Apakah Itu Aneurisma Otak?


By Fery Irawan

Tahukah Anda, apa itu aneurisma otak? Mungkin banyak di antara kita yang belum mengenal seluk beluk penyakit ini, yang ternyata sangat membahayakan jiwa. Mari kita kenali apa saja tanda dan gejala-gejala aneurisma otak yang harus Anda waspadai. Dan tindakan pengobatan apa saja yang dapat dilakukan untuk mengatasinya.

Aneurisma otak atau disebut juga dengan aneurisma cerebral ini ialah kondisi dimana terdapat pelebaran pembuluh darah pada otak. Pelebaran yang terjadi pada penyakit ini terutama berlangsung pada persimpangan arteri besar, di area yang dalam istilah kedokterannya disebut dengan Lingkaran Willis.

Pelebaran pada pembuluh darah otak tersebut akan menjadi semacam sebuah kantung yang menggelembung dan bisa menyebabkan terjadinya perdarahan otak jika gelembung tersebut pecah.

Jika sudah berada dalam tahap parah, maka kemungkinan selamat semakin kecil. Kalaupun selamat, kemungkinan besar penderita akan mengalami cacat permanen.

Penyebab Aneurisma Otak

Kalau ada yang beranggapan bahwa aneurisma otak ini erat kaitannya dengan faktor genetik, maka sesungguhnya hal itu salah besar.

Karena pada kenyataannya, aneurisma otak ini bukan disebabkan oleh faktor genetik atau keturunan, melainkan berkembang seiring dengan semakin bertambahnya usia seseorang. Selain itu beberapa faktor berikut bisa jadi turut bersumbangsih dalam memicu terjadinya aneurisma.

Neurofibromatosis

Neurofibromatosis merupakan kondisi kelainan genetik di bagian sistem saraf yang sangat memengaruhi pertumbuhan dan juga perkembangan sel saraf sehingga dapat menyebabkan pertumbuhan tumor di bagian saraf. Pada akhirnya, kondisi tersebut akan menjadi pemicu aneurisma otak seraya tumor bertumbuh.

Konsumsi Tembakau

Hal ini yang patut diperhatikan oleh para perokok aktif yang sudah kecanduan dan susah berhenti. Aneurisma otak bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok yang sudah menahun.

Sejumlah penelitian turut meneguhkan fakta tersebut dan menyatakan bahwa orang yang merokok memiliki kemungkinan terkena aneurisma otak 10 kali lebih besar dibandingkan dengan mereka yang bukan perokok. Meski begitu, perokok pasif pun tidak sepenuhnya terhindar dari resiko ini.

Tekanan Darah Tinggi

Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi? Waspadalah karena aneurisma otak juga disebabkan oleh penyakit yang satu ini. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban untuk menjaga kadar tekanan darah supaya tidak menjadi pemicu terjadinya aneurisma otak.

Kolesterol Tinggi

Dalam beberapa studi yang pernah dilakukan, ditemukan bahwa kadar kolesterol yang tinggi juga menjadi salah satu pemicu seseorang terkena aneurisma otak ini.

Konsumsi Alkohol

Faktor lain yang juga menjadi penyebab seseorang terkena aneurisma otak ialah konsumsi alkohol dalam jangka waktu lama. Makanya, jika Anda memiliki kebiasaan buruk ini, sebaiknya segera dihentikan karena lebih banyak resiko yang ditimbulkannya dibandingkan manfaatnya.

Gejala Aneurisma Otak

Gejala aneurisma otak seringkali terabaikan karena tidak bersifat khas dan mirip dengan gejala penyakit lainnya. Sementara, mengenali tanda dan gejala penyakit ini sejak dini, merupakan faktor kunci yang berperan dalam tingkat keberhasilan dalam pengobatan. Berikut tanda dan gejala adanya aneurisma otak.

  • Sakit kepala yang hebat, yang timbul mendadak.
  • Mual dan muntah.
  • Terjadi masalah pada penglihatan.
  • Kaku pada leher.
  • Mengalami kesulitan ketika berbicara.
  • Kesulitan dalam mengingat.
  • Terjadinya kelelahan.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Hilangnya keseimbangan.

Jika Anda merasakan tanda-tanda dan gejala di atas, segeralah memeriksakan diri pada dokter. Aneurisma otak ibarat bom waktu yang siap meledak kapan saja.

Tindakan yang cepat untuk mendeteksi keberadaannya dan mengobatinya, tentu dapat menurunkan resiko Anda terhadap kecacatan, bahkan resiko yang terburuk, kematian.

Pengobatan Aneurisma Otak

Pengobatan pada penderita aneurisma otak biasanya dilakukan ketika aneurisma otak berada dalam tahap awal. Ada dua cara yang dikenal saat ini untuk mengobati aneurisma otak yakni embolisasi koil dan prosedur kliping.

Cara yang pertama, embolisasi, dilakukan dengan memasukkan tabung kecil ke bagian arteri yang terkena dan berada di dekat aneurisma.

Koil logam yang dimasukkan tersebut digerakkan ke aneurisma dengan tujuan untuk mengurangi tekanan dan mengecilkan kemungkinan pecahnya aneurisma.

Kemudian, cara kedua yakni prosedur bedah kliping, yang dilakukan dengan menempatkan klip logam kecil di dekat aneurisma. Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi aliran darah dari pembuluh darah induk sehingga memperkecil kemungkinan pecahnya aneurisma otak.

Tentang Penulis 

Fery Irawan

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Fery Irawan seorang editor sekaligus penulis yang antusias dan sadar untuk memberikan informasi kesehatan yang tidak berat sebelah. Aktif menulis beragam artikel kesehatan selama beberapa tahun terakhir. Ia selalu berupaya menyampaikan informasi yang aktual dan terpercaya, sesuai dengan ketentuan dan prinsip jurnalistik yang ada.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}