Waspadai Penyebab Kesemutan Berikut Ini!

714

Siapa yang tidak pernah mengalami masalah kesemutan. Serangan kecil berupa efek mati rasa yang disertai gelombang setruman kecil ini biasa terjadi pada kaki ketika Anda duduk bersila terlalu lama atau pada tangan ketika tertindih lama kala tidur.

Sebenarnya kesemutan bukan masalah serius dan kebanyakan keluhan bersifat sementara yang bisa segera hilang. Tetapi beberapa penyebab kesemutan atau dalam bahasa medis disebut dengan parestesia ini bisa merupakan keluhan kesehatan serius yang perlu diwaspadai.

Pada dasarnya, kesemutan terjadi karena adanya penurunan suplai darah menuju area saraf tertentu dalam tubuh. Biasanya terjadi karena adanya sumbatan atau hambatan jalannya aliran darah. Saraf tepi dalam seluruh tubuh manusia membutuhkan oksigen dan darah untuk menjalankan fungsi neurotransmitternya.

Jadi ketika aliran darah terhambat, maka saraf akan mengalami kebas atau mati rasa. Dan tepat ketika Anda membuka kembali aliran darah tadi, ada aliran darah mendadak yang masuk kembali ke dalam sistem saraf sehingga memunculkan efek kejut terhadap sistem neurotransmitter dalam saraf yang menyerupai getaran aliran listrik—inilah penyebab kesemutan.

Hambatan atau sumbatan aliran darah pada manusia normal bisa terjadi hanya karena tekanan yang berlangsung lama pada satu titik aliran darah seperti ketika seseorang duduk bersila atau tangan yang tertindih kala tidur.

Namun sumbatan dan hambatan aliran darah juga bisa terjadi karena faktor-faktor yang terkait dengan kondisi kesehatan. Beberapa hal yang bisa menjadi penyebab kesemutan yang patut Anda waspadai adalah:

  • Gejala aliran darah tidak lancar yang bisa menjadi satu indikasi adanya masalah dengan sistem pompa jantung, kerusakan pada pembuluh darah, gejala hipertensi, gejala hipotensi, anemia, kolesterol tinggi, dan gejala diabetes.
  • Gangguan ginjal dan hati yang menyebabkan kadar toksin dan residu dalam darah tinggi sehingga darah mengental dan tidak tersalurkan dengan baik menuju saraf tepi.
  • Malnutrisi atau kekurangan vitamin B12 yang dikenal membantu sistem neurotransmitter berfungsi dengan baik. Kalau ini penyebabnya keluhan kesemutan kerap muncul bahkan bila hambatan pada aliran darah tidak berlangsung lama.
  • Paparan racun dan senyawa kimia berbahaya seperti arsenik, merkuri, dan timbal yang mengendap dalam tubuh sehingga darah mengalami perubahan struktur, kerusakan sel atau pengentalan yang mengganggu fungsi aliran darah.
  • Efek beberapa pengobatan seperti kemoterapi yang bisa menurunkan fungsi neurotransmitter, beberapa obat depresi, antibiotik, obat HIV, dan beberapa obat pereda rasa sakit yang dikonsumsi berlebihan.
  • Ketidakseimbangan hormonal seperti masalah pada produksi hormon tiroid akan menyebabkan fungsi neurotransmitter bermasalah dan saraf tepi kerap menjadi kebas hanya karena sumbatan aliran darah dalam tempo yang relatif singkat.
  • Masalah kesehatan saraf seperti Carpal Tunnel Syndrome atau (CTS) yang menyebabkan terjadinya rasa linu dan kesemutan akibat tekanan dari saraf median dan otot atau ligamen yang membengkak. Biasanya terjadi pada telapak tangan karena pekerjaan yang dilakukan secara monoton dalam jangka panjang atau efek menahan beban terlalu berat seperti pada ibu yang harus menggendong bayinya dalam waktu lama.

Rupanya ada beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab kesemutan dan bukan lagi karena perkara sederhana seperti efek bersila yang terlalu lama. Lalu kapan Anda perlu menaruh curiga pada gejala kesemutan yang Anda alami?

Tepat ketika kesemutan terjadi terlalu sering dan berulang. Kesemutan yang juga perlu Anda perhatikan adalah ketika penyebab kesemutan adalah hal yang tidak lazim seperti duduk di atas kursi, bersila dalam waktu yang pendek dan sebagainya. Kesemutan yang muncul pada area yang tidak wajar seperti rasa kesemutan pada wajah, kepala, bahu, leher, dan telapak tangan juga perlu Anda waspadai.