10 Penyebab Rambut Rontok: Bagian 2

419

Diedit:

Memiliki penampilan terlihat ideal adalah idaman setiap orang, khususnya bagi seorang wanita. Untuk bisa tampil ideal pastinya membutuhkan rambut yang memenuhi seluruh kulit kepala, sebab bagi wanita rambut adalah salah satu bagian tubuh yang paling menunjang penampilan. Tetapi bagaimana jika Anda melihat rambut mulai menipis? Apa sebenarnya penyebab rambut rontok?

Sebenarnya kerontokan rambut adalah hal yang wajar jika jumlahnya tidak lebih dari 100 helai rambut setiap hari. Namun bila Anda melihat berhelai-helai rambut terus rontok sepanjang hari hingga membuat Anda khawatir, sebaiknya cari tahu apa penyebab dibalik itu semua. Bagian pertama dari seri artikel ini sudah menjelaskan 4 penyebab pertama, sekarang mari kita lanjutkan 3 penyebab rambut rontok berikutnya.

Lupus

Lupus adalah penyakit auotimun yang juga bisa menyebabkan kebotakan. Penyakit ini mengakibatkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan-jaringan sehat sehingga memicu terjadinya peradangan. Dan peradangan pada kulit kepala bisa menyebabkan kerontokan rambut. Bahkan, penipisan rambut seringkali adalah tanda-tanda awal lupus.

Kerontokan rambut pada pasien lupus mungkin paling sering terjadi pada saat mereka sedang mencuci atau menyisir rambut. Selain itu mereka juga merasa rambut mereka menjadi kering, rapuh, dan kasar.

Di samping itu, lupus juga dapat menyebabkan penyakit gangguan autoimun tiroid yang juga bisa jadi penyebab rambut rontok.

Sebuah penelitian di tahun 2009 yang dipublikasikan oleh North American Journal of Medical Science melaporkan bahwa kerontokan rambut adalah salah satu gejala medis yang paling mencolok dari penyakit lupus eritematosus sistemik aktif.

Seiring dengan kerontokan rambut, para pengidap lupus juga mungkin mengalami kelelahan ekstrim, nyeri sendi, pembengkakan, nyeri otot, sakit kepala, sariawan, sensitif terhadap cahaya, dan ruam berbentuk kupu-kupu di pipi serta hidung. Jika Anda mengalami gejala-gejala semacam itu, segeralah periksakan diri ke dokter.

Baca juga:  Cara Mengatasi Rambut Rontok secara Alami

Telogen Effluvium

Telogen effluvium adalah penyebab rambut rontok yang sangat sering dialami orang-orang. Masalah kesehatan ini ditandai dengan penipisan rambut yang mendadak selama beberapa bulan.

Masalah ini bisa dipicu oleh kondisi lain seperti masa-masa setelah kehamilan, pasca operasi besar, penurunan berat badan yang drastis, atau stres berat. Rambut rontok akibat telogen effluvium sering terlihat pada saat keramas atau merapikan rambut.

Fluktuasi hormon yang terjadi setelah kehamilan dan persalinan sering mengakibatkan rambut rontok berlebihan. Tapi pada waktu hormon kembali normal, biasanya masalah rambut rontok juga akan hilang.

Sama seperti itu, perubahan hormonal yang dialami wanita ketika memasuki menopause dapat menyebabkan kerontokan rambut. Selama masa ini, kadar hormon estrogen menjadi rendah lalu membuat rambut jadi kering serta lebih banyak rontok.

Selain karena masalah ketidakseimbangan hormon, masalah anemia serta hipotiroidisme juga dapat memicu telogen effluvium. Sebuah penelitian tahun 2015 yang diterbitkan dalam Journal of Dermatology & Dermatologic Surgery mengungkapkan bahwa telogen effluvium pada wanita dewasa umumnya terkait dengan anemia defisiensi zat besi dan hipotiroidisme.

Infeksi Kulit Kepala

Kulit kepala yang tidak sehat bisa menimbulkan peradangan di folikel-folikel rambut, sehingga rambut jadi susah untuk bertumbuh. Bahkan lebih buruknya lagi masalah ini dapat menyebabkan kebotakan.

Ada beberapa jenis infeksi kulit kepala, tetapi yang paling umum dialami orang-orang ialah tinea capitis. Jenis ini merupakan infeksi jamur yang juga dikenal sebagai kurap kulit kepala. Jamur dapat hidup di jaringan rambut yang sudah mati dan dengan cepat menyebar. Area yang terinfeksi biasanya terlihat botak dan muncul bintik-bintik hitam kecil.

Yang paling sering terkena infeksi ini adalah anak-anak, tapi biasanya akan sembuh seraya mereka beranjak dewasa. Namun siapapun dari kelompok usia manapun bisa saja terkena infeksi kulit kepala.

Baca juga:  10 Penyebab Rambut Rontok: Bagian 3

Dalam sebuah penelitian tahun 2014 yang dipublikasikan oleh International Journal of Trichology dikatakan bahwa 210 dari 2800 anak-anak yang diperiksakan ke klinik dermatology mengeluhkan kerontokan rambut dan masalah pada kulit kepala mereka.

Di antara 210 anak tersebut, infeksi tinea capitis adalah penyebab rambut rontok yang paling umum (40%), diikuti oleh alopecia areata (26.2%), dan telogen effluvium (17.6%). Diagnosis dan pengobatan yang tepat waktu dapat membantu mengatasi masalah infeksi ini.

Inilah 3 penyebab rambut rontok yang bisa jadi sedang Anda alami. Jika Anda mencurigai mengalami salah satu dari ke-3 penyebab di atas, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter.

Kebotakan yang disebabkan oleh masalah kesehatan atau penyakit medis biasanya akan sembuh apabila masalah kesehatan tersebut sudah diatasi. Jangan lewatkan juga ulasan 3 penyebab rambut rontok yang selanjutnya di bagian terakhir dari seri artikel ini.

Advertisement
Alinesia