Kardiomiopati: Kondisi Otot Jantung Lemah


By Cindy Wijaya

Apa itu kardiomiopati? Kata “kardio” berarti jantung, dan kata “miopati” berarti otot yang rusak. Jantung Anda sebenarnya merupakan organ yang terdiri dari sekumpulan otot. Dan kardiomiopati mengartikan adanya kelainan di jantung, yakni otot jantung lemah.

Jantung adalah pusat dari sistem kardiovaskular. Sistem kardiovaskular Anda terdiri dari jantung dan pembuluh darah yang membawa darah ke seluruh tubuh. Jantung terletak di sebelah kiri bagian tengah dada. Ini adalah otot besar seukuran kepalan tangan dan bekerja sebagai pompa. Darah membawa nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan sel-sel Anda untuk jadi sumber energi. Darah juga membawa limbah buangan keluar dari tubuh.

Jantung Anda terdiri dari sistem pompa kanan dan pompa kiri. Sistem pompa kiri terdiri dari atrium kiri dan ventrikel kiri. Atrium kiri menerima darah yang mengandung oksigen dan yang berasal dari paru-paru. Setiap kali Anda menarik napas, paru-paru memindahkan oksigen ke dalam darah. Darah yang beroksigen kemudian mengalir dari atrium kiri ke ventrikel kiri. Ventrikel kiri mengirimkan darah yang mengandung oksigen keluar dari jantung untuk diedarkan ke seluruh tubuh.

Sistem pompa kanan jantung terdiri dari atrium kanan dan ventrikel kanan. Atrium kanan menerima darah terdeoksigenasi yang telah diedarkan ke seluruh tubuh dan tidak lagi mengandung banyak oksigen. Darah terdeoksigenasi bergerak dari atrium kanan ke ventrikel kanan. Ventrikel kanan mengirimkan darah ke paru-paru, tempat darah kembali menerima oksigen ketika Anda bernapas.

Apa Penyebab Otot Jantung Lemah?

Penyebab kondisi kardiomiopati bisa jadi bermacam-macam. Ini bisa jadi karena infeksi virus, serangan jantung, kecanduan alkohol, tekanan darah tinggi, kelainan struktur jantung, atau cacat jantung bawaan. Kekurangan gizi dan penyakit tertentu seperti lupus, penyakit celiac, dan penyakit ginjal stadium akhir dapat menyebabkan kardiomiopati.

Ada tiga tipe kardiomiopati: Kardiomiopati dilated, kardiomiopati hipertropik, dan kardiomiopati restriktif. Kardiomiopati dilated dicirikan dengan pembesaran dan buruknya fungsi ventrikel kiri. Pada kardiomiopati hipertropik, ukuran otot-otot jantung kanan dan kiri berbeda. Dan pada kardiomiopati restriktif, tidak ada rileks untuk otot jantung diantara setiap detak jantung dan otot jantung tidak sanggup mengisi darah yang cukup.

Apakah Saya Berisiko Memiliki Jantung Lemah?

Kardiomiopati terjadi karena beragam alasan. Orang yang memiliki riwayat serangan jantung, tekanan darang tinggi yang parah, atau kecanduan alkohol memiliki risiko tinggi memiliki kondisi otot jantung lemah. Kardiomiopati bisa juga diwariskan dari orang tua.  Penyakit dan gangguan kesehatan lain yang turut memperbesar risiko jantung lemah ialah infeksi, kekurangan gizi, lupus sistemik eritematosus, penyakit celiac, dan penyakit ginjal stadium akhir.

Kondisi otot jantung lemah merupakan kondisi jangka panjang yang bisa memburuk dengan sangat cepat. Bila dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini bahkan bisa mengakibatkan kematian. Jadi, sudah seharusnya memeriksakan diri ke dokter jika mengetahui adanya kelainan pada jantung Anda.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}