Impetigo: Penyakit Kulit yang Menular

515
portablepartygardens.com

Diedit:

Impetigo adalah infeksi kulit yang sangat menular, penyakit ini terutama menyerang bayi dan anak-anak. Infeksi yang diawali dengan masuknya bakteri menembus kulit melalui luka sayat, luka gores, atau gigitan serangga, dan biasanya terjadi di area wajah. Impetigo juga dapat muncul pada kulit yang sehat, walau kecil kemungkinannya.

Infeksi impetigo biasanya ditandai dengan luka berwarna merah pada wajah, terutama di sekitar hidung dan mulut. Luka ini cepat melepuh dan mengeluarkan cairan selama beberapa hari. Kemudian luka berubah menjadi kerak berwarna cokelat kekuningan.

Meski lebih sering terjadi pada anak kecil, orang dewasa pun juga bisa terkena. Sebagian besar impetigo pada orang dewasa dikarenakan komplikasi masalah kulit, seperti dermatitis.

Impetigo adalah penyakit menular, maka penyebabnya pun seringkali dikarenakan penularan melalui kontak luka, bisa juga melalui pakaian, selimut, handuk, atau mainan anak.

Selain luka berwarna merah, ada beberapa tanda dan gejala lain dari infeksi kulit ini. Beberapa di antaranya adalah gatal-gatal, luka nyeri bernanah, dan luka yang berubah jadi borok.

Bentuk impetigo bermacam-macam, salah satunya adalah bullous impetigo. Bentuk bullous impetigo seperti luka melepuh yang besar dan muncul di bagian leher, ketiak, atau area sekitar popok bayi.

Ada juga ecthyma—bentuk impetigo yang lebih serius, muncul di bagian yang kulit yang lebih dalam. Karenanya, luka melepuh atau luka bernanah yang ditimbulkan oleh ecthyma pun lebih terasa sakit.

Faktor Pemicu Impetigo

  • Usia. Walaupun semua kelompok usia dapat terkena impetigo, tapi anak-anak berusia antara 2-6 tahun yang paling riskan. Kaum lansia pun beresiko menderita impetigo yang lebih serius (ecthyma)
  • Area umum. Impetigo dengan mudah menyebar di sekolah dan tempat penitipan anak.
  • Udara hangat dan lembab. Serangan infeksi impetigo lebih umum terjadi pada musim panas atau musim kemarau.
  • Jenis olahraga tertentu. Olahraga yang memungkinkan kontak antar kulit, seperti sepak bola atau gulat, juga lebih beresiko menularkan penyakit kulit ini.
  • Luka yang terbuka. Bakteri penyebab impetigo dapat dengan mudah masuk melalui luka kecil di kulit, seperti luka akibat gigitan serangga atau ruam.
  • Jenis penyakit tertentu. Penderita diabetes atau gangguan sistem kekebalan tubuh beresiko terserang echtyma.

Pada umumnya impetigo tidak berbahaya, namun berbagai komplikasi bisa saja terjadi. Contohnya:

Baca juga:  Impetigo: Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya

Bekas luka. Borok yang disebabkan ecthyma (bentuk impetigo yang lebih serius) meninggalkan bekas luka.

Selulitis. Infeksi impetigo yang parah akan memengaruhi jaringan di bawah kulit, dan dapat menjalar ke kelenjar getah bening serta ke dalam aliran darah. Jika tidak segera diobati, selulitis akan timbul dan bisa jadi berbahaya.

Gangguan ginjal. Ada jenis bakteri penyebab impetigo yang juga berpotensi merusak ginjal.

Kebersihan kulit yang baik sangat penting untuk mencegah impetigo dan membatasi penyebarannya. Luka sekecil apapun sebaiknya segera diobati dan dicuci bersih agar infeksi tidak terjadi.