Waspadai Tanda-Tanda Menstruasi yang Tidak Wajar

552

Diedit:

Waktu sekolah dulu mungkin Anda sudah belajar bahwa menstruasi adalah periode sebulan sekali ketika lapisan rahim mengalami peluruhan sehingga keluar darah. Kalau Anda seorang wanita yang sudah mengalami menstruasi, mungkin Anda sering merasa tidak nyaman sewaktu sedang haid. Tetapi ingatlah sebenarnya hal ini adalah tanda bahwa sistem reproduksi masih bekerja dengan benar.

Setiap wanita itu unik, karenanya setiap menstruasi yang dialami wanita juga punya karakternya sendiri. Beberapa orang hanya mengalami periode yang singkat, sedangkan yang lain lebih lama. Beberapa pendarahannya banyak, yang lainnya hanya sedikit.

Setelah bertahun-tahun mengalaminya, kebanyakan wanita mulai memahami bagaimana frekuensi, durasi, dan seberapa banyak pendarahannya. Jika terjadi sesuatu yang tidak biasa—seperti keluarnya bercak darah padahal tidak haid atau pendarahan haid yang sangat banyak—wajar kalau Anda bertanya-tanya apakah itu tanda-tanda menstruasi bermasalah.

Bagaimana Periode yang Normal?

Tidak ada patokan untuk periode haid yang normal. Rata-rata wanita punya siklus menstruasi 28 hari, dan setiap periode haid umumnya berlangsung tiga sampai lima hari. Tetapi ini bukan patokan, karena siklus menstruasi setiap wanita bisa sangat berbeda.

“Tiga hari normal bagi beberapa orang, tapi bagi yang lain normalnya tujuh hari,” kata Franklin Loffer, MD, wakil presiden eksekutif dan direktur medis dari AAGL. Demikian juga, pendarahan menstruasi yang banyak mungkin normal bagi beberapa orang, sedangkan yang lain normalnya hanya sedikit.

Daripada khawatir dengan lamanya atau seberapa sering periode haid, Anda semestinya berpatokan pada menstruasi yang selama ini normal bagi Anda. Dan dari situ amatilah jika ada sesuatu yang tiba-tiba berubah belakangan ini.

“Seorang wanita harus benar-benar memahami siklus menstruasinya sendiri, karena pemahaman itu bisa membantunya menyadari jika ada gangguan menstruasi yang tidak wajar,” tutur Frances Ginsburg, MD, profesor klinis kebidanan/ginekologi di New York.

Berikut ini adalah beberapa perubahan sebagai tanda-tanda menstruasi bermasalah yang mungkin Anda alami baru-baru ini. Perhatikan juga apa yang ada dibalik perubahan tersebut.

Periode Haid Datang Terlambat atau Berhenti

Pertanyaan paling awal yang harus dijawab jika mengalami masalah ini yaitu; berapakah usia Anda? Penyebab berhentinya siklus menstruasi (disebut amenorrhea) berbeda-beda tergantung usia. “Berhenti mengalami haid di usia 25 tahun jelas berbeda penyebabnya dengan yang berusia 50,” ucap Loffer yang disebutkan di awal.

Bagi seorang wanita yang berada di usia 20 atau 30-an dan aktif secara seksual, ada kemungkinan ia sedang hamil. Loffer melanjutkan, “Meskipun sudah menggunakan alat kontrasepsi, tetapi itu bukan jaminan mutlak ia tidak akan hamil.”

Baca juga:  Sakit Kepala dan Perubahan Hormon Selama Menstruasi: Adakah Hubungannya?

Di sisi lain, jika yang mengalaminya wanita berusia 40 atau 50-an, kemungkinan ia sedang memasuki masa perimenopause—periode menjelang menopause. Seiring dengan berkurangnya produksi hormon estrogen, maka periode menstruasi juga jadi jarang-jarang, lebih pendek, atau pendarahannya lebih sedikit. Jika Anda sama sekali tidak haid selama 12 bulan penuh, itu berarti Anda sudah memasuki menopause. Usia rata-rata seorang wanita mengalami menopause adalah 51 tahun.

Selain itu, haid juga bisa datang terlambat kalau Anda sering olahraga terlalu keras. Sekitar 5 sampai 25 persen atlet wanita yang berlatih sangat keras mengatakan bahwa mereka berhenti datang bulan. Kondisi yang disebut exercise-induced amenorrhea ini sangat umum di kalangan pelari dan penari balet. Latihan mereka yang intens memengaruhi produksi dan regulasi hormon reproduksi yang terlibat dalam siklus menstruasi.

Untuk alasan yang serupa, wanita yang memiliki gangguan makan (seperti anoreksia) juga bisa mengalami masalah ini. Perilaku mereka yang sangat membatasi jumlah kalori dapat menekan pelepasan hormon yang dibutuhkan tubuh untuk ovulasi.

Penyebab-penyebab lainnya mungkin: gangguan tiroid, gangguan hipotalamus, sedang menyusui, obesitas, kontrasepsi oral (pil KB), stres, sindrom ovarium polikistik dan gangguan hormon lainnya, kegagalan ovarium, serta penyakit rahim.

Pendarahan Lebih Daripada Biasanya

Kebanyakan wanita hanya akan mengalami pendarahan haid sekitar dua atau tiga sendok makan darah setiap bulannya. Tetapi mereka yang biasa mengalami pendarahan berat (menoragia) dapat kehilangan lima sendok makan darah atau lebih dalam sebulan.

Jika tubuh kehilangan terlalu banyak darah, Anda bisa kekurangan zat besi. Tubuh membutuhkan mineral ini untuk menghasilkan hemoglobin—molekul yang membantu peredaran sel-sel darah merah ke seluruh tubuh. Tanpa zat besi yang cukup, jumlah sel darah merah juga menurun, sehingga Anda menderita anemia yang ditandai keluhan sesak napas, kepucatan, dan kelelahan.

Kalau Anda terus-terusan mengalami pendarahan berat, pergilah ke dokter untuk melakukan pemeriksaan darah guna memastikan Anda tidak kekurangan zat besi. Jika memang ada kekurangan, mungkin dokter akan meresepkan suplemen.

Ada beberapa kondisi yang bisa meningkatkan aliran darah menstruasi, antara lain: polip, keguguran atau kehamilan ektopik, penggunaan obat-obatan tertentu, perubahan pil KB, gangguan pembekuan darah, dan kanker rahim.

Baca juga:  6 Sinyal Menstruasi yang Patut Anda Waspadai

Coba ukur seberapa banyak pendarahan dengan menghitung berapa banyak pembalut yang digunakan. Jika Anda harus selalu mengganti pembalut setiap jam selama beberapa jam berturut-turut, itu berarti Anda sedang mengalami gangguan menstruasi.

Dokter mungkin akan menyarankan konsumsi pil KB guna mengurangi pendarahan sekaligus menormalkan siklus menstruasi. Jika Anda memasang kontrasepsi IUD dalam rahim, dokter mungkin akan menggantinya dengan jenis IUD hormone-releasing yang disebut Mirena agar pendarahan berkurang.

Kemungkinan lain, dokter meresepkan obat tertentu yang sanggup menghentikan pendarahan dengan merangsang pembekuan darah. Apabila pendarahan berat tetap tidak teratasi, dokter akan menganjurkan Anda untuk menjalani pemeriksaan ultrasound atau pemeriksaan lain guna mendeteksi sumber masalahnya.

Pendarahan Di Luar Waktu Menstruasi

Ini adalah tanda-tanda menstruasi bermasalah yang tidak boleh diabaikan. Loffer mendesak, “Jika terjadi pendarahan di luar waktu menstruasi, itu harus diselidiki penyebabnya.”

Penyebabnya bisa beragam, mulai dari sesuatu yang ringan—misalnya iritasi luka di area vagina atau lupa minum pil KB—hingga sesuatu yang serius seperti kehamilan ektopik atau kanker. Kunjungi rumah sakit untuk menyelidiki penyebabnya.

Anda Merasa Sangat Sakit ketika Menstruasi

Periode haid memang bukan pengalaman yang menyenangkan bagi kebanyakan orang. Bisa jadi muncul kram perut akibat kontraksi rahim untuk meluruhkan lapisannya. Biasanya ketidaknyamanan ini akan berkurang dan menghilang setelah satu atau dua hari.

Tapi bagi beberapa wanita, rasa sakitnya begitu kuat sampai-sampai mereka tidak mampu bangun dari tempat tidur. Menstruasi menyakitkan yang disebut dysmenorrhea ini mungkin disertai berbagai gejala, seperti diare, mual, muntah, sakit kepala, atau ketidaknyamanan di punggung bawah.

Kadang-kadang rasa sakit timbul dari periode haid itu sendiri, namun adakalanya juga disebabkan oleh kondisi-kondisi seperti endometriosis atau fibroid. Untuk mencari sumber masalahnya, dokter mungkin menganjurkan Anda melakuakan pemeriksaan panggul dan tes Pap, juga tes diagnostik lain seperti USG atau laparoskopi.

Obat-obat anti-inflamasi (NSAID) dapat membantu mengatasi gangguan menstruasi ini, karena obat ini bukan hanya mengurangi rasa sakit, tetapi juga mencegah tubuh menciptakan prostaglandin—bahan kimia yang merangsang rahim berkontraksi selama periode haid.

Selain itu, dokter mungkin juga menyarankan Anda meminum pil KB atau memasang kontrasepsi IUD di rahim guna mengurangi rasa sakit akibat menstruasi. Namun apabila gangguan menstruasi ini disebabkan oleh fibroid atau endometriosis, ada kemungkinan akan diatasi melalui jalur operasi.

KAPAN HARUS PERIKSA KE DOKTER

Tanda-tanda menstruasi apa pun yang tidak seperti biasanya adalah petunjuk bagi Anda untuk pergi ke dokter, terlebih jika itu membuat Anda sangat tidak nyaman sehingga tidak bisa beraktivitas normal. Loffer menganjurkan, “Jika seorang wanita merasa gangguan menstruasi yang mengganggu kegiatannya, maka dia perlu mengatasinya.”

Sebaiknya periksa ke dokter bila: haid tiba-tiba tidak teratur, haid datang lebih cepat atau lebih lama selama beberapa bulan, pendarahan sampai tujuh hari, harus mengganti pembalut setiap jam selama berjam-jam berturut-turut, atau disertai rasa sakit yang tidak tertahankan.

Ingatlah bahwa tidak ada patokan khusus untuk periode haid yang normal. Setiap wanita akan mengalami menstruasi dengan karakteristiknya masing-masing. Karena itu Anda sebaiknya tidak membandingkan apa yang Anda alami dengan ibu, teman, atau saudara perempuan.

Jika sanggup memahami bagaimana normalnya siklus menstruasi Anda sendiri, maka Anda juga lebih mampu membedakan mana tanda-tanda menstruasi yang wajar dan mana yang harus diberi perhatian khusus. Dan sewaktu mencurigai adanya gangguan menstruasi, khususnya selama beberapa bulan belakangan ini, jangan ragu-ragu untuk memastikannya ke dokter.

Advertisement
Alinesia