3 Jenis Sarang Semut Sebagai Herbal

724
flickr.com

Diedit:

Tanaman Sarang Semut sudah dikenal sebagai obat herbal yang mampu mengatasi beragam jenis penyakit berat. Namun, setidaknya Anda perlu mengetahui bahwa ada begitu banyak jenis tanaman Sarang Semut. Setidaknya ada 2 genus Sarang Semut yaitu; Myrmecodia (memiliki 26 spesies) dan Hydnophytum (memiliki 55 spesies).

Kedua genus Sarang Semut ini merupakan jenis yang paling dikenal dari 5 genus lainnya, karena kedua genus ini mampu berasosiasi dengan kelompok semut yang tinggal didalamnya. Sekalipun Sarang Semut hanyalah tanaman yang dihuni oleh serangga kecil, namun hubungan kerjasama atau simbiosis ini menghasilkan manfaat besar bagi kesehatan dan kehidupan manusia.

Genus: Myrmecodia dan Hydnophytum

Sedangkan dari banyaknya spesies Sarang Semut, diketahui bahwa Myrmecodia Pendans yang paling berkhasiat diantara genus Myrmecodia. Rata-rata diameter spesies Myrmecodia Pendans ialah 25cm dengan tinggi 45cm. Secara umum, Sarang Semut telah banyak ditemukan di Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Tanaman ini dapat tumbuh di tepi pantai hingga daerah pegunungan dengan ketinggian 2.500 meter dari permukaan laut.

Menurut buku karya Johan Florentinus, penyebaran sarang semut sudah mencapai beberapa tempat, seperti; Malaysia, Filipina, Kamboja, Sumatera, Kalimantan, Jawa, Papua, Papua Nugini, kepulauan Solomon, dan Cape York. Majalah Natural Edisi 10 Juni 2006 juga menyebutkan penyebaran sarang semut hingga Thailand, Vietnam, dan Brazil.

Spesies: Myrmecodia Pendans

Spesies ini terdapat di Pedalaman Papua yang sulit sekali dijangkau dan Wamena menjadi tempat pertama kalinya pengenalan bagi Sarang Semut. Untuk memperoleh jenis Sarang Semut ini dibutuhkan waktu beberapa malam hingga lokasi yang dituju, terkadang tim yang melakukan penelitian dan pencarian harus bermalam di hutan. Jenis sarang semut ini tergolong langka, mengingat khasiatnya sehingga tak sedikit orang yang berupaya mendapatkannya.

Baca juga:  Sarang Semut sebagai Herbal Kista

Eksplorasi Sarang Semut jenis ini sudah berlangsung sejak 2006, sedangkan pertumbuhan Sarang Semut yang beratnya 3 atau 4 kg (kira-kira sebesar bola sepak) baru bisa didapatkan setelah 10 tahun. Pada Myrmecodia Pendans jenis semut yang tinggal didalamnya ialah Ochetellus sp. Sekalipun pembudidayaan bisa saja dilakukan, namun khasiatnya tidak seampuh tanaman yang tumbuh alami. Lalu, apa khasiat Myrmecodia Pendans?

Secara tradisional warga menggunakan Sarang Semut sebagai pengobatan rematik dan asam urat. Beberapa literatur juga memberikan informasi tambahan mengenai penggunaan Sarang Semut sebagai obat alternatif yang aman dan tanpa efek samping dan didukung oleh berbagai penelitian. Proses pengolahan juga memengaruhi keefektifan khasiat Sarang Semut. Proses ekstraksi merupakan satu metode yang paling ampuh dalam menjaga kualitas Sarang Semut.

Myrmecodia Pendans sangat ampuh dalam mengobati beragam jenis kanker, mulai dari kanker otak, kanker payudara, kanker hidung, kanker hati, kanker paru-paru, kanker usus, kanker rahim, kanker kulit, kanker prostat dan kanker darah. Jenis kanker yang disebutkan merupakan penyakit yang memang terbukti berhasil disembuhkan. Jika ada jenis kanker tertentu yang belum disebutkan, itu berarti secara empiris memang belum tersedia informasi tersebut. Namun, jika dilihat dari kandungan Sarang Semut sebagai anti-kanker, seharusnya mampu mengatasi segala jenis kanker.

Spesies: Myrmecodia Tuberosa

Menurut National Center for Biotechnology Information, Myrmecodia tuberosa merupakan tanaman asli yang juga digunakan oleh orang-orang Papua Barat (Indonesia) untuk menyembuhkan kanker. Sarang Semut jenis ini merupakan salah satu dari tiga jenis sarang semut yang banyak digunakan sebagai alternatif pengobatan penyakit berat lainnya.

Pada Myrmecodia Tuberosa jenis semut yang tinggal didalamnya ialah Iridomyrmex cordatus. Lalu, bagaimanakah membedakan Sarang Semut ini dengan jenis lainnya? Perlu diketahui bahwa Myrmecodia Tuberosa tidak memiliki cabang pohon. Selain di Papua, Sarang Semut ini tersebar di Ambon, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, dan Kalimantan.

Baca juga:  Sarang Semut sebagai Herbal Polip

Spesies: Hydnophytum Formicarum

Beberapa produk olahan dari jenis Sarang Semut ini digunakan untuk mengatasi pembengkakan, sakit kepala, rematik, liver, hernia, maag, obat cacing, tonik jantung, penyakit tulang, penyakit kulit, penyakit paru-paru, sakit persendian, campuran bahan anti-diabetes, diare, dan gangguan pencernaan. Manfaat ini dirasakan oleh beberapa penduduk yang berada di Thailand, Malaysia, Vietnam, dan Filipina. Penyebaran Hydnophytum Formicarum hingga ke Queensland.

Advertisement
Alinesia