Apa Penyebab Bau Mulut yang Paling Umum?


By Cindy Wijaya

Bau mulut, disebut halitosis, bisa membuat orang jadi malu dan tidak percaya diri saat berbicara dengan orang lain. Jika Anda mengalaminya, Anda mungkin ingin tahu apa penyebab bau mulut ini yang sebenarnya. Apakah penyebab bau mulut karena makanan, gigi berlubang, atau bakteri?

Dalam artikel ini akan dibahas mengenai penyebab-penyebab umum dari problem bau mulut. Dengan begitu Anda bisa tahu apa yang perlu dilakukan untuk menghilangkan problem ini guna memulihkan kepercayaan diri. Semua informasi di artikel ini didasarkan atas sumber-sumber yang dapat dipercaya, silakan lihat di bagian “sumber referensi”.

Apa Definisi Bau Mulut?

Bau mulut, atau halitosis, adalah bau tidak sedap yang keluar dari mulut. Halitosis bisa terjadi secara akut (tiba-tiba dan tidak sering), atau secara kronis (berkepanjangan). Problem ini biasanya mudah dihilangkan dan bisa dicegah.

Biasanya mudah untuk mengetahui apakah Anda punya problem bau mulut. Orang lain mungkin akan tahu itu lebih dulu sebelum Anda menyadarinya. Jadi mungkin orang lain yang akan memberi tahu saat mulut Anda berbau kurang sedap, atau mereka mungkin terlihat menjaga jarak saat berbicara dengan Anda.

Tanda atau gejala bau mulut yang paling jelas adalah dengan memperhatikan bau tidak sedap yang keluar dari mulut. Ciri-ciri lain dari bau mulut yaitu: rasa tidak enak atau asam atau perubahan rasa, mulut kering, dan ada lapisan pada lidah.

Apa Saja Penyebab Bau Mulut?

Ada banyak faktor yang dapat menimbulkan problem bau mulut, bahkan orang sehat pun kadang-kadang mengalaminya. Beberapa penyebab umum dari halitosis antara lain:

Makanan Penyebab Bau Mulut:

Makanan adalah sumber penyebab utama bau tak sedap yang keluar dari mulut. Beberapa jenis makanan, misalnya bawang putih, bawang bombai, makanan pedas, makanan rempah-rempah (seperti kari), beberapa jenis keju, ikan, dan minuman asam (seperti kopi) dapat menjadi penyebab bau melekat pada mulut. Sebagian besar mau itu tidak sedap.

Makanan-makanan lain juga dapat tersangkut di gigi, memicu pertumbuhan bakteri dan plak di gigi, yang turut menjadi penyebab bau mulut.

Diet rendah karbohidrat juga dapat menyebabkan problem “napas keton”. Diet ini membuat tubuh membakar lemak sebagai sumber energinya. Produk ahkir dari pembuatan energi ini adalah keton, yang menyebabkan bau seperti buah aseton pada nafas ketika dihembuskan.

Produk Tembakau Penyebab Bau Mulut:

Merokok dan mengunyah tembakau dapat meninggalkan sisa bahan-bahan kimia di dalam mulut. Merokok juga dapat memicu penyebab bau mulut lainnya, seperti penyakit gusi atau kanker mulut.

Kesehatan Mulut yang Buruk Penyebab Halitosis:

Jika seseorang tidak secara teratur menyikat gigi, bekas-bekas makanan di mulut dapat membusuk dan menyebabkan bau busuk. Penumpukan plak di gigi juga dapat menyebabkan kondisi tidak sehat yang disebut penyakit periodontal (gusi). Ketika plak mengeras, itu disebut sebagai karang gigi (kalkulus).

Karang gigi menyimpan bakteri yang dapat mengiritasi gusi dan menyebabkan penyakit gusi. Bentuk ringan dari penyakit gusi disebut gingivitis; jika gingivitis tidak diobati, itu dapat berlanjut menjadi penyakit serius yang bernama periodontitis.

Masalah Kesehatan Penyebab Bau Mulut:

Apa saja masalah kesehatan yang dapat menjadi penyebab bau mulut? Infeksi sinus, pneumonia, radang tenggorokan (faringitis) dan infeksi tenggorokan lainnya, batuk pilek biasa, influenza (flu), batu amandel (tonsilolit), bronkitis, postnasal drip, diabetes, refluks asam lambung (GERD), intoleransi laktosa, gangguan lambung atau pencernaan lainnya, dan beberapa penyakit hati atau ginjal ada kaitannya dengan halitosis.

Mulut Kering Penyebab Halitosis:

Masalah mulut kering juga disebut xerostomia. Air liur membantu melembapkan dan membersihkan mulut, dan kalau tubuh tidak memproduksi air liur yang cukup, maka bisa berakibat bau mulut. Mulut kering dapat disebabkan oleh gangguan pada kelenjar air liur, gangguan jaringan ikat (sindrom Sjögren), obat-obatan, atau bernapas melalui mulut.

Alergi Penyebab Bau Mulut:

Banyak obat-obatan yang digunakan untuk mengobati alergi dapat menimbulkan mulut kering, penyebab lain dari halitosis. Selain itu alergi sering menimbulkan gejala postnasal drip, yang dapat menyebabkan bau mulut. Sinus yang tersumbat karena alergi juga dapat membuat orang terpaksa bernapas lewat mulut, yang memicu halitosis.

Masalah Mulut Penyebab Halitosis:

Apa masalah mulut penyebab bau tak sedap? Salah satu masalah penyebab bau mulut adalah gigi berlubang. Faktor-faktor yang sering memicu gigi berlubang yaitu bakteri di mulut, kebiasaan sering mengemil, minum minuman manis, dan tidak membersihkan gigi dengan baik.

Selain gigi berlubang, masalah mulut lain yang dapat menjadi penyebab bau mulut ialah penyakit gusi dan impaksi gigi.

Gigi Berlubang Penyebab Bau Mulut
Credit Photo: Sergii Kuchugurnyi / Shutterstock

Gigi Palsu atau Kawat Gigi Penyebab Halitosis:

Sisa-sisa makanan yang tidak dibersihkan dengan benar dari peralatan gigi, seperti kawat gigi, dapat membusuk atau menjadi penyebab tumbuhnya bakteri penyebab bau mulut. Gigi palsu yang longgar dapat menyebabkan luka atau infeksi di mulut, yang juga memicu halitosis.

Obat-obatan Penyebab Bau Mulut:

Banyak jenis obat-obatan, termasuk obat antihistamin untuk mengatasi alergi dan obat diuretik, dapat menyebabkan mulut kering, yang merupakan salah satu penyebab halitosis. Obat-obatan lain yang memicu bau mulut ialah triamterene dan paraldehyde.

“Nafas Pagi” Penyebab Bau Mulut:

Apa itu “nafas pagi” penyebab bau mulut? Itu adalah problem umum dimana mulut mengeluarkan bau tak sedap di pagi hari setelah bangun tidur. Produksi air liur hampir berhenti selama Anda tidur, sehingga memungkinkan bakteri penyebab bau tumbuh, dan menimbulkan bau mulut.

Kehamilan Penyebab Bau Mulut:

Hamil itu sendiri tidak menyebabkan bau mulut, tetapi gejala mual dan muntah di pagi hari yang umum terjadi selama kehamilan dapat menimbulkan halitosis. Di samping itu, perubahan hormon, dehidrasi, dan mengonsumsi makanan yang berbeda-beda karena “ngidam” juga dapat menjadi penyebab bau mulut selama kehamilan.

Apa Penyebab Bau Mulut yang Lainnya?

Benda-benda kecil yang tersangkut di hidung (biasanya terjadi pada anak-anak), kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dan mengonsumsi suplemen vitamin dosis besar juga dapat menyebabkan problem bau mulut.

Apa Kesimpulan tentang Penyebab Bau Mulut?

Bau mulut, atau halitosis, adalah problem umum yang dapat disebabkan oleh berbagai hal. Penyebab umum dari bau mulut ialah makanan, penggunaan tembakau, dan konsumsi alkohol. Selain itu kebersihan mulut yang buruk, penyakit gusi, gigi berlubang, atau infeksi di mulut juga dapat menjadi penyebab bau mulut.

Infeksi di paru-paru, sinus, atau saluran udara juga dapat menyebabkan halitosis karena adanya sekresi dari hidung yang dapat mengalir ke mulut. Postnasal drip kronis, misalnya seperti yang terjadi pada infeksi sinus, dapat menjadi penyebab halitosis. Batuk berdahak dari infeksi paru-paru juga dapat menimbulkan bau mulut.

Mulut ke (xerostomia) dapat menjadi efek samping dari obat-obatan tertentu, yang memperbesar risiko Anda mengalami halitosis. Penyakit kronis tertentu yang sangat membatasi fungsi hati atau ginjal juga dapat mengubah bau napas. Kondisi kronis lainnya yang dapat dikaitkan dengan bau mulut termasuk diabetes dan refluks asam lambung.

Demikianlah artikel ini yang mengulas tentang apa penyebab bau mulut. Semoga dengan mengetahui penyebab problem bau mulut yang Anda alami, Anda bisa berupaya menghilangkannya secara tepat sasaran. Nantikan juga ulasan-ulasan menarik lain seputar kesehatan gigi dan mulut hanya di Deherba.com.

Sumber

Sumber Referensi:

MedicineNet. Bad Breath (Halitosis). Reviewed: 2019-10-30. URL: https://www.medicinenet.com/bad_breath/article.htm

MedicineNet. Bad Breath: Symptoms & Signs. Reviewed: 2019-10-09. URL: https://www.medicinenet.com/oral_health_conditions_that_make_teeth_hurt/article.htm

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}