Benjolan di Leher Apakah Berbahaya?


By Cindy Wijaya

“Benjolan di leher kanan saya sudah ada beberapa bulan, saya kira bisa hilang sendiri tapi malah makin besar. Jadi apa mungkin penyebabnya gejala kanker dan apa saya harus periksa ke dokter?” Itu adalah sepenggal pertanyaan di sebuah forum tanya-jawab mengenai kanker. Kalau kita punya keluhan serupa, bisa jadi kita juga bertanya-tanya apakah gejala ini tidak berbahaya atau jangan-jangan gejala kanker.

Dalam artikel ini akan dijelaskan mengenai dari mana asalnya benjolan pada leher, apa sebenarnya penyebab dari benjolan itu, seperti apa ciri-ciri benjolan yang berbahaya dan yang tidak berbahaya, serta apa obat benjolan di leher yang efektif menghilangkannya.

Benjolan di leher bisa berukuran besar dan terlihat, atau juga bisa berukuran kecil dan tidak tampak. Kebanyakan gumpalan, bengkak, atau benjolan di leher biasanya tidak bersifat kanker dan tidak berbahaya. Tetapi bengkak di leher juga bisa jadi tanda adanya penyakit serius, seperti infeksi atau mungkin juga pertumbuhan kanker.

Dari Mana Datangnya Benjolan di Leher?

Bengkak pada leher bisa bertekstur keras, lembut, lunak atau tidak lunak. Lokasinya bisa berada di kulit atau bisa juga berasal dari jaringan atau organ di bagian dalam leher.

Tempat asal bengkak merupakan petunjuk penting dalam menentukan apa penyebabnya. Karena ada banyak otot, jaringan, dan organ di sekitar leher, maka ada banyak tempat bengkak atau benjolan bisa muncul, termasuk:

  • Kulit serta lapisan jaringan, lemak, dan otot di bawah kulit.
  • Kelenjar tiroid: adanya di tengah-tengah bagian bawah leher.
  • Kelenjar air liur: ada tiga kelenjar ini di setiap sisi leher. Kelenjar parotis di depan telinga, kelenjar submandibular di bawah rahang, dan kelenjar sublingual di bawah lidah.
  • Pembuluh darah di leher: pembuluh darah utama pada leher adalah pembuluh arteri karotis.
  • Kelenjar getah bening: ada banyak kelenjar ini di leher.

Kita perlu periksa ke dokter untuk mengetahui secara pasti lokasi asal dari benjolan leher di kanan atau kiri yang kita alami. Dokter bisa membantu menentukan penyebab benjolan leher setelah mengetahui lokasi asalnya.

Apa Saja Penyebab Benjolan di Leher?

Dalam bagian ini akan dikupas mengenai sejumlah penyebab umum benjolan pada leher. Pertama yang akan dibahas adalah penyebab yang paling umum, yaitu infeksi yang menimbulkan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Ilustrasi Kelenjar Getah Bening di Sekitar Leher

Infeksi Penyebab Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Infeksi apa pun yang terjadi bisa menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher. Berikut beberapa contoh infeksi tersebut:

  • Pilek
  • Tonsilitis (radang amandel)
  • Infeksi di dada
  • Infeksi di telinga
  • Infeksi dan abses di gigi
  • Kutu kepala
  • Infeksi kulit (misalnya jerawat yang sangat perih)
  • Demam kelenjar
  • Cacar air
  • Infeksi herpes
  • Penyakit Kawasaki
  • HIV

Kelenjar getah bening berisi sel-sel yang membantu tubuh melawan infeksi. Saat kita sakit karena suatu infeksi, kelenjar getah bening menjadi besar karena membantu melawan infeksi itu.

Penyebab Lain Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening juga bisa membengkak akibat peradangan (inflamasi). Contohnya kalau kita punya penyakit ruam di kulit seperti psoriasis atau eksem di kepala.

Suatu penyakit yang disebut sarcoidosis juga bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening.

Kadang-kadang kelenjar getah bening membengkak akibat adanya kanker. Pembengkakan itu cenderung lebih keras daripada bengkak biasa.

Kanker yang dapat menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening antara lain: leukemia, limfoma, serta kanker yang menyebar (kanker sekunder) dari lokasi lain seperti dari paru-paru atau lambung.

Masalah di Kelenjar Air Liur

Di antara setiap kelenjar air liur dan bagian dalam mulut, ada sebuah saluran yang mengalirkan air liur ke mulut. Kadang saluran ini bisa terhalang oleh batu kelenjar air liur atau oleh kotoran, sehingga salurannya membengkak.

Pembengkakan ini biasanya hilang-timbul, sering kali kambuh saat kita makan dan kemudian menghilang.

Infeksi di kelenjar air liur, misalnya penyakit gondong, juga bisa menyebabkan pembengkakan di leher. Dan kadang-kadang di kelenjar air liur juga dapat berkembang kanker yang menimbulkan benjolan di leher.

Masalah di Kelenjar Tiroid

Berikut beberapa kemungkinan penyebab benjolan di leher yang datang dari kelenjar tiroid:

  • Gondok
  • Hipotiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif)
  • Benjolan non-kanker seperti nodul, kista, dan tumor jinak
  • Kanker tiroid

Karena kelenjar tiroid kita berada di sebelah kelenjar paratiroid, jadi kadang-kadang gumpalan juga dapat berasal dari kelenjar itu.

Masalah pada Kulit

Penyebab benjolan di leher kanan atau di kiri atau dimana pun bisa berasal dari masalah kulit kita, misalnya:

  • Jerawat yang disertai bisul
  • Daging tumbuh di permukaan kulit (skin tag)
  • Kista epidermoid
  • Tumor kulit, misalnya melanoma atau karsinoma sel skuamosa

Kelainan Perkembangan

Sejumlah benjolan yang abnormal bisa dimiliki sejak lahir oleh atau yang muncul akibat dari perkembangan yang sedikit tidak normal. Ini termasuk kondisi yang tidak normal seperti:

  • Kista tiroglosus
  • Kista dermoid
  • Higroma kistik
  • Kista brankial
  • Tulang rusuk ekstra (servikal)

Gumpalan Pembuluh Darah

Adakalanya penyebab benjolan di leher datang dari pembuluh darah utama yang ada di leher, yaitu pembuluh arteri karotis. Kadang pembuluh darah ini membesar, sehingga menimbulkan suatu gumpalan yang disebut aneurisma.

Tumor

Tumor bisa bersifat jinak (bukan kanker), bisa juga bersifat ganas (kanker). Tumor yang jinak antara lain:

  • Benjolan lemak (lipoma)
  • Tumor jinak dari jenis jaringan lunak, saraf, atau pembuluh darah lainnya

Beberapa dari benjolan yang bersifat kanker sudah disinggung di atas. Jenis kanker lainnya yang bisa menimbulkan benjolan pada leher ialah tumor tulang (sarkoma) atau tumor tulang rawan (kondrosarkoma).

Apa Penyebab Benjolan di Leher Kanan dan di Leher Kiri?

Benjolan yang muncul di sisi leher (kanan dan kiri) kemungkinan disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening, yang merupakan penyebab umum benjolan pada leher.

Biasanya mereka disertai oleh infeksi di dekatnya, paling sering dari pilek atau infeksi tenggorokan. Tetapi kelenjar getah bening juga bisa terinfeksi sendiri atau membesar karena infeksi di tempat lain di tubuh.

Apakah kanker bisa menyebabkan benjolan di leher kiri atau kanan? Ya bisa, tapi jarang terjadi.

Seperti ditulis di atas, kanker yang bisa menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening adalah: leukemia, limfoma, serta kanker yang menyebar (kanker sekunder) dari lokasi lain seperti dari paru-paru atau lambung.

Ciri-Ciri Benjolan di Leher yang Tidak Berbahaya

Bengkak pada leher yang sifatnya jinak (bukan kanker) sering punya beberapa ciri yang serupa. Sering kali mereka bentuknya lunak dan bisa digerakkan.

Mereka akan bergerak dan berubah bentuk kalau disentuh. Benjolan ini juga cukup dangkal, artinya berada tepat di bawah kulit di lapisan lemaknya.

Kadang-kadang mereka bisa tumbuh membesar dan terasa sakit saat kita beraktivitas, tetapi akan mereda saat kita beristirahat.

Ciri-Ciri Benjolan di Leher yang Berbahaya

Benngkak pada leher yang sifatnya ganas (kanker) juga mungkin punya ciri yang mirip. Mereka umumnya punya bentuk keras dan pada awalnya tidak terasa sakit. Letak gumpalan ini juga cukup dalam, berada di bagian dalam leher.

Contoh Benjolan Akibat Kanker Limfoma (Credit Photo: Gabor Kenyeres / Shutterstock)

Benjolan yang ada kaitannya dengan pertumbuhan atau luka di mulut juga perlu diwaspadai. Sama halnya juga dengan benjolan yang disertai masalah di tenggorokan, seperti suara serak atau kesulitan menelan.

Dan pada umumnya, benjolan yang tidak menimbulkan rasa sakit lebih mencurigakan daripada benjolan yang disertai rasa sakit.

Perhatikan juga apakah ada gejala-gejala aneh yang menyertai seperti:

  • Berat badan turun tanpa sebab
  • Suara berubah (misalnya jadi serak) selama lebih dari 3 minggu
  • Keringat mengucur di malam hari
  • Susah menelan
  • Sesak napas
  • Batuk berdarah
  • Selalu merasa lelah
  • Memar tanpa sebab
Apabila Anda memiliki benjolan di leher, langkah paling bijak ialah melakukan pemeriksaan medis. Kunjungilah dokter apabila Anda tiba-tiba memiliki benjolan di leher yang tidak jelas asal-usulnya.

Apa Obat Benjolan di Leher?

Obat benjolan di leher sepenuhnya tergantung pada penyebabnya. Jika penyebabnya adalah reaksi pada kelenjar getah bening, mungkin dokter tidak akan memberikan obat khusus, karena reaksi itu akan hilang sendiri begitu penyebabnya mereda. Tapi dalam beberapa kasus kondisi itu mungkin perlu diobati.

Pada umumnya, obat benjolan di leher adalah obat yang digunakan untuk mengatasi penyebab benjolan tersebut.

Misalnya, jika penyebabnya infeksi mungkin akan diberi obat antibiotik agar infeksinya teratasi dan pembengkakan kelenjar getah bening menghilang.

Beberapa benjolan mungkin perlu dioperasi untuk mengangkatnya. Contohnya pada kasus tumor kulit, atau lipoma yang besar.

Apabila penyebabnya adalah kanker, mungkin dokter memberikan kemoterapi sebagai obat benjolan di leher itu.

Dokter yang menangani Anda akan memberi tahu obat atau perawatan apa yang terbaik sesuai dengan kondisi Anda.

Adakah Herbal untuk Obat Benjolan di Leher?

Seperti disebutkan sebelumnya, obat benjolan di leher adalah obat yang bisa mengatasi penyebab di baliknya.

Sebagian besar penyebab di balik benjolan ini yaitu pembengkakan kelenjar getah bening. Dan yang paling sering menyebabakan pembengkakan itu ialah infeksi.

Itu artinya sebagian besar orang dengan keluhan ini membutuhkan obat benjolan di leher yang mampu mengatasi infeksi tersebut.

Bagaimana dengan gumpalan di leher yang lebih berbahaya, seperti yang disebabkan oleh tumor atau kanker? Pastinya tidak akan mempan jika hanya menggunakan obat untuk infeksi.

Nah, adakah herbal yang dapat dikonsumsi untuk membantu pengobatan benjolan yang tidak berbahaya sekaligus untuk mengantisipasi jika benjolan itu ternyata disebabkan oleh sesuatu yang berbahaya?

Jawabannya ada. Herbal yang kami rekomendasikan adalah Sarang Semut. Berikut dijelaskan mengapa herbal ini kami rekomendasikan untuk Anda.

Bagaimana kegunaan Sarang Semut sebagai obat benjolan di leher akibat infeksi?

Herbal ini mengandung tokoferol dan polifenol yang berperan sebagai antioksidan dalam tubuh. Saat virus, bakteri, atau penyebab infeksi lain menyerang sel-sel tubuh, maka kadar radikal bebas akan meningkat sehingga mengganggu fungsi sel imun yang bertugas melawan infeksi.

Nah, antioksidan berfungsi untuk menetralkan radikal bebas supaya sel imun bisa optimal lagi dalam melawan infeksi. Jika infeksi teratasi maka pembengkakan kelenjar getah bening pun akan menghilang.

Bagaimana kegunaan Sarang Semut sebagai obat benjolan di leher akibat tumor atau kanker?

Terdapat kandungan flavonoid yang punya cara kerja khusus untuk melawan tumor dan kanker. Dua diantaranya yaitu dengan anti-proliferasi dan induksi apoptosis.

Anti-proliferasi berarti menghambat proses perbanyakan (duplikasi) sel-sel tumor atau kanker, sedangkan induksi apoptosis artinya merangsang kematian dari sel-sel tersebut. Jadi Sarang Semut membantu menghambat serta membunuh tumor atau kanker.

Ilustrasi Obat Benjolan di Leher
Ilustrasi Herbal Sarang Semut (Credit Photo: legKov / iStock)

Alasan lain kami berani merekomendasikan herbal ini ialah karena Sarang Semut telah terbukti bermanfaat dari pengalaman-pengalaman penggunanya.

Berikut adalah dua contoh dari banyaknya pengalaman para pengguna Sarang Semut yang terbantu mengatasi benjolan abnormal pada leher mereka.

Pengalaman Benjolan Leher & Rahang Selama 2 Tahun Hilang dalam 2 Bulan**

Pengalaman pertama datang dari Ibu Sischa asal Mojokerto yang berusia 30-an saat menceritakan pengalamannya.

Ia menceritakan bahwa ia punya benjolan pada leher dan rahang yang sangat mengganggu, sampai membuatnya susah makan. Kadang juga muncul sakit yang di leher dan kepala, yang bikin menoleh saja sudah menyakitkan.

Keluhan tidak mengenakkan ia rasakan selama 2 tahun. Dokter mengatakan bahwa benjolan itu tampak seperti radang atau amandel, dan tidak bisa dioperasi.

Karena tidak tahan lagi, ia memutuskan mencoba Sarang Semut. Hasilnya ia merasakan ada perubahan dalam 2 bulan mengonsumsi secara rutin.

Benjolannya sudah tidak ada lagi dan tubuhnya juga terasa lebih sehat. Dengan hilangnya benjolan, keluhan-keluhan menyakitkan yang selama ini dialaminya juga menghilang.

**) Disclaimer: Hasil yang diperoleh bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing pengguna.

Pengalaman Benjolan Kanker di Leher Kanan Hilang Sepenuhnya dalam 1 Bulan**

Pengalaman kedua datang dari Bapak Nova Wariki asal Bali yang berusia 79 tahun dalam kisah ini. Ia divonis menderita benjolan kanker limfoma (kanker getah bening) di bagian leher kanan yang terus membesar sampai ukurannya 8 x 6 cm dan menimbulkan luka.

Ia harus bolak-balik ke rumah sakit dan sempat terbaring koma di rumah sakit akibatnya keadaannya yang sangat lemah. Bahkan pihak rumah sakit seperti sudah tidak sanggup mengobatinya, sebab usianya yang lanjut dan ganasnya kanker.

Keluarganya tidak menyerah dan menganjurkan beliau untuk mencoba minum Sarang Semut selama 1 bulan penuh.

Hasilnya tidak sia-sia. Luka terbuka pada benjolan di leher kanan mengering dan mengecil, benjolannya menyusut sampai hilang sepenuhnya, dan kondisi fisiknya juga pulih kembali.

**) Disclaimer: Hasil yang diperoleh bisa berbeda-beda tergantung kondisi tubuh masing-masing pengguna.

Berdasarkan dua contoh di atas dan berbagai pengalaman lain dari para pengguna herbal ini, reaksi positif sudah mulai dirasakan dalam waktu 1 bulan pemakaian secara teratur.

Jika Anda berminat mencoba produk kapsul ekstrak Sarang Semut yang sama seperti yang diminum oleh Ibu Sicha dan Bapak Wariki silakan hubungi kami  lewat kontak dibagian bawah artikel ini.

Deherba.com sendiri sudah sejak tahun 2012 membantu ribuan pembaca blog ini mendapatkan produk Sarang Semut Papua dengan jaminan keaslian dan harga terbaik se-Indonesia, juga sudah berizin BPOM dan Halal MUI.

Tidak Perlu Terlalu Khawatir dengan Benjolan di Leher, Tapi Tetap Waspada

Wajar saja jika kita merasa khawatir saat menyadari adanya benjolan di leher kiri, di kanan, atau di bagian leher mana pun. Syukurlah kebanyakan dari benjolan seperti itu tidak berbahaya dan hanya sedikit yang benar-benar perlu dikhawatirkan.

Apabila benjolan itu tidak disertai gejala-gejala aneh yang dirasakan, biasanya itu bukan masalah besar dan tidak perlu segera diperiksa ke dokter. Tapi apabila benjolannya tidak kunjung menghilang, sebaiknya kita periksakan ke dokter.

Meskipun penyebab benjolan di leher kiri atau kanan tersebut adalah sesuatu yang perlu ditangani, misalnya infeksi atau bahkan kanker, jika kita berhasil mendeteksinya sejak dini maka pengobatan dan pemulihannya bisa berjalan dengan baik.

Jadi jika Anda merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan benjolan di leher Anda, sebaiknya jangan biarkan rasa takut dan cemas menghalangi Anda untuk mencari bantuan medis.

Dan untuk membantu mengurangi kekhawatiran, mungkin Anda bisa mencoba mengonsumsi herbal yang tepat untuk membantu mengatasi benjolan tersebut. Ini dapat berguna selagi Anda menunggu untuk memastikan apakah benjolannya akan membesar atau apakah akan ada gejala-gejala lain.

Sumber

Sumber Referensi:

Patient. Neck Lumps and Bumps. URL: https://patient.info/signs-symptoms/neck-lumps-and-bumps-leaflet

Healhtline. What’s Causing This Lump on My Neck?. URL: https://www.healthline.com/health/neck-lump

Medical News Today. Cause of a lump on the back of the neck. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/324866

Lakeshore. When a Lump in the Neck is Cause for Concern. URL: https://www.lakeshoreent.com/blog/when-a-lump-in-the-neck-is-cause-for-concern

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}
>