Apa Itu Kanker Usus Besar?

412

Diedit:

Tahukah Anda berapa banyak peristiwa yang berkaitan dengan kanker usus besar di Amerika Serikat pada tahun 2014? Jumlahnya mencapai 96.800, lalu disusul dengan kanker anus sejumlah 40.000keduanya memiliki risiko kematian dan lebih dari 50.000 orang telah mengalaminya. Data yang diperoleh dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperlihatkan bahwa kanker usus besar lebih sering menimpa pria dari pada wanita. Bagaimana dengan Indonesia?

Ternyata banyak orang yang berusia di bawah 40 tahun mengalami kanker usus besar dengan persentase sebanyak 30%, sedangkan beberapa negara yang tergolong moderen hanya ada 3%. Para peneliti mengamati bahwa kanker seringkali muncul pada umur 20 sampai 25 tahun, itu juga bergantung pada pola hidup orang tersebut. Periode waktu perkembangan sel kanker berkisar antara 10 sampai 15 tahun, awalnya tidak terasa. Hingga memasuki stadium lanjut.

Persentase kemungkinan hidup dapat mencapai 95% apabila pasien baru mengalami kanker usus besar stadium 1. Angka persentase ini akan terus menurun, seraya sel kanker memasuki stadium yang lebih tinggi. Seperti pada kanker usus besar stadium 2 dengan persentase kemungkinan hidup antara 80% sampai 60%.

Adapula yang baru sadar bahwa mereka mengidap kanker setelah stadium 3, ketika gangguan mulai terasa dan membatasi kegiatan pasien. Pada kondisi tersebut kemungkinan hidup pasien bisa jadi tinggal 60% atau 30%. Karena lokasi usus besar seringkali menyambung dengan anus, maka tak jarang jika kanker usus besar sering disebut dengan istilah kanker kolorektal.

Mengapa Anda perlu mengetahui stadium kanker usus besar? Hal ini penting, guna memantau perkembangan sel kanker. Bila Anda mengetahui stadium kanker yang dialami, tentu saja pengobatan dan perawatan medis yang tepat dapat diberikan sesuai kebutuhannya. Pemeriksaan medis dibutuhkan karena ada begitu banyak jenis kanker usus besar.

Baca juga:  7 Tanda-Tanda Kanker Usus Besar Stadium Awal

Misalnya; ada yang disebut dengan adenokarsinoma (kanker yang berada pada kelenjar lendir usus), adapula tumor karsinod (tumor yang menyerang hormon dan usus kecil), lalu tumor stroma gastrointestinal (tumor pada saluran pencernaan), kemudian limfofa (kanker yang menyerang saluran pencernaan dan sistem kekebalan tubuh), terakhir sarkoma yang menyerang pembuluh darah pada jaringan ikat dinding usus besar.

Sekalipun berbahaya, kanker usus besar masih dapat dicegah dengan cara yang sederhana dan memerlukan disiplin yang baik dari pola hidup Anda, seperti; mengutamakan konsumsi sayuran dan buah yang kaya akan antioksidan, mineral, dan vitamin. Menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan minum alkohol.

Cobalah kembangkan kebiasaan berolahraga setidaknya 30 menit perhari, sehingga tubuh dapat merangsang pembentukan sel kekebalan tubuh yang dapat menumpas keberadaan sel kanker. Kurangi jumlah kalori dalam makanan yang Anda konsumsi dan terapkanlah program diet yang berkualitas.

Bila Anda mencari informasi seputar solusi herbal yang dapat secara efektif mengatasi serta menghambat perkembangan sel-sel kanker usus besar, silakan kunjungi halaman artikel berikut: Obat Kanker Usus Besar.

Advertisement
Alinesia