Diabetes Insipidus: Penyakit Diabetes yang Bukan “Diabetes”


By Cindy Wijaya

Ketika Anda mendengar kata “diabetes insipidus”, apa yang muncul di pikiran Anda? Kebanyakan orang mungkin langsung mengira bahwa penyakit ini berkaitan erat dengan diabetes melitus. Sebenarnya, istilah “diabetes” merujuk pada kondisi yang menyebabkan peningkatan produksi urin. Dan penyakit diabetes insipidus merupakan salah satu jenis diabetes yang paling menyebabkan Anda sering buang air.

Diabetes insipidus mengakibatkan rasa haus berlebihan dan buang air kecil terus-menerus. Penyebabnya ialah masalah pada hormon tertentu atau pada reseptor hormon. Penyakit ini dapat memicu kondisi dehidrasi jika tidak ditanggulangi.

Apa Itu Diabetes Insipidus?

Diabetes insipidus disebabkan oleh masalah berkaitan dengan hormon antidiuretik atau reseptor (penerima) dari hormon tersebut. Hormon antidiuretik (ADH) diproduksi di suatu bagian otak yang bernama hipotalamus dan disimpan dalam kelenjar hipofisis otak. Pelepasan ADH menyebabkan kedua ginjal berusaha menahan air sehingga membuat urin menjadi lebih pekat.

Normalnya, jika Anda merasa haus atau agak dehidrasi, kadar ADH akan meningkat. Ginjal menyerap kembali lebih banyak air dan mengeluarkan urin yang pekat. Tapi jika Anda meminum banyak air, kadar ADH akan menurun dan menyebabkan urin yang dikeluarkan lebih jernih dan encer.

Terdapat dua masalah berkaitan dengan ADH yang menjadi penyebab diabetes insipidus. Pertama, ADH yang diproduksi terlalu sedikit. Bila diakibatkan oleh penyebab ini, maka dinamakan diabetes insipidus sentral. Kedua, ADH yang diproduksi mencukupi, namun ginjal tidak meresponnya. Kondisi yang diakibatkan oleh hal ini disebut diabetes insipidus nefrogenik.

Dalam kedua jenis diabetes insipidus tersebut, hasil akhirnya tetap sama. Kedua kondisi sama-sama mengakibatkan ginjal tidak sanggup melakukan tugasnya untuk menahan air. Bahkan pada saat seorang penderita diabetes insipidus mengalami dehidrasi, ginjalnya akan tetap menghasilkan mengeluarkan banyak urin encer.

Khusus diabetes insipidus nefrogenik, kondisi tersebut dapat dialami dari sejak lahir akibat kelainan genetik yang secara permanen mengubah kemampuan ginjal dalam memproses urin. Diabetes insipidus nefrogenik biasanya diderita oleh laki-laki, namun seorang perempuan bisa menjadi pembawa gen dan menurunkan ke anaknya.

Sedangkan dalam kasus diabetes insipidus sentral, penyebabnya seringkali adalah kerusakan pada kelenjar hipofisis otak atau hipotalamus. Kerusakan mungkin diakibatkan oleh operasi, tumor, penyakit (seperti meningitis), peradangan, atau cedera kepala.

Komplikasi yang Bisa Dipicu oleh Diabetes Insipidus

  • Dehidrasi

Diabetes insipidus dapat menyebabkan tubuh Anda tidak memiliki cairan yang mencukupi untuk berfungsi dengan baik, dan jika dibiarkan, Anda akan mengalami dehidrasi.

  • Ketidakseimbangan Elektrolit

Elektrolit adalah mineral-mineral di dalam darah—misalnya sodium dan potasium—yang mempertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh Anda.

Yang terpenting bagi Anda yang menderita diabetes insipidus adalah mencegah terjadinya komplikasi serius seperti dehidrasi. Anda mungkin membutuhkan obat medis untuk menanggulangi masalah yang diakibatkan penyakit ini. Sebaiknya bicarakanlah dengan dokter mengenai cara terbaik untuk mengobati penyakit ini.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}

Artikel Terkait