• Home
  • Blog
  • Jahe
  • Hebatnya Manfaat Jahe sebagai Obat Radang Sendi Artritis

Hebatnya Manfaat Jahe sebagai Obat Radang Sendi Artritis


By Cindy Wijaya

Jahe disebut-sebut sebagai tanaman herbal multi-khasiat. Bagian akarnya sering digunakan untuk memasak, karena cita rasanya yang tajam dan unik membuat banyak masakan terasa semakin lezat. Selain itu, manfaat jahe telah lama dikenal dalam dunia pengobatan bahkan sejak berabad-abad lalu.

Jahe memiliki kandungan-kandungan yang berkhasiat sebagai anti-inflamasi, antioksidan, dan antikanker. Oleh sebab itu, tanaman herbal ini diyakini sanggup meningkatkan kekebalan tubuh Anda secara keseluruhan.

Bagi para penderita artritis (radang sendi), khususnya yang dimanfaatkan dari jahe adalah kemampuan anti-inflamasinya. Jahe mempunyai senyawa anti-inflamasi yang bekerja dengan cara yang sama seperti obat penghambat COX-2. Obat ini biasa digunakan untuk mengobati rasa sakit dan peradangan.

Bagaimana manfaat jahe digunakan sebagai obat artritis? Dan apakah ada efek samping yang harus dikhawatirkan dari penggunaannya? Simak jawaban dari kedua pertanyaan ini dengan membaca bagian-bagian berikut.

Apa Kata Penelitian tentang Penggunaan Jahe untuk Obat Radang Sendi?

Sampai sekarang masih ada perbedaan pendapat mengenai manfaat jahe sebagai obat radang sendi. Karena itu masih dibutuhkan lebih banyak penelitian kegunaan jahe yang khususnya ditujukan bagi manusia. Akan tetapi kita bisa menarik beberapa kesimpulan dari sejumlah penelitian yang sudah ada.

Penelitian di tahun 2000 mendapati bahwa ekstrak jahe sama efektifnya dengan obat ibuprofen dalam penggunaannya untuk pertolongan pertolongan pertama. Kemudian para periset di tahun 2016 mendapati bahwa suplemen jahe dan echinacea manjur untuk mengurangi peradangan serta nyeri setelah operasi lutut.

Pada tahun 2001 ada sebuah studi ilmiah yang menunjukkan bahwa esktrak jahe dalam dosis sangat tinggi efektif mengobati pasien osteoartritis pada lutut. Sebelum memulai studi ini, para pasien yang terlibat mengaku merasakan sakit sedang – parah di lutut mereka. Setelah mengonsumsi ekstrak jahe rasa sakit di lutut saat berdiri dan setelah berjalan menjadi berkurang. Dan secara keseluruhan, efek samping yang terutama dirasakan hanyalah sebatas ketidaknyamanan di perut.

Hasil dari sebuah studi ilmiah tahun 2002 menggunaan hewan percobaan (tikus) memperlihatkan khasiat jahe untuk meredakan nyeri sendi akibat artritis rematoid.

Di tahun 2010 terdapat sebuah riset mengungkapkan manfaat jahe yang bagus untuk meringankan nyeri otot akibat cedera olahraga. Para partisipan diminta mengonsumsi 2 gram jahe mentah atau yang sudah dipanaskan, dan mereka mengalami pengurangan pada rasa nyeri dan peradangan.

Selain mengonsumsi lewat mulut, mengoleskan krim atau salep yang mengandung jahe langsung ke area tubuh yang mengalami artritis juga dapat membantu. Berdasarkan hasil penelitian tahun 2015, ekstrak jahe yang dioleskan di lutut diketahui mampu meringankan osteoartritis pada area tersebut. Para partisipan dari penelitian itu mengoleskan ekstrak jahe 3 kali sehari selama 12 minggu, dan rasa sakit serta keluhan-keluhan lain yang mereka rasakan berkurang secara bertahap.

Adakah Manfaat Jahe Selain sebagai Obat Radang Sendi?

Seperti sudah disebutkan di awal artikel, khasiat jahe tidak hanya terbatas untuk digunakan sebagai obat artritis. Kandungan-kandungan dalam jahe memiliki kemampuan anti-inflamasi, antioksidan, dan antikanker.

Sebagai contoh, Anda akan dibantu mengatasi pilek jika rutin minum teh jahe. Para periset di tahun 2016 melakukan percobaan dengan memberikan suplemen jahe kepada ikan-ikan selama 60 hari. Mereka melihat bahwa para ikan menjadi lebih tahan terhadap serangan infeksi. Ikan-ikan itu juga mengalami peningkatan tingkat pertumbuhan serta kekebalan tubuh secara keseluruhan.

Manfaat jahe yang lain adalah meredakan mual, muntah-muntah, dan masalah perut lainnya. Para peneliti di tahun 2017 mendapati bahwa herbal ini efektif mengurangi tingkat keseringan juga keparahan keluhan muntah-muntah setelah operasi katarak. Khasiat jahe paling maksimal jika dikonsumsi dalam dosis 500 miligram sebanyak dua kali sebelum operasi.

Kemudian sebuah ulasan di tahun 2014 yang menganalisis berbagai penelitian ilmiah menyimpulkan bahwa jahe memang memiliki potensi penyembuhan yang sangat menjanjikan. Penelitian-penelitian yang diulas memperlihatkan bahwa jahe dapat membantu mencegah, melawan, atau mengatasi: kanker, tumor, infeksi bakteri, migrain, diabetes, juga sakit maag.

Dari sejumlah penelitian selama beberapa tahun belakangan didapati bahwa jahe memang memiliki cukup banyak manfaat penyembuhan. Selain sebagai obat artritis, herbal ini juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi infeksi, masalah perut, bahkan mencegah kanker. Tak heran jika banyak penderita artritis tertarik menggunakan jahe bukan hanya untuk keluhan radang sendi mereka, tetapi juga demi mendapat manfaat kesehatan lainnya.

Bagaimana Cara Konsumsi Jahe untuk Mengurangi Radang dan Nyeri Sendi?

Cara penggunaan jahe bergantung pada kebutuhan masing-masing orang. Anda bisa menemukan jahe dalam bentuk krim, salep, minyak esensial, kapsul, atau teh. Apa pun bentuk jahe yang Anda pilih, disarankan untuk memilih yang berkualitas tinggi yang menggunakan bahan jahe organik. Hindarilah produk-produk yang mengandung zat-zat aditif.

Jika ingin mengonsumsi suplemen, pastikan Anda sudah makan sebelumnya. Minum suplemen jahe dengan perut kosong bisa menyebabkan sakit perut atau masalah perut lainnya. Anda juga bisa mengubah jahe menjadi teh atau memasukkannya sebagai bahan-bahan masakan untuk meningkatkan asupan jahe setiap hari.

Dosis Jahe untuk Obat Artritis

Dosis aman konsumsi jahe adalah 2 gram jahe setiap hari. Jahe bisa dikonsumsi dalam bentuk ekstrak bubuk atau kapsul suplemen. Anda juga bisa minum maksimal 4 cangkir teh jahe setiap hari. Mengonsumsi melebihi dosis aman bisa menyebabkan sakit perut atau iritasi pencernaan lainnya. Jika menggunakan salep, krim, atau minyak esensial jahe, ikuti petunjuk dosis pada kemasannya.

Adakah Efek Samping dan Bahaya dari Penggunaan Jahe?

Walaupun jahe umumnya aman dikonsumsi, tetapi ada beberapa orang yang mungkin akan merasakan efek samping ringan setelah mengonsumsinya. Efek samping tersebut antara lain: kembung, gas berlebihan, heartburn, dan mual. Masalah-masalah seperti itu juga mungkin akan dirasakan apabila Anda mengonsumsi melebihi dosis yang disarankan.

Hal lain yang perlu diingat sebelum mulai memanfaatkan jahe sebagai obat radang sendi adalah memastikan apakah Anda: mengidap diabetes, sedang mengonsumsi obat pengencer darah atau obat darah tinggi, mengidap penyakit kelainan darah, sedang hamil, memiliki berat badan yang kurang, memiliki batu empedu. Konsultasikan dulu dengan dokter jika memiliki salah satu dari hal-hal tersebut.

Jika Anda ingin menggunakan krim atau salep yang mengandung jahe, sebaiknya pastikan dulu Anda tidak punya alergi. Coba oleskan sedikit ke bagian bawah lengan dan tunggu sampai 24 jam berikutnya. Kalau tidak ada reaksi iritasi atau peradangan di kulit, itu berarti Anda tidak alergi.

Jika Anda ingin menggunakan minyak esensial jahe, sebaiknya campurkan dulu dengan jenis minyak lain sebelum mengoleskannya ke kulit. Lakukan juga tes alergi seperti di atas sebelum mengoleskannya dalam jumlah banyak.

Pastikan Anda selalu membaca informasi yang tertera di kemasan produk herbal jahe mengenai efek samping yang mungkin ditimbulkan dan bagaimana cara konsumsi yang benar.

Bagi banyak orang, jahe merupakan herbal yang sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai obat artritis alami. Memang tidak cukup efektif jika diandalkan untuk pilihan utama pengobatan artritis. Tetapi setidaknya manfaat jahe akan membantu mengurangi berbagai keluhan radang sendi menyakitkan yang ditimbulkannya.

Dan sebelum mengonsumsi herbal jahe secara rutin, ada baiknya Anda konsultasi dulu dengan dokter. Dokter akan membantu memastikan apakah jahe aman untuk Anda konsumi dan apakah herbal ini bisa mengganggu kinerja obat yang mungkin sedang Anda konsumsi.

Setelah menambahkan jahe ke dalam rutinitas pengobatan artritis, perhatikanlah bagaimana respon dari tubuh. Anda mungkin perlu membuat catatan setiap hari tentang reaksi-reaksi tubuh setelah mengonsumsi jahe. Catatan ini dapat membantu menilai apakah ada perubahan positif atau efek samping yang dirasakan. Jika efek samping semakin tidak terkendali, sebaiknya hentikan konsumsi dan konsultasi lagi dengan dokter.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}