Apa Itu Kanker Kolorektal?

525

Diedit:

Bayangkan jumlah kasus yang berkaitan dengan kanker kolorektal dapat mencapai 96.800, lalu ada 40.000 kasus yang berkaitan dengan kanker anus. Kedua jenis kanker ini telah merengut 50.000 penduduk Amerika Serikat di tahun 2014

Data yang dilaporkan oleh WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) memperlihatkan bahwa kebanyakan orang yang terkena jenis kanker tersebut adalah pria, ketimbang wanita. Penyakit ini tidak hanya menimpa warga Amerika saja, bahkan di Indonesia potensi serupa juga cukup banyak menimpa warga, terutama mereka yang memiliki pola hidup tidak teratur.

Di Indonesia kebanyakan orang yang mengidap penyakit ini berusia di bawah 40 tahun dengan persentase sebesar 30%, sedangkan pada negara berkembang lainnya jumlah ini hanya mencapai 3% saja. Laporan ini sesuai dengan penelitian para ahli yang mengamati bahwa kemunculan kanker kolorektal seringf terjadi pada usia antara 20 hingga 25 tahun.

Hal ini memang tidak bisa menjadi acuan dasar, mengingat gaya hidup seseorang turut memengaruhi datangnya penyakit. Sedangkan periode berkembangnya sel kanker ialah 10 hingga 15 tahun, diawal diagnosis pasien bisa jadi belum merasa sakit, namun ketika memasuki tingkat yang kronis atau stadium lanjut, rasa sakit akan semakin terasa dan sering terjadi.

Walau demikian, Anda tak perlu khawatir, karena bila kanker kolorektal baru memasuki stadium 1, angka persentase harapan hidup pasien jauh lebih besar, bahkan dapat mencapai 95%. Angka ini akan menurun seraya sel kanker berubah menjadi ganas.

Misalnya, pada kanker kolorektal stadium 2 – persentase harapan hidup akan mencapai 80% atau 60%. Ada juga yang terlambat didiagnosis, sehingga pada saat diketahui; kanker sudah memasuki stadium 3, persentasenya juga menurun – dari 60% hingga 30%. Kanker kolorektal disebut dengan kanker usus besar, karena masih satu bagian.

Baca juga:  Apa Penyebab Kanker Kolorektal?

Stadium kanker kolorektal mutlak diperlukan, sehingga perkembangan sel kanker dapat terus dipantau, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. Hal itu juga menentukan cara pengobatan dan perawatan yang Anda perlukan. Sehingga, pemulihan dapat segera dilakukan sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda berdasarkan pemeriksaan medis.

Beberapa hasil dari pemeriksaan medis ini membantu Anda dan dokter untuk mengetahui jenis-jenis kanker kolorektal, seperti; adenokarsinoma yang merupakan kondisi kanker pada kelenjar lendir usus. Tumor Karsinoid yang menyerang hormon serta usus kecil.

Kemudian, tumor stroma gastrointestinal pada saluran pencernaan. Limfofa yaitu kanker yang mnyerang saluran pencernaan serta sistem kekebalan tubuh. Terakhir, sarkoma yang menyerang pembuluh darah di jaringan ikat pada bagian dinding usus. Walaupun berbahaya, kanker kolorektal dapat dicegah dengan cara sederhana.

Misalnya; konsumsi sayur dan buah segar yang mengandung antioksidan, vitamin, serta mineral. Lalu, hidari kebiasaan yang merusak tubuh, seperti; merokok atau minum alkohol berlebihan. Setelah itu, cobalah untuk memiliki kebiasaan berolahraga secara teratur, paling tidak 40 menit setiap hari – hal ini dibutuhkan sehingga tubuh dapat merangsang terbentuknya sel penunjang sistem kekebalan tubuh yang akan melawan sel kanker. Anda juga dapat menerapkan diet sehat dengan mengurangi asupan kalori yang berlebihan terutama pada konsumsi daging merah serta produk susu.

Untuk membaca informasi mengenai pilihan obat kanker yang dapat secara efektif mengatasi dan menekan perkembangan sel-sel kanker kolorektal, silakan lihat artikel: Obat Kanker Kolorektal.