar 28 kg, selain itu ia juga tidak lagi bergantung pada obat-obat penurun kolesterol, menurunnya tekanan tinggi yang diderita, berkurangnya nyeri punggung yang sering dirasa, dan bahkan merasa lebih berenergi.

Hal tersebut dapat dicapai tidak hanya karena upaya keras dari Ekim sendiri, peranan sang istri dalam membatasi porsi makan dan juga mengingatkannya setiap kali ia tergoda benar-benar membantunya melawan obesitas.

Ada juga pengalaman Tamar, seorang wanita asal El Salvador dengan tinggi 165 cm dan berat 68 kg. Sebelumnya berat badan yang dimilikinya mencapai 83 kg, lalu ia berkonsultasi dengan dokter yang menyarankannya untuk bertemu dengan ahli gizi. Setelah ia menemui ahli gizi tersebut, beberapa perincian sehubungan dengan pembatasan porsi makan dan menu yang dapat disantap berhasil disusun.

Setiap satu minggu, lalu satu bulan ia harus melaporkan jadwal makannya dan melihat kemajuan yang telah dibuat. Sang dokter dan ahli gizi selalu menyemangatinya sehingga ia dapat menurunkan berat badan sebesar 12 kg hingga 15 kg. Seringkali godaan dari teman-teman memaksanya untuk makan lebih banyak, namun tekadnya tidak membuatnya tergoda.

Dari kedua pengalaman diatas, baik Anda memiliki gangguan kesehatan atau tidak, Anda tetap dapat melawan obesitas. Sebuah pepatah asing mengatakan ”Di mana ada kemauan, di situ ada jalan.” Ya, motivasi dan tekad yang disertai dengan tindakan akan membantu Anda mengatasi obesitas.

Baca juga:  Pengertian Obesitas: Apakah Anda Tergolong Obesitas?

Waspadalah, menurunkan berat badan bukan hanya soal penampilan semata, ini menyangkut kesejahteraan hidup Anda. Bukankah jauh lebih baik jika Anda mengurangi berat badan, ketimbang harus mengurangi usia? Gaya hidup yang sehat dan aktif akan menjadikan kehidupan Anda lebih bermakna dan sebagai bonusnya berupa penampilan yang lebih menarik.

Advertisement
Alinesia