• Home
  • Blog
  • OCD
  • Apa itu Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)?

Apa itu Obsessive-Compulsive Disorder (OCD)?


By Cindy Wijaya

Obsessive-compulsive disorder (OCD) terjadi jika suatu pemikiran yang tidak masuk akal dan ketakutan atau obsesi tertentu mendorong Anda untuk melakukan sesuatu secara berulang-ulang.

Penderita OCD mungkin berupaya untuk mengabaikan pemikiran atau obsesinya, tapi dengan begitu mereka malah merasa semakin tertekan dan cemas. Akhirnya, mereka menyerah pada perasaan tersebut dan terdorong untuk melakukan tindakan tertentu. Proses ini kemudian terjadi secara berulang kali.

Jika Anda salah satu penderita OCD, bisa jadi Anda merasa sangat takut pada sesuatu, misalnya bakteri. Mungkin dengan mencuci tangan berulang kali perasaan takut tersebut akan mereda.

Meskipun ada upaya untuk mengabaikan atau menghentikan rasa takut yang tidak masuk akal, pemikiran akan terkontaminasi bakteri tetap menempel di pikiran. Pemikiran tersebut tidak akan hilang sampai Anda mencuci tangan, tapi tidak lama kemudian pemikiran itu kembali lagi.

OCD, Antara Obsesi dan Kompulsi

Perilaku OCD biasanya dipengaruhi oleh baik obsesi maupun kompulsi (dorongan). Tetapi mungkin juga hanya mencakup obsesi saja atau kompulsi saja.

Penderita OCD memiliki obsesi yang biasanya sangat mengganggu namun tidak bisa diabaikan dan seringkali mengusik pikiran ketika mencoba untuk memikirkan atau melakukan hal lain. Obsesi tersebut umumnya memiliki suatu tema seperti rasa takut akan terkontaminasi atau takut kotor.

Contoh perilaku yang ditimbulkan oleh obsesi
  • Tidak mau berjabat tangan atau menyentuh benda yang sudah disentuh orang lain, karena takut terkontaminasi.
  • Sering memastikan apakah pintu sudah dikunci atau kompor sudah dimatikan, karena perasaan cemas atau ragu.
  • Merasa sangat tertekan ketika benda-benda disusun tidak berurutan atau acak-acakan.
  • Adanya pemikiran untuk melukai diri sendiri atau orang lain.
  • Tertekan karena bayangan seksual yang muncul berulang kali di pikiran.

Sedangkan kompulsi pada penderita OCD berupa dorongan untuk melakukan perilaku tertentu secara berulang. Perilaku ini dilakukan agar rasa cemas dan tertekan yang ditimbulkan oleh obsesi bisa berkurang.

Bisa juga penderita OCD melakukannya untuk menghindari hal buruk yang mereka pikir akan terjadi. Namun demikian, melakukan perilaku kompulsif ini tidak menghasilkan kepuasan dan hanya sementara mengurangi rasa cemas atau tertekan.

Ada penderita OCD yang membuat ritual tertentu untuk meringankan atau mengontrol kecemasan. Sama dengan obsesi, kompulsi pada OCD juga biasanya memiliki tema, seperti; mencuci atau membersihkan, menghitung, mengecek berulang, mengikuti rutin yang ketat, dan keteraturan.

Contoh perilaku yang diakibatkan oleh kompulsi
  • Cuci tangan sampai kulit menjadi kasar
  • Berkali-kali memastikan apakah pintu sudah ditutup atau dikunci
  • Mengecek kompor berkali-kali
  • Menghitung sesuatu dalam pola tertentu
  • Berulang kali berdoa secara senyap
  • Mengatur benda-benda agar menghadap ke arah yang sama

Apakah Anda menderita OCD? Jika demikian, sebaiknya Anda mencoba untuk mengatasinya. Anda tentu tidak ingin dihantui perasaan khawatir yang berlebihan sepanjang hidup, bukan?

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting dan di-review oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}