Apa Itu Hipotiroidisme?


By Cindy Wijaya

Hipotiroidisme, atau disebut juga penyakit tiroid kurang aktif, merupakan penyakit yang umum dialami orang-orang. Akibat hipotiroidisme, kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon tiroid yang memadai.

Kelenjar tiroid terletak di bagian bawah leher sebelah depan. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar ini akan mengalir bersama darah dan memengaruhi hampir setiap bagian tubuh Anda, termasuk hati, otak, otot, dan kulit.

Tiroid mengendalikan bagaimana sel-sel tubuh Anda menggunakan energi dari makanan—suatu proses yang bernama metabolisme. Metabolisme antara lain memengaruhi suhu tubuh, detak jantung, dan seberapa baik tubuh membakar kalori. Bila Anda tidak memiliki cukup hormon tiroid, berbagai proses dalam tubuh akan melambat sehingga tubuh membuat lebih sedikit energi dan metabolisme pun ikut melambat.

Apa Penyebab Hipotiroidisme?

Penyebab yang paling umum dari hipotiroidisme ialah tiroiditis Hashimoto. “Tiroiditis”adalah kondisi peradangan pada kelenjar tiroid. Tiroiditis Hashimoto merupakan gangguan autoimun yang menyebabkan tubuh menghasilkan antibodi yang secara keliru menyerang dan menghancurkan kelenjar tiroid. Tiroiditis juga bisa disebabkan oleh infeksi virus.

Penyebab hipotiroidisme yang lainnya mungkin adalah:

Terapi radiasi di leher. Pengobatan kanker tertentu, misalnya limfoma, mengharuskan radiasi di leher. Radiasi merusak sel-sel di dalam tiroid sehingga menyulitkan kelenjar untuk memproduksi hormon.

Pengobatan yodium radioaktif. Ini biasanya dijalani oleh mereka yang menderita hipertiroidisme (kelenjar tiroid terlalu aktif). Seperti yang sudah dijelaskan, radiasi menghancurkan sel-sel di kelenjar tiroid dan justru bisa memicu hipotiroidisme.

Penggunaan obat tertentu. Obat-obatan tertentu untuk mengobati penyakit jantung, gangguan kejiwaan, dan kanker kadang-kadang dapat memengaruhi produksi hormon tiroid.

Operasi tiroid. Operasi pengangkatan tiroid dapat memicu hipotiroidisme. Jika sebagian kelenjar tiroid saja yang diangkat, kelenjar yang tersisa mungkin masih bisa memproduksi hormon-hormon yang mencukupi kebutuhan tubuh.

Sedikit asupan yodium. Tiroid butuh yodium agar bisa memproduksi hormon. Tubuh tidak secara alami membuat yodium, jadi Anda harus mendapatkannya dari makanan. Salah satu sumber terbaik ialah garam beryodium. Sumber lainnya ialah kerang, ikan laut, telur, produk susu, serta rumput laut.

Kehamilan. Adakalanya peradangan tiroid terjadi selama kehamilan. Ini disebut tiroiditis postpartum. Wanita hamil yang mengalaminya biasanya memiliki peningkatan sejumlah besar kadar hormon tiroid dan diikuti oleh penurunan produksi hormon tiroid yang drastis.

Lahir dengan cacat kelenjar tiroid. Jenis hipotiroidisme ini disebut hipotiroidisme kongenital.

Kerusakan atau gangguan kelenjar hipofisis. Masalah pada kelenjar hipofisis dapat turut mengganggu produksi hormon tiroid. Kelenjar ini membuat hormon yang disebut thyroid-stimulating hormone (TSH), yang memberi perintah tiroid seberapa banyak hormon yang harus dibuat.

Penyakit hipotalamus. Meski sangat langka, namun hipotiroidisme bisa diakibatkan karena hipotalamus otak tidak menghasilkan cukup hormon TRH. Hormon TRH memengaruhi  pelepasan hormon TSH dari kelenjar hipofisis.

Hipotiroidisme biasanya disebabkan oleh masalah pada kelenjar tiroid itu sendiri—ini dinamakan hipotiroidisme primer. Apabila penyebabnya adalah masalah lain yang mengganggu fungsi tiroid, maka kondisi tersebut dinamakan hipotiroidisme sekunder.

Tentang Penulis 

Cindy Wijaya

Artikel dibuat oleh tim penulisan deherba.com kemudian disunting oleh Cindy Wijaya seorang editor dan penulis beragam artikel kesehatan. Ia senang meriset dan berbagi topik-topik kesehatan dan pemanfaatan herbal. Tinggal di “kota hujan” sehingga mencintai suasana hujan dan sering mendapat inspirasi ketika hujan.

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}