Cara Detoksifikasi Tubuh untuk Buang Racun yang Menumpuk


By Cindy Wijaya

Apakah Anda merasa tubuh mudah lelah meski jarang melakukan kegiatan fisik yang berat? Atau sering merasa sakit kepala dan susah untuk fokus? Jika ya, kemungkinan Anda perlu melakukan detoks supaya tubuh bisa lebih bugar dan sehat. Bagaimana cara melakukan detoks, atau detoksifikasi, tubuh?

Dalam artikel ini akan diulas mengenai info penting seputar detoksifikasi—mulai dari apa itu detoksifikasi dan bagaimana cara melakukannya. Agar memberikan informasi yang benar, kami mengambil sumber dari situs web kesehatan yang dapat dipercaya. Sumber referensinya bisa dilihat pada akhir artikel ini.

Apa Itu Detoksifikasi?

Detoksifikasi, yang sering disingkat detoks, singkatnya adalah diet jangka pendek yang tujuannya untuk menghilangkan racun (toksin) dari tubuh Anda.

Diet detoks biasanya terdiri dari puasa untuk jangka waktu tertentu, diikuti dengan diet ketat dengan buah, sayuran, jus buah, dan air. Kadang detoks juga termasuk mengonsumsi herbal, teh, suplemen, dan pembersihan usus besar atau enema.

Detoksifikasi diklaim sebagai cara bagi tubuh untuk:

  • Mengistirahatkan organ-organ dengan cara berpuasa
  • Merangsang organ hati untuk membuang racun
  • Merangsang pembuangan racun melalui feses, urin, dan keringat
  • Memperbaiki sirkulasi
  • Memberikan nutrisi yang sehat bagi tubuh

Terapi dengan detoks umumnya direkomendasikan bagi orang-orang yang sering terkena paparan bahan kimia beracun di lingkungan atau makanan mereka. Ini termasuk polutan, bahan kimia sintesis, logam berat, dan senyawa berbahaya lainnya.

Diet detoks juga diklaim dapat membantu mengatasi berbagai masalah kesehatan, termasuk obesitas, masalah pernapasan, penyakit autoimun, peradangan, alergi, kembung, dan kelelahan kronis. Akan tetapi masih belum banyak dilakukan penelitian tentang diet detoks pada manusia, sehingga manfaat sebenarnya dari terapi ini masih perlu diselidiki lebih lanjut.

Cara Melakukan Detoksifikasi untuk Tubuh

Tubuh Anda mungkin sering terpapar zat beracun, bisa dari lingkungan atau makanan tidak sehat. Detoks dapat membantu menyingkirkan racun dalam tubuh. Berikut adalah cara melakukan detoks tubuh secara alami, yang berfokus pada menghilangkan sumber racun serta memperbaiki gaya hidup sehari-hari.

Membatasi Alkohol

Mengonsumsi alkohol secara terbatas memang diketahui bermanfaat bagi kesehatan jantung, tetapi minum berlebihan dapat menyebabkan banyak sekali masalah kesehatan. Minum berlebihan bisa sangat merusak fungsi hati Anda dan menyebabkan penumpukan lemak, pembengkakan, dan jaringan parut.

Jika ini terjadi, hati Anda tidak bisa lagi berfungsi dengan baik dan melakukan tugas yang diperlukan—termasuk menyaring limbah dan racun lain dari tubuh. Oleh sebab itu, membatasi atau berhenti sama sekali minum alkohol merupakan salah satu cara terbaik untuk detoks tubuh Anda.

Tidur yang Cukup

Memastikan tidur yang cukup dan berkualitas setiap malam merupakan cara yang sangat penting untuk detoksifikasi tubuh. Waktu tidur yang disarankan bagi kebanyakan orang pada umumnya adalah 7 – 9 jam setiap malam.

Tidur memungkinkan otak untuk mengatur dan mengisi ulang dirinya, serta menyingkirkan limbah beracun yang mungkin menumpuk sepanjang hari. Sebenarnya, kurang tidur dikaitkan dengan banyak masalah kesehatan, termasuk stres, kecemasan, tekanan darah tinggi, gangguan jantung, diabetes tipe 2, dan obesitas.

Minum Air yang Cukup

Air berguna untuk mengatur suhu tubuh, melumasi persendian, membantu pencernaan dan penyerapan nutrisi, serta sebagai cara untuk detoks tubuh dengan membuang limbah. Air mengangkut produk limbah yang dihasilkan oleh tubuh dan mengeluarkannya melalui buang air kecil, pernapasan, atau berkeringat.

Asupan air harian yang disarankan adalah sekitar 3,7 liter untuk pria dan 2,7 liter untuk wanita. Anda mungkin membutuhkan lebih banyak atau lebih sedikit tergantung pada makanan yang dikonsumsi, tempat tinggal, dan tingkat aktivitas Anda.

Kurangi Gula dan Makanan Olahan

Gula dan makanan olahan dianggap sebagai akar dari banyak sekali masalah kesehatan dewasa ini. Misalnya saja penyakit jantung, kanker, dan diabetes. Penyakit semacam ini menghambat kemampuan tubuh Anda untuk melakukan detoksifikasi dirinya sendiri, dengan cara merusak organ yang memainkan peran penting, seperti hati dan ginjal.

Kurangilah konsumsi gula dan makanan olahan dengan mengganti pilihan makanan Anda dengan yang lebih sehat, seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.

Konsumsi Antioksidan

Antioksidan melindungi sel-sel dari kerusakan akibat molekul bernama radikal bebas. Alkohol, asap rokok, konsumsi makanan tidak sehat, dan terkena polutan dapat membuat tubuh memproduksi radikal bebas secara berlebihan. Kemudian molekul ini merusak sel-sel tubuh yang akhirnya memicu penyakit seperti demensia, gangguan jantung, gangguan hati, asma, dan beberapa jenis kanker.

Mengonsumsi makanan kaya antioksidan membantu tubuh untuk melawan pengaruh radikal bebas serta racun-racun lain yang meningkatkan risiko penyakit. Anda disarankan untuk mengasup antioksidan yang bersumber dari makanan, bukan suplemen, misalnya dari buah beri-berian, buah-buahan, kacang-kacangan, sayuran, rempah-rempah, serta minuman seperti kopi murni dan teh hijau.

Kurangi Garam

Bagi beberapa orang, cara detoksifikasi tubuh yang cocok bagi mereka adalah dengan mengurangi kelebihan cairan. Mengonsumsi terlalu banyak garam bisa mengakibatkan tubuh menahan cairan berlebihan, terutama jika Anda mengidap masalah kesehatan yang memengaruhi ginjal atau hati—atau jika Anda kurang minum air.

Jadi kurangilah asupan garam sehari-hari Anda untuk mengurangi kelebihan cairan pada tubuh. Dan sebenarnya mengonsumsi lebih banyak air minum merupakan salah satu cara terbaik untuk menyingkirkan kelebihan cairan akibat kebanyakan garam.

Mengonsumsi makanan yang kaya kalium—yang mengimbangi efek dari natrium pada garam—juga bisa membantu. Makanan tersebut termasuk kentang, labu, kacang merah, pisang, dan bayam.

Jadilah Aktif

Olahraga secara teratur dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh, yang merupakan cara efektif untuk membantu detoksifikasi tubuh. Peradangan yang terlalu banyak dapat melemahkan sistem-sistem dalam tubuh serta memicu berbagai penyakit.

Anda disarankan untuk berolahraga intensitas sedang (seperti jalan cepat) setidaknya 150 – 300 menit dalam seminggu, atau 75 – 150 menit seminggu olahraga intensitas berat (misalnya berlari).

Kesimpulan tentang Cara Detoksifikasi Tubuh

Apa itu detoksifikasi? Detoksifikasi, yang sering disingkat detoks, singkatnya adalah diet jangka pendek yang tujuannya untuk menghilangkan racun (toksin) dari tubuh Anda.

Terapi dengan detoks umumnya direkomendasikan bagi orang-orang yang sering terkena paparan bahan kimia beracun di lingkungan atau makanan mereka. Ini termasuk polutan, bahan kimia sintesis, logam berat, dan senyawa berbahaya lainnya.

Bagaimana cara melakukan detoksifikasi untuk tubuh? Beberapa cara yang disarankan yaitu: membatasi alkohol, tidur yang cukup, minum air yang cukup, kurangi gula dan makanan olahan, konsumsi antioksidan, kurangi garam, dan jadilah aktif.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang cara untuk detoks tubuh. Semoga informasi ini dapat berguna khususnya bagi Anda yang berencana melakukan detoks. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan hanya di Deherba.com.

Sumber

Referensi tentang Cara Detoksifikasi Tubuh:

Healthline. Do Detox Diets and Cleanses Really Work?. Published: 2019-01-10. URL: https://www.healthline.com/nutrition/detox-diets-101

Healthline. Full Body Detox: 9 Ways to Rejuvenate Your Body. Published: 2019-03-11. URL: https://www.healthline.com/nutrition/how-to-detox-your-body

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}