Kekurangan Zat Besi Bisa Sangat Mengganggu Fungsi Tubuh Anda!


By Cindy Wijaya

Apakah Anda sering merasa sangat lelah? Apakah wajah Anda sering terlihat pucat? Apakah sering kehabisan napas padahal hanya menaiki anak tangga di rumah? Atau saat ini Anda mengalami kerontokan rambut yang parah ataupun kuku yang mudah sekali patah? Jika Anda mengalami kondisi-kondisi di atas, kemungkinan besar Anda mengalami gejala kekurangan Zat Besi.

Kebanyakan orang tidak pernah menyadari ketika tubuhnya tengah mengalami masalah kekurangan zat besi. Bahkan di negara maju seperti Amerika Serikat, masih ditemukan setidaknya 10% penduduk wanitanya mengalami kondisi kekurangan Zat Besi.

Di negara yang dikenal gemar menyantap hidangan berbahan daging saja masih memiliki jumlah relatif besar pengidap defisiensi zat besi, apalagi di Indonesia yang mayoritas penduduknya masih hidup dengan pola makan sederhana. Ditambah lagi, kebanyakan orang Indonesia cenderung kurang mengetahui manfaat dari zat besi.

Berdasarkan standar yang telah ditetapkan, nilai kebutuhan harian Zat Besi yang disarankan adalah 18 miligram (mg). Namun nilai harian tersebut tidaklah baku. Sebab nilai kebutuhan harian Zat Besi yang direkomendasikan oleh pakar kesehatan dan nutrisi bergantung pada usia dan jenis kelamin.

Secara umum, anak-anak kelompok usia 1-3 tahun membutuhkan 7 mg Zat Besi. Sedangkan anak-anak usia 4-8 tahun membutuhkan 10 mg Zat Besi. Pada laki-laki, kelompok usia 9-13 tahun membutuhkan 8 mg Zat Besi, kelompok usia 14-18 tahun membutuhkan 11 mg Zat Besi, dan kelompok usia 19 tahun ke atas membutuhkan 8 mg Zat Besi.

Berbeda lagi pada wanita, kelompok usia 9-13 tahun membutuhkan 8 mg Zat Besi, kelompok usia 14-18 tahun membutuhkan 15 mg Zat Besi, kelompok usia 19-50 tahun membutuhkan 18 mg Zat Besi, dan kelompok usia 51 tahun ke atas membutuhkan 8 mg Zat Besi.

Pada kondisi hamil, wanita membutuhkan Zat Besi lebih besar, yaitu 27 mg. Kebutuhan Zat Besi pada ibu hamil yang lebih tinggi ini disebabkan karena asupan Zat Besi sangat berdampak besar pada kondisi janin.

Lalu bagaimana bila suplai zat besi dalam tubuh tak mampu memenuhi target angka yang disarankan? Beberapa risiko memang bisa mengancam Anda. Salah satu yang paling kerap muncul adalah kasus anemia. Kasus anemia adalah salah satu kasus defisiensi mineral yang paling sering terjadi di dunia. Kasus ini tidak pandang bulu karena bisa menyerang semua jenis kelamin dan segala usia.

Anemia adalah sebuah kondisi dimana sel darah merah dalam tubuh tidak terproduksi dengan baik dan dalam kuantitas serta kualitas yang sesuai kebutuhan tubuh. Akibatnya, oksigen dari paru-paru tidak bisa tersampaikan dengan optimal ke seluruh tubuh. Begitu juga dengan nutrisi sari makanan yang telah diserap oleh pencernaan.

Sebagaimana dijelaskan dalam artikel sebelumnya mengenai manfaat zat besi, bahwa meski fungsi utama dari zat besi sangat sederhana, yakni hanya menjadi bagian dalam pembentukan sel darah merah dan menjadi faktor pengikat oksigen dalam tubuh, tetapi peran itu memiliki pengaruh sangat besar bagi seluruh tubuh.

Mereka dengan kondisi Anemia akan mengalami kesulitan dalam konsentrasi, masalah dengan daya tahan tubuh, sering mudah lelah dan lemas, sampai keluhan kulit pucat dan kerontokan rambut. Ini hanyalah gejala kecil dari kondisi anemia tingkat rendah.

Karena pada kondisi yang serius, kekurangan suplai oksigen pada otak akan menyebabkan anak mengalami perlambatan pertumbuhan kognitif, gangguan psikomotorik, hingga kesulitan untuk menjalankan proses belajar.

Selain itu, pada masa kehamilan, asupan Zat Besi yang rendah dapat meningkatkan risiko kelahiran prematur, serta risiko bayi lahir dengan berat badan rendah. Jika simpanan Zat Besi dalam tubuh seorang wanita hamil sangat rendah, maka akan menyebabkan gangguan perkembangan kognitif dan perilaku pada janin yang dikandungnya. Bayi bisa mengalami kelahiran cacat hanya karena masalah kekurangan zat besi.

Sementara pada orang dewasa, seseorang yang tidak mendapatkan asupan Zat Besi yang memadai di dalam makanannya sehari-hari akan memengaruhi efektifitas kinerja fungsi-fungsi tubuh dalam menghasilkan dan menggunakan energi.

Salah satu manfaat Zat Besi yang penting adalah berperan dalam membawa Oksigen dari organ paru-paru ke seluruh tubuh, termasuk ke otot dan otak. Kemudian menjadi elemen penting dalam sel-sel untuk mengikat oksigen di dalam sel. Sehingga kekurangan zat besi akan berpengaruh besar terhadap kecukupan oksigen dalam tubuh.

Beberapa orang akan mudah mengalami kehilangan kesadaran hanya karena tekanan fisik. Karena mereka dengan anemia memiliki toleransi sangat rendah terhadap stress dan tekanan fisik. Mereka tidak bisa lelah dan tertekan.

Rupanya zat besi juga memiliki peran dalam kinerja hormonal dan neurotransmiter. Zat besi memiliki peran dalam produksi dan sirkulasi hormon dopamin, serotonin dan norephineprin yang ketiganya membantu kestabilan antara emosi dan stress. Bahkan dalam kasus yang berat kekurangan zat besi bisa memicu depresi dan insomnia.

Meski efek dari kekurangan zat besi hanya menyebabkan seseorang mengalami anemia, tetapi ada banyak efek samping lain yang menyertai kasus anemia sehingga dapat mengganggu keseimbangan fungsi dan kinerja seluruh bagian tubuh.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda selanjutnya untuk mengetahui sumber-sumber makanan yang mengandung Zat Besi atau kaya dengan Zat Besi. Dan bila Anda masih mengalami keluhan-keluhan seperti di atas, sebaiknya Anda konsultasikan segera kondisi kesehatan Anda dengan dokter, mungkin Anda sedang mengalami kekurangan zat besi dan membutuhkan suplemen tambahan.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.