Hati-hati! Alkohol Terbukti Menyebabkan 7 Kanker Ini


By Cindy Wijaya

Selama ini kita memang sudah sepakat mengenai bahaya alkohol. Meski sejumlah pakar medis mengatakan adanya kadar moderat untuk alkohol yang memungkinkan seseorang mengonsumsi alkohol dengan efek samping minimal bahkan dapat memberikan sejumlah manfaat, tetapi bukan lantas alkohol bebas dari risiko.

Masalah bahaya alkohol ini diperkuat dengan sebuah riset yang mengungkap adanya kaitan langsung antara konsumsi alkohol dengan sejumlah kasus kanker. Dalam riset ini dikatakan bahwa alkohol menjadi penyebab langsung beberapa jenis kanker. Risiko ini tetap Anda tanggung bahkan bila Anda mengonsumsinya dalam kadar moderat atau lebih rendah dari moderat.

Dalam Journal Addiction yang terbit pada 21 Juli 2016, seorang pakar adiktif, Dr Jennie Connor dari The University of Otago in New Zealand mengangkat hasil risetnya selama lebih dari 10 tahun mengenai kaitan alkohol dengan serangan sejumlah jenis kanker. Riset ini juga berkaitan dengan riset lain yang dirilis pada the American Institute for Cancer Research and the International Agency for Research on Cancer mengenai sejumlah bahaya alkohol yang dikonsumsi dengan rutin.

Dalam riset diungkap bahwa dalam alkohol bahkan untuk kadar minimal ditemukan sejumlah toksin yang akan bekerja lebih dari sekedar meningkatkan beban liver tetapi juga bekerja cepat mengoksidasi sejumlah sel pada beberapa bagian tubuh, terutama untuk bagian tubuh yang memiliki kontak langsung dengan alkohol.

Menurut Dr. Jennie Connor, setidaknya terdapat 7 jenis kanker yang bisa Anda kaitkan dengan pola konsumsi alkohol seseorang. Adapun 7 jenis kanker yang bisa berkaitan dengan bahaya alkohol tersebut adalah :

  • Kanker orofaring
  • Kanker laring
  • Kanker esofagus
  • Kanker hati
  • Kanker usus besar
  • Kanker rektum
  • Kanker payudara

Sebagaimana dijelaskan, bahwa sebagian besar kanker yang mungkin menyerang pada pengkonsumsi alkohol adalah kanker yang tumbuh pada beberapa area tubuh yang memiliki kontak langsung dengan alkohol.

Bahaya alkohol ini berkaitan dengan ditemukan sejenis toksin khusus bernama acetaldehyde. Toksin ini cukup ganas melakukan oksidasi terhadap sel pada tubuh, merusak langsung sel yang terkontak dengan senyawa toksin ini dan kemudian menyerang pada pusat plasma sel yang menjadi koordinasi regenerasi sel. Ini menyebabkan sel mengalami masalah dalam proses perbaikan diri.

Bersama dengan etanol, yang juga demikian kuat merusak sel, senyawa toksin dalam alkohol ini kemudian memicu penyimpangan pertumbuhan sel pada beberapa area. Ini menyebabkan terjadinya edema atau pertumbuhan sel abnormal dan melebihi yang seharusnya. Inilah awal dari pertumbuhan kanker.

Sedang etanol adalah mesin pembunuh gluthathione dan folat. Sehingga mereka yang mengonsumsi alkohol terutama dalam skala tinggi akan mengalami masalah rendahnya kadar gluthathione dan folat. Sementara keduanya berperan sangat besar dalam proses regenerasi sel dan pembentukan anti gen yang sifatnya melawan kerusakan DNA. Sehingga mereka yang mengonsumsi alkohol cenderung rentan mengalami kerusakan DNA.

Adapun kanker payudara sendiri berkaitan dengan oksidasi sel yang terjadi pada beberapa titik tubuh dekat payudara akibat efek aliran alkohol dalam tubuh juga akibat sejumlah toksin alkohol bekerja mendorong ketidak seimbangan hormonal yang memang secara langsung akan memicu kanker payudara.

Saat ini, menurut The Guardian, dijelaskan pula adanya beberapa pengembangan riset yang mengarah pada pembuktian pengaruh langsung bahaya alkohol terhadap perkembangan jenis kanker lain seperti kanker kulit, pankreas, dan prostat.

Masih menurut Dr Jennie Connor dikatakan bahwa mereka yang mengonsumsi di atas kadar moderat akan mengalami risiko lebih besar atas 7 jenis kanker diatas. Sedang menurut lembaga kesehatan pemerintah Inggris, setidaknya disarankan untuk membatasi konsumsi alkohol dalam kadar rendah hingga hanya 14 gelas dalam seminggu.

Ini adalah kadar moderat yang sebenarnya masih diperdebatkan. Karena dalam riset lain yang dikembangkan di Inggris oleh pakar adiktif Dr Catherine Bennet diungkap bahwa bahkan dalam skala resmi tersebut risiko kanker payudara masih sangat tinggi.

Dalam laman resmi breastcancer.org diungkap bahwa mereka yang mengonsumsi alkohol hanya 3 gelas dalam sepekan saja sudah meningkatkan risiko kanker payudara pada tubuh mereka pada skala 15%. Ada kaitan erat ketidak seimbangan kronis hormonal tubuh dengan pola konsumsi alkohol yang menjadi pemicu peningkatan risiko kanker payudara.

Angka ini masih terlepas dari fakta bahwa lebih dari 50% kasus kanker payudara memiliki kaitan dengan genetik. Yang artinya, pada mereka dengan risiko genetik, mengonsumsi alkohol akan meningkatkan kadar risiko mereka pada angka yang lebih tinggi.

Pada negara dengan pola konsumsi alkohol tinggi terdapat peningkatan risiko kanker yang relatif tinggi hingga di atas 20%. Ini berbeda dengan negara dengan budaya alkohol yang rendah dan moderat. Ini semakin menguatkan alasan kenapa Anda sebaiknya berhati-hati atau malah berhenti dengan alkohol sama sekali.

Beberapa riset yang mengungkap adanya kaitan konsumsi alkohol dengan kesehatan kardiovaskular sendiri cukup terbantahkan mengingat fakta lain justru mengungkap bagaimana alkohol memicu kenaikan tekanan darah. Jadi kenapa mempertaruhkan diri dengan bahaya alkohol bila manfaat yang Anda dapat tidak seberapa?

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}