Blog Herbal No. 1 Indonesia

Cara Konsumsi Buah Merah Agar Mendapat Manfaat yang Maksimal


By Fery Irawan

Buah merah punya berbagai manfaat pengobatan, antara lain untuk kanker dan tumor, HIV/AIDS, darah tinggi, asam urat, stroke, gangguan mata, diabetes, hingga osteoporosis. Namun ada cara konsumsi buah merah yang benar sehingga Anda memperoleh manfaatnya lebih maksimal.

Salah satu produk olahan buah merah yang paling banyak di pasaran adalah sari buah merah. Selain mengetahui cara konsumsinya yang benar, Anda juga perlu tahu cara memilih produk sari buah merah yang asli dan berkualitas. Buah merah memiliki kandungan senyawa yang bermanfaat bagi pengobatan, diantaranya kandungan tokoferol dan beta-karoten.

Dua kandungan ini dapat berbeda-beda pada setiap produk sari buah merah, tergantung pada proses pembuatannya. Produk yang dibuat dari sari buah merah yang kurang baik atau dibuat dengan cara yang salah bisa saja sangat sedikit mengandung dua senyawa tersebut, sehingga manfaatnya jauh berkurang.

Simaklah penjelasan berikut mengenai cara konsumsi buah merah, keaslian produk sari buah merah, hingga cara mengetahui kualitas sari buah merah.

Cara Konsumsi Buah Merah

Penderita suatu penyakit disarankan mengonsumsi sari buah merah sebanyak 1 sendok teh, 2 – 3 kali sehari. Sedangkan orang yang sehat dapat mengonsumsi sebanyak 1 sendok teh, 1 – 2 kali sehari.

Sebelum mengonsumsi sari buah merah, dianjurkan juga untuk memeriksakan kondisi kesehatan. Ini untuk mengetahui terlebih dulu apakah Anda memiliki gangguan kesehatan seperti gula darah tinggi, asam urat tinggi, kolesterol, jantung, maag, darah tinggi, atau masalah kesehatan lainnya.

Kemudian setelah mengonsumsi sari buah merah selama 2 minggu, Anda dianjurkan untuk memeriksa kembali kondisi kesehatan Anda. Bila didapati adanya perubahan positif, maka itu berarti Anda bisa melanjutkan cara konsumsi buah merah ini. Namun bila ada efek negatif, maka sebaiknya dihentikan dulu.

Bila Anda sedang dalam perawatan dokter, sebaiknya konsultasikan dulu dengan dokter yang bersangkutan sebelum mencoba sari buah merah. Jika tidak, sebenarnya bisa juga tetap mengonsumsinya, dengan cara konsumsi buah merah setidaknya 2 jam sebelum atau sesudah minum obat dokter.

Untuk menghilangkan rasa mual dan rasa tersangkut di tenggorokan, sebelum minum sari buah merah sebaiknya minum air putih hangat, begitu juga sesudahnya.

Bagi Anda yang baru saja mulai coba sari buah merah dianjurkan untuk mengonsumsinya sebelum makan. Hal ini dimaksudkan untuk mencegah muntah-muntah dan makanan yang sudah dimakan terbuang, karena biasanya pemula akan merasa mual dan ingin muntah setelah mengonsumsi sari buah merah.

Pastikan Keaslian Sari Buah Merah Sebelum Membelinya

Pertanyaan pertama kali yang dilontarkan konsumen yang akan membeli sari Buah Merah adalah masalah keasliannya. Bila ditanyakan pada penjual atau produsennya maka jawaban mereka sudah pasti, yaitu “asli”.

Sebenarnya pertanyaan yang lebih bijak adalah, dari mana asal buah yang diproduksi tersebut dan dari ketinggian berapa? Bagaimana proses pembuatannya? Berapa lama proses pemanasannya? Apakah sudah mendapat izin dari Departemen Kesehatan? Apakah sudah pernah diteliti kandungan kimianya dari proses pembuatan tersebut?

Sari buah merah yang berkualitas, berdasarkan hasil penelitian yang sudah pernah dilakukan, harus berasal dari buah merah yang tanamannya tumbuh di dataran tinggi, minimal 1.500 m dpi.

Buah merah yang tumbuh di dataran rendah memiliki kandungan tokoferol dan beta-karoten yang sangat rendah dan bahkan bisa tidak ada sama sekali. Buah merah seperti ini biasa dijumpai pada tumbuhannya yang tumbuh di dataran rendah seperti Jayapura.

Kemudian dari segi proses pembuatannya, jika tidak higienis bisa mengakibatkan sari buah merah terkontaminasi bakteri dan mikroba yang berbahaya bagi kesehatan. Proses pemasakan melalui pemanasan suhu tinggi dalam waktu lama bisa mengakibatkan kandungan senyawa beta-karoten dan tokoferol miliknya lenyap karena larut atau berkurang.

Proses pemasakan menggunakan wadah berbahan besi dan alumunium juga bisa membuat sari buah merah bereaksi dengan bahan tersebut. Ini juga membahayakan tubuh karena sari buah merah bisa mengandung peroksida.

Cara Mengetahui Kualitas Sari Buah Merah

Di samping mengetahui cara konsumsi buah merah, Anda juga perlu tahu caranya memeriksa kualitas dari sari buah merah tersebut. Dengan begitu Anda bisa memilih produk yang berkualitas dan memperoleh manfaat yang lebih maksimal. Mengetahui sari buah merah yang baik dapat dilakukan dengan tiga cara: melihat, mencium, dan merasakannya dengan lidah.

Tidak Ada Endapan

Sari buah merah yang berkualitas tidak terdapat endapan atau pasta. Anda bisa melihatnya dari botol transparan wadah sari buah merah dengan cara menyorotkan lampu senter atau lampu lain, dan melihat bagian sisi sebaliknya.

Jika terlihat ada endapan, kualitas produk itu patut dipertanyakan karena kemungkinan endapat tersebut adalah pasta atau campuran minyak goreng.

Berwarna Merah Tua

Jika dituang pada piring atau sendok, sari buah merah seharusnya berwarna merah tua. Jika warnanya hitam menandakan gosong atau hangus saat proses pembuatannya.

Sementara itu, warna kekuningan menandakan proses pemasakan terlalu lama dan merupakan minyak jenuh yang berbahaya bagi kesehatan. Minyak yang keruh menandakan masih banyak campuran pasta dan perlu diendapkan lagi.

Tidak Berbau

Sari buah merah yang berkualitas tidak mempunyai bau sama sekali atau hanya ada aroma gurih yang mirip bau pandan. Jika berbau busuk berarti sari buah merah tersebut jelek. Sari buah seperti itu biasanya disebabkan proses pembuatan tidak higiensis atau terlalu banyak mengandung pasta. Bau sari buah merah yang busuk menyerupai bau telur busuk.

Jika berbau asam seperti bau cuka berarti sari buah merah sudah rusak. Berbau gosong atau hangus berarti sari buah merah tersebut gosong karena proses pemasakannya dengan cara digoreng atau melalui proses pemanasan suhu tinggi dalam waktu lama. Kandungan tokoferol dan beta-karoten sari buah merah seperti ini sudah berkurang banyak.

Tidak Ada Rasa

Sari buah merah yang baik jika dirasakan dengan lidah tidak memiliki rasa sama sekali. Saat ini produk sari buah merah yang banyak beredar adalah dalam bentuk minyak. Rasa sari buah merah dalam bentuk minyak sama dengan rasa minyak goreng biasa, tidak ada rasanya, entah itu manis, asam, asin, ataupun asam.

Jika terasa asam, berarti sari buah merah itu sudah busuk. Sedangkan rasa manis atau asin berarti sari buah itu sudah tercampur atau dicampur dengan bahan lain, seperti gula, garam, atau zat lain.

Kesimpulan tentang Cara Konsumsi Buah Merah

Bila dikonsumsi dengan cara yang benar, diharapkan buah merah akan membantu pemulihan dari penyakit yang diderita. Memang sampai saat ini belum ada patokan atau standar dosis pemakaian sari buah merah. Untuk sementara, dosis yang digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatan setiap penggunanya.

Dan sebaiknya juga dicoba dulu sedikit saja, sebanyak 1 sendok teh (sekitar 3 ml). Pemakaian bisa dilakukan sebelum makan, karena dalam beberapa kasus pemula bisa merasakan mual dan kemudian muntah setelah mengonsumsinya.

Pastikan juga produk sari buah merah yang Anda pilih berkualitas, caranya dengan melihat apakah ada endapan, bagaimana warnanya, aromanya, dan rasanya.

Demikianlah artikel ini yang membahas tentang cara konsumsi buah merah. Semoga informasi ini dapat membantu Anda memperoleh manfaat maksimal dari sari olahan herbal ini. Temukan juga artikel-artikel menarik seputar pemanfaatan herbal hanya di Deherba.com.

Sumber

Bernard T. Wahyu Wiryanta, 1978-; Mulyono. (2005). Keajaiban buah merah : kesaksian dari mereka yang tersembuhkan / Bernard T. Wahyu Wiryanta ; penyunting, Mulyono. Depok : AgroMedia Pustaka.

Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura. Manfaat Buah Merah. https://dinkes.jayapurakab.go.id/manfaat-buah-merah/

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}