Ibuprofen: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan


By Cindy Wijaya

Ibuprofen adalah obat yang termasuk dalam jenis obat anti-inflamasi yang disebut NSAID. Obat NSAID bekerja dengan cara mengurangi hormon yang menyebabkan inflamasi (peradangan) dan rasa sakit pada tubuh.

Obat ibuprofen digunakan untuk mengatasi demam dan meringankan rasa sakit atau inflamasi yang disebabkan oleh banyak hal seperti sakit kepala, sakit gigi, sakit punggung, artritis, kram menstruasi, dan cedera ringan.

Ibuprofen hanya boleh digunakan untuk orang dewasa dan anak-anak yang berusia di atas 6 tahun. Obat ini biasanya tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, obat kunyah, cairan, dan bubuk.

Aturan Pakai Ibuprofen

Sebelum menggunakannya, ada sejumlah aturan pakai ibuprofen yang perlu untuk Anda ketahui. Anda sebaiknya tidak menggunakan obat ini bila punya riwayat alergi terhadap ibuprofen, atau bila Anda pernah mengalami serangan asma atau reaksi alergi parah setelah mengonsumsi obat aspirin atau jenis NSAID lainnya.

Tanyakanlah dulu kepada dokter yang menangani apakah aman bagi Anda mengonsumsi obat ibuprofen apabila Anda memiliki:

  • Penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, atau jika Anda seorang perokok
  • Punya riwayat serangan jantung, stroke, atau pembekuan darah
  • Punya riwayat sakit maag atau perdarahan lambung
  • Asma
  • Penyakit hati/liver atau ginjal
  • Penumpukan cairan dalam tubuh
  • Penyakit pada jaringan ikat seperti sindrom Marfan, sindrom Sjogren, atau lupus

Mengonsumsi ibuprofen selama 3 bulan usia kehamilan diketahui dapat membahayakan janin. Karena itu jika sedang hamil, Anda tidak boleh mengonsumsi obat ini tanpa terlebih dulu konsultasi dengan dokter. Dan sebaiknya konsultasikan juga apabila Anda sedang menyusui bayi.

Lalu bagaimana cara mengonsumsi obat ibuprofen? Gunakan obat ini sesuai petunjuk dosis aman ibuprofen di label pada kemasan obat, atau sesuai dengan resep dokter. Jangan melebihi dosis aman ibuprofen atau melebihi jangka waktu penggunaan yang direkomendasikan. Gunakanlah dosis terendah yang efektif untuk menangani keluhan Anda.

Kelebihan dosis ibuprofen dapat melukai lambung dan usus Anda. Jumlah maksimum dosis aman ibuprofen untuk orang dewasa adalah 800 mg per dosis atau 3200 mg per hari (maksimum 4 dosis setiap hari). Gunakanlah dalam jumlah terkecil yang diperlukan untuk meringankan rasa sakit, pembengkakan, atau demam yang dialami.

Dosis ibuprofen bagi anak-anak harus disesuaikan dengan usia dan berat badan anak. Anda harus dengan cermat mengikuti petunjuk dosis yang tersedia dalam kemasan obat sesuai dengan usia dan berat badan anak Anda. Jika ada yang kurang jelas mengenai petunjuk obat tersebut, tanyakanlah kepada dokter atau apoteker.

Baca Juga:  Meloxicam: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan

Disarankan untuk meminum obat ibuprofen setelah makan atau setelah minum susu guna mengurangi efek sakit perut akibat reaksi obat.

Jika obat berbentuk cairan, kocoklah terlebih dahulu sebelum menakar dosisnya. Takarlah obat cair menggunakan sendok atau cup atau semprit khusus untuk menakar obat. Jika Anda tidak memiliki alat penakar, mintalah kepada apoteker. Sedangkan ibuprofen berbentuk obat kunyah harus dikunyah terlebih dulu sebelum ditelan.

Apabila Anda menggunakan obat ini dalam jangka panjang, Anda mungkin membutuhkan pemeriksaan medis secara berkala.

Simpanlah obat ibuprofen dalam ruangan bersuhu sedang, jauh dari kelembapan dan panas. Jangan simpan obat ibuprofen cair dalam freezer.

Bacalah seluruh informasi pada lembar petunjuk mengenai aturan pakai ibuprofen yang disediakan dalam kemasan obat. Jika ada yang kurang jelas, tanyakanlah kepada dokter atau apoteker.

Efek Samping Ibuprofen

Carilah pertolongan medis apabila Anda mengalami tanda-tanda reaksi alergi terhadap ibuprofen: bersin-bersin, pilek atau hidung tersumbat, bengek dan kesulitan bernapas, gatal-gatal, pembengkakan pada wajah, bibir, lidah, atau tenggorokan.

Carilah pertolongan medis segera jika Anda mengalami gejala serangan jantung atau stroke setelah mengonsumsi ibuprofen: nyeri dada yang menjalar ke rahang atau bau, mati rasa tiba-tiba atau kelemahan pada satu sisi tubuh, bicara jadi cadel, dan merasa sesak napas.

Berhentilah mengonsumsi obat ini dan hubungi dokter saat itu juga apabila Anda mengalami efek samping ibuprofen berikut:

  • Perubahan pada penglihatan Anda
  • Sesak napas (bahkan saat bernapas dengan perlahan)
  • Pembengkakan atau berat badan bertambah dengan cepat
  • Tanda-tanda awal adanya ruam kulit, tidak soal seberapa ringan itu
  • Tanda-tanda perdarahan lambung—BAB berdarah atau berwarna kehitaman, batuk berdarah atau muntah yang terlihat seperti bubuk kopi
  • Masalah hati/liver—mual, nyeri perut bagian atas, gatal, perasaan lelah, gejala seperti flu, kehilangan selera makan, urin berwarna gelap, BAB berwarna seperti tanah liat, serta mata atau kulit yang menguning
  • Masalah ginjal—sedikit atau sama sekali tidak buang air kecil, nyeri atau sulit saat buang air kecil, bengkak pada kaki atau pergelangan kaki, merasa lelah atau sesak napas
  • Jumlah sel darah merah terlalu sedikit (anemia)—kulit pucat, merasa pusing atau sesak napas, detak jantung cepat, kesulitan berkonsentrasi
  • Reaksi kulit yang parah—demam, sakit tenggorokan, pembengkakan di wajah atau lidah, mata terasa terbakar, sakit kulit diikuti dengan ruam kulit merah atau ungu yang menyebar (terutama di wajah atau tubuh bagian atas) dan menyebabkan kulit melepuh serta mengelupas
Baca Juga:  Piroxicam: Manfaat, Dosis Aman, dan Efek Sampingnya bagi Kesehatan

Akan tetapi efek samping berat diatas jarang terjadi. Sebagian besar pengguna hanya akan mengalami efek samping ibuprofen yang ringan, antara lain:

  • Sakit perut, sedikit mulas, mual, muntah
  • Kembung, gas, diare, sembelit
  • Pusing, sakit kepala, gugup
  • Gatal ringan atau ruam kulit
  • Telinga berdenging

Selain itu, obat ibuprofen juga dapat menyebabkan perdarahan fatal pada lambung atau usus, khususnya apabila dikonsumsi oleh pengguna lanjut usia dan tidak mengikuti petunjuk dosis dengan benar.

Alternatif Herbal untuk Ibuprofen

Salah satu alternatif yang direkomendasikan untuk menggantikan obat ibuprofen untuk meringankan rasa sakit adalah herbal Noni juice. Noni juice dibuat dari sari buah Noni—buah yang memiliki sebutan “The Painkiller Tree” atau tanaman pereda rasa sakit.

Kemampuan Noni juice dalam meredakan rasa sakit tidak kalah efektif dengan kemampuan obat medis, sehingga herbal ini sangat baik jika dimanfaatkan untuk mempercepat proses pemulihan setelah operasi.

Bukan hanya sampai di situ kemampuannya, Noni juga sanggup menstimulasi hormon yang sangat penting, yakni seratonin. Seratonin memengaruhi suasana hati, emosi, dan tidur. Singkatnya serotonin ini dapat membuat tubuh menjadi lebih rileks sehingga menekan rasa sakit yang sedang dialami.

Selain itu, Noni juice memiliki sifat anti-inflamasi sehingga sangat cocok sebagai alternatif herbal untuk obat anti-inflamasi seperti ibuprofen. Kandungan scopoletin dan flavonoid di dalam Noni juice merupakan kandungan zat anti-inflamasi yang ampuh. Ini tentu akan membantu Anda meringankan rasa sakit akibat sakit kepala, sakit gigi, sakit punggung, artritis, kram menstruasi, dan cedera ringan.

Jika ingin mengetahui lebih lanjut mengenai fungsi dan khasiat Noni juice, silakan kunjungi halaman artikel: Noni Juice—Herbal Teruji Taklukan Berbagai Penyakit Berat!

Demikianlah ulasan artikel ini mengenai manfaat, dosis aman, dan efek samping penggunaan obat ibuprofen. Anda harus benar-benar mengikuti dengan cermat petunjuk pemakaian obat ini agar tidak mengalami efek samping yang tidak perlu.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}