Fibromialgia: Penyakit Apa Itu?


By Cindy Wijaya

Fibromialgia adalah penyakit yang ditandai oleh nyeri yang meluas di otot, ligamen, tendon, dan jaringan lunak. Gejala ini juga disertai rasa kelelahan, gangguan tidur, gangguan ingatan, serta ketidakstabilan mood.

Riset menunjukkan bahwa penyakit ini memperkuat rasa sakit dengan mengubah sinyal rasa sakit (neurotransmitters) di otak. Perubahan sinyal ini melibatkan kenaikan kadar zat kimia tertentu pada otak. Ini menyebabkan reseptor sinyal rasa sakit pada otak menjadi lebih sensitif—artinya yang tadinya hanya sakit sedikit jadi luar biasa sakitnya.

Perlu diingat

 

Meskipun orang yang mengalami fibromialgia merasakan nyeri di otot, tetapi ini bukan penyakit otot. Fibromialgia merupakan gangguan pada sistem saraf.

Banyak yang mengira fibromialgia bukanlah suatu penyakit, bisa jadi Anda berpendapat serupa dan ini dapat dimaklumi. Biasanya suatu penyakit bisa langsung disembuhkan dengan obat tertentu. Namun, obat pasti yang dapat menyembuhkan penyakit fibromialgia tergolong langka. Juga tidak ada diagnosis pasti untuk penyakit ini.

Penyakit ini lebih sering menyerang wanita dibandingkan pria, dan umumnya terjadi pada usia paruh baya. Fibromialgia juga bersifat genetika, artinya Anda lebih beresiko terkena penyakit ini jika ada anggota keluarga yang juga menderitanya.

Untuk lebih jelasnya, gejala fibromialgia dijabarkan sebagai berikut.

  • Nyeri yang meluas di otot, ligamen, tendon, dan jaringan lunak yang berlangsung lebih dari 3 bulan.
  • Merasa Kelelahan meski sudah cukup tidur, seringkali bangun dengan rasa lelah. Tidurnya pun tidak tenang, karena diganggu oleh rasa nyeri dan ada beberapa penderitanya juga mengalami gangguan tidur lainnya, seperti sindrom kaki gelisah maupun apnea tidur.
  • Adanya titik-titik nyeri di berbagai bagian tubuh—artinya sedikit tekanan saja dapat menimbulkan rasa nyeri pada titik ini.
  • Masalah-masalah lainnya. Tidak sedikit juga yang mengalami sakit kepala, sindrom iritasi usus, dan nyeri panggul. Ada juga yang merasa cemas dan mengalami depresi.

Gejala fibromialgia dapat bervariasi bergantung pada cuaca, tingkat stres, aktivitas fisik, atau usia, dan mulai timbul jika Anda pernah mengalami trauma, cedera fisik, operasi, atau infeksi.

Tips Mengurangi Gejala Fibromialgia

 

Meskipun obat atau tindakan medis (operasi) yang bisa menyembuhkan tergolong langka, ada banyak cara untuk mengurangi gejala yang ditimbulkan. Misalnya; mengurangi aktivitas pemicu stres, cukup istirahat, olahraga teratur, pelajari teknik relaksasi, serta mencari dukungan orang lain yang mungkin bisa membantu Anda.

Belum diketahui penyebab pasti penyakit ini. Namun, ada beberapa faktor yang mungkin terlibat. Faktor-faktor ini mencakup:

  • Genetika (keturunan). Anda cenderung terkena fibromialgia jika ada anggota keluarga yang juga menderitanya.
  • Infeksi. Beberapa infeksi tampaknya dapat memicu atau memperburuk fibromialgia. Contohnya infeksi virus Epstein-Barr, parvovirus, dan hepatitis tipe C.
  • Trauma fisik atau emosi.
  • Sakit rematik. Kalau Anda punya sakit rematik (contohnya radang sendi), akan lebih riskan terkena fibromialgia.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}