Apa Penyebab Badan Pegal-Pegal yang Harus Diwaspadai?

297
Ilustrasi Badan Terasa Pegal-Pegal
Credit Photo: TB studio / Shutterstock
5
(1)

Badan terasa pegal-pegal adalah keluhan umum yang biasa dialami orang-orang. Banyak orang mengalaminya setelah berdiri, berjalan, atau berolahraga dalam waktu lama. Jika itu penyebabnya, maka obat untuk menghilangkan pegal-pegal itu sangatlah mudah, cukup dengan cara istirahat saja. Tapi ada juga keluhan pegal linu yang disebabkan oleh masalah yang lebih serius dan harus ditangani secara medis.

Dalam artikel ini akan dijelaskan sejumlah penyebab pegal linu yang belum banyak diketahui orang-orang. Beberapa di antara penyebab ini merupakan masalah yang serius dan perlu segera diperiksa oleh dokter. Mari kita lihat apa saja penyebab pegal-pegal tersebut.

Apa Saja Penyebab Badan Pegal-Pegal?

Pegal linu dapat disebabkan oleh banyak hal. Sebagian besar penyebabnya mudah diatasi dan tidak berbahaya, tetapi kadang pegal-pegal bisa disebabkan oleh masalah kesehatan yang serius. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menyebabkan badan pegal-pegal.

Fibromyalgia

Fibromyalgia membuat badan kita terasa nyeri dan lelah, juga kaku pada otot. Fibromyalgia dapat menyebabkan pegal linu dan nyeri di sekujur tubuh. Kondisi ini diduga diakibatkan oleh masalah pada caranya sistem saraf pusat memproses sinyal-sinyal rasa nyeri ketika mereka terjadi pada tubuh.

Infeksi dan Virus

Penyakit flu, pilek, dan infeksi virus atau bakteri lain dapat menyebabkan badan pegal-pegal. Sewaktu infeksi seperti itu terjadi, sistem imun kita mengirimkan sel-sel darah putih untuk melawan infeksi tersebut. Hal ini dapat menimbulkan terjadinya inflamasi, yang bisa membuat otot-otot badan kita terasa pegal dan kaku.

Konsumsi Obat

Beberapa jenis obat, misalnya obat statin dan obat darah tinggi, punya efek samping yang bisa membuat badan terasa pegal, kaku, dan sakit. Selain itu obat-obatan atau zat tertentu, seperti alkohol, kokain, dan opiat, juga dapat menimbulkan gejala penarikan (withdrawal) berupa pegal linu.

Retensi Cairan

Cairan yang tertahan di dalam tubuh dapat mengakibatkan pembengkakan dan peradangan (inflamasi), yang bisa menimbulkan nyeri otot dan pegal-pegal. Kadang retensi cairan juga menyebabkan rasa sakit dan kram yang tajam hanya pada bagian-bagian tubuh tertentu.

Berikut adalah beberapa masalah yang bisa menyebabkan retensi cairan:

  • Gangguan tiroid, terutama hipotiroidisme (tiroid kurang aktif)
  • Gagal jantung kongestif
  • Sirosis hati
  • Gizi buruk
  • Penyakit ginjal kronis dan sindrom nefrotik
  • Insufisiensi vena
  • Gangguan pada drainase limfatik (getah bening)

Masing-masing dari masalah di atas membutuhkan perawatan khusus. Jadi ada baiknya kita segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami badan pegal-pegal yang disertai pembengkakan di bagian-bagian tubuh.

Hipokalemia:

Hipokalemia adalah kondisi kekurangan kalium (potasium) di dalam peredaran darah. Kurangnya natrium akan memengaruhi caranya saraf-saraf dan otot-otot berfungsi, yang dapat mengakibatkan badan pegal-pegal, terasa lelah, lemas, dan kram pada otot.

Baca juga:  7 Cara Gampang Mengatasi Leher Kaku dan Tegang

Stres:

Stres bisa menimbulkan tekanan pada tubuh dan jusa bisa melemahkan sistem imun. Hal ini bisa membuat otot-otot terasa kaku, serta memengaruhi respons tubuh terhadap peradangan dan infeksi.

Ilustrasi Penyebab Badan Terasa Pegal Linu
Credit Photo: Andriy Popov / Alamy Stock Photo

Dehidrasi:

Agar tubuh tetap berfungsi dengan semestinya, kita harus menjaganya tetap terhidrasi. Dehidrasi kadang bisa menyebabkan seseorang merasa pegal linu dan letih.

Kurang Tidur:

Para peneliti menduga bahwa ada kaitan antara tidur dan rasa nyeri. Orang yang mengalami rasa nyeri kronis sering kali susah tidur. Pada waktu bersamaan, penelitian menemukan bahwa penderita insomnia juga sering mengalami rasa nyeri kronis.

Seiring waktu, kurang tidur bisa memicu kelelahan. Ini dapat membuat badan terasa pegal-pegal, lesu, dan berat. Kurang tidur juga memengaruhi kemampuan tubuh untuk memperbaiki jaringan dan sel-sel di dalamnya. Jika tidak punya cukup waktu untuk memperbaiki dan memulihkan diri, tubuh kita bisa sering terasa sakit dan pegal.

Pneumonia:

Pneumonia ialah penyakit infeksi paru-paru yang bisa sangat berbahaya jika tidak diobati. Pneumonia dapat mengakibatkan tubuh tidak mampu untuk memasukkan oksigen yang memadai. Tanpa cukup oksigen, sel-sel darah merah dan jaringan-jaringan dalam tubuh tidak akan sanggup berfungsi dengan semestinya, sehingga bisa menyebabkan pegal linu dan rasa sakit.

Sindrom Kelelahan Kronis:

Sama seperti ketika seseorang kurang tidur, penderita sindrom kelelahan kronis juga dapat mengalami pegal-pegal otot selain dari gejala-gejala lain seperti insomnia, letih, dan lemas.

Artritis:

Artritis terjadi apabila persendian kita mengalami peradangan (inflamasi). Artritis dapat diakibatkan oleh keausan pada tubuh atau mungkin akibat kondisi autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sehat yang melapisi persendian. Rasa sakit dan pegal-pegal adalah gejala umum dari artritis.

Gangguan Autoimun:

Ada sejumlah gangguan autoimun dapat menyebabkan badan terasa pegal-pegal. Berikut beberapa gangguan autoimun tersebut:

Lupus: Ini terjadi jika sistem kekebalan tubuh seseorang mulai menyerang jaringan-jaringan sehat, lalu mengakibatkan peradangan.

Myositis: Ini adalah penyakit peradangan pada otot-otot. Selain badan terasa pegal, gejala lain dari myositis yaitu keletihan dan perasaan tidak enak badan.

Multipel sklerosis (MS): Ini adalah gangguan autoimun yang memengaruhi sistem saraf pusat. Penderita MS merasakan pegal dan sakit di badannya karena jaringan di sekitar sel-sel saraf mereka telah rusak akibat peradangan yang berkepanjangan.

Bagaimana Cara Menghilangkan Badan Pegal-Pegal?

Dokter bisa meresepkan obat tertentu untuk mengobati masalah pada tubuh yang menyebabkan badan terasa sakit dan pegal-pegal. Selain itu kita juga bisa mengupayakan cara-cara praktis untuk membantu menghilangkan pegal-pegal di badan:

  • Istirahat: Istirahat adalah cara tubuh mendapatkan waktu yang dibutuhkannya untuk memperbaiki diri dan menghilangkan pegal-pegal pada badan.
  • Minum banyak air: Menjaga tubuh tetap terhidrasi adalah cara untuk menghilangkan badan pegal-pegal akibat dehidrasi.
  • Minum obat untuk badan pegal-pegal: Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) dapat mengurangi keluhan pegal-pegal, nyeri, dan peradangan pada tubuh. Salah satu obat bebas yang bisa digunakan untuk cara menghilangkan pegal-pegal yaitu asetaminofen.
  • Mandi air hangat: Suhu panas dapat membantu melenturkan otot-otot serta meredakan ketegangan pada tubuh.
  • Pengaturan suhu badan: Ini termasuk berupaya mengurangi demam, menjaga diri tetap hangat, atau tetap dingin untuk meringankan gejala menggigil dan mencegah ketegangan otot-otot.
Baca juga:  Hindarilah Jenis Makanan Penyebab Nyeri Sendi dan Otot Ini!

Cara Menghilangkan Pegal-Pegal

Kapan Badan Pegal-Pegal Harus Diperiksakan ke Dokter?


Kita dianjurkan untuk segera periksakan diri ke dokter apabila mengalami keluhan-keluhan seperti berikut:

  • Rasa nyeri yang tidak membaik meski sudah minum obat warung
  • Rasa sakit yang parah, terutama jika tanpa sebab yang jelas
  • Semua rasa pegal atau sakit yang muncul disertai dengan ruam kemerahan di kulit
  • Badan terasa pegal dan sakit setelah digigit serangga
  • Badan terasa pegal atau nyeri otot yang disertai kemerahan atau pembengkakan yang parah
  • Badan terasa pegal setelah mengonsumsi obat tertentu
  • Demam yang tidak kunjung membaik

Ada juga gejala-gejala lain yang dapat menyertai pegal-pegal pada badan dan membutuhkan perawatan medis. Berikut adalah gejala-gejala tersebut:

  • Retensi cairan yang parah
  • Kesulitan untuk menelan, makan, atau minum
  • Sesak napas
  • Muntah-muntah, terutama jika disertai demam
  • Kaku pada leher
  • Masalah pada penglihatan
  • Keletihan ekstrem yang tidak kunjung membaik
  • Sensitif terhadap cahaya
  • Kelemahan pada otot atau ketidakmampuan untuk menggerakkan anggota badan
  • Hilang kesadaran atau pingsan
  • Kejang-kejang

Dokter dapat membant mendiagnosis penyebab dari keluhan badan pegal-pegal dan menentukan apakah dibutuhkan obat tertentu untuk mengatasinya.

Jika seseorang mengalami pegal linu selama lebih dari 2 minggu, dan tidak diketahui apa penyebabnya, ia harus memeriksakan diri ke dokter meski keluhannya tidak disertai gejala lain apapun.

Kesimpulan tentang Badan Pegal-Pegal

Pegal-pegal biasanya akan membaik sendiri. Kita juga bisa dengan cepat menghilangkan pegal-pegal dengan cara istirahat, minum banyak air, dan mengonsumsi obat bebas jika dibutuhkan (misalnya asetaminofen).

Akan tetapi keluhan pegal linu juga bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan serius di baliknya. Jika badan kita sering terasa pegal, atau pegal yang tidak kunjung membaik, atau yang disertai dengan gejala-gejala lain yang berat, kita sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang keluhan pegal-pegal. Semoga informasi ini dapat membantu Anda untuk semakin peduli dengan kesehatan pribadi maupun keluarga Anda. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar masalah kesehatan hanya di Deherba.com.


Referensi Badan Pegal-Pegal:

Cadman, Bethany. Why Does My Body Aches?. Reviewed: 2019-06-11. URL: https://www.medicalnewstoday.com/articles/319985.php#signs-and-symptoms-of-body-aches. Accessed: 2019-11-12


Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 tidak bermanfaat / 5 sangat bermanfaat)

Rating: 5 / 5. Pemilih: 1

Ikuti media sosial kami untuk terus terhubung dengan deherba.com!

Maaf sekali artikel ini belum bermanfaat untuk Anda

Bantu kami untuk meningkatkan artikel ini!

Beritahukan apa yang bisa kami lakukan untuk meningkatkan mutu artikel ini?