Wegener: Penyakit Baru yang Mirip Flu Biasa, tapi Berbahaya!

193

Diedit:

Banyak penyakit baru ditemukan belakangan setelah mulai menyerang banyak orang di daerah-daerah tertentu. Sementara beberapa penyakti lain sebenarnya sudah lama dikenal hanya saja baru mulai populer ketika mulai menyerang secara global.

Dan penyakit yang satu ini bisa jadi salah satu yang baru pertama kali Anda dengar—Penyakit Wegener. Kabar buruknya, penyakit wegener ini merupakan penyakit dengan gejala yang relatif sangat samar namun bisa berakibat sangat fatal, seperti kerusakan dan disfungsi total organ tubuh, dan akhirnya kematian!

Penyakit yang bernama lengkap Wegener Granulomatosis adalah jenis penyakit baru dan masih langka terjadi. Ini adalah sebuah serangan inflamasi yang mengincar sistem pembuluh darah arteri, vena dan kapiler dalam tubuh.

Menurut penjelasan Dr. Salil Bendre, Kepala Departemen Pengobatan Paru-Paru di Nanavati Super Speciality Hospital, Mumbai, penyakit Wegener merupakan kondisi penyakit yang bisa dikenali dari munculnya antibodi terhadap pembuluh darah kecil di dalam tubuh manusia. Kondisi ini memengaruhi performa berbagai organ tubuh penting dalam tubuh.

Serangan bisa terjadi tiba-tiba mulai dari serangan di hidung, mulut, telinga, persendian, pencernaan, ginjal, prostat, paru-paru, atau kulit. Namun sebagian besar kasus Wegener yang muncul menunjukan gejala kerusakan pada ginjal dan sistem pernapasan.

Kerusakan dari sistem kerja organ terjadi akibat organ tidak mendapatkan suplai darah dan kesulitan mengeluarkan darah dari dalam organ keluar. Kondisi ini bisa muncul karena pembuluh darah yang mengalirkan darah dari dan menuju organ mengalami kerusakan oleh serangan anti bodi penderita sendiri. Kerusakan ini memotong suplai darah menuju organ vital dan merusak fungsinya.

Apa Penyebab Penyakit Wegener?

Masih banyak kabar buruk menyertai penyakit yang masih tidak dikenal kalangan awam ini. pasalnya Wegener masih belum bisa dipastikan penyebab dan perilaku penyakitnya. Para pakar belum sanggup memahami pola inkubasi, dan bagaimana penyakit ini bisa menyerang seseorang.

Malah menurut Dr Madhuri Behari, HOD, dari Department of Neurology, Fortis Flt. Lt. Rajan Dhall Hospital, Vasant Kunj, menyatakan bahwa belum ada kepastikan secara formal dan normatif mengenai apa penyebab Wegener. Pandangan pakar mengenai penyebab kerusakan pembuluh darah adalah perilaku menyimpang dari antibodi sekalipun masih berupa dugaan medis, bukan sebuah kesimpulan yang disepakati.

Baca juga:  Granulomatosis Wegener Pada Pembuluh Darah

Beberapa pakar sedang mengentaskan kemungkinan adanya serangan infeksi yang menjadi penyebab penyakit Wegener ini. Sekilas pasien pada tahap awal akan menunjukan gejala demam, pusing hebat, masalah pernapasan dan sistem tonsil.

Di satu sisi, gejala awal penyakit ini menyebabkan kebanyakan pasien Wegener disalah duga mengalami serangan flu. Minimnya informasi yang tersampaikan mengenai Wegener menjadi penyebab kebanyakan dokter sendiri cukup awam mengenai penyakit ini. Apalagi kasusnya di dunia masih terbilang langka.

Di sisi lain, gejala yang muncul meningkatkan keyakinan para pakar untuk melihat Wegener sebagai infeksi oleh bakteri oleh virus. Untuk Anda pahami, gejala demam, pusing dan sakit kepala dan peningkatan sel darah putih dalam tubuh merupakan gejala umum dari kebanyakan kasus infeksi bakteri maupun virus.

Lantas, seperti apa sebenarnya gejala penyakit Wegener? Berikut beberapa diantaranya.

  • Mudah merasa lelah dan lesu.
  • Demam yang terus berulang.
  • Nyeri otot dan sendi
  • Sakit kepala yang disertai rasa seperti kepala dipukul palu, kadang juga terasa pusing.
  • Anda mulai merasa sesak nafas, batuk dan pilek yang sulit berhenti.
  • Muncul rasa linu dan sakit pada hidung dan amandel sebagai tanda munculnya serangan pada tonsil.
  • Sesak nafas, dan dada terasa tidak nyaman.
  • Bercak darah yang muncul pada lendir dari hidung dan pada dahak, kadang Anda juga menjumpai kencing yang berwarna jingga sebagai tanda terjadinya perdarahan dekat area saluran kencing.
  • Pasien mulai kehilangan selera makan
  • Menampakan rasa nyeri pada organ yang diserang, misalkan ketika mulai merasa sakit pada pinggang ketika serangan mengenai jantung, atau keluhan nyeri pada perut bawah bila infeksi menyerang area saluran kencing.

Mengapa Penyakit Wegener Sulit Terdiagnosis?

Kesulitan diagnosis diakibatkan karena gejala-gejalanya sangat umum dan tidak ada yang spesifik setidaknya pada tahap awal penyakit ini. Jika ada gejala-gejala awal seperti hidung berlendir, nyeri sendi dan juga batuk, sangat sulit untuk mengaitkan gejala ini dengan penyakit Wegener.

Baca juga:  Granulomatosis Wegener Pada Pembuluh Darah

Banyak orang yang juga mengalami nyeri sendi, demam dan batuk, jadi, kemungkinan mereka akan mengabaikannya. Ketika para penderita mengalami pendarahan pada hidung atau ketika batuk, baru tindakan X-ray pada dada akan dilakukan, tambah Dr. Bendre.

Dan karena sebagian besar dari gejala awal sangat mirip dengan masalah pernapasan yang lebih ringan ataupun lainnya, seseorang yang menderita Wegener seringkali memiliki gejala-gejala selama berbulan-bulan sebelum terdiagnosis secara akurat.

Dan biasanya ketika terdiagnosis mengidap Wegener sudah pada tahap terlambat. Umumnya penyakit ini tidak akan terdeteksi pada pemeriksaan awal.

Dr. Rajesh Chawla, seorang ahli paru-paru di Indraprastha Apollo Hospital, Delhi mengatakan, “Ini merupakan penyakit yang sangat langka. Kami sangat sulit menemukan 2-3 pasien dalam setahun yang mengidap penyakit ini. Juga, kasus seperti ini tidak melulu datang pada dokter spesialis yang sama karena penyakit ini melibatkan berbagai oragan tubuh. Karena tergantung organ apa yang menjadi masalah, orang baru datang ke spesialis organ tersebut.”

“Jika terjadi pendarahan pada hidung, pasien akan dirujuk kepada spesialis rheumatologi, jika yang menjadi perhatian adalah paru-paru, baru mereka datang kepada spesialis seperti kami atau jika ginjal, mereka akan pergia ke spesialis ginjal,” lanjutnya.

Dia menyarankan kepada orang-orang yang mengalami masalah kesehatan terus menerus (seperti salah satu yang disebutkan di atas) untuk melakukan uji ANCA (Anti-Neutrophil Cytoplasmic Antibodies) dan biopsi untuk memastikan tidak terkena Wegener.

Ini bisa terjadi pada kelompok usia mana saja. “kelompok yang paling terpengaruh adalah mulai dari usia 30 hingga 60 tahun. Dan ternyata pengaruhnya tidak melihat gender, dengan peluang yang sama pada pria dan wanita pada populasi kulit putih,” tambah Dr. Zaman.

Karena penyakit Wegener sulit dikenali gejala-gejalanya, maka tidak bisa dipastikan hanya dengan pemeriksaan fisik saja, apalagi hanya dari mengira-ngira gejala-gejalanya. Jika Anda mulai merasakan gejala-gejala flu yang tidak seperti biasanya, sebaiknya lakukan pemeriksaan ke dokter. Penyakit apapun itu, jika ditangani dengan tepat sejak awal maka akan lebih cepat disembuhkan.

AdvertisementSimplisia.com