Share:

Terakhir Diedit:

Fibromyalgia, bukan sekedar penyakit nyeri sendi dan nyeri otot biasa. Penyakit ini bahkan dianggap masih misteri di dunia kedokteran. Beberapa pakar memasukannya dalam kategori arthritis kronis. Tak ada yang tau pasti apa penyebabnya dan belum pula ditemukan obatnya. Apa sebenarnya penyakit fibromyalgia?

Semakin misterius karena mungkin penyakit ini juga terdengar asing bagi kebanyakan kita. Anda mungkin hanya pernah mendengar nama penyakit ini dari pemberitaan soal salah satu tokoh artis ternama dunia yang memutuskan menghentikan rangkaian konsernya karena penyakit ini.

Padahal dalam sejumlah riset diperkirakan bahwa sebenarnya jumlah penderita penyakit misterius ini terbilang tinggi di Indonesia. Kebanyakan orang tidak cukup memahami bahwa diri mereka mengalami masalah fibromyalgia.

Karenanya, pada kesempatan kali ini kita akan mencoba mengenali lebih dalam apa sebenarnya penyakit fibromyalgia. Apa bedanya dari nyeri otot dan nyeri sendi pada umumnya. Apa yang membuatnya menjadi penyakit serius yang memerlukan tindakan intensif?

Bukan Nyeri Otot dan Nyeri Sendi Biasa

Penyakit fibromyalgia adalah kondisi kronis yang dialami pasien dengan keluhan nyeri yang menjalar di seluruh tubuh. Ini memang bukan hanya keluhan nyeri sendi dan nyeri otot biasa. Karena rasa nyeri yang muncul pada pasien bisa cukup berat. Bahkan tak jarang pasien sudah mengeluhkan nyeri hanya dari efek sentuhan.

Pasien akan mengeluhkan rasa nyeri yang seolah dipukul-pukul atau rasa  nyeri yang panas seolah dibakar. Rasa nyeri menjalar di seluruh tubuh dengan beberapa titik ligamen dan sendi sebagai pusat nyeri. Ini jelas berbeda dari nyeri pada asam urat ataupun pada reumatik biasa.

Dalam laman mayoclinic.org, dijelaskan rasa yang yang dialami oleh pasien fibromyalgia, dimana rasa nyeri memunculkan perpaduan rasa nyeri sendi, nyeri otot yang masuk hingga menusuk ke tulang.

Tidak hanya keluhan nyeri, pasien juga mengalami keluhan lesu dan kelelahan hebat, kesulitan tidur, kehilangan selera makan, gangguan kognitif dan gangguan pada mood.

Apa Sebenarnya Penyebab Fibromyalgia?

Beberapa pakar sebenarnya belum sepenuhnya memahami apa yang terjadi pada pasien fibromyalgia ini. Hanya sejumlah pakar sepakat keluhan ini berkaitan dengan gangguan pada sejumlah fungsi saraf pusat dalam otak yang menyebabkan gangguan sistem sensor.

Tubuh mengalami respon negatif berlebihan terhadap stimulan ringan sehingga menimbulkan rasa nyeri otot dan nyeri sendi yang sangat kuat. Di sisi lain tubuh juga turut mengalami gangguan pada mood dan kemampuan metabolisme. Sehingga pasien juga mengalami efek kelelahan hebat.

Dalam pola yang juga masih misterius, ditemukan pula bahwa kebanyakan kasus penyakit unik ini dialami wanita. Dugaan sementara berkaitan dengan kebiasaan wanita dalam mengelola stress. Karena dalam riset-riset yang berkembang dewasa ini penyakit fibromyalgia juga dapat berkaitan cukup erat dengan sejumlah kondisi psikologi pasien dan riwayat psikologi di masa lalu.

Menurut The American College of Rheumatology dan US National Institute of Health, keluhan fibromyalgia memang lebih dari sekedar nyeri sendi dan nyeri otot yang biasa kita kenal. Bahkan lebih mendalam dari segala jenis keluhan arthritis.

nyeri otot - nyeri sendi - penyebab fibromyalgia

Sumber: Shutterstock

Ini berkaitan dengan kerusakan biologis dari sistem saraf pusat dan kerusakan ini bersinergi dengan sistem saraf tepi, neurotransmitter, fungsi hormonal dan metabolisme.

Gangguan ini memicu gangguan yang menyebab otak merespon tiap stimulan sebagai serangan yang menyakitkan. Memicu ketidak seimbangan neurotransmitter pada otak sehingga otak mengalami gangguan hormonal, kesulitan dalam relaksasi, gangguan kognitif dan emosi.

Bagaimana Mengenali Penyakit Fibromyalgia?

Sebenarnya, sampai saat ini kalangan medis sendiri pun masih kesulitan untuk mengenali penyakit ini. keluhan yang bersifat kompleks dan kerap kali mirip dengan keluhan nyeri sendi dan nyeri otot lain membuat pasien acapkali mengalami salah diagnosa asam urat atau reumatik.

Bahkan tidak sedikit pasien yang baru dapat menerjemahkan keluhan yang dialaminya setelah kunjungan dokter berkali-kali bahkan hingga konsultasi ke beberapa dokter.

Tidak ada pula standar pasti yang bisa menjadi titik penentuan pasien mengidap penyakit ini. indikator dalam diagnosa cenderung kompleks mengingat penyebab fibromyalgia terbilang sangat beragam.

Beberapa gejala yang lazim dialami oleh penderita penyakit fibromyalgia adalah sebagai berikut :

Rasa Nyeri yang Menyebar


Ciri khas yang dialami oleh pasien fibromyalgia adalah keluhan nyeri sendi dan otot yang menyebar di seluruh tubuh. Rasa nyeri kerap kali tidak terpusat seolah seluruh tubuh terasa sakit dan tidak nyaman, termasuk untuk melakukan segala aktivitas yang paling ringan sekalipun.

Rasa nyeri akan muncul merata baik di sisi kanan maupun kiri tubuh, sisi atas dan bawah tubuh Anda. rasa nyeri akan datang dengan rasa datang dan pergi kadang hingga berbulan-bulan.

Baca juga  Pengobatan Rumahan Untuk Atasi Nyeri Sendi Tangan

Rasa nyeri dari fibromyalgia jelas berbeda dari keluhan nyeri sendi dan nyeri otot biasa. Karena biasanya nyeri hanya terbentuk di satu titik dan menekan. Tetapi pada pasien fibromyalgia, rasa nyeri sendi dan nyeri otot seolah menyerang di seluruh bagian otot dan sendi di sekujur tubuh.

Munculnya Titik Pembengkakan


Muncul titik-titik lunak pada permukaan kulit yang disertai dengan sedikit pembengkakan. Bisa dikatakan ini adalah gejala yang paling mudah dikenali dari kondisi fibromyalgia.

Titik-titik ini muncul secara acak, tetapi umumnya muncul pada 18 titik. Biasanya pasien akan menunjukan gejala titik pembengkakan sekitar 3 titik sekaligus.

Titik-titik tersebut terletak pada area sekitar leher, bahu, dada, siku, panggul dan lutut. Pasien fibromyalgia akan merasakan nyeri pada titik-titik pembengkakan akan terasa lebih kuat dibandingkan bagian lain.

Ketika titik pembengkakan (tender point) ini ditekan, pasien bisa merasakan rasa nyeri yang sangat kuat dan tajam. Beberapa dari titik-titik ini bisa menciptakan rasa nyeri yang menyebar dan kuat di area sekitarnya ketika ditekan. Secara medis titik pembengkakan yang bekerja pula menyebarkan rasa nyeri disebut sebagai titik pemicu nyeri. (trigger point)

Titik pembengkakan ini sendiri belum sepenuhnya dipahami kerjanya. Beberapa pakar melihat titik-titik ini adalah simpul saraf yang mengalami gangguan. Kadang rasa nyeri akan sangat kuat, dan dilain waktu lain akan hilang dan muncul dengan ringan. Titik-titik ini bisa muncul banyak bersamaan dan kemudian hilang dengan sendirinya, untuk kemudian muncul kembali.

Rasa Lelah Hebat


Penderita fibromyalgia juga akan mengeluhkan rasa lelah yang hebat, bahkan tetap merasa lelah setelah terbangun dari tidur. Tubuh terasa kaku dan berat sekalipun sudah mencoba beristirahat dalam jangka relatif panjang.

Beberapa pasien merasa tubuhnya seolah sedang dalam kondisi demam ringan yang berketerusan, seperti akan terserang flu atau keluhan infeksi lain. Rasa lelah ini membuat pasien akan membuat sulit menjalankan aktivitas ringan sehari-hari dan terlihat seperti tidak sepenuhnya sadar.

Pasien juga akan sangat mudah merasa mengantuk di tengah aktivitas, karena pada dasarnya pasien cenderung sulit tidur nyenyak. Selain karena efek rasa nyeri yang kadang muncul mengganggu tidur, juga karena kondisi otak yang seolah tidak bisa istirahat.

Sulit Tidur


Ini berkaitan pula dengan poin sebelumnya, mengenai gangguan rasa lelah. Pasien fibromyalgia memang cenderung mudah merasa lelah karena mereka pada umumnya juga mengalami gangguan tidur.

Beberapa pasien akan mengeluhkan masalah insomnia, atau gangguan tidur seperti kaki yang terus bergerak, mimpi yang mengganggu dan termasuk rasa nyeri yang menyiksa di malam hari. Dalam riset juga terungkap bahwa otak penderita fibromyalgia cenderung tetap aktif dan tidak relaks di waktu tidur.

Gangguan Kognitif dan Mood


Dalam dunia medis, dikenal istilah fibro fog atau kondisi ketika pasien fibromyalgia cenderung mengalami kondisi seolah “setengah nyawa”. Mereka tidak sepenuhnya berkonsentrasi dan tampak seperti orang bingung.

Mereka juga akan kesulitan dalam kemampuan kognitif seperti analisa dan pemahaman karena kondisi mereka yang terus menerus seperti orang kurang tidur.

Mood pasien juga sangat buruk, sangat mudah terpancing emosinya dan labil. Pasien fibromyalgia dikenal memiliki resiko sangat tinggi mengalami gangguan depresi.

Sakit Kepala


Setidaknya 2 dari 5 pasien fibromyalgia juga mengeluhkan rasa sakit di kepala seperti dipukul-pukul atau rasa migrain yang menusuk. Beberapa juga mengeluhkan pandangan yang terasa lelah dan tidak sepenuhnya nyaman.

Beberapa keluhan sakit kepala ini berkaitan dengan keluhan pada otot dan tulang leher yang terasa nyeri menusuk. Keluhan nyeri leher ini juga keluhan yang lazim dialami oleh pasien fibromyalgia.

Pada beberapa kasus ringan muncul pembengkakan di area pangkal leher hingga leher terasa kaku dan tertekan. Rasa ini semakin memicu rasa nyeri di kepala yang cukup kuat.

Kaku dan Kebas di Tangan dan Kaki


Keluhan yang juga paling kerap terjadi adalah rasa kaku dan kebas pada tangan dan kaki. Kadang kaki dan tangan juga mengalami efek kesemutan tanpa alasan. Kesemutan yang dirasakan bisa sangat kuat hingga memunculkan rasa nyeri ketika disentuh.

Kondisi yang kerap disebut dengan istilah parestesia ini termasuk kondisi fibromyalgia yang paling mengganggu. Pasien akan merasa tersiksa karena terus menerus terserang kesemutan yang menyakitkan.

Dalam beberapa kondisi, pasien juga bisa terserang rasa nyeri seperti kram di kaki dan tangan ketika bangun tidur. Biasanya ketika Anda meregangkan otot atau karena udara dingin.

Baca juga  11 Makanan Terbaik untuk Mengatasi Nyeri Sendi

Iritasi Usus


Meski belum dipahami bagaimana koneksi dari kedua kondisi ini, tetapi ditemukan fakta bahwa pasien fibromyalgia juga bisa mengalami masalah pada pencernaan, terutama gangguan iritasi dan inflamasi pada usus.

Selain nyeri otot dan nyeri sendi, pasien akan mengalami gangguan konstipasi, kembung yang terus menerus, kadang disertai diare, mual dan kehilangan selera makan. Pasien juga akan mengeluhkan kram perut yang menusuk.

Dalam kasus terbatas ditemukan pula sejumlah pasien fibromyalgia yang mengalami gangguan lambung seperti asam lambung, acid reflux dan gasthritis.

Kerap Anyang-anyangan


Anda tentu pernah merasakan anyang-anyangan sesekali. Biasanya terjadi ketika Anda menahan buang air kecil, hingga ketika rasa ingin berkemih seperti tidak kunjung hilang meski Anda sudah menuntaskan kebutuhan Anda berkemih.

Reaksi anyang-anyangan sebenarnya wajar, selama tidak terjadi berketerusan dan terlalu sering. Sementara pada penderita fibromyalgia, keluhan anyang-anyangan ini bisa cukup sering muncul. Kadang disertai rasa linu yang cukup dalam ketika Anda berkemih.

Sejumlah pakar melihat adanya gangguan pada fungsi saluran kencing, otot dan saraf yang bekerja pada fungsi saluran kencing dan gangguan pada fungsi ginjal menjadi alasan kenapa masalah anyang-anyangan kerap muncul pada pasien fibromyalgia.

Kram Menstruasi


Lebih dari sekedar nyeri sendi dan nyeri otot, wanita yang mengalami masalah fibromyalgia cenderung akan merasakan nyeri hebat pada area perut hingga panggul. Rasa nyeri bisa cukup kuat dan menyakitkan.

Dijelaskan dalam National Fibromyalgia Association, wanita dengan fibromyalgia juga kerap menunjukan masalah endometriosis dan memiliki gangguan pada produksi estrogen. Sementara estrogen bekerja membantu mengendalikan gangguan menstruasi.

Sehingga wanita dengan fibromyalgia akan menunjukan sejumlah gangguan menstruasi seolah tengah menghadapi masa-masa menjelang menopause. sebagaimana diketahui kadar estrogen akan menurun ketika wanita memasuki usia menjelang menopause.

Di sisi lain, kondisi fibromyalgia diketahui juga mengalami gangguan untuk memproduksi hormon serotonin. Hormon ini yang membantu tubuh Anda merasa nyaman dan relaks. Kekurangan serotonin memberi efek ketegangan pada otot dan saraf. Inilah yang membuat pasien mudah mengalami masalah kesulitan tidur, kelelahan, nyeri otot dan  nyeri sendi.

Restless Legs Syndrome


Restless Legs Syndrome adalah kondisi kebiasaan dimana kaki seolah terus bergerak dan bergetar. Pada dasarnya masalah ini berkaitan dengan gangguan pada fungsi saraf sehingga menyebabkan kaki tidak bisa berhenti bergetar.

Ketika kaki tidak bergerak akan muncul rasa linu “geli” yang tidak nyaman di kaki dan membuat kaki terdorong untuk kembali bergerak. Sebagian dari masalah ini adalah efek dari kebiasaan yang merusak sistem saraf, sedang sebagian lain memang efek dari gangguan saraf.

Dan pada kasus fibromyalgia, kerusakan saraf ini berasal dari efek inflamasi yang terbentuk hingga menyebabkan sistem saraf melakukan respon yang tidak tepat dan memicu reaksi Restless Legs Syndrome.

Sensitif dengan Lingkungan Sekitar


Pasien fibromyalgia memiliki kecenderungan untuk mudah merasa tidak nyaman. Mereka bisa tidak nyaman hanya karena ruangan yang bersuhu terlalu panas atau malah terlalu dingin. Bisa pula merasa tidak nyaman oleh cahaya yang terlalu terang atau suara yang terlalu kuat. Bahkan mereka bisa merasa tidak nyaman oleh pijatan.

Sistem saraf pada pasien fibromyalgia memang sedikit mengalami ketidak normalan sehingga membuat mereka demikian sensitif terhadap stimulan dan kondisi lingkungan. Saraf dengan cepat merespon tiap stimulan sebagai tekanan yang membuat mereka merasa nyeri dan tersiksa.

Wajah yang Tampak Layu


Ciri khas yang juga kerap muncul pada pasien fibromyalgia adalah bentuk wajah yang layu. Otot dan saraf pada wajah memang biasanya tidak terganggu oleh rasa nyeri. Tetapi efek dari gangguan saraf dan otot ini memicu otot kehilangan kekuatannya, dan membuat wajah tampak luruh dan layu.

Beberapa otot pada wajah tampak mengalami penurunan kekuatan sehingga wajah akan tampak turun. Beberapa akan ditandai dengan otot wajah yang sulit terasa kaku.

Kadang pasien terlihat pula memiliki ekspresi yang datar dan tidak antusias. Dugaannya kondisi ini disebabkan oleh efek otot pada wajah yang kehilangan kekuatan, fungsi saraf wajah yang turun, gangguan metabolisme dan efek kelelahan.

nyeri otot - nyeri sendi - fibromyalgia

Sumber: Cloudfront.net

Ada banyak gejala dari penyakit fibromyalgia, sayangnya kebanyakan keluhan tidak sepenuhnya disadari oleh pasien sebagai keluhan fibromyalgia. Kebanyakan pasien baru dapat terdiagnosa pasca mengalami gangguan fibromyalgia selama beberapa tahun.

Meski dikatakan belum sepenuhnya dipahami dan belum pula ditemukan obat medisnya tak lantas membuat pasien fibromyalgia dapat diatasi. Anda bisa mulai dengan membantu meredakan nyeri sendi dan nyeri otot yang menyerang.

Nurul Kuntarti

Seorang sarjana ekonomi yang menemukan hasratnya dalam bidang kesehatan sejak memiliki putri pertamanya. Keinginan untuk terus memahami dunia kesehatan dilanjutkan dengan mengabdikan diri dalam dunia tulis-menulis di bidang kesehatan, untuk terus menghasilkan artikel-artikel kesehatan yang akurat, kredibel, dan bermanfaat.


Artikel di-posting oleh Nurul Kurtanti dan di-review oleh tim penulisan deherba.com.