Blog Herbal No. 1 Indonesia

10 Alasan Mengapa Bisnis Reseller Herbal Itu Menguntungkan


By Cindy Wijaya

Peluang bisnis reseller yang saat ini sedang banyak digeluti adalah menjadi reseller herbal. Sekarang ini, daripada hanya mengandalkan obat yang dijual di pasaran, banyak orang sudah beralih ke cara alami atau herbal. Nah, fenomena ini bisa Anda manfaatkan sebagai peluang untuk menjual obat herbal.

Selain potensinya besar, pesaing atau kompetitornya juga belum terlalu banyak, tidak seperti produk-produk lain seperti fashion, pulsa/paket data, atau kosmetik.

Beberapa produk yang punya potensi tinggi untuk laris adalah herbal yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh, herbal untuk mengobati penyakit kronis, dan herbal yang membantu meningkatkan aktivitas seksual.

Herbal untuk menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh diminati karena setelah pandemi semakin banyak orang yang menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh dengan cara praktis.

Herbal untuk penyakit kronis banyak dicari karena dapat membuka harapan bagi para penderita penyakit kronis yang sudah lelah dengan perawatan medis namun tidak juga mendapat hasil positif, seperti penderita diabetes, darah tinggi, gangguan jantung, asam urat, tumor, hingga kanker.

Herbal yang membantu meningkatkan aktivitas seksual (obat kuat herbal) juga laris, khususnya secara online, karena orang sering malu untuk membelinya langsung secara fisik. Dengan membelinya secara online, mereka bisa memperoleh herbal tersebut tanpa takut ketahuan identitasnya.

Jenis-jenis herbal lainnya pun punya potensi besar untuk dilariskan. Asalkan Anda sebagai reseller mampu memasarkannya dengan baik kepada orang-orang yang cocok.

Apakah Anda tertarik untuk memulai usaha reseller produk obat dan suplemen herbal? Perhatikan berikut adalah 10 alasan mengapa bisnis reseller herbal itu menguntungkan.

1. Modal Kecil

Modal yang terbatas pastinya menjadi pertimbangan pertama saat ingin memulai usaha baru. Anda tidak perlu pusing-pusing mencari modal jika ingin menjadi reseller herbal, apalagi jika Anda sudah punya gadget. Ya, modal utama untuk memulai usaha reseller adalah menggunakan gadget.

Selain gadget, tentunya Anda membutuhkan kuota untuk mengakses internet. Kuota bisa dibilang sebagai motor penggerak untuk menjalankan bisnis reseller. Setidaknya dengan dua modal inti ini, Anda sudah bisa menjadi reseller.

Anda juga tidak perlu memikirkan mencari tempat untuk memulai usaha. Anda bisa menjalankan bisnis ini dari rumah sendiri, yang kemungkinan besar sudah ada beberapa hal pendukung untuk bisnis ini, diantaranya meja, buku catatan, dan gadget seperti komputer/laptop dan HP. Jadi Anda dapat merasakan keuntungan dengan hanya modal yang kecil.

2. Herbal Sudah Dikenal Masyarakat

Masyarakat Indonesia sudah sejak dahulu kala mengonsumsi ramuan tradisional atau herbal, sehingga obat herbal telah punya reputasi tersendiri di mata masyarakat. Ini pastinya mempermudah Anda untuk menawarkan herbal, apalagi jika Anda memilih produk-produk herbal yang sudah dikenal banyak orang. Contohnya Jus Mengkudu, Sarang Semut Papua, dan Pasak Bumi (Tongkat Ali).

Jika banyak orang sudah mengenal herbal yang Anda pasarkan, Anda tidak perlu repot-repot memperkenalkannya dari awal. Anda cukup hanya meyakinkan orang-orang bahwa mereka akan mendapat manfaat dengan mengonsumsi herbal tersebut.

Herbal Jus Mengkudu
Herbal Jus Mengkudu sudah dikenal oleh masyarakat. (Credit: Bigbubblebee99/Shuterstock)

3. Produk Sudah Tersedia & Tidak Perlu Memikirkan Bahan Baku

Sebagai reseller herbal, Anda tidak perlu menyediakan produk herbal untuk dijual, tinggal mengambilnya saja dari supplier. Harganya pun biasanya akan lebih miring, terlebih jika diambil dalam jumlah banyak, karena tujuan supplier agar resellernya juga memperoleh keuntungan. Anda sebagai reseller hanya fokus pada penjualan produk saja.

Karena produknya disediakan oleh supplier, itu berarti Anda tidak perlu mengeluarkan biaya produksi. Begitu juga dengan biaya pengemasan, pengurusan izin edar, hak kepemilikan merek, dan lain sebagainya.

Selain itu Anda juga tidak usah memikirkan bahan baku. Sebab ada jenis-jenis herbal yang bahan baku tumbuhannya susah untuk dicari, contohnya Sarang Semut Papua yang hanya ada di pedalaman hutan Papua. Tumbuhan herbal yang mudah dicari pun harus selektif dipilih, sebab hanya yang berkualitas lah yang akan menghasilkan produk herbal yang berkualitas juga.

Problem tentang bahan baku ini tidak perlu dipusingkan oleh reseller. Reseller herbal menjual ulang produk orang lain, sehingga tidak perlu memikirkan di mana mencari atau dari mana memperoleh bahan baku, kapan harus beli bahan baku, kapan harus memproduksi, berapa yang perlu diproduksi, dan lain sebagainya. Jika stok produk herbal Anda sudah menipis, Anda tinggal mengambil lagi stok dari supplier.

4. Siapa Pun Bisa Menjadi Reseller Herbal

Keuntungan selanjutnya menjadi reseller herbal adalah siapa saja bisa menjalankan usaha ini. Tidak usah khawatir jika Anda tidak punya keterampilan khusus, karena fokusnya hanya menjualkan produk.

Kalau Anda memang punya kemauan untuk mempelajari produk itu dan keberanian untuk menjualkannya kepada banyak orang, Anda pasti bisa.

Untuk melakukannya Anda tidak perlu keterampilan khusus. Dan seiring berjalannya waktu Anda akan belajar dari pengalaman dan semakin percaya diri.

Pelajari saja produk herbal tersebut, terutama apa manfaatnya, lalu pikirkan siapa saja yang kemungkinan akan tertarik mendapatkan manfaat tersebut. Anda bisa memasarkan produk herbal tersebut pada orang-orang tersebut.

Karena tergolong cukup mudah, bisnis reseller mampu memikat orang-orang dari berbagai usia dan kalangan. Tak jarang pelaku usaha reseller adalah dari kalangan mahasiswa, pelajar, hingga ibu rumah tangga. Mereka tertarik karena memiliki waktu luang di rumah, sehingga menjadi reseller adalah cara yang bermanfaat untuk mengisi waktu. Tentu saja keuntungan yang diperoleh akan menambah uang saku.

Kebanyakan pelaku usaha ini bisa menjalankan usahanya sambil tetap belajar atau mengurus rumah atau melakukan aktivitas lain. Misalnya bagi seorang ibu rumah tangga, bisa menjalankan usaha ini di sela-sela waktu membersihkan rumah atau mengurus anak. Bagi seorang mahasiswa atau pelajar, bisa melakukannya di jam istirahat.

5. Mudah untuk Memasarkannya

Obat menjadi kebutuhan inti bagi orang yang sakit, tak terkecuali obat herbal yang mulai mendapat tempat tersendiri di antara obat-obatan generik buatan pabrik.

Kini dan ke depannya diprediksi akan ada lebih banyak orang yang lebih memilih pengobatan secara alami ketimbang meminum obat kimiawi pabrikan atau melakukan operasi. Mereka berpikir, “Jika bisa pulih secara alami, kenapa harus dengan cara yang berisiko dan menakutkan?”

Karena itulah Anda sebagai reseller herbal cukup mudah untuk memasarkan produk-produk herbal kepada orang-orang. Anda bahkan bisa mulai menawarkannya ke kerabat dan teman dekat ataupun tetangga sebelah rumah.

Pemasaran juga semakin mudah karena Anda bisa memanfaatkan sosial media sebagai sarana promosi produk herbal. Banyak orang yang mencari dan menilai suatu produk dari sosial media, contohnya platform Instagram dan Facebook. Anda bisa memanfaatkan dan mengoptimalkan bisnis reseller dengan promosi di sosial media.

6. Tidak Lekang oleh Waktu

Bisnis herbal adalah salah satu bisnis yang tidak lekang oleh waktu. Semakin lama, justru semakin bertambah banyak peminat dan penggunanya. Terlebih lagi setelah era pandemi, yang membuat orang-orang dari berbagai kalangan menyadari pentingnya menjaga kesehatan dan imun tubuh dengan cara praktis, salah satunya dengan mengonsumsi suplemen herbal.

Walaupun pandemi sudah menuju endemi, tetap saja produk herbal diprediksi akan terus meningkat, mengingat masyarakat saat ini mulai kembali beralih menggunakan produk yang alami.

Bahkan pangsa pasar jamu dan obat herbal mampu bersaing dengan obat buatan pabrikan di pasaran. Hal itu tidak terlepas dari pengolahan dan pengemasan jamu dan obat herbal yang sudah modern dan praktis untuk dikonsumsi.

7. Bisnis Tumbuh sesuai Kecepatan Anda

Keuntungan lain menjadi reseller herbal adalah Anda dapat memulai dengan sedikit produk herbal, lalu mengembangkan bisnis Anda secara bertahap sesuai dengan kebutuhan atau keinginan Anda.

Itu berarti Anda tidak perlu khawatir harus cepat-cepat membuat bisnis Anda maju atau harus meraup laba yang besar. Anda sendirilah yang pegang kendali kapan ingin membuat bisnis jadi lebih maju, dan Anda bisa mengendalikan sendiri tingkat laba yang ingin diperoleh.

Dan meskipun Anda memulainya dengan modal yang minim, Anda tetap bisa meraup keuntungan besar. Kuncinya adalah Anda benar-benar serius dalam menekuni dan mengembangkan bisnis reseller ini.

Apabila Anda mampu menjual sampai laris, pastinya secara otomatis Anda akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak juga. Terlebih lagi apabila Anda bisa sampai membuka toko secara profesional, entah itu toko online di platform marketplace atau toko offline yang hadir secara fisik.

8. Memperluas Relasi

Keuntungan reseller herbal tidak semata-mata hanya dalam bentuk uang saja. Anda juga akan mendapatkan berbagai relasi atau kenalan baru. Apalagi produk herbal semakin banyak diminati oleh orang-orang dari beragam kalangan, mulai dari kalangan pengusaha, pekerja, pelajar, hingga ibu rumah tangga. Semakin banyak relasi yang positif dan potensial, semakin besar juga peluang Anda untuk memperoleh lebih banyak manfaat.

Misalnya saja, salah satu relasi punya informasi dan peluang lowongan kerja. Kebetulan Anda juga sedang mencari pekerjaan, sehingga dari informasi itu Anda jadi bisa memasukkan lamaran ke sana. Ini hanya satu contoh manfaat dari memperbanyak relasi.

9. Waktu Kerja yang Fleksibel

Menjadi reseller herbal tidak serumit dan sesibuk seperti menjadi pengusaha herbal yang harus mengelola produksi, bahan baku, distribusi, hingga ke pemasarannya. Anda sebagai reseller hanya perlu fokus pada pemasaran atau penjualannya saja, sehingga Anda bisa mengeolanya di mana saja dan kapan saja.

Pada akhirnya waktu kerja yang fleksibel ini memberi Anda lebih banyak kesempatan dan waktu untuk diluangkan pada kegiatan lain dalam hidup, diantaranya menikmati hobi, beristirahat, rekreasi dengan teman-teman, atau menghabiskan waktu bersama keluarga.

10. Dapat Ikut Mencicipi Manfaat Herbal

Ini adalah keuntungan yang sangat menarik dari menjadi reseller herbal. Anda bisa menjajal dulu herbal yang akan Anda jual, untuk merasakan sendiri manfaatnya. Dengan membuktikan sendiri manfaat dari herbal tersebut, Anda jadi lebih mengerti dengan kelebihan dari produk herbal tersebut lalu tambah yakin untuk menawarkannya kepada orang-orang lain.

Terlebih lagi, Anda bisa mendapatkan produk tersebut dengan harga yang lebih murah daripada membelinya langsung sebagai konsumen. Supplier memang memangkas harga jual produk kepada para reseller mereka. Jadi Anda sebagai reseller dapat mengonsumsi produk herbal selayaknya konsumen, namun dengan harga yang lebih terjangkau.

Sebagai contoh, jika Anda menjadi reseller herbal Jus Mengkudu, Anda bisa ikut menjadi pengguna tetap dari herbal ini. Anda bisa merasakan berbagai manfaatnya, seperti menjaga tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, hingga mengoptimalkan imun tubuh agar Anda tidak gampang tertular penyakit.

Ilustrasi Keuntungan Reseller Herbal
Reseller herbal bisa ikut mencicipi manfaat herbal yang dijual. (Credit: japolia/Adobe Stock)

Ingin Mencoba Bisnis Reseller Herbal?

Setelah membaca 10 alasan mengapa usaha reseller herbal itu menguntungkan, apakah Anda sudah yakin untuk memulai usaha ini?

Walaupun bisnis reseller cocok bagi para pemula yang baru belajar berbisnis, tetap saja ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan dan dipertimbangkan.

Pertama-tama yang harus dilakukan adalah mencari produk herbal yang tepat. Carilah produk berkualitas yang layak untuk dijual, bagaimana harga produk tersebut dibandingkan dengan kualitasnya. Pikirkan juga apakah produk tersebut diminati oleh masyarakat.

Anda juga harus mencari supplier yang tepat. Pastikan supplier menyediakan produk herbal yang sudah memiliki izin dari BPOM atau Dinas Kesehatan. Jangan sekali-kali menjual produk sembarangan dan tidak jelas asal-usulnya. Karena meskipun Anda hanya reseller, Anda tetap akan dituntut secara hukum bila menjual produk bermasalah dan merugikan orang lain.

Selain dari kelayakan dan kualitas produk yang disediakan, Anda juga perlu melihat bagaimana supplier berkomunikasi dan seberapa cepat respons dari supplier. Ini agar Anda bisa menjalankan kerja sama yang baik dengan supplier.

Lalu pikirkan caranya Anda akan memasarkan produk herbal tersebut. Saat ini salah satu cara yang efektif untuk memasarkan produk adalah melalui sosial media. Jadi manfaatkanlah semaksimal mungkin platform-platform seperti Instagram, Facebook, YouTube, dan TikTok. Anda juga bisa membuka toko sendiri, baik secara online maupun offline, tergantung modal dan situasi Anda.

Kemudian Anda perlu memikirkan bagaimana memberikan pelayanan konsumen yang terbaik. Ini penting untuk mempertahankan kepercayaan konsumen, sehingga mereka tidak mudah pergi berpindah ke penjual lain. Salah satu caranya adalah dengan merespons setiap konsumen dengan cepat dan ramah.

Memang cukup menantang jika baru pertama mencoba usaha reseller. Namun seiring waktu Anda pasti akan mendapat pengalaman dan semakin percaya diri dalam menjalani usaha ini. Anda akan lebih mengetahui celah dalam berbisnis, bisa mengevaluasi perkembangan penjualan, dan semakin memperbaiki strategi pemasaran dan penjualan Anda.

Bahkan bukan tidak mungkin lambat laut Anda yang awalnya hanya menjadi reseller herbal kemudian berkembang menjadi produsen yang bisa memasok produk dagangan sendiri. Dan tidak hanya di bidang herbal, Anda juga bisa membuka usaha sendiri di bidang-bidang lain, karena Anda sudah berpengalaman dalam strategi pemasaran dan penjualan.

Mendapat manfaat dari artikel-artikel kami? Mohon berikan ulasan untuk terus menyemangati kami menulis > Google Review

{"email":"Email address invalid","url":"Website address invalid","required":"Required field missing"}