Inilah Manfaat Jahe bagi Kesehatan Tubuh Anda!


By Cindy Wijaya

Beraroma khas dan terasa pedas hangat di tenggorokan—inilah yang menjadikan jahe sebagai bumbu penyedap andalan dalam beragam masakan Asia, termasuk Indonesia. Di berbagai belahan dunia pun, popularitas jahe cukup bagus. Salah satunya karena manfaat jahe bagi kesehatan.

Jahe tumbuh sebagai akar dan merupakan rempah yang dapat dikonsumsi sebagai minuman atau dicampurkan dalam masakan untuk menambah cita rasa pedas. Selama lebih dari 2000 tahun, pengobatan tradisional Tiongkok telah merekomendasikan penggunaan jahe untuk membantu menyembuhkan dan mencegah berbagai masalah kesehatan.

Manfaat Jahe bagi Kesehatan

Inilah beberapa manfaat jahe bagi kesehatan yang mungkin belum Anda ketahui.

  • Menghangatkan tubuh. Ini adalah manfaat jahe yang paling terkenal. Di Indonesia, banyak orang yang langsung teringat akan wedang jahe di kala cuaca sedang dingin.
  • Membantu menstabilkan peredaran darah. Jahe mengandung kromium, magnesium, dan zink yang bisa membantu melancarkan peredaran darah, serta membantu mencegah demam, meriang, dan keringat berlebihan.
  • Menyembuhkan mabuk perjalanan. Jahe diketahui sanggup menghilangkan mual yang diakibatkan guncangan-guncangan, seperti saat perjalanan menggunakan kapal. Meski belum diketahui alasan dibalik manfaat jahe ini, namun studi yang melibatkan para taruna angkatan laut memperlihatkan bahwa mereka yang mengonsumsi bubuk jahe mengalami lebih sedikit mabuk laut.
  • Mencegah pilek dan flu. Jahe telah lama digunakan sebagai obat alami untuk menyembuhkan pilek maupun flu. University of Maryland Medical Center menyatakan untuk mengobati gejala pilek dan flu, campurkan 2 sendok makan parutan jahe segar ke dalam air panas dan diminum 2-3 kali sehari.
  • Meredakan sakit perut. Jahe sangat ideal dalam membantu proses pencernaan, penyerapan makanan, serta mencegah terjadinya sakit perut. Jahe dapat mengurangi peradangan pada sistem pencernaan dengan cara yang mirip seperti obat aspirin dan ibuprofen.
  • Membantu pencegahan kanker usus besar. Suatu penelitian di University of Minnesota menemukan bahwa jahe dapat memperlambat pertumbuhan sel-sel kanker usus besar.
  • Mengurangi nyeri dan memar. Jahe mengandung sejumlah zat anti-inflamasi yang ampuh sebagai obat penghilang rasa sakit alami.
  • Mengatasi gangguan pernapasan yang umum. Apabila Anda mengalami gangguan pernapasan ringan, misalnya batuk, cobalah atasi dengan mengonsumsi jahe. Manfaat jahe sebagai ekspektoran alami untuk mengembangkan paru-paru dan mengendurkan dahak dapat membantu mengeluarkan dan menghilangkan lendir di paru-paru.
  • Menguatkan kekebalan tubuh. Jahe membantu meningkatkan imunitas tubuh serta menghambat penimbunan lemak di pembuluh arteri. Jahe juga dapat mengurangi infeksi bakteri di perut dan mengatasi iritasi di tenggorokan.

Jahe dapat dikonsumsi dalam banyak cara, misalnya diiris, dicincang, atau diambil sarinya saja. Bukan cuma memiliki beragam manfaat kesehatan, tetapi jahe juga dapat menambah cita rasa dan menghilangkan bau amis suatu masakan. Dengan banyaknya manfaat jahe, tentu Anda tidak perlu lagi ragu untuk rutin mengonsumsinya.

Efek Samping dari Penggunaan Jahe

Jahe kemungkinan aman bagi kebanyakan orang. Akan tetapi, beberapa orang mungkin akan merasakan efek samping ringan, seperti mulas, diare, dan sakit perut biasa. Ada juga yang mengalami perdarahan menstruasi lebih banyak apabila mengonsumsi jahe. Dan jika dioleskan ke kulit, jahe bisa menimbulkan iritasi kulit.

Kehamilan: Mengonsumsi jahe selama masa kehamilan tidak dianjurkan. Ada kekhawatiran bahwa jahe memengaruhi hormon seksual dari janin. Ada juga laporan keguguran usia kehamilan 12 minggu pada ibu hamil yang rutin mengonsumsi jahe untuk mengobati mual di pagi hari. Meski begitu, risiko kelainan pada perkembangan janin tampaknya tergolong rendah, sekitar 1%-3%. Adapun kekhawatiran jahe dapat meningkatkan risiko perdarahan sehingga para ahli menyarankan agar tidak dikonsumsi mendekati waktu melahirkan.

Masa Menyusui: Tidak cukup banyak diketahui mengenai efek samping penggunaan jahe selama menyusui. Ada baiknya berkonsultasi kepada dokter sebelum memutuskan mengonsumsi jahe.

Diabetes: Jahe dapat menurunkan kadar gula darah, jadi kemungkinan Anda harus menyesuaikan dosis atau jenis obat-obatan yang diresepkan dengan berkonsultasi dengan dokter.

Gangguan Jantung: Jahe dalam dosis tinggi dapat memperburuk beberapa masalah jantung.

Dibalik semua dugaan efek samping jahe, yang jelas manfaat jahe bagi kesehatan tidak diragukan lagi. Bahkan jahe sudah dimanfaatkan dari sejak dahulu kala di Asia sebagai obat tradisional. Dan hingga kini, jahe tetap jadi primadona sebagai obat alami sekaligus bumbu dapur.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}