Benjolan di Belakang Telinga Apakah Berbahaya?


By Cindy Wijaya

Apakah baru-baru ini Anda menyadari ada benjolan di belakang telinga yang sebelumnya tidak ada? Reaksi pertama Anda mungkin akan timbul rasa cemas jangan-jangan itu tanda penyakit berbahaya. Normal saja karena benjolan adalah sesuatu yang asing pada tubuh. Namun sebenarnya kebanyakan benjolan itu tidaklah berbahaya.

Memang ada beberapa yang benar-benar gejala penyakit serius, seperti kanker, tapi sangat jarang. Lalu, apa sebenarnya penyebab benjolan yang baru muncul itu? Bagaimana ciri-ciri benjolan yang berbahaya dan harus diwaspadai? Serta bagaimana cara menghilangkan benjolan di belakang telinga?

Mungkin itu pertanyaan-pertanyaan yang timbul dalam benak Anda saat ini. Bacalah artikel ini sampai habis untuk mendapat jawabannya, dan semoga informasi ini bisa membuat Anda merasa lebih lega.

Apa Penyebab Benjolan di Belakang Telinga?

Berikut ini akan dikupas mengenai penyebab-penyebab umum dari benjolan yang muncul di belakang telinga. Mengetahui hal ini bisa membantu Anda lebih paham tentang keluhan yang saat ini terjadi pada tubuh Anda.

Infeksi

Ada banyak bakteri dan virus yang bisa menyebabkan infeksi dan bengkak di sekitar leher dan wajah. Dua contoh infeksi itu adalah infeksi radang tenggorokan dan infeksi demam kelenjar (virus Epstein-Barr). Selain itu ada juga infeksi lain penyebab bengkak di sekitar leher dan wajah, termasuk HIV, campak, dan cacar air.

Mastoiditis

Kalau Anda sempat mengalami infeksi telinga dan tidak mengobatinya, ada kemungkinan infeksi itu berkembang menjadi infeksi yang lebih serius, yang disebut mastoiditis.

Infeksi ini berkembang pada tonjolan tulang di belakang telinga, yang disebut mastoid. Hal ini bisa menimbulkan kista berisi nanah. Dan pada akhirnya, Anda mungkin merasakan kista itu seperti benjolan di belakang telinga.

Abses

Abses muncul ketika jaringan atau sel di suatu bagian tubuh mengalami infeksi. Tubuh menanggapi infeksi dengan mencoba membunuh bakteri atau virus yang menyebabkannya. Untuk melawan bakteri atau virus itu, tubuh mengirimkan sel-sel darah putih ke bagian yang terinfeksi.

Sel-sel darah putih ini lalu mulai menumpuk di bagian tersebut dan akibatnya mulai terbentuk nanah. Nanah adalah cairan kental yang terbentuk dari sel-sel darah putih, jaringan, bakteri, dan penyebab infeksi lain yang sudah mati.

Bila penyebab benjolan di belakang telinga adalah abses, maka biasanya benjolan di belakang telinga terasa sakit jika ditekan dan juga terasa hangat.

Otitis Media

Ini adalah istilah lain untuk infeksi telinga. Penyebab otitis media bisa karena bakteri atau virus. Infeksi dapat menimbulkan penumpukan cairan dan pembengkakan yang terasa sakit. Gejala ini dapat tampak seperti benjolan di belakang telinga yang terasa sakit jika ditekan.

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kondisi ini disebut juga limfadenopati. Kelenjar getah bening merupakan kelenjar kecil yang ada di seluruh tubuh, termasuk di ketiak, di leher, di panggul, dan di belakang telinga.

Dari waktu ke waktu kelenjar ini bisa membesar atau membengkak, sering kali penyebabnya adalah infeksi. Ini karena kelenjar getah bening bagian dari sistem imun yang akan membesar ketika melawan infeksi atau masalah lainnya.

Selain karena infeksi, kelenjar getah bening bisa membengkak karena peradangan atau bisa juga karena kanker.

Lipoma

Lipoma adalah benjolan lemak yang terbentuk di antara lapisan kulit. Benjolan lemak ini bisa muncul di bagian tubuh mana pun, dan hampir selalu tidak berbahaya.

Pada awalnya lipoma mungkin tidak muncul ke permukaan kulit, tetapi seraya benjolannya membesar, kemungkinan besar Anda bisa merabanya dengan tangan.

Kista Sebaceous

Ini adalah benjolan kista (bukan kanker) yang muncul di bawah kulit. Benjolan ini paling sering muncul di kepala, leher, dan torso badan.

Jenis kista ini berkembang di sekitar kelenjar minyak (sebaceous), yang bertugas memproduksi minyak untuk melembapkan kulit dan rambut.

Jika penyebab benjolan di belakang telinga adalah kista sebaceous, maka biasanya benjolan di belakang telinga tidak sakit atau hanya sedikit sakit.

Jerawat

Ini merupakan masalah umum kulit yang terjadi jika folikel rambut mengalami sumbatan. Yang menyebabkan sumbatan itu biasanya sel-sel kulit mati dan minyak, sehingga timbul lah jerawat dan benjolan.

Bila penyebab benjolan di bekalang telinga adalah jerawat, maka kadang benjolan di belakang telinga terasa sakit jika ditekan, bisa membesar, dan bisa menjadi padat.

Penyebab Benjolan di Belakang Telinga pada Anak Bayi

Wajar bagi orang tua untuk merasa khawatir saat merasakan ada benjolan di belakang telinga pada anak mereka, apalagi jika masih bayi.

Tapi sama seperti pada orang dewasa atau anak yang sudah besar, benjolan di belakang telinga pada bayi jarang yang berbahaya.

Gambar Benjolan di Belakang Telinga Bayi
Ilustrasi Gambar Benjolan di Belakang Telinga Bayi (Credit Photo: Parenting.FirstCry.com)

Untuk mengecek apakah benjolan tersebut perlu diwaspadai atau tidak, pantaulah perkembangannya. Biasanya benjolan belakang telinga pada bayi akan mengecil dan menghilang sendiri.

Namun sebaiknya bawa anak ke dokter bila benjolan itu tidak kunjung mengecil atau membesar lebih dari 2 cm dalam waktu beberapa minggu.

Perhatikan juga bagaimana tekstur benjolan itu. Benjolan di belakang telinga bayi yang bersifat kanker biasanya keras dan tidak bergerak jika ditekan.

Bagaimana Cara Mengecek Sendiri Benjolan di Belakang Telinga?

Untuk mendeteksi apakah ada benjolan mencurigakan di belakang telinga, cobalah merabanya dengan tangan. Dan jawablah tiga pertanyaan di bawah ini:

  • Apakah benjolan belakang telinga terasa lunak dan lentur atau bisa digerakkan? Jika ya, kemungkinan itu lipoma (benjolan lemak).
  • Apakah benjolan di belakang telinga terasa sakit terutama jika ditekan? Jika ya, kemungkinan itu jerawat atau abses.
  • Selain benjolan, apakah Anda punya gejala-gejala lain misalnya demam atau menggigil? Jika ya, kemungkinan itu akibat suatu infeksi.

Tapi ingatlah bahwa itu hanya perkiraan saja, yang artinya Anda harus memastikan apa sebenarnya penyebab benjolan di belakang telinga yang Anda miliki. Bagaimana cara memastikannya? Tentu melalui pemeriksaan medis.

Memang kebanyakan benjolan tidak harus ditangani secara medis, dan ada yang bisa sembuh sendiri. Jadi benjolan seperti apa yang harus diwaspadai? Perhatikan subjudul berikut.

Benjolan Seperti Apa yang Harus Diperiksa ke Dokter?

Periksa ke dokter adalah langkah lebih bijak daripada mencoba mendiagnosis diri sendiri. Ini khususnya penting apabila ada benjolan di belakang telinga yang punya ciri-ciri berikut:

  • Benjolan di belakang telinga terasa sakit, nyeri, kemerahan, atau keluar cairan.
  • Benjolan itu tidak bergerak jika ditekan atau terasa melekat di tempatnya.
  • Benjolan itu berubah atau membesar.
  • Benjolan itu tiba-tiba muncul.
  • Benjolan itu disertai gejala-gejala lain.

Benjolan di bawah kulit jarang disebabkan oleh sesuatu yang berbahaya seperti kanker, tapi memang yang terbaik adalah memastikannya melalui pemeriksaan medis.

Bagaimana Cara Menghilangkan Benjolan di Belakang Telinga?

Kalau benjolan tidak punya ciri-ciri yang mencurigakan, Anda bisa mencoba mengatasinya dengan cara mengobati benjolan di belakang telinga rumahan berikut:

  • Kompres hangat dan kompres dingin: Mengompresnya akan membantu mengurangi rasa sakit dan bengkak jika penyebabnya adalah infeksi atau cedera.
  • Minum obat: Obat untuk peradangan yang bisa dibeli tanpa resep, seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin, bisa mengurangi rasa sakit, bengkak, dan kemerahan. Obat asetaminofen juga bisa membantu mengurangi rasa sakit dan demam, tapi tidak bisa mengatasi peradangan.
  • Minum air yang cukup: Kalau benjolan disebabkan oleh suatu infeksi, Anda perlu cukup cairan untuk menjaga tubuh cukup kuat melawan infeksi, terlebih jika Anda juga demam.

Namun jika ada tanda-tanda bahwa benjolan itu sesuatu yang serius, maka cara mengobati benjolan di belakang telinga harus dilakukan secara medis.

Yang artinya Anda perlu periksa dulu ke dokter untuk memastikan penyebabnya, kemudian dokter akan memberi saran pengobatan sesuai penyebabnya itu.

Cara Menghilangkan Benjolan di Belakang Telinga secara Tradisional

Salah satu herbal yang tepat untuk cara menghilangkan benjolan di belakang telinga secara tradisional adalah Sarang Semut. Mengapa?

Sebab herbal ini dapat berguna sebagai obat benjolan di belakang telinga yang tidak berbahaya maupun yang berbahaya.

Maksudnya Sarang Semut dapat dikonsumsi untuk membantu menghilangkan benjolan yang disebabkan oleh infeksi, pembengkakan kelenjar getah bening, dan benjolan lemak, sekaligus untuk mengantisipasi jika benjolan itu ternyata disebabkan oleh sesuatu yang lebih serius, seperti kanker.

Sarang Semut Papua untuk obat benjolan di belakang telinga

Sarang Semut mengandung tokoferol dan polifenol yang bermanfaat sebagai antioksidan. Saat virus, bakteri, atau penyebab infeksi lain menyerang sel-sel tubuh, maka kadar radikal bebas akan naik dan mengganggu fungsi sel-sel imun untuk melawan infeksi itu.

Antioksidan membantu menetralisir kelebihan radikal bebas itu sehingga sel-sel imun dapat berfungsi optimal untuk melawan infeksi. Setelah infeksi teratasi maka benjolan pun akan menghilang, termasuk termasuk juga pembengkakan kelenjar getah bening yang disebabkan oleh infeksi.

Sarang Semut juga mengandung flavonoid yang bermanfaat untuk mengatasi benjolan lemak serta benjolan tumor dan kanker. Flavonoid punya cara kerja bernama anti-proliferasi dan induksi apoptosis.

Anti-proliferasi artinya kemampuan untuk menghambat perbanyakan dari sel-sel pembentuk benjolan lemak, tumor dan kanker. Induksi apoptosis artinya kemampuan untuk merangsang kematian dari sel-sel tersebut.

Dengan begitu herbal ini dapat membantu menghambat serta menumpas pertumbuhan benjolan abnormal di belakang telinga.

Pengalaman Nyata Penderita Benjolan Abnormal

Kami tidak merekomendasikan herbal ini berdasarkan teori saja. Sebab Sarang Semut telah dibuktikan kemampuannya oleh banyak orang yang menderita benjolan abnormal.

Berikut adalah dua contoh dari banyak pengalaman nyata pengguna Sarang Semut yang terbantu menghilangkan benjolan abnormal pada tubuhnya.

Perlu diingat bahwa benjolan abnormal di lokasi tubuh manapun sebenarnya punya penyebab yang mirip-mirip, yaitu seringnya karena infeksi, pembengkakan kelenjar getah bening, benjolan lemak, dan tumor atau kanker.

Pengalaman Benjolan Lemak Menyusut Kurang dari 1 Bulan**

Ibu Ruth Damayanti asal Bogor memiliki benjolan lemak sebesar telur ayam di ketiak kanannya, yang sangat mengganggu aktivitasnya. Dokter menyarankan pengobatan dengan cara operasi untuk mengangkatnya.

Tetapi belum sempat operasi, ia menemukan herbal Sarang Semut yang dikatakan dapat membantu menghilangkan benjolan-benjolan abnormal pada tubuh. Ia kemudian memutuskan untuk mencobanya dan dikonsumsinya herbal ini setiap hari.

Hasilnya sungguh di luar dugaannya, belum sampai sebulan penuh benjolan abnormal yang dimilikinya sudah jauh mengempis dan terus menyusut setiap hari. Dan kini ia bisa kembali beraktivitas seperti sedia kala.

**) Disclaimer: Hasil yang diperoleh bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing pengguna.

Pengalaman Benjolan Kanker Rontok dalam 1 Bulan**

Bapak Nova Wariki asal Bali divonis menderita benjolan kanker getah bening di usianya yang lanjut, 79 tahun. Benjolan itu ada di leher kanannya dan terus membesar sampai seukuran 8 x 6 cm serta menimbulkan luka.

Ia sempat terbaring tak berdaya di rumah sakit dan pihak rumah sakit pun seperti sudah tidak mampu lagi mengobati kondisinya.

Namun keluarganya pantang menyerah dan menganjurkannya untuk mencoba minum Sarang Semut selama 1 bulan penuh.

Rupanya usaha itu berbuah hasil yang memuaskan. Setelah mengonsumsi herbal ini secara teratur, luka terbuka di benjolannya menutup dan mengecil, kondisi fisiknya yang tadinya sangat lemah juga pulih seperti semula.

Selain luka yang menutup, benjolan kankernya pun berangsur-angsur mengecil sampai akhirnya hilang sepenuhnya. Dan yang lebih melegakan lagi, kankernya tidak pernah kambuh lagi sampai sekarang.

**) Disclaimer: Hasil yang diperoleh bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing pengguna.

Itu hanya dua contoh pengalaman pengguna Sarang Semut yang berhasil mengatasi benjolan abnormal pada tubuhnya. Dari pengalaman-pengalaman mereka pada umumnya tanda-tanda pulih sudah mulai dirasakan dalam 1 bulan pemakaian yang teratur.

Tidak Perlu Terlalu Khawatir dengan Benjolan di Belakang Telinga, Tapi Tetap Waspada

Bagaimana pun juga benjolan abnormal adalah sesuatu yang asing pada tubuh, sehingga reaksi wajar kita adalah ingin cepat-cepat menghilangkannya. Tapi tidak perlu terlalu cemas, kebanyakan penyebab benjolan di belakang telinga bukanlah sesuatu yang serius.

Memang ada benjolan yang disebabkan oleh penyebab yang berbahaya sehingga cara mengobati benjolan di belakang telinga itu haruslah secara medis. Sebagai patokan umum, benjolan yang mengalami perubahan atau membesar, tidak kunjung mengecil, dan disertai ciri-ciri yang aneh harus diperiksakan ke dokter.

Bila saat ini benjolan tidak menunjukkan tanda-tanda aneh, mungkin hanya perlu dipantau perkembangannya saja. Selagi memantau, Anda juga bisa mempertimbangkan mencoba memanfaatkan herbal yang tepat sebagai cara mengilangkan benjolan di belakang telinga secara tradisional.

Sumber

Sumber Referensi:

Healhtline. 8 Causes of Lumps Behind the Ears. URL: https://www.healthline.com/health/causes-lumps-behind-ears

Medical News Today. What causes lumps behind the ear?. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/313968

Buoy Health. Swelling Behind the Ears Symptoms, Causes & Common Questions. URL: https://www.buoyhealth.com/learn/swelling-behind-the-ears

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>