Apa Ciri-Ciri Tumor Otak?

500

Diedit:

Menurut statistik yang tertera dalam American Brain Tumor Association pada November 2014, tumor otak telah menjadi penyebab kematian setelah leukimia. Tumor otak tampaknya tak pandang bulu dalam memilih korbannya. Maka dari itu penting untuk mengetahui ciri-ciri tumor otak agar bisa diobati dari sedini mungkin.

Penyakit ini tak pandang bulu, buktinya ada banyak kasus kematian anak-anak baik putra ataupun putri yang berusia dibawah 20 tahun mengalaminya. Hal ini juga menimpa pria dewasa berusia 20 hingga 39 tahun. Sedangkan pada wanita dewasa usia 20 hingga 39 tahun, tumor otak menduduki posisi kelima sebagai penyakit penyebab kematian.

Kematian yang terjadi karena tumor otak, seringkali terjadinya karena bertambah parahnya kondisi pasien sehingga terlambat mendapatkan perawatan yang tepat. Beberapa faktor terlibat, mulai dari ekonomi berupa ketiadaan dana kesehatan, tidak tersedianya fasilitas medis yang memadai, hingga kurangnya kepedulian masyarakat terhadap cara menangani penyakit yang mereka alami. Namun, jika Anda sendiri memahami ciri-ciri tumor otak – tentu akan lebih mudah menentukan sejauh mana tumor otak yang Anda alami dengan demikian risiko kematian dapat dikurangi.

Lalu, bagaimana kita dapat mengetahui ciri-ciri tumor otak? Karena otak ada di bagian kepala, cara termudah untuk tetap waspada adalah mengamati apa yang Anda rasakan di seluruh bagian kepala. Hal ini termasuk seluruh fungsi indera.

Ciri-ciri tumor otak akan mengidentifikasi bagian otak mana yang menyerang Anda. Apabila Anda memiliki penyakit sakit kepala yang sering terjadi berulang kali, itu perlu diwaspadai – terlebih jika pola sakit kepala yang dirasakan mulai berubah menjadi lebih sering terjadi dan tingkat rasa sakit yang menyerang Anda semakin menguat.

Baca juga:  4 Jenis Kombinasi Pengobatan Tumor Otak Secara Medis

Perasaan mual yang tidak diketahui penyebabnya dapat menjadi ciri-ciri tambahan dan terkadang disertai dengan muntah. Tiba-tiba mengalami gangguan penglihatan yang kian memburuk, bukan karena ada masalah dengan mata Anda – melainkan karena bagian saraf otak yang menerima sensor penglihatan mulai terserang tumor.

Hal ini dapat berupa penglihatan menjadi berbayang atau tidak jelas. Gangguan lainnya juga terdapat pada fungsi pendengaran dan kemampuan berbicara yang Anda miliki, mungkin terlihat seperti serangan stroke namun tidaklah sama persis.

Gangguan pada fungsi gerak juga dapat menjadi ciri-ciri tumor otak, misalnya kehilangan keseimbangan secara tiba-tiba. Lalu, mengalami kejang-kejang padahal tidak memiliki riwayat kesehatan seperti itu. Sering mengalami mati rasa pada lengan dan kaki. Mengalami kebingungan atau linglung, sekalipun masih muda atau bukan karena pikun yang biasa dialami lansia, bahkan terjadi perubahan perilaku atau kepribadian – misalnya yang semula ceria tiba-tiba tak mau bicara. Ciri-ciri tumor otak tersebut bisa jadi serupa dengan penyakit lain yang berkaitan dengan fungsi otak.

Maka dari itu diagnosis dokter diperlukan untuk memastikan adanya tumor otak. Pemeriksaan medis dapat berupa pemeriksaan neurologis, tes pencitraan (baik itu MRI, CT-scan ataupun PET), dan pengambilan contoh jaringan kanker pada otak yang disebut biopsi.

Pemeriksaan lebih lanjut juga dilakukan guna mengetahui kemungkinan terjadinya penyebaran kanker ke organ tubuh lainnya. Jadi, jangan tunda pemeriksaan medis yang Anda butuhkan jika sudah merasakan ciri-ciri tumor otak!

Advertisement
Alinesia